Rencana Gila

Tanpa ditemani Fahmi, Edward langsung menuju ruangan dokter Robert dan disambut oleh Joko, sang asisten dan 2 orang sekretaris yang ikut menyapanya.

Edward sempat berpikir Elsa ada di ruangan yang sama ternyata hanya ada daddy-nya. Ia pun mendekat dan duduk berhadapan di meja kerja dokter senior itu. Map biru yang tadi pagi dibawa Elsa sudah ada di situ.

“Jadi kamu langsung setuju menandatangani surat permohonan cerai tanpa bertanya alasannya pada Elsa ?”

Edward tersenyum tipis, daddy Robert memang bukan orang yang suka basa-basi.

“Iya. Daddy pasti masih ingat dan sudah tahu kalau sejak awal aku menolak pernikahan kami jadi tidak ada alasan untuk mempertahankannya.”

Daddy Robert menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi dan menatap Edward dengan wajah tegas.

“Apakah kamu pernah menidurinya ?”

Mata Edward sempat membola mendengar pertanyaan itu tapi detik berikutnya ia malah tertawa sambil menggeleng.

“Tidak pernah ! Bahkan kami tidur di kamar yang terpisah meskipun tinggal di apartemen yang sama.”

Mata dokter Robert menyipit seolah tidak yakin dengan jawaban putra sulunya.

“Swear Dad, jangankan meniduri, aku hampir tidak pernah menyentuhnya apalagi menciumnya bahkan sekedar hanya di pipi kecuali saat pesta pernikahan.”

“Elsa sudah mengundurkan diri dari rumah sakit bahkan pindah kuliah.”

“Keputusan yang tepat, bukan begitu Dad ? Dia pasti tidak bisa menanggung malu kalau orang-orang di rumah sakit tahu bagaimana ia memaksaku menikahinya. Semua orang menganggap dia perempuan ideal untuk dijadikan istri padahal hanya sekedar pelakor.”

Wajah dokter Robert langsung berubah, terlihat tidak senang mendengar nada sinis dan kata-kata yang diucapkan Edward.

“Maaf Dad, aku hanya bicara apa adanya. Dia yang memaksa memilihku untuk menjadi suaminya meski tahu kalau aku sudah memiliki Lily bahkan dia menolak saat mommy membujuknya untuk menikah dengan Erwin.”

“Bukan hanya Elsa yang keluar dari rumah sakit ini tapi dokter Lily tidak bisa lagi bekerja di sini.”

“Apa maksud Daddy ?” Edward terkejut hingga nadanya mulai meninggi. “Apakah dia yang minta untuk memecat Lily sebagai syarat bercerai denganku ?”

“Dia ?” Dokter Robert menautkan alisnya.

“Wanita desa itu… maksudku Elsa.” Dokter Robert tersenyum miring dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Dokter itu diterima bekerja di rumah sakit ini bukan karena bagian HRD segan padamu atau dia cukup hebat untuk dipekerjakan sebagai dokter di sini tapi karena Elsa.”

Edward menatap daddy-nya dengan dahi berkerut-kerut dan tidak percaya.

“Dokter itu tidak lulus tes sesuai standar rumah sakit ini tapi Elsa yang minta secara khusus pada daddy untuk menerimanya bekerja karena menurut Elsa lebih baik membawa musuh mendekat daripada menjauhinya dengan begitu kita bisa mempelajari kelebihan dan kekurangannya. Selain itu lebih mudah mengawasimu daripada kalian bertemu di luar.”

Edward terlihat geram bahkan kedua tangannya sampai mengepal, tidak menyangka kalau Elsa mampu berpikir seperti itu.

“Dan akhirnya dia merasa tidak akan sanggup menjatuhkan Lily sebagai lawannya kan ? Baguslah kalau akhirnya dia mundur sebelum dipermalukan lebih jauh lagi.” Edward tersenyum sinis.

“Perpisahan ini tidak menjadikan kalian bercerai secara hukum dan agama selain itu bukan berarti Elsa, mommy dan daddy memberimu ijin apalagi restu untuk menikah dengannya meski hanya kawin siri.”

