Bab 12. Family Zidan

Seorang wanita yang sangat cantik namun wajah nya juga sangat judes, Menyambut suami nya yang baru pulang membeli lahan sawit atas nama diri nya. Bukan hanya beruntung di wajah saja, Namun wanita ini juga beruntung dalam rumah tangga nya karena di cintai oleh suami secara ugal ugalan, Meski kadang dia juga galak lepada sang suami. Namun Zidan tetap mencintai istri cantik nya ini, Tak pernah sedikit pun terlintas di hati Zidan untuk mencari pengganti istri nya ini. Mereka juga sudah di karuniai dua anak perempuan yang terlahir kembar, Rasa nya rumah tangga mereka sangat sempurna sekali, Padahal dulu mereka menikah bukan karena atas dasar cinta. Orang tua mereka yang menjodohkan, Untung nya mereka sama sama mau sehingga bersama lah mereka sampai sekarang ini.

Memang rumah tangga akan terasa lebih indah bila cinta suami lebih besar di bandingkan istri nya, Bila cinta istri yang lebih besar untuk suami, Maka terkesan lebih mengemis kasih sayang dan balasan nya pasti sangat lah cuek. Purnama adalah nama istri Zidan, Dia bisa di bilang wanita yang sangat beruntung karena punya suami sebaik Zidan, Tidah hanya mau mengurus rumah saja. Zidan juga mau mengasuh kedua putri nya bila dia sedang tak ada pekerjaan, Siapa yang tidak iri bila melihat rumah tangga mereka yang sangat sempurna itu. Mana wajah mereka terlihat sangat menunjang, Istri cantik dan suamu nya sangat tampan, Banyak ulat bulu gatal yang ingin mendekati Zidan. Namun selalu di tolak walau uang pria ini lumayan banyak, Cukup setia dengan satu istri saja karena Zidan tahu akibat dari bermain api.

"Udah Mas bayar semua tadi kebun nya, Dik." Zudan berkata sambil meminum teh buatan istri tercinta.

"Alhamdulilah, Masih bagus apa sawit nya?" Purnama duduk di sebelah Zidan.

"Masih kok! Itu karena terpaksa saja maka nya di jual." Jelas Zidan.

"Lagi butuh duit ta orang nya? Atau mau pindah tempat." Tanya Purnama penasaran.

"Anak nya sakit kanker, Jadi butuh dana besar untuk operasi." Ujar Zidan mengelus kepala sang istri.

Purnama mendengarkan cerita suami nya yang baru membeli lahan, Padahal sebenar nya pekerjaan Purnama masih banyak. Namun menyambut suami adalah hal yang utama, Apa lagi suami nya baru mencari sesuatu untuk kehidupan mereka nanti kedepan nya. Setidak nya perlu di hargai dan di tanya agar suami merasa nyaman, Purnama bisa menangani masalah suami dengan baik walau dia terkesan sangat jahat dan judes, Bahkan orang yang tidak kenal dia maka akan langsung menilai bahwa Purnama bukan orang yang baik.

"Mas mau jemput Zahira ni, Yank." Ujar Zidan mengusal leher istri nya.

"Di suruh Umi ya?" Tanya Purnama.

"Iya, Kan tadi Mas mampir dulu kesana karena Zahra mau kesana." Jelas Zidan.

"Dia di kamar, Sudah aku mandikan juga tadi." Sahut Purnama.

"Biar lah mereka menginap tempat Umi ya, Kita bisa berpacaran." Zidan mencolek buah gantung.

Purnama tersenyum geli bila suami nya sudah mode genit, Sebisa mungkin mengimbangi genit juga karena lebih baik jadi lont* suami di ranjang, Karena kepuasan pria adalah salah satu faktor awet nya rumah tangga, Meski kadang geli juga bila mau selalu binal menghadapi suami sendiri, Karena pribadi dia yang terkesan cuek.

"Tidak kah kau lihat aku di sini? Bisa bisa nya kau mesraan begitu!" Rutuk peliharaan Purnama.

"Salah sendiri kau betah di sana, Ngapain juga sih kau." Purnama menatap Sam.

"Aku gabut lah! Enggak ada kerjaan, Baru pulang dari tempat Ibu." Sam menggerutu kesal.

"Ikut Ki Seto sana loh biar di carikan pasangan, Pasti kau tak akan gabut lagi." Saran Purnama.

"Malas lah! Masa di carikan aku suster ngesot, Mana level lah sama aku." Rutuk Sam.

"Kau pun banyak pilihan." Purnama memutar bola mata nya malas.

