Bab 20. Berbaikan

Berkat air yang di berikan oleh Mbah Muni, Nana bisa duduk di meja makan bersama dengan keluarga nya menikmati makan malam bersama. Sejak tadi dia sudah melirik Nani yang ikut majan malam ini, Mencari waktu yang pas untuk minta maaf dan merancang kata kata yang bagus pula. Nana menyadari bahwa perkataan nya sudah sangat menyakiti hati Nani, Bukan cuma sekali dua kali saja dia membunuh mental Nani dengan ucapan yang sangat menusuk hati. Mulai dari rambut keriting dan kulit hitam, Semua nya sudah Nana lontarkan kepada sang adik kandung nya. Maka sebenar nya sangat wajar bila Nani sakit hati mendalam pada Nana yang sangat keterlaluan dulu.

Kini Nana sudah menyadari kesalahan nya kepada semua orang yang sudah pernah ia hina dan caci maki, Lewat teguran penyakit yang allah berikan, Nana bisa menyadari sifat buruk nya dan mulai menata hidup baru dengan meminta maaf pada orang orang dan berharap mereka akan segera memaafkan nya, Walau dia sadari bukan hal yang mudah meminta maaf pada mereka semua, Pasti nya akan ada penolakan juga dari orang yang sudah ia sakiti, Namun mau sampai kapan Nana akan memendam rasa takut nya dengan respon orang orang, Lagi pula ini sudah tanggung jawab dia karena berani berbuat maka berani pula tanggung jawab.

"Nani, Kakak mau bicara dengan mu." Ucap Nana pelan.

"Ya tinggal bicara saja, Toh lagi pula biasa nya kan kau langsung mengeluarkan hinaan." Sambar Nani.

Bu Asih dan Pak Irwin diam saja karena ini masih jadi urusan dua putri nya, Bila nanti memang mereka sudah keterlaluan dan butuh bantuan dari orang tua, Baru lah mereka akan bicara agar mereka bisa tenang saat menghadapi masalah ini. Lagi pula kan mereka masih saudara, Pasti akan lebih enak bila akur dan tak ada bau permusuhan. Orang tua mana yang tak ingin anak nya akur, Setiap orang tua pasti ingin hal itu untuk anak anak yang mereka lahirkan.

"Kakak minta maaf karena sering menghina mu dan merendahkan mu." Ucap Nana.

"Sudah sakit saja kau baru sadar dengan kesalahan mu, Dari kemarin kau lempang saja saat menghina ku." Nani sangat kesal.

"Iya itu memang salah Kakak, Mungkin sakit hatimu tak akan bisa di obati hanya dengan permintaan maaf saja. Namun hanya maaf yang bisa Kakak lakukan, Maaf karena sudah membuat mu terluka." Nana berkata tulus.

Nani membuang muka karena dia tak ingin menangis, Melihat wajah tulus Nana membuat hati gadis ini tak kuat. Namun dia tetap bertahan karena mengingat sakit hati nya yang sangat dalam, Bagai mana ucapan Nana yang sangat menusuk kedalam hati. Nani benci dengan hati nya yang sangat lemah ini, Hanya dengan permintaan maaf dan melihat wajah Nana yang sangat layu itu saja sudah membuat hati nya luluh lantak tak karuan, Mungkin saja karena hubungan darah yang sangat kuat.

"Tak semudah itu kau minta maaf padaku, Aku juga punya perasaan." Sentak Nani langsung berdiri.

"Aku tahu perasaan mu sangat terluka, Tapi tolong maafkan lah aku, Ni." Nana mengejar adik nya dengan susah payah.

"Cium kaki ku bila ingin mendapatkan maaf, Kau pantas mendapatkan nya." Gertak Nani.

"Bicara apa kamu, Ni?!" Bu Asih melerai mereka setelah lama diam.

Namun Nana melarang Ibu nya ikut bicara, Dia ingin berdua saja menyelesaikan masalah mereka, Tanpa melibatkan orang tua yang sudah membesarkan mereka. Bila syarat dari Nani adalah mencium kaki, Maka Nana pun menerima nya dengan hati lapang. Lagi pula tak seberapa bila hanya mencium kaki saja, Perbuatan nya kepada Nani jauh lebih parah dan pasti nya Nani sangat terluka dengan sikap yang telah Nana lakukan kepada nya. Maka Nana pun menerima syarat dari sang adik, Dengan susah payah karena dada nya sangat sakit ketika untuk di pakai bersujud, Namun tetap di paksa kan nya juga.

