Bab 19. Dugaan

Perkumpulan para pemuda mendadak jadi mencekam karena Davin menceritakan kondisi Nana yang sangat memprihatikan, Siapa pun yang melihat nya pasti akan iba karena kembang desa memang sedang sakit parah. Apa lagi sakit nya lumayan aneh sehingga membuat orang yang menjenguk merasa ngeri, Davin yang memang sedikit banyak bisa melihat hal ghaib pun menceritakan sosok yang tak sengaja ia lihat sedang berkeliaran di rumah Nana. Tapi dia tak cerita pada Ibu nya karena tahu Bu Yuni pasti akan langsung tantrum bila mendengar masalah hantu, Baru dengan teman teman nya dia bercerita panjang lebar tentang apa saja yang sudah terjadi di rumah Nana.

"Jadi maksud mu Nana kena santet?!" Hendra sangat kaget.

"Benar, Namun itu hanya dugaan ku saja." Angguk Davin.

"Nasib kembang desa memang jarang yang beruntung, Apa lagi Nana juga sangat sombong." Sahut Ahmad.

"Namun tak seharus nya pula orang itu sampai menyantet Nana, Kalian tak tahu saja bagai mana kondisi dia sekarang." Lirih Davin.

"Kasihan juga ya dia, Siapa yang sudah tega kepada nya?" Andi agak merinding mendengar cerita Davin.

"Kita tidak tahu pikiran orang, Kepala saja yang terlihat sama! Namun kita tak tahu apa isi pikiran manusia, Bahkan bisa jadi pelaku nya salah satu di antara kita." Cetus Hendra.

Semua langsung terdiam karena ucapan Hendra ada benar nya, Memang mereka tak tahu apa yang teman teman nya lain pikirkan. Toh mereka tak bisa membaca pikiran, Bisa jadi memang salah satu du antara mereka yang sudah menyakiti Nana karena hati nya sangat dendam akibat penolakan Nana saat di lamar oleh mereka.

"Mbah nya Davin tu yang bisa buat santet." Cetus Lupi.

"Anjing kau ya, Pi! Biar pun Mbah ku di bilang orang dukun, Tapi aku tak pernah main dukun." Serag Davin marah.

"Jangan asal tuduh saja, Kita tak bisa seenak nya menuduh orang." Ahmad menengahi mereka.

"Ini si Lupi sembarangan saja, Nanti bila di dengar orang malah aku di kira benaran mengirim santet." Davin masih kesal.

"Tapi kan yang melamar Nana sampai dua kali cuma kau, Vin." Tunjuk Hendra.

"Itu tak bisa untuk di jadikan alasan, Kau bahkan sudah tidur dengan nya malah." Sengit Davin.

Hendra terdiam karena memang hanya dia yang pernah menyentuh Nana, Yang mengambil perawan Nana juga dia. Hanya saja Nana menolak ketika Hendra akan tanggung jawab dan menikahi nya, Namun Nana mau ketika di tiduri, Itu lah yang membuat Hendra tak paham dengan pemikiran nya kembang desa itu, Mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, Namun Nana menolak nya ketika Hendra datang melamar.

"Apa sih? Kau malah bawa bawa masalah itu." Hendra kesal juga.

"Masuk akal omongan Davin, Kan kau yang pernah pacaran dengan nya." Andi di kubu nya Davin.

"Nah iya tuh, Kau setahun kan pacaran dengan Nana." Ahmad juga setuju.

"Apa kalian ini, Tak usah bawa bawa hubungan ku lah." Sewot Hendra.

Semua nya terdiam dalam pikiran masing masing karena masih sibuk menebak siapa yang sudah sakit hati dengan Nana hingga menaruh dendam yang sangat besar dan gelap mata sehingga menyakiti nya separah ini, Pasti orang tersebut sangat sakit hati sehingga nekad untuk memberikan santet.

"Eh ngomong ngomong kok sekarang adik nya Nana tambah cantik ya?" Hendra malah membahas Nani.

"Terus kenapa memang nya, Kau mau ganti pacaran sama dia?" Tanya Lupi.

"Enggak masalah lah, Kan aku juga belum pernah menikah dengan Nana." Jawab Hendra.

"Gila kau ya! Sudah Kakak nya sekarang malah ganti dengan adik." Davin menggeleng kan kepala heran.

"Kalian saja yang terlalu kampung, Di kota banyak kok yang sampai turun ranjang malahan." Hendra berkata serius.

"Terserah kau saja lah!" Ahmad malas mau menanggapi nya.