“Aku mencintainya, Dad dan hanya dia satu-satunya wanita yang ingin kujadikan istri, pendampingku seumur hidup. Hubungan kami bukan sekedar cinta anak remaja dan kami sudah sama-sama dewasa, jadi dengan atau tanpa persetujuan kalian, aku tetap akan menikahi Lily. Soal pengesahan di mata hukum, kami bersedia menunggu sampai prosesnya selesai tapi jangan cegah aku untuk memiliki anak dengannya.”

Dokter Robert hanya menghela nafas menghadapi sikap Edward yang dipenuhi dengan emosi.

“Kamu akan menyesal kalau sampai menempuh jalan itu, Edward !”

“Tidak akan pernah Dad ! Sekalipun daddy menjauhinya dariku, akan aku buktikan kalau pilihanku tepat !”

“Jangan gegabah dalam mengambil keputusan, Ed apalagi semua sudah tahu kalau kamu adalah pengganti daddy di rumah sakit ini.”

“Aku tidak peduli dengan pandangan orang lain, Dad. Apa yang baik di mata mereka belum tentu bisa membuatku bahagia !”

***

Edward bergegas meninggalkan ruang prakteknya begitu pasien terakhir keluar. Hari ini ia sengaja membatasi jumlah pasien hanya 10 orang karena sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Lily.

Sesudah bertemu daddy Robert, Edward mencuri waktu bertemu dengan Lily untuk menyerahkan kunci mobilnya dan minta supaya wanita itu menunggunya sampai ia selesai praktek.

Tidak disangka Edward berpapasan dengan Elsa di parkiran khusus dokter. Sopir yang menjemputnya ternyata parkir persis di seberang mobil Edward.

Elsa hanya menganggukan kepala sekilas dan tahu kalau ada orang lain sudah menunggu Edward di dalam mobilnya karena kondisi mesin yang menyala. Elsa terlihat tidak peduli, ia melewati mobil Edward dan masuk ke dalam mobil jemputannya.

“Elsa tidak bertanya apa\=apa padamu ?” tanya Lily begitu Edward masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman.

“Dia bahkan tidak peduli. Biarkan saja.” Lily mengangguk-anggukan kepalanya.

“Mau makan apa hari ini ?” Edward yang sudah melajukan mobilnya memegang jemari Lily dengan satu tangannya.

“Terserah kamu saja.” Edward tertawa, mengangkat jemari Lily dan menciumnya.

“Tumben kamu kelihatan happy banget, ada berita apa ? Biasanya wajahmu cemberut dan mendadak sensi setiap kali habis bertemu daddy-mu.”

“Kali ini berbeda tapi bersabarlah sebentar, kita bicara setelah sampai di restoran. Perutku benar-benar lapar hingga susah untuk bicara terlalu banyak.”

Lily tersenyum dan membuat sedikit kejutan untuk Edward dengan memberikan pria itu ciuman di pipi.

“Kamu selalu tahu bagaimana cara membuatku bahagia,” ujar Edward dengan tawa sumringah.

Sekitar 30 menit keduanya sudah duduk di restoran mewah yang dipilih Edward dan memesan makanan.

“Jadi ?” Lily kelihatan sudah tidak sabar membuat Edward tertawa dan mengusap wajah kekasihnya.

“Aku dan Elsa sudah menandatangani surat permohonan cerai.” Mata Lily membola dan wajahnya langsung berbinar.

“Tapi bukan berarti dalam waktu dekat aku benar-benar bercerai secara hukum karena sebelum menikah kami sama-sama menandatangani perjanjian dengan daddy untuk mempertahankan pernikahan kami selama 5 tahun.”

“Jadi aku harus menunggu sampai 5 tahun lagi ?”

“4 tahun lagi,” ledek Edward sambil terkekeh saat melihat wajah Lily langsung cemberut.

“Kamu menggemaskan kalau lagi ngambek begitu.” Edward mencondongkan tubuhnya dan mencubit kedua pipi Lily dengan gemas.

