Bab 13. Memanggil dukun

Sudah satu bulan sejak kejadian operasi pengangkatan payudar* Nana yang sebelah kiri, Sejak saat itu pula dia sudah tak bisa bangun dari tempat tidur karena rasa sakit yang kian menjadi. Tubuh nya sudah kurus tinggal tulang karena Nana tak mau makan sama sekali, Pada dasar nya dia memang langsing sehingga sakit sebentar saja sudah membuat gadis cantik ini kurus kering, Lahan sawit milik Pak Irwin sudah habis terjual semua karena untuk biaya berobat yang tidak murah. Apa lagi putri nya kan memang bukan cuma Nana saja, Walau tahu Kakak nya sedang sakit dan butuh banyak uang, Namun Nani sama sekali tidak peduli dengan hal itu, Dia tetap minta uang untuk kebutuhan nya.

Terkesan Nani sangat jahat karena dia tak peduli dengan kesusahan yang sedang orang tua nya alami, Namun dia juga butuh uang karena untuk makan minum di rumah Bude Las pun juga butuh biaya. Belum lagi untuk perawatan diri karena sekarang Nani sedang infus bibit pemutih agar kulit nya tak hitam kelam lagi, Sekali infus butuh uang dua juta rupiah, Belum untuk perawatan yang lain. Dalam waktu satu bulan dia dua kali infus agar efek nya cepat terlihat, Sungguh pontang panting sekali rasa nya Pak Irwin mencari uang untuk kedua putri nya.

"Sakiiit, Buuu."

"Aku tidak kuat, Buuuu! Sakit sekali rasa nya."

Hanya suara itu terus yang terdengar dalam rumah ini, Nana bagai kan seonggok mayat yang masih bernyawa. Sama sekali tak ada guna nya lagi hidup karena Nana hanya menambah beban orang tua saja, Yang ada malah harta orang tua nya semakin habis karena untuk berobat kedokter, Tapi sama sekali tak ada perubahan dalam diri Nana, Dia tetap saja sakit dan bertambah parah sekali. Luka bekas operasi juga tak mau sembuh atau pun mengecil, Payudar* sebelah kanan sekarang bengkak besar seakan mau pecah karena di dalam nya ada darah dan nanah.

"Iya kita berobat kedukun ya, Nanti sore kita kesana." Bu Asih mengusap kepala putri nya yang terbaring lemas.

"Biarlah aku mati saja, Bu! Semua harta benda sudah ku habiskan." Nana berkata lirih.

"Ayah dan Ibu mencari uang memang untuk kalian, Jadi kamu tak usah merasa tidak enak." Susah payah Bu Asih menahan air mata nya.

Lagi pula orang tua mana yang tahan melihat anak nya begitu menderita dengan penyakit aneh, Awal nya Nana memang meminta berobat kedukun saja karena dia punya firasat ini bukan penyakit biasa. Namun Pak Irwin orang nya tak percaya dengan dukun, Sehingga menolak keras. Padahal setiap malam Nana selalu menjerit jerit karena ketakutan dengan penampakan yang sangat seram, Selalu wanita yang memakan payudar* itu yang hadir dalam mimpi nya. Dalam hati Nana sudah yakin bahwa memang payudar* nya membusuk akibat perbuatan seseorang yang benci kepada diri nya. Dalam sakit ini dia perlahan mulai berubah, Dari yang awal nya sangat sombong dan angkuh, Kini Nana mulai mendekat kan diri pada tuhan.

Walau dengan susah payah karena dada nya sangat sakit, Nana tetap melaksanakan sholat lima waktu. Agar bila suatu saat nanti di panggil allah sudah punya sedikit bekal, Memohon agar Allah mengampuni dosa dosa yang pernah ia lakukan. Tetes air mata Nana selalu jatuh bila sedang sholat mengingat bagai mana dosa nya di masa lalu, Suka menghina orang dan mencela mereka secara terang terangan, Seolah hanya dia saja yang paling cantik di muka bumi ini. Bahkan adik sendiri pun ia hina karena Nani hitam, Itu lah yang membuat persaudaraan mereka retak.

...****************...