Hati Nani kian remuk melihat perjuangan Kakak nya yang ingin mendapatkan maaf, Dia menarik kembali kaki nya yang tadi di majukan agar di cium oleh Nana, Dia tak setega itu untuk membuat Nana sungguh mencium kaki nya. Yang ada dia malah menangis pilu akibat rasa sedih yang bercampur aduk, Di sisi hati nya dia ingin memaafkan sang Kakak, Namun hati iblis nya ingin membuat Nana mengemis maaf secara brutal. Namun ternyata hati iblis itu kalah dengan hati malaikat, Dia tak tega bila melihat Nana sampai bersungguh sungguh mencium telapak kaki nya, Karena Nani masih punya hati.

"Tidak perlu, Aku sudah memaafkan mu." Nani mengusap air mata nya.

"Benarkah? Aku minta maaf bersungguh sungguh, Ni! Karena aku tak mau saat mati masih berhutang maaf." Lirih Nana.

"Bicara apa kau ini? Nanti pasti kau akan sembuh." Sergah Nani membantu Kakak nya bangun.

"Nyawa manusia tak ada yang tahu, Contoh nya ya aku ini. Padahal sebelum nya aku sehat sehat saja, Namun mendadak kan aku sakit." Ujar Nana.

"Pokok nya jangan putus asa, Aku sudah memaafkan mu! Besok kau pasti sembuh, Aku berdoa untuk mu juga." Nani memeluk Kakak nya.

Akhir nya dua Kakak adik ini pun saling berpelukan untuk membuang rasa dendam yang bersarang, Nani memang memaafkan Nana dengan hati yang tulus dan tak ada rasa sakit lagi. Kedepan nya mereka pasti akan bisa kompak karena sudah tak ada lagi benih permusuhan yang bercokol, Nani melupakan semua yang sudah Nana katakan kepada nya karena dia ingin menata hidup baru bersama dengan Kakak nya juga. Orang tua mereka tersenyum bahagia melihat sang anak sudah sama sama akur dan saling menyayangi, Berharap kedepan nya mereka akan terus akur dan tak ada permusuhan lagi. Yang paling penting adalah kesehatan nya Nana, Semoga saja anak sulung Pak Irwin segera sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala.

"Malam ini aku akan tidur di sini." Ujar Nani.

"Bagus lah, Kedepan nya juga tidur di sini." Sahut Bu Asih.

"Pokok nya Ayah tak mau lagi mendengar kalian bertengkar, Hanya boleh bercanda dan tertawa bersama." Ujar Pak Irwin.

"Mudah mudahan akan selama nya kita bisa begini." Harap Nana.

"Harus bisa dong, Kakak jangan patah semangat." Nani menjawab cepat.

"Tuh dengar adik kamu! Tak boleh patah semangat, Kita harus kuat melawan badai." Bu Asih mencium pipi kedua putri nya.

Nana mengangguk dan bertekad akan melawan penyakit ini, Meski dalam hati nya ada yang berbisik bahwa dia akan segera mati.