"Asal jangan Bu Asih saja yang kau pacari, Bis adi cincang sama Pak Irwin kau." Gurau Lupi.

Mereka semua tertawa karena tak mungkin juga Hendra mau menyukai Bu Asih yang sudah tua, Meski dulu nya Bu Asih adalah wanita yang sangat cantik, Namun kecantikan akan pudar di makan usia. Soal cantik tak bisa mau di sombongkan, Karena semua nya pasti akan pudar seiring nya waktu kita hidup di dunia ini. Bila kebaikan tak akan pudar walau kita sudah tua, Karena pada dasar nya sifat baik selalu ada menemani kita, Beda hal dengan kecantikan yang sifat nya tak abadi, Lagi pula apa yang abadi di dunia ini, Semua nya hanya lah titipan dari allah saja, Kita tak pantas untuk menyombongkan nya.

...****************...

Purnama menyediakan makan malam untuk suami nya yang baru pulang dari kota, Zidan memang sering kekota untuk melihat kost milik mereka. Dari sana lah mereka bisa mendapatkan uang untuk makan dan untuk kebutuhan lain nya, Sehingga kehidupan mereka bisa di bilang cukup enak. Rumah pun sudah besar, Mobil ada satu yang terparkir, Purnama tak pernah menggunakan mobil bila berpergian, Dia lebih suka naik motor saja sambil melihat pemandangan. Titisan iblis yang sudah jadi manusia baik ini memang tak pernah bersikap seperti iblis lagi, Siapa pun pasti tak akan menyangka bahwa istri Zidan adalah siluman ular yang sangat bengis.

"Mas mau minum teh atau langsung makan saja?" Tawar Purnama.

"Makan kamu boleh enggak sih? Kita buat adik untuk Zahra dan Zahira yuk." Goda Zidan.

"Masih sore udah mau buat anak saja, Aku enggak mau nambah anak." Tolak Purnama.

"Kalau gitu enggak usah di jadikan, Kita cukup dua saja." Rayu Zidan.

"Ya nanti to, Mas! Sekarang ayo makan dulu, Biar ada tenaga buat ngengkol." Sahut Purnama.

"Tapi benaran ada jatah ku kan malam ini, Jangan sampai kamu malah sibuk sama genderuwo patah hati." Rajuk Zidan.

"Iya, Udah selesai kok urusan ku dengan nya." Angguk Purnama memberikan piring kepada suami nya.

Zidan bahagia sekali karena mendapatkan istri sebaik Purnama, Rasa nya ia tak berhenti bersyukur menikahi Purnama yang bukan manusia ini. Karena manusia sungguhan belum tentu akan sebaik dia, Malah yang ada akan banyak tingkah, Dengan Purnama hanya perlu hati hati saja agar tak sampai di banting bila melakukan kesalahan.

"Mas udah transfer uang kerening mu, Terserah nanti mau kasih Umi berapa." Ujar Zidan.

"Kayak biasa to, Aku enggak pernah kurangi kok." Ujar Purnama.

Memang mereka terbiasa mengirim untuk Umi uang bulanan sebagai bakti kepada orang tua, Lagi pula mereka punya rezeki berlebih sehingga tak ada salah nya memberi orang tua.