Seorang pria tua dengan baju hitam dan celana gombrong memasuki rumah Pak Irwin, Janggut nya panjang berwarna putih, Wajah pria ini tampak segar dan fres di pandang mata manusia biasa, Dani yang berhasil menemukan dukun ini berkat bantuan teman teman nya. Konon dukun tua ini sangat ahli menyembuhkan santet, Sudah banyak orang yang selamat berkat berobat dengan nya. Maka Dani pun memanggil dukun ini, Walau sang dukun mematok harga yang sangat mahal, Sebab keahlian nya sudah tak di ragukan lagi. Bila sampai di panggil kerumah, Maka Mbah Muni akan minta bayaran tiga juga rupiah, Dan bila datang sendiri kerumah harga nya dua juta saja. Karena susah mau membawa Nana yang tak bisa bangun, Maka mereka pun memutuskan untuk memanggil saja, Saat nanti ada perubahan dalam diri Nana, Baru lah meeka yang akan datang sendiri kesana, Untuk sementara akan di panggil saja sekalian melihat bagai mana reaksi nya.

"Kamu yakin dia bisa menyembuhkan Nana?" Pak Irwin bertanya pada keponakan nya.

"Mudah mudahan memang bisa, Paman! Sudah banyak yang ia sembuhkan, Dia cukup hebat kata teman ku." Jawab Dani.

"Semoga saja Nana memang bisa sembuh bila dia memang mampu, Karena Paman ragu masalah santet ini." Pak Irwin berkata pelan.

"Apa yang membuat Paman ragu? Santet memang ada, Bahkan sudah banyak orang yang meninggal karena santet di kampung kita ini, Paman." Ucap Dani.

"Kau benar! Aku melupakan orang orang yang suka bermain dukun, Lagi pula salah satu pelamar Nana ada yang keturunan dukun." Pak Irwin teringat Davin.

"Tidak bisa juga mau langsung menuduh Davin, Paman." Dani tampak tidak setuju.

Pak Irwin menghelai nafas panjang karena dia sangat mumet sekali menghadapi masalah putri nya ini, Harta nya juga sudah habis sehingga dia pasti sebentar lagi akan jadi kuli di sawit orang lain. Memang masih ada tabungan nya hasil menjual sawit, Namun lama lama akan habis juga bila tak di sambil kerja, Mana kebutuhan yang akab mereka gunakan sangat lah besar. Tak bisa bila Pak Irwin hanya berpangku tangan di rumah, Hanya tinggal rumah dua kamar yang ia sewakan pada mahasiswa, Itu pun uang nya nanti setahun sekali dengan harga hanya tujuh juta saja satu tahun nya.

"Ayah, Aku mau pergi kesalon." Nani datang meminta uang.

"Ayah sedang tak ada uang, Baru kemarin kan kamu minta uang." Pak Irwin berkata pelan.

"Yang aku minta tak seberapa dengan yang Ayah keluarkan untuk Nana!" Kesal Nani.

"Kakak mu sakit, Nani." Dani membuka suara.

"Apa peduliku? Dia sakit karena karma akibat suka menghina orang, Aku yang sering di hina ini pun merasakan sakit hati." Nani berkata keras.

"Sebaik nya kamu tinggal di sini saja supaya bisa lebih hemat, Setiap malam kata Bude mu kau selalu keluar." Pak Irwin menaikan suara nya.

Nani melengos karena dia memang sering keluar malam bersama teman teman nya, Pasti Bude las yang mengadu dengan orang tua nya.

Terpopuler

Comments

Amara

Amara

wow Nani pun mulai bertingkah ?kupikir kau gadis yg baik nani,patuh sm budemu...