Terpopuler

Comments

Rahma Dani

Rahma Dani

mewek aku nx😭😭😭😭

2024-10-21

3

Maz Andy'ne Yulixah

Maz Andy'ne Yulixah

Alhamdulilah sudah baikan,,ikut mewek terharu Kak Nov😭🤧

2024-09-28

3

Hulatus Sundusiyah

Hulatus Sundusiyah

syukurlah..
akhirnya kalian bisa akur nana nani.
hati nani seluas samudra

2024-09-13

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pengenalan
2 Bab 2. Itik buruk rupa
3 Bab 3. Bertengkar
4 Bab 4. Nani pindah
5 Bab 5. Bertemu Hendra
6 Bab 6. Obrolan para pelamar
7 Bab 7. Menuduh Nani
8 Bab 8. Berlubang
9 Bab 9. Santet
10 Bab 10. Pembeli lahan sawit
11 Bab 11. Operasi
12 Bab 12. Family Zidan
13 Bab 13. Memanggil dukun
14 Bab 14. Hilang sakit nya
15 Bab 15. Datang lagi
16 Bab 16. Davin menjenguk
17 Bab 17. Minta maaf pada Davin
18 Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19 Bab 19. Dugaan
20 Bab 20. Berbaikan
21 Bab 21. Kucing hitam
22 Bab 22. Nana hilang
23 Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24 Bab 24. Tuduhan Lupi
25 Bab 25. Patah hati lagi
26 Bab 26. Menemukan Nana
27 Bab 27. Ketemu
28 Bab 28. Ternyata
29 Bab 29. Meninggal
30 Bab 30. Perut busuk
31 Bab 31. Payudar* meledak
32 Bab 32. Cerita sendok
33 Bab 33. Nana datang
34 Bab 34. Di hantui
35 Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36 Bab 36. Kisah sendok part 1
37 Bab 37. Kisah sendok part 2
38 Bab 38. Pick me
39 Bab 39. Kucing hitam
40 Bab 40. Hendra
41 Bab 41. Kisah Hendra
42 Bab 42. Jasad Mbah Muni
43 Bab 43. Ada Zidan
44 Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45 Bab 45. Sam mencari
46 Bab 46. Dua arwah
47 Bab 47. Ingin masuk agensi
48 Bab 48. Aji Seno
49 Bab 49. Bu Yuni Curiga
50 Bab 50. Julid bersama iblis
51 Bab 51. Gadis bersama Davin
52 Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53 Bab 53. Sam dan kucing hitam
54 Bab 54. Tertangkap
55 Bab 55. Ketemu
56 Bab 56. Hampir musnah
57 Bab 57. Bukan kembang desa
58 Bab 58. Mbah Kakung
59 Bab 59. Mengunjungi Hendra
60 Bab 60. Negosiasi
61 Bab 61. Menemui Kakung
62 Bab 62. Bola api
63 Bab 63. Ketahuan
64 Bab 64. Ingin menemui Zidan
65 Bab 65. Usil nya siluman ular
66 Bab 66. Mendatangi Purnama
67 Bab 67. cerita brian
68 Bab 68. Duka Purnama
69 Bab 69. Meminta maaf
70 Bab 70. Nilam dan Tisa
71 Bab 71. Siluman kucing
72 Bab 72. Lupi ngompol
73 Bab 73. Ular dalam kuburan
74 Bab 74. Purnama hilang
75 Bab 75. Ternyata di kuburan.
76 Bab 76. Di tolong Kakung
77 Bab 77. Minta maaf
78 Bab 78. Debat dengan Nani
79 Bab 79. Mencoba sadar
80 Bab 80. Membanting
81 Bab 81. Tendangan Purnama
82 Bab 82. Garam
83 Bab 83. Tekad Nani
84 Bab 84. Ular beleng
85 Bab 85. Bertemu Arya
86 Bab 86. Embun pagi
87 Bab 87. Kakung tidak sanggup
88 Bab 88. Arya tantrum
89 Bab 89. Di suap batu panas
90 Bab 90. Tidak lupa
91 Bab 91. Makan malam
92 Bab 92. Davin ketahuan
93 Bab 93. Sungai kematian
94 Bab 94. Pasrah
95 Bab 95. Menemukan Nani
96 Bab 96. Cerita tiga pria
97 Bab 97. iblis keluar
98 Bab 98. Arwah tua
99 Bab 99. Kabar Purnama
100 Bab 100. Kuntilanak era baru
101 Bab 101. Ternyata....
102 Bab 102. Mencari arwah Nani
103 Bab 103. Panas membara
104 Bab 104. Siluman serigala
105 Bab 105. Di jilat kucing hitam
106 Bab 106. Kejadian Andi
107 Bab 107. Cerita bersama.
108 Bab 108. Mendatangi Purnama
109 109. Di banting juga
110 Bab 110. Berteman
111 Bab 111. Sirih satu jalur
112 Bab 112. Menangkap Nani
113 Bab 113. Purnama terluka.
114 Bab 114. Di tendang Nilam
115 Bab 115. Pertolongan
116 Bab 116. Purnama sadar
117 Bab 117. Mencari Maharani bersama
118 Bab 118. Mencari gara²
119 Bab 119. Duka
120 Bab 120. Kesedihan Jeno
121 Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122 Bab 122. Membawa kepala Ratu
123 Bab 123. Jeno sakit