“Entah kenapa rasanya aku semakin sulit berada jauh darimu dan susah menahan cemburu kalau ingat kamu tinggal satu apartemen dengan perempuan lain padahal aku tidak merasa ada masalah saat menunggumu menyelesaikan program spesialis sampai 2 tahun.”

“Sama, aku juga jadi tenang saja. Aku sudah memikirkan jalan keluar supaya daddy segera mengurus surat cerai kami, tidak perlu menunggu sampai perjanjianku dengan Elsa berakhir.”

“Bagaimana caranya ?” Lily menautkan alisnya.

“Kita nikah siri lalu cepat-cepat punya anak. Aku yakin mommy dan daddy tidak akan membiarkan darah dagingku lahir dan besar tanpa ayah kandungnya.”

Lily cukup terkejut mendengar rencana Edward karena belum pernah pria di depannya ini berbuat sesuatu yang agak menyimpang dari norma.

“Kamu bersedia menjadi ibu dari anak-anakku kan ?” Edward menggenggam kedua jemari Lily.

“Tentu saja ! Kapan kita akan membuatnya ?” Mata Edward membola lalu tertawa.

“Kamu benar-benar perempuan yang tidak sabaran !”

Terpopuler

Comments

Ayu Dani

Ayu Dani

bangke nih c Edward

2024-08-21

1

Herman Lim

Herman Lim

kyk hanya impian mu aj ed BS py nak dari lilikor yg ada malah ga bs naik tuh junior 🤣

2024-08-09

1

Tinaristina

Tinaristina

cinta buta emang susah d kasih tahu harus yd kasih tempe z .......

2024-08-09

2

lihat semua
Episodes
1 Tugas Seorang Istri
2 Teman Selingkuh
3 Tindakan Nekad Si Pelakor
4 Selembar Surat Cerai
5 Rencana Gila
6 Jejak yang Hilang
7 Gejala Menakutkan
8 Uji Coba
9 Pelakor Diselingkuhi
10 Di Balik Permintaan Maaf
11 Kedatangan Penjaga Hartawan
12 Siap Menerima Tantangan
13 Perjanjian yang Terlewatkan
14 Saputangan dan Wanita Penuntut
15 Pertanggungjawaban
16 Berandai-andai
17 Pengakuan Lily
18 Kedatangan yang Tiba-tiba
19 Sentuhan Maut
20 Awal Pencarian
21 Bocah yang Sudah Dewasa
22 Pria Sombong dan Menyebalkan
23 Marah, Kecewa dan Sakit
24 Pengakuan dan Kebohongan
25 Usaha Awal
26 Kemarahan Elsa dan Pendukungnya
27 Setengah Hari Bersama Gilang
28 Perbincangan dari Hati ke Hati
29 Pelajaran Tentang Kecewa
30 Percakapan Kakak Adik
31 Melepas dengan Ikhlas
32 Harus Bagaimana ?
33 Arti Sebuah Nama
34 Tamu yang Tiba-tiba
35 Skenario Baru
36 Permohonan dan Penyesalan
37 Cerita Lama dari Kinan
38 Kebodohan Edward
39 Ijin Tinggal
40 Meluruskan Kesalahpahaman
41 Pelajaran Pertama
42 Pelajaran Kedua
43 Kejujuran yang Beresiko
44 Kamar yang Terkunci
45 Pria Paling Beruntung
46 Pembelaan Elsa
47 Kebahagiaan dan Kebimbangan
48 Pesan Sponsor ?
49 Keruwetan Kinan
50 Kegalauan Edward
51 Kedatangan Kinan
52 Pertimbangan Erwin
53 Pertengkaran Sahabat
54 Kelulusan Elsa
55 Erwin yang Berbeda
56 Keputusan Erwin
57 De javu
58 Kembali ke Rumah Sakit
59 Menghalau Pelakor
60 Berita Mengejutkan
61 Obrolan Siang
62 Penyesalan dan Penyesalan
63 Ketegasan Elsa
64 Pria Bertanggungjawab
65 Cinta dan Pengorbanan
66 Cinta yang Belum Habis
67 Pertemuan Kinan dan Erwin
68 Pertanyaan Bodoh
69 Pengakuan
70 Permintaan Gilang
71 Menerima Takdir
72 Tidak Bisa dan Tidak Mau
73 Alasannya : Aku Takut
74 Aku Tahu dan Cemburu
75 Keresahan Gilang
76 Kegalauan Erwin
77 Pria Terbodoh
78 Kecemasan Elsa
79 Dinginnya Elsa
80 Protes Hilda
81 Teguran Keras
82 I love you Elsa
83 Kejutan
84 Penjelasan Gilang
85 Wani Piro, Mas ?
86 Dan Elsa pun…..
87 Cinta dan Keikhlasan
88 Kepergian Lily
89 Cintamu Selamanya
90 Terima Kasih
Episodes