Agensi Purnama menerima berbagai jenis iblis yang bisa di atur, Dia bukan dukun. Namun Purnama adalah titisan iblis yang sangat jahat, Perjalanan kisah nya sangat panjang ketika menjadi siluman ular. Nasib baik dia tak jahat selama nya, Kalau dia tak jadi baik maka habis sudah penduduk kampung ini di makan jeroan nya oleh Purnama, Karena dia sangat suka makan jeroan manusia.

...****************...

Nana menatap kanan kiri nya yang banyak sekali gadis gadis berserakan, Mereka sama sama merintih kesakitan karena payudar* nya yang sedang di makan oleh iblis wanita. Iblis yang sama seperti dia lihat saat di rumah, Menggigil tubuh Nana karena sangat takut melihat hal yang sangat mengerikan ini, Dia pun juga tak mengenal tempat ini. Karena tempat tersebut sangat lah asing sekali, Hanya ada para gadis yang sedang merintih kesakitan karena payudar* mereka yang habis di makan iblis jenis apa itu.

"Di mana aku ini? Ssshhh, Sakit sekali." Nana tak bisa bergerak karena dada nya sangat sakit.

Dia terjatuh sembari memegangi dada nya yang bagai kan di remas remas, Darah banjir keluar membuat Nana histeris sendiri melihat nya. Belum hilang rasa takut gadis ini, Tiba tiba saja ada wanita yang pernah ia lihat, Wanita itu meloncat keatas tubuh Nana dan mengeluarkan jari nya yang berkuku tajam, Taring nya juga sangat panjang balapan dengan lidah.

"Toloooong! Siapa pun tolong aku." Nana menjerit ketakutan.

"Heheeeee."

Lidah yang menjulur keluar itu menjilat payudar* Nana yang sudah bolong, Nana kian histeris karena iblis jahat sudah menggigit nya dan mengoyak hingga daging ikut kemulut, Dengan santai memakan daging payudar* milik Nana.

"Aaagghhh, Aaaghhh!"

Jerit pilu keluar dari mulut Nana karena rasa nya sangat lah menyakitkan, Jemari yang berkuku tajam mencabik cabik sehingga put*ng Nana jatuh terlepas dari daging yang sebelum nya sangat lah montok. Kini semua nya sudah rusak membusuk, Darah dan nanah keluar dari luka yang sangat mengerikan itu, Nana tegang karena tak kuat menahan rasa sakit ini.

"Nana! Ya allah, Selamat kan anak ku." Bu Asih ketakutan ketika melihat Nana yang belum sadar dari operasi dan sekarang malah kritis.

"Ayo keluar saja, Bibi." Ajak Dani karena takut Bu Asih pingsan.

"Gimana adik mu, Dani? Aduh ini gimana." Bu Asih sangat panik.

"Dokter akan menangani nya, Bibi yang tenang ya." Dani berusaha membujuk.

"Huhuhuuu, Selamatkan anak ku, Ya allah." Isak Bu Asih di depan pintu kamar.

Sedangkan dokter sedang menangani Nana yang mendadak kejang kejang karena alam bawah sadar nya sedang terguncang dengan apa yang sudah terjadi, Nana bertarung dengan rasa takut nya.

Mbak Purnama ya guys

Terpopuler

Comments

Ati Purwati

Ati Purwati

hubungannya apa yaa mba purnama dengan nana, punya masalah apa ????
apa mungkin purnama mencari tumbal ???