2024-10-17

5

Sarita

Sarita

punya anak perempuan ga ada yg bener .kasihan banget orang tuanya

2024-10-16

1

Maz Andy'ne Yulixah

Maz Andy'ne Yulixah

Nani malah jadi gak bener,,duwe anak wedok kok gak bener kabeh🙄🙄😌😌

2024-09-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pengenalan
2 Bab 2. Itik buruk rupa
3 Bab 3. Bertengkar
4 Bab 4. Nani pindah
5 Bab 5. Bertemu Hendra
6 Bab 6. Obrolan para pelamar
7 Bab 7. Menuduh Nani
8 Bab 8. Berlubang
9 Bab 9. Santet
10 Bab 10. Pembeli lahan sawit
11 Bab 11. Operasi
12 Bab 12. Family Zidan
13 Bab 13. Memanggil dukun
14 Bab 14. Hilang sakit nya
15 Bab 15. Datang lagi
16 Bab 16. Davin menjenguk
17 Bab 17. Minta maaf pada Davin
18 Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19 Bab 19. Dugaan
20 Bab 20. Berbaikan
21 Bab 21. Kucing hitam
22 Bab 22. Nana hilang
23 Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24 Bab 24. Tuduhan Lupi
25 Bab 25. Patah hati lagi
26 Bab 26. Menemukan Nana
27 Bab 27. Ketemu
28 Bab 28. Ternyata
29 Bab 29. Meninggal
30 Bab 30. Perut busuk
31 Bab 31. Payudar* meledak
32 Bab 32. Cerita sendok
33 Bab 33. Nana datang
34 Bab 34. Di hantui
35 Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36 Bab 36. Kisah sendok part 1
37 Bab 37. Kisah sendok part 2
38 Bab 38. Pick me
39 Bab 39. Kucing hitam
40 Bab 40. Hendra
41 Bab 41. Kisah Hendra
42 Bab 42. Jasad Mbah Muni
43 Bab 43. Ada Zidan
44 Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45 Bab 45. Sam mencari
46 Bab 46. Dua arwah
47 Bab 47. Ingin masuk agensi
48 Bab 48. Aji Seno
49 Bab 49. Bu Yuni Curiga
50 Bab 50. Julid bersama iblis
51 Bab 51. Gadis bersama Davin
52 Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53 Bab 53. Sam dan kucing hitam
54 Bab 54. Tertangkap
55 Bab 55. Ketemu
56 Bab 56. Hampir musnah
57 Bab 57. Bukan kembang desa
58 Bab 58. Mbah Kakung
59 Bab 59. Mengunjungi Hendra
60 Bab 60. Negosiasi
61 Bab 61. Menemui Kakung
62 Bab 62. Bola api
63 Bab 63. Ketahuan
64 Bab 64. Ingin menemui Zidan
65 Bab 65. Usil nya siluman ular
66 Bab 66. Mendatangi Purnama
67 Bab 67. cerita brian
68 Bab 68. Duka Purnama
69 Bab 69. Meminta maaf
70 Bab 70. Nilam dan Tisa
71 Bab 71. Siluman kucing
72 Bab 72. Lupi ngompol
73 Bab 73. Ular dalam kuburan
74 Bab 74. Purnama hilang
75 Bab 75. Ternyata di kuburan.
76 Bab 76. Di tolong Kakung
77 Bab 77. Minta maaf
78 Bab 78. Debat dengan Nani
79 Bab 79. Mencoba sadar
80 Bab 80. Membanting
81 Bab 81. Tendangan Purnama
82 Bab 82. Garam
83 Bab 83. Tekad Nani
84 Bab 84. Ular beleng
85 Bab 85. Bertemu Arya
86 Bab 86. Embun pagi
87 Bab 87. Kakung tidak sanggup
88 Bab 88. Arya tantrum
89 Bab 89. Di suap batu panas
90 Bab 90. Tidak lupa
91 Bab 91. Makan malam
92 Bab 92. Davin ketahuan
93 Bab 93. Sungai kematian
94 Bab 94. Pasrah
95 Bab 95. Menemukan Nani
96 Bab 96. Cerita tiga pria
97 Bab 97. iblis keluar
98 Bab 98. Arwah tua
99 Bab 99. Kabar Purnama
100 Bab 100. Kuntilanak era baru
101 Bab 101. Ternyata....
102 Bab 102. Mencari arwah Nani
103 Bab 103. Panas membara
104 Bab 104. Siluman serigala
105 Bab 105. Di jilat kucing hitam
106 Bab 106. Kejadian Andi
107 Bab 107. Cerita bersama.
108 Bab 108. Mendatangi Purnama
109 109. Di banting juga
110 Bab 110. Berteman
111 Bab 111. Sirih satu jalur
112 Bab 112. Menangkap Nani
113 Bab 113. Purnama terluka.
114 Bab 114. Di tendang Nilam
115 Bab 115. Pertolongan
116 Bab 116. Purnama sadar
117 Bab 117. Mencari Maharani bersama
118 Bab 118. Mencari gara²
119 Bab 119. Duka
120 Bab 120. Kesedihan Jeno
121 Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122 Bab 122. Membawa kepala Ratu
123 Bab 123. Jeno sakit
124 Bab 124. Siluman burung hantu
125 Bab 125. Nyanyian setan