Updated 90 Episodes

1
Tugas Seorang Istri
2
Teman Selingkuh
3
Tindakan Nekad Si Pelakor
4
Selembar Surat Cerai
5
Rencana Gila
6
Jejak yang Hilang
7
Gejala Menakutkan
8
Uji Coba
9
Pelakor Diselingkuhi
10
Di Balik Permintaan Maaf
11
Kedatangan Penjaga Hartawan
12
Siap Menerima Tantangan
13
Perjanjian yang Terlewatkan
14
Saputangan dan Wanita Penuntut
15
Pertanggungjawaban
16
Berandai-andai
17
Pengakuan Lily
18
Kedatangan yang Tiba-tiba
19
Sentuhan Maut
20
Awal Pencarian
21
Bocah yang Sudah Dewasa
22
Pria Sombong dan Menyebalkan
23
Marah, Kecewa dan Sakit
24
Pengakuan dan Kebohongan
25
Usaha Awal
26
Kemarahan Elsa dan Pendukungnya
27
Setengah Hari Bersama Gilang
28
Perbincangan dari Hati ke Hati
29
Pelajaran Tentang Kecewa
30
Percakapan Kakak Adik
31
Melepas dengan Ikhlas
32
Harus Bagaimana ?
33
Arti Sebuah Nama
34
Tamu yang Tiba-tiba
35
Skenario Baru
36
Permohonan dan Penyesalan
37
Cerita Lama dari Kinan
38
Kebodohan Edward
39
Ijin Tinggal
40
Meluruskan Kesalahpahaman
41
Pelajaran Pertama
42
Pelajaran Kedua
43
Kejujuran yang Beresiko
44
Kamar yang Terkunci
45
Pria Paling Beruntung
46
Pembelaan Elsa
47
Kebahagiaan dan Kebimbangan
48
Pesan Sponsor ?
49
Keruwetan Kinan
50
Kegalauan Edward
51
Kedatangan Kinan
52
Pertimbangan Erwin
53
Pertengkaran Sahabat
54
Kelulusan Elsa
55
Erwin yang Berbeda
56
Keputusan Erwin
57
De javu
58
Kembali ke Rumah Sakit
59
Menghalau Pelakor
60
Berita Mengejutkan
61
Obrolan Siang
62
Penyesalan dan Penyesalan
63
Ketegasan Elsa
64
Pria Bertanggungjawab
65
Cinta dan Pengorbanan
66
Cinta yang Belum Habis
67
Pertemuan Kinan dan Erwin
68
Pertanyaan Bodoh
69
Pengakuan
70
Permintaan Gilang
71
Menerima Takdir
72
Tidak Bisa dan Tidak Mau
73
Alasannya : Aku Takut
74
Aku Tahu dan Cemburu
75
Keresahan Gilang
76
Kegalauan Erwin
77
Pria Terbodoh
78
Kecemasan Elsa
79
Dinginnya Elsa
80
Protes Hilda
81
Teguran Keras
82
I love you Elsa
83
Kejutan
84
Penjelasan Gilang
85
Wani Piro, Mas ?
86
Dan Elsa pun…..
87
Cinta dan Keikhlasan
88
Kepergian Lily
89
Cintamu Selamanya
90
Terima Kasih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!