Bab 11. Operasi

Kini Bu Asih menunggu dengan cemas putri nya yang akan segera melakukan operasi, Walau melakukan penolakan yang sangat keras, Nana akhir nya mau mengalah juga setelah mendapat ancaman sang Ibu akan bunuh diri bila dia tak mau melakukan operasi. Seburuk apa pun sifat Nana kepada sang adik atau kepada orang orang, Tapi dia tak pernah bisa menang melawan Ibu nya yang berjiwa lembut namun penuh penekanan juga. Nana bisa di bilang anak yang sayang dengan Ibu, Sehingga sangat takut bila Bu Asih menggunakan cara pamungkas yang sangat tepat agar dia segera menjalankan operasi, Walau hanya sebelah saja yang di angkat. Tak masalah walau hanya sebelah karena yang bolong memang sebelah kiri, Bila nanti memang ada perubahan setelah di angkat, Maka akan ada baik nya yang sebelah kanan juga di angkat. Dokter setuju untuk mengangkat payudar*milik Nana yang sudah bolong itu, Walau dia menekan kan ini bukan lah kanker payudar*.

Hal itu juga yang membuat pikiran Bu Asih kemana mana karena sudah ada lima dokter yang mengatakan ini bukan kanker payudar*, Namun kenapa milik putri nya bisa sampai membusuk begitu seolah ada kanker yang menggerogoti di dalam sana. Apa benar bahwa Nana memang sudah di santet oleh seseorang, Bu Asih mulai percaya bahwa Nana kena teluh, Walau dia tak menuduh Nani adalah pelaku nya. Namun hati wanita tua ini agak percaya bahwa ini memang lah santet yang sangat jahat, Dia malah memikirkan tentang bagai mana Nana yang banyak menolak lamaran dari para pria. Bisa saja salah satu nya punya dukun yang sangat pintar sehingga menyakiti Nana sekarang, Rasa nya itu lebih masuk akal di bandingkan bila Nani yang sudah menyakiti Kakak nya karena kerap di hina, Bu Asih mulai memikirkan setiap pria yang sudah melamar Nana dulu, Pikiran nya jatuh kepada Davin. Pria yang sudah kali melamar Nana, Bahkan pria itu juga punya Mbah yang terkenal bisa membuat teluh.

"Kalau menurut kamu, Di antara lima pemuda yang sudah melamar Nana. Siapa yang paling bisa di bilang akan sangat sakit hati saat di tolak?" Bu Asih bertanya pada keponakan nya.

"Kenapa memang nya, Bi?" Dani heran karena tiba tiba saja di tanya begitu.

"Lihat lah penyakit adik mu, Kata dokter dia tak ada sakit apa apa! Tapi kenapa bisa membusuk begitu?!" Bu Asih mengusap air mata nya.

Dani terdiam karena dia juga merasa penyakit Nana sangat aneh, Keadaan tubuh sudah busuk begitu namun dokter tetap mengatakan bahwa tak ada penyakit apa pun. Kalau hanya satu dokter memang bisa di ragukan, Namun ini sudah banyak dokter yang memeriksa Nana, Hasil nya tetap sama dan mereka mengatakan hal yang membuat mereka kaget, Tak ada satu pun penyakit di tubuh nya Nana. Namun kenapa kembang desa ini tubuh nya bisa membusuk di bagian payudar*, Tentu itu adalah hal yang sangat aneh.

"Nanti setelah operasi kita cari saja dukun yang bisa di percaya." Dani menenangkan Bibi nya.

"Pasti Davin ya, Dan?" Bu Asih malah langsung menuduh.

"Tidak baik langsung menuduh, Bi!" Sergah Dani yang takut Bibi nya asal tuduh saja.

"Cuma dia yang melamar sampai dua kali, Dan dia juga punya Mbah seorang dukun." Bu Asih memberikan alasan.

"Ya kan itu belum tentu juga, Davin itu orang nya rajin ibadah! Aku tahu karena aku ini teman dia, Bahkan sama sekali Davin tak pernah meninggalkan sholat." Jelas Dani.

Bu Asih menelan ludah dengan susah payah dan langsung istigfar, Dia sudah lancang menuduh orang sembarangan. Padahal belum tentu Davin yang sudah menyantet Nana, Bisa jadi orang lain karena Nana juga bukan kategori orang baik.

"Bisa jadi bukan hanya dari pelamar saja, Bi! Kan banyak gadis yang sudah Nana hina, Dia kurang bisa menjaga mulut nya." Jelas Dani.

"Sudah Bibi nasehati agar tak terlalu menghina orang, Namun Nana memang sangat kurang ajar sekali." Keluh Bu Asih.

"Berdoa saja semoga allah mengampuni dosa dia, Dan penyakit Nana akan segera di angkat." Dani memeluk Bibi nya.

Bisa jadi memang bukan dari pelamar saja yang membalas perbuatan Nana, Karena banyak gadis yang pasti sakit hati mendengarkan hinaan Nana. Bahkan Nani saja sampai pindah karena tak kuat setiap hari mendengar ejekan nya sang Kakak, Karena mereka juga bukan meminta untuk di lahirkan jelek dengan kulit hitam begini. Memang sudah begini allah ciptakan, Bahkan kerap Nana bilang kalau Nani hanya buang uang saja saat pergi kesalon untuk mempercantik diri.