124 Bab 124. Siluman burung hantu
125 Bab 125. Nyanyian setan
126 Bab 126. mencari suara
127 Bab 127. Meninggal nya Jeno
128 Bab 128. Bersama
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1. Pengenalan
2
Bab 2. Itik buruk rupa
3
Bab 3. Bertengkar
4
Bab 4. Nani pindah
5
Bab 5. Bertemu Hendra
6
Bab 6. Obrolan para pelamar
7
Bab 7. Menuduh Nani
8
Bab 8. Berlubang
9
Bab 9. Santet
10
Bab 10. Pembeli lahan sawit
11
Bab 11. Operasi
12
Bab 12. Family Zidan
13
Bab 13. Memanggil dukun
14
Bab 14. Hilang sakit nya
15
Bab 15. Datang lagi
16
Bab 16. Davin menjenguk
17
Bab 17. Minta maaf pada Davin
18
Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19
Bab 19. Dugaan
20
Bab 20. Berbaikan
21
Bab 21. Kucing hitam
22
Bab 22. Nana hilang
23
Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24
Bab 24. Tuduhan Lupi
25
Bab 25. Patah hati lagi
26
Bab 26. Menemukan Nana
27
Bab 27. Ketemu
28
Bab 28. Ternyata
29
Bab 29. Meninggal
30
Bab 30. Perut busuk
31
Bab 31. Payudar* meledak
32
Bab 32. Cerita sendok
33
Bab 33. Nana datang
34
Bab 34. Di hantui
35
Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36
Bab 36. Kisah sendok part 1
37
Bab 37. Kisah sendok part 2
38
Bab 38. Pick me
39
Bab 39. Kucing hitam
40
Bab 40. Hendra
41
Bab 41. Kisah Hendra
42
Bab 42. Jasad Mbah Muni
43
Bab 43. Ada Zidan
44
Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45
Bab 45. Sam mencari
46
Bab 46. Dua arwah
47
Bab 47. Ingin masuk agensi
48
Bab 48. Aji Seno
49
Bab 49. Bu Yuni Curiga
50
Bab 50. Julid bersama iblis
51
Bab 51. Gadis bersama Davin
52
Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53
Bab 53. Sam dan kucing hitam
54
Bab 54. Tertangkap
55
Bab 55. Ketemu
56
Bab 56. Hampir musnah
57
Bab 57. Bukan kembang desa
58
Bab 58. Mbah Kakung
59
Bab 59. Mengunjungi Hendra
60
Bab 60. Negosiasi
61
Bab 61. Menemui Kakung
62
Bab 62. Bola api
63
Bab 63. Ketahuan
64
Bab 64. Ingin menemui Zidan
65
Bab 65. Usil nya siluman ular
66
Bab 66. Mendatangi Purnama
67
Bab 67. cerita brian
68
Bab 68. Duka Purnama
69
Bab 69. Meminta maaf
70
Bab 70. Nilam dan Tisa
71
Bab 71. Siluman kucing
72
Bab 72. Lupi ngompol
73
Bab 73. Ular dalam kuburan
74
Bab 74. Purnama hilang
75
Bab 75. Ternyata di kuburan.
76
Bab 76. Di tolong Kakung
77
Bab 77. Minta maaf
78
Bab 78. Debat dengan Nani
79
Bab 79. Mencoba sadar
80
Bab 80. Membanting
81
Bab 81. Tendangan Purnama
82
Bab 82. Garam
83
Bab 83. Tekad Nani
84
Bab 84. Ular beleng
85
Bab 85. Bertemu Arya
86
Bab 86. Embun pagi
87
Bab 87. Kakung tidak sanggup
88
Bab 88. Arya tantrum
89
Bab 89. Di suap batu panas
90
Bab 90. Tidak lupa
91
Bab 91. Makan malam
92
Bab 92. Davin ketahuan
93
Bab 93. Sungai kematian
94
Bab 94. Pasrah
95
Bab 95. Menemukan Nani
96
Bab 96. Cerita tiga pria
97
Bab 97. iblis keluar
98
Bab 98. Arwah tua
99
Bab 99. Kabar Purnama
100
Bab 100. Kuntilanak era baru
101
Bab 101. Ternyata....
102
Bab 102. Mencari arwah Nani
103
Bab 103. Panas membara
104
Bab 104. Siluman serigala
105
Bab 105. Di jilat kucing hitam
106
Bab 106. Kejadian Andi
107
Bab 107. Cerita bersama.
108
Bab 108. Mendatangi Purnama
109
109. Di banting juga
110
Bab 110. Berteman
111
Bab 111. Sirih satu jalur
112
Bab 112. Menangkap Nani
113
Bab 113. Purnama terluka.
114
Bab 114. Di tendang Nilam
115
Bab 115. Pertolongan
116
Bab 116. Purnama sadar
117
Bab 117. Mencari Maharani bersama
118
Bab 118. Mencari gara²
119
Bab 119. Duka
120
Bab 120. Kesedihan Jeno
121
Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122
Bab 122. Membawa kepala Ratu
123
Bab 123. Jeno sakit
124
Bab 124. Siluman burung hantu
125
Bab 125. Nyanyian setan
126
Bab 126. mencari suara
127
Bab 127. Meninggal nya Jeno
128
Bab 128. Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!