2025-01-13

0

Linda

Linda

sekian lama ngikutin cerita purnama baru kali ini liat gambarnya

2024-11-22

0

Shidqia Rahma

Shidqia Rahma

apa ini purnama anak nya ibu laras yak..? /Grievance/

2024-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pengenalan
2 Bab 2. Itik buruk rupa
3 Bab 3. Bertengkar
4 Bab 4. Nani pindah
5 Bab 5. Bertemu Hendra
6 Bab 6. Obrolan para pelamar
7 Bab 7. Menuduh Nani
8 Bab 8. Berlubang
9 Bab 9. Santet
10 Bab 10. Pembeli lahan sawit
11 Bab 11. Operasi
12 Bab 12. Family Zidan
13 Bab 13. Memanggil dukun
14 Bab 14. Hilang sakit nya
15 Bab 15. Datang lagi
16 Bab 16. Davin menjenguk
17 Bab 17. Minta maaf pada Davin
18 Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19 Bab 19. Dugaan
20 Bab 20. Berbaikan
21 Bab 21. Kucing hitam
22 Bab 22. Nana hilang
23 Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24 Bab 24. Tuduhan Lupi
25 Bab 25. Patah hati lagi
26 Bab 26. Menemukan Nana
27 Bab 27. Ketemu
28 Bab 28. Ternyata
29 Bab 29. Meninggal
30 Bab 30. Perut busuk
31 Bab 31. Payudar* meledak
32 Bab 32. Cerita sendok
33 Bab 33. Nana datang
34 Bab 34. Di hantui
35 Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36 Bab 36. Kisah sendok part 1
37 Bab 37. Kisah sendok part 2
38 Bab 38. Pick me
39 Bab 39. Kucing hitam
40 Bab 40. Hendra
41 Bab 41. Kisah Hendra
42 Bab 42. Jasad Mbah Muni
43 Bab 43. Ada Zidan
44 Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45 Bab 45. Sam mencari
46 Bab 46. Dua arwah
47 Bab 47. Ingin masuk agensi
48 Bab 48. Aji Seno
49 Bab 49. Bu Yuni Curiga
50 Bab 50. Julid bersama iblis
51 Bab 51. Gadis bersama Davin
52 Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53 Bab 53. Sam dan kucing hitam
54 Bab 54. Tertangkap
55 Bab 55. Ketemu
56 Bab 56. Hampir musnah
57 Bab 57. Bukan kembang desa
58 Bab 58. Mbah Kakung
59 Bab 59. Mengunjungi Hendra
60 Bab 60. Negosiasi
61 Bab 61. Menemui Kakung
62 Bab 62. Bola api
63 Bab 63. Ketahuan
64 Bab 64. Ingin menemui Zidan
65 Bab 65. Usil nya siluman ular
66 Bab 66. Mendatangi Purnama
67 Bab 67. cerita brian
68 Bab 68. Duka Purnama
69 Bab 69. Meminta maaf
70 Bab 70. Nilam dan Tisa
71 Bab 71. Siluman kucing
72 Bab 72. Lupi ngompol
73 Bab 73. Ular dalam kuburan
74 Bab 74. Purnama hilang
75 Bab 75. Ternyata di kuburan.
76 Bab 76. Di tolong Kakung
77 Bab 77. Minta maaf
78 Bab 78. Debat dengan Nani
79 Bab 79. Mencoba sadar
80 Bab 80. Membanting
81 Bab 81. Tendangan Purnama
82 Bab 82. Garam
83 Bab 83. Tekad Nani
84 Bab 84. Ular beleng
85 Bab 85. Bertemu Arya
86 Bab 86. Embun pagi
87 Bab 87. Kakung tidak sanggup
88 Bab 88. Arya tantrum
89 Bab 89. Di suap batu panas
90 Bab 90. Tidak lupa
91 Bab 91. Makan malam
92 Bab 92. Davin ketahuan
93 Bab 93. Sungai kematian
94 Bab 94. Pasrah
95 Bab 95. Menemukan Nani
96 Bab 96. Cerita tiga pria
97 Bab 97. iblis keluar
98 Bab 98. Arwah tua
99 Bab 99. Kabar Purnama
100 Bab 100. Kuntilanak era baru
101 Bab 101. Ternyata....
102 Bab 102. Mencari arwah Nani
103 Bab 103. Panas membara
104 Bab 104. Siluman serigala
105 Bab 105. Di jilat kucing hitam
106 Bab 106. Kejadian Andi
107 Bab 107. Cerita bersama.
108 Bab 108. Mendatangi Purnama
109 109. Di banting juga
110 Bab 110. Berteman
111 Bab 111. Sirih satu jalur
112 Bab 112. Menangkap Nani
113 Bab 113. Purnama terluka.
114 Bab 114. Di tendang Nilam
115 Bab 115. Pertolongan
116 Bab 116. Purnama sadar
117 Bab 117. Mencari Maharani bersama
118 Bab 118. Mencari gara²
119 Bab 119. Duka
120 Bab 120. Kesedihan Jeno
121 Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122 Bab 122. Membawa kepala Ratu
123 Bab 123. Jeno sakit
124 Bab 124. Siluman burung hantu
125 Bab 125. Nyanyian setan