Nana memang tak segan untuk menghina siapa pun, Anak nya kepala desa saja ia hina karena gadis itu gigi nya agak boneng, Nana tak segan memanggil nya memanggil dengan sebutan boneng, Pasti nya gadis itu kan meras sakit hati juga akibat Nana memanggil nya dengan nama kekurangan, Sejak mereka sama sama sekolah Nana sudah begitu.

"Semoga setelah ini Nana bisa berubah menjadi orang yang lebih baik dalam bertutur kata." Harap Bu Asih.

"Aku juga sudah menegur dia bila bertemu orang jangan suka menghina, Tapi Nana sangat keras kepala." Ujar Dani.

"Menjadi kembang desa bukan hal yang enak bila menurut ku, Banyak kembang desa yang mengalami nasib tragis." Sahut Pak Irwin.

"Entah siapa yang pertama kali menyebut Nana kembang desa, Sehingga malah membuat dia besar kepala." Cetus Dani.

Pak Irwin mengambil nafas panjang karena dia sudah kehilangan sawit nya tiga hektar, Selama ini mereka makan ya dari sawit itu. Sadang pangan yang mereka kenakakan adalah penghasilan sawit, Dia tadi juga sudah memberhentikan para pekerja yang sering mengurus sawit. Untung nya Zidan mau menerima mereka sebagai pekerja yang mengurus sawit, Karena pria itu juga tak bisa bila mau mengurus nya sendirian, Tiga hektar bukan lah lahan yang sedikit.

"Kedepan nya kita hidup berhemat, Dan kamu juga tak usah bekerja sama Paman lagi ya." Pak Irwin menepuk pundak Dani.

"Insya allah aku akan cari kerja lain, Tapi sementara aku akan membantu kalian mengurus Nana." Jawab Dani.

"Masya allah, Terima kasih." Pak Irwin memeluk Dani.

Hubungan mereka memang dekat bagai kan anak dan Ayah, Apa lagi Pak Irwin tak punya anak laki laki, Maka dia begitu menyayangi Dani seperti putra nya sendiri. Lagi pula sejak kecil sudah bersama dengan mereka bila Bude Las bekerja, Sebab Dani sudah tak punya Ayah yang memberi nya nafkah, Sehingga Bude Las mencari nafkah sendiri.

Terpopuler

Comments

Vii Vexlyn

Vii Vexlyn

alur ceritanya seru,menegangkan juga
tp ada bberapa kata yg kurang cocok

2025-03-09

0

Nur eva

Nur eva

si lupi yg patut di curigai

2024-11-12

0

Nur eva

Nur eva

si lupi dalangnya

2024-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pengenalan
2 Bab 2. Itik buruk rupa
3 Bab 3. Bertengkar
4 Bab 4. Nani pindah
5 Bab 5. Bertemu Hendra
6 Bab 6. Obrolan para pelamar
7 Bab 7. Menuduh Nani
8 Bab 8. Berlubang
9 Bab 9. Santet
10 Bab 10. Pembeli lahan sawit
11 Bab 11. Operasi
12 Bab 12. Family Zidan
13 Bab 13. Memanggil dukun
14 Bab 14. Hilang sakit nya
15 Bab 15. Datang lagi
16 Bab 16. Davin menjenguk
17 Bab 17. Minta maaf pada Davin
18 Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19 Bab 19. Dugaan
20 Bab 20. Berbaikan
21 Bab 21. Kucing hitam
22 Bab 22. Nana hilang
23 Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24 Bab 24. Tuduhan Lupi
25 Bab 25. Patah hati lagi
26 Bab 26. Menemukan Nana
27 Bab 27. Ketemu
28 Bab 28. Ternyata
29 Bab 29. Meninggal
30 Bab 30. Perut busuk
31 Bab 31. Payudar* meledak
32 Bab 32. Cerita sendok
33 Bab 33. Nana datang
34 Bab 34. Di hantui
35 Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36 Bab 36. Kisah sendok part 1
37 Bab 37. Kisah sendok part 2
38 Bab 38. Pick me
39 Bab 39. Kucing hitam
40 Bab 40. Hendra
41 Bab 41. Kisah Hendra
42 Bab 42. Jasad Mbah Muni
43 Bab 43. Ada Zidan
44 Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45 Bab 45. Sam mencari
46 Bab 46. Dua arwah
47 Bab 47. Ingin masuk agensi
48 Bab 48. Aji Seno
49 Bab 49. Bu Yuni Curiga
50 Bab 50. Julid bersama iblis
51 Bab 51. Gadis bersama Davin
52 Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53 Bab 53. Sam dan kucing hitam
54 Bab 54. Tertangkap
55 Bab 55. Ketemu
56 Bab 56. Hampir musnah
57 Bab 57. Bukan kembang desa
58 Bab 58. Mbah Kakung
59 Bab 59. Mengunjungi Hendra
60 Bab 60. Negosiasi
61 Bab 61. Menemui Kakung
62 Bab 62. Bola api
63 Bab 63. Ketahuan
64 Bab 64. Ingin menemui Zidan
65 Bab 65. Usil nya siluman ular
66 Bab 66. Mendatangi Purnama
67 Bab 67. cerita brian
68 Bab 68. Duka Purnama
69 Bab 69. Meminta maaf
70 Bab 70. Nilam dan Tisa
71 Bab 71. Siluman kucing
72 Bab 72