126 Bab 126. mencari suara
127 Bab 127. Meninggal nya Jeno
128 Bab 128. Bersama
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1. Pengenalan
2
Bab 2. Itik buruk rupa
3
Bab 3. Bertengkar
4
Bab 4. Nani pindah
5
Bab 5. Bertemu Hendra
6
Bab 6. Obrolan para pelamar
7
Bab 7. Menuduh Nani
8
Bab 8. Berlubang
9
Bab 9. Santet
10
Bab 10. Pembeli lahan sawit
11
Bab 11. Operasi
12
Bab 12. Family Zidan
13
Bab 13. Memanggil dukun
14
Bab 14. Hilang sakit nya
15
Bab 15. Datang lagi
16
Bab 16. Davin menjenguk
17
Bab 17. Minta maaf pada Davin
18
Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19
Bab 19. Dugaan
20
Bab 20. Berbaikan
21
Bab 21. Kucing hitam
22
Bab 22. Nana hilang
23
Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24
Bab 24. Tuduhan Lupi
25
Bab 25. Patah hati lagi
26
Bab 26. Menemukan Nana
27
Bab 27. Ketemu
28
Bab 28. Ternyata
29
Bab 29. Meninggal
30
Bab 30. Perut busuk
31
Bab 31. Payudar* meledak
32
Bab 32. Cerita sendok
33
Bab 33. Nana datang
34
Bab 34. Di hantui
35
Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36
Bab 36. Kisah sendok part 1
37
Bab 37. Kisah sendok part 2
38
Bab 38. Pick me
39
Bab 39. Kucing hitam
40
Bab 40. Hendra
41
Bab 41. Kisah Hendra
42
Bab 42. Jasad Mbah Muni
43
Bab 43. Ada Zidan
44
Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45
Bab 45. Sam mencari
46
Bab 46. Dua arwah
47
Bab 47. Ingin masuk agensi
48
Bab 48. Aji Seno
49
Bab 49. Bu Yuni Curiga
50
Bab 50. Julid bersama iblis
51
Bab 51. Gadis bersama Davin
52
Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53
Bab 53. Sam dan kucing hitam
54
Bab 54. Tertangkap
55
Bab 55. Ketemu
56
Bab 56. Hampir musnah
57
Bab 57. Bukan kembang desa
58
Bab 58. Mbah Kakung
59
Bab 59. Mengunjungi Hendra
60
Bab 60. Negosiasi
61
Bab 61. Menemui Kakung
62
Bab 62. Bola api
63
Bab 63. Ketahuan
64
Bab 64. Ingin menemui Zidan
65
Bab 65. Usil nya siluman ular
66
Bab 66. Mendatangi Purnama
67
Bab 67. cerita brian
68
Bab 68. Duka Purnama
69
Bab 69. Meminta maaf
70
Bab 70. Nilam dan Tisa
71
Bab 71. Siluman kucing
72
Bab 72. Lupi ngompol
73
Bab 73. Ular dalam kuburan
74
Bab 74. Purnama hilang
75
Bab 75. Ternyata di kuburan.
76
Bab 76. Di tolong Kakung
77
Bab 77. Minta maaf
78
Bab 78. Debat dengan Nani
79
Bab 79. Mencoba sadar
80
Bab 80. Membanting
81
Bab 81. Tendangan Purnama
82
Bab 82. Garam
83
Bab 83. Tekad Nani
84
Bab 84. Ular beleng
85
Bab 85. Bertemu Arya
86
Bab 86. Embun pagi
87
Bab 87. Kakung tidak sanggup
88
Bab 88. Arya tantrum
89
Bab 89. Di suap batu panas
90
Bab 90. Tidak lupa
91
Bab 91. Makan malam
92
Bab 92. Davin ketahuan
93
Bab 93. Sungai kematian
94
Bab 94. Pasrah
95
Bab 95. Menemukan Nani
96
Bab 96. Cerita tiga pria
97
Bab 97. iblis keluar
98
Bab 98. Arwah tua
99
Bab 99. Kabar Purnama
100
Bab 100. Kuntilanak era baru
101
Bab 101. Ternyata....
102
Bab 102. Mencari arwah Nani
103
Bab 103. Panas membara
104
Bab 104. Siluman serigala
105
Bab 105. Di jilat kucing hitam
106
Bab 106. Kejadian Andi
107
Bab 107. Cerita bersama.
108
Bab 108. Mendatangi Purnama
109
109. Di banting juga
110
Bab 110. Berteman
111
Bab 111. Sirih satu jalur
112
Bab 112. Menangkap Nani
113
Bab 113. Purnama terluka.
114
Bab 114. Di tendang Nilam
115
Bab 115. Pertolongan
116
Bab 116. Purnama sadar
117
Bab 117. Mencari Maharani bersama
118
Bab 118. Mencari gara²
119
Bab 119. Duka
120
Bab 120. Kesedihan Jeno
121
Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122
Bab 122. Membawa kepala Ratu
123
Bab 123. Jeno sakit
124
Bab 124. Siluman burung hantu
125
Bab 125. Nyanyian setan
126
Bab 126. mencari suara
127
Bab 127. Meninggal nya Jeno
128
Bab 128. Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!