Terpopuler

Comments

Wida_Ast Jcy

Wida_Ast Jcy

loh. davin kan. author nya lupa nih/Facepalm/

2025-01-14

1

Eka Waee

Eka Waee

iya sama aq juga baca nya gtu tapi bosok ah

2024-10-31

0

Trimuntari Darwin

Trimuntari Darwin

oh zidan dh tau bininya bukan orang

2024-10-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pengenalan
2 Bab 2. Itik buruk rupa
3 Bab 3. Bertengkar
4 Bab 4. Nani pindah
5 Bab 5. Bertemu Hendra
6 Bab 6. Obrolan para pelamar
7 Bab 7. Menuduh Nani
8 Bab 8. Berlubang
9 Bab 9. Santet
10 Bab 10. Pembeli lahan sawit
11 Bab 11. Operasi
12 Bab 12. Family Zidan
13 Bab 13. Memanggil dukun
14 Bab 14. Hilang sakit nya
15 Bab 15. Datang lagi
16 Bab 16. Davin menjenguk
17 Bab 17. Minta maaf pada Davin
18 Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19 Bab 19. Dugaan
20 Bab 20. Berbaikan
21 Bab 21. Kucing hitam
22 Bab 22. Nana hilang
23 Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24 Bab 24. Tuduhan Lupi
25 Bab 25. Patah hati lagi
26 Bab 26. Menemukan Nana
27 Bab 27. Ketemu
28 Bab 28. Ternyata
29 Bab 29. Meninggal
30 Bab 30. Perut busuk
31 Bab 31. Payudar* meledak
32 Bab 32. Cerita sendok
33 Bab 33. Nana datang
34 Bab 34. Di hantui
35 Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36 Bab 36. Kisah sendok part 1
37 Bab 37. Kisah sendok part 2
38 Bab 38. Pick me
39 Bab 39. Kucing hitam
40 Bab 40. Hendra
41 Bab 41. Kisah Hendra
42 Bab 42. Jasad Mbah Muni
43 Bab 43. Ada Zidan
44 Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45 Bab 45. Sam mencari
46 Bab 46. Dua arwah
47 Bab 47. Ingin masuk agensi
48 Bab 48. Aji Seno
49 Bab 49. Bu Yuni Curiga
50 Bab 50. Julid bersama iblis
51 Bab 51. Gadis bersama Davin
52 Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53 Bab 53. Sam dan kucing hitam
54 Bab 54. Tertangkap
55 Bab 55. Ketemu
56 Bab 56. Hampir musnah
57 Bab 57. Bukan kembang desa
58 Bab 58. Mbah Kakung
59 Bab 59. Mengunjungi Hendra
60 Bab 60. Negosiasi
61 Bab 61. Menemui Kakung
62 Bab 62. Bola api
63 Bab 63. Ketahuan
64 Bab 64. Ingin menemui Zidan
65 Bab 65. Usil nya siluman ular
66 Bab 66. Mendatangi Purnama
67 Bab 67. cerita brian
68 Bab 68. Duka Purnama
69 Bab 69. Meminta maaf
70 Bab 70. Nilam dan Tisa
71 Bab 71. Siluman kucing
72 Bab 72. Lupi ngompol
73 Bab 73. Ular dalam kuburan
74 Bab 74. Purnama hilang
75 Bab 75. Ternyata di kuburan.
76 Bab 76. Di tolong Kakung
77 Bab 77. Minta maaf
78 Bab 78. Debat dengan Nani
79 Bab 79. Mencoba sadar
80 Bab 80. Membanting
81 Bab 81. Tendangan Purnama
82 Bab 82. Garam
83 Bab 83. Tekad Nani
84 Bab 84. Ular beleng
85 Bab 85. Bertemu Arya
86 Bab 86. Embun pagi
87 Bab 87. Kakung tidak sanggup
88 Bab 88. Arya tantrum
89 Bab 89. Di suap batu panas
90 Bab 90. Tidak lupa
91 Bab 91. Makan malam
92 Bab 92. Davin ketahuan
93 Bab 93. Sungai kematian
94 Bab 94. Pasrah
95 Bab 95. Menemukan Nani
96 Bab 96. Cerita tiga pria
97 Bab 97. iblis keluar
98 Bab 98. Arwah tua
99 Bab 99. Kabar Purnama
100 Bab 100. Kuntilanak era baru
101 Bab 101. Ternyata....
102 Bab 102. Mencari arwah Nani
103 Bab 103. Panas membara
104 Bab 104. Siluman serigala
105 Bab 105. Di jilat kucing hitam
106 Bab 106. Kejadian Andi
107 Bab 107. Cerita bersama.
108 Bab 108. Mendatangi Purnama
109 109. Di banting juga
110 Bab 110. Berteman
111 Bab 111. Sirih satu jalur
112 Bab 112. Menangkap Nani
113 Bab 113. Purnama terluka.
114 Bab 114. Di tendang Nilam
115 Bab 115. Pertolongan
116 Bab 116. Purnama sadar
117 Bab 117. Mencari Maharani bersama
118 Bab 118. Mencari gara²
119 Bab 119. Duka
120 Bab 120. Kesedihan Jeno
121 Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122 Bab 122. Membawa kepala Ratu
123 Bab 123. Jeno sakit
124 Bab 124. Siluman burung hantu