126 Bab 126. mencari suara
127 Bab 127. Meninggal nya Jeno
128 Bab 128. Bersama
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1. Pengenalan
2
Bab 2. Itik buruk rupa
3
Bab 3. Bertengkar
4
Bab 4. Nani pindah
5
Bab 5. Bertemu Hendra
6
Bab 6. Obrolan para pelamar
7
Bab 7. Menuduh Nani
8
Bab 8. Berlubang
9
Bab 9. Santet
10
Bab 10. Pembeli lahan sawit
11
Bab 11. Operasi
12
Bab 12. Family Zidan
13
Bab 13. Memanggil dukun
14
Bab 14. Hilang sakit nya
15
Bab 15. Datang lagi
16
Bab 16. Davin menjenguk
17
Bab 17. Minta maaf pada Davin
18
Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19
Bab 19. Dugaan
20
Bab 20. Berbaikan
21
Bab 21. Kucing hitam
22
Bab 22. Nana hilang
23
Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24
Bab 24. Tuduhan Lupi
25
Bab 25. Patah hati lagi
26
Bab 26. Menemukan Nana
27
Bab 27. Ketemu
28
Bab 28. Ternyata
29
Bab 29. Meninggal
30
Bab 30. Perut busuk
31
Bab 31. Payudar* meledak
32
Bab 32. Cerita sendok
33
Bab 33. Nana datang
34
Bab 34. Di hantui
35
Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36
Bab 36. Kisah sendok part 1
37
Bab 37. Kisah sendok part 2
38
Bab 38. Pick me
39
Bab 39. Kucing hitam
40
Bab 40. Hendra
41
Bab 41. Kisah Hendra
42
Bab 42. Jasad Mbah Muni
43
Bab 43. Ada Zidan
44
Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45
Bab 45. Sam mencari
46
Bab 46. Dua arwah
47
Bab 47. Ingin masuk agensi
48
Bab 48. Aji Seno
49
Bab 49. Bu Yuni Curiga
50
Bab 50. Julid bersama iblis
51
Bab 51. Gadis bersama Davin
52
Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53
Bab 53. Sam dan kucing hitam
54
Bab 54. Tertangkap
55
Bab 55. Ketemu
56
Bab 56. Hampir musnah
57
Bab 57. Bukan kembang desa
58
Bab 58. Mbah Kakung
59
Bab 59. Mengunjungi Hendra
60
Bab 60. Negosiasi
61
Bab 61. Menemui Kakung
62
Bab 62. Bola api
63
Bab 63. Ketahuan
64
Bab 64. Ingin menemui Zidan
65
Bab 65. Usil nya siluman ular
66
Bab 66. Mendatangi Purnama
67
Bab 67. cerita brian
68
Bab 68. Duka Purnama
69
Bab 69. Meminta maaf
70
Bab 70. Nilam dan Tisa
71
Bab 71. Siluman kucing
72
Bab 72. Lupi ngompol
73
Bab 73. Ular dalam kuburan
74
Bab 74. Purnama hilang
75
Bab 75. Ternyata di kuburan.
76
Bab 76. Di tolong Kakung
77
Bab 77. Minta maaf
78
Bab 78. Debat dengan Nani
79
Bab 79. Mencoba sadar
80
Bab 80. Membanting
81
Bab 81. Tendangan Purnama
82
Bab 82. Garam
83
Bab 83. Tekad Nani
84
Bab 84. Ular beleng
85
Bab 85. Bertemu Arya
86
Bab 86. Embun pagi
87
Bab 87. Kakung tidak sanggup
88
Bab 88. Arya tantrum
89
Bab 89. Di suap batu panas
90
Bab 90. Tidak lupa
91
Bab 91. Makan malam
92
Bab 92. Davin ketahuan
93
Bab 93. Sungai kematian
94
Bab 94. Pasrah
95
Bab 95. Menemukan Nani
96
Bab 96. Cerita tiga pria
97
Bab 97. iblis keluar
98
Bab 98. Arwah tua
99
Bab 99. Kabar Purnama
100
Bab 100. Kuntilanak era baru
101
Bab 101. Ternyata....
102
Bab 102. Mencari arwah Nani
103
Bab 103. Panas membara
104
Bab 104. Siluman serigala
105
Bab 105. Di jilat kucing hitam
106
Bab 106. Kejadian Andi
107
Bab 107. Cerita bersama.
108
Bab 108. Mendatangi Purnama
109
109. Di banting juga
110
Bab 110. Berteman
111
Bab 111. Sirih satu jalur
112
Bab 112. Menangkap Nani
113
Bab 113. Purnama terluka.
114
Bab 114. Di tendang Nilam
115
Bab 115. Pertolongan
116
Bab 116. Purnama sadar
117
Bab 117. Mencari Maharani bersama
118
Bab 118. Mencari gara²
119
Bab 119. Duka
120
Bab 120. Kesedihan Jeno
121
Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122
Bab 122. Membawa kepala Ratu
123
Bab 123. Jeno sakit
124
Bab 124. Siluman burung hantu
125
Bab 125. Nyanyian setan
126
Bab 126. mencari suara
127
Bab 127. Meninggal nya Jeno
128
Bab 128. Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!