125 Bab 125. Nyanyian setan
126 Bab 126. mencari suara
127 Bab 127. Meninggal nya Jeno
128 Bab 128. Bersama
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1. Pengenalan
2
Bab 2. Itik buruk rupa
3
Bab 3. Bertengkar
4
Bab 4. Nani pindah
5
Bab 5. Bertemu Hendra
6
Bab 6. Obrolan para pelamar
7
Bab 7. Menuduh Nani
8
Bab 8. Berlubang
9
Bab 9. Santet
10
Bab 10. Pembeli lahan sawit
11
Bab 11. Operasi
12
Bab 12. Family Zidan
13
Bab 13. Memanggil dukun
14
Bab 14. Hilang sakit nya
15
Bab 15. Datang lagi
16
Bab 16. Davin menjenguk
17
Bab 17. Minta maaf pada Davin
18
Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19
Bab 19. Dugaan
20
Bab 20. Berbaikan
21
Bab 21. Kucing hitam
22
Bab 22. Nana hilang
23
Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24
Bab 24. Tuduhan Lupi
25
Bab 25. Patah hati lagi
26
Bab 26. Menemukan Nana
27
Bab 27. Ketemu
28
Bab 28. Ternyata
29
Bab 29. Meninggal
30
Bab 30. Perut busuk
31
Bab 31. Payudar* meledak
32
Bab 32. Cerita sendok
33
Bab 33. Nana datang
34
Bab 34. Di hantui
35
Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36
Bab 36. Kisah sendok part 1
37
Bab 37. Kisah sendok part 2
38
Bab 38. Pick me
39
Bab 39. Kucing hitam
40
Bab 40. Hendra
41
Bab 41. Kisah Hendra
42
Bab 42. Jasad Mbah Muni
43
Bab 43. Ada Zidan
44
Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45
Bab 45. Sam mencari
46
Bab 46. Dua arwah
47
Bab 47. Ingin masuk agensi
48
Bab 48. Aji Seno
49
Bab 49. Bu Yuni Curiga
50
Bab 50. Julid bersama iblis
51
Bab 51. Gadis bersama Davin
52
Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53
Bab 53. Sam dan kucing hitam
54
Bab 54. Tertangkap
55
Bab 55. Ketemu
56
Bab 56. Hampir musnah
57
Bab 57. Bukan kembang desa
58
Bab 58. Mbah Kakung
59
Bab 59. Mengunjungi Hendra
60
Bab 60. Negosiasi
61
Bab 61. Menemui Kakung
62
Bab 62. Bola api
63
Bab 63. Ketahuan
64
Bab 64. Ingin menemui Zidan
65
Bab 65. Usil nya siluman ular
66
Bab 66. Mendatangi Purnama
67
Bab 67. cerita brian
68
Bab 68. Duka Purnama
69
Bab 69. Meminta maaf
70
Bab 70. Nilam dan Tisa
71
Bab 71. Siluman kucing
72
Bab 72. Lupi ngompol
73
Bab 73. Ular dalam kuburan
74
Bab 74. Purnama hilang
75
Bab 75. Ternyata di kuburan.
76
Bab 76. Di tolong Kakung
77
Bab 77. Minta maaf
78
Bab 78. Debat dengan Nani
79
Bab 79. Mencoba sadar
80
Bab 80. Membanting
81
Bab 81. Tendangan Purnama
82
Bab 82. Garam
83
Bab 83. Tekad Nani
84
Bab 84. Ular beleng
85
Bab 85. Bertemu Arya
86
Bab 86. Embun pagi
87
Bab 87. Kakung tidak sanggup
88
Bab 88. Arya tantrum
89
Bab 89. Di suap batu panas
90
Bab 90. Tidak lupa
91
Bab 91. Makan malam
92
Bab 92. Davin ketahuan
93
Bab 93. Sungai kematian
94
Bab 94. Pasrah
95
Bab 95. Menemukan Nani
96
Bab 96. Cerita tiga pria
97
Bab 97. iblis keluar
98
Bab 98. Arwah tua
99
Bab 99. Kabar Purnama
100
Bab 100. Kuntilanak era baru
101
Bab 101. Ternyata....
102
Bab 102. Mencari arwah Nani
103
Bab 103. Panas membara
104
Bab 104. Siluman serigala
105
Bab 105. Di jilat kucing hitam
106
Bab 106. Kejadian Andi
107
Bab 107. Cerita bersama.
108
Bab 108. Mendatangi Purnama
109
109. Di banting juga
110
Bab 110. Berteman
111
Bab 111. Sirih satu jalur
112
Bab 112. Menangkap Nani
113
Bab 113. Purnama terluka.
114
Bab 114. Di tendang Nilam
115
Bab 115. Pertolongan
116
Bab 116. Purnama sadar
117
Bab 117. Mencari Maharani bersama
118
Bab 118. Mencari gara²
119
Bab 119. Duka
120
Bab 120. Kesedihan Jeno
121
Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122
Bab 122. Membawa kepala Ratu
123
Bab 123. Jeno sakit
124
Bab 124. Siluman burung hantu
125
Bab 125. Nyanyian setan
126
Bab 126. mencari suara
127
Bab 127. Meninggal nya Jeno
128
Bab 128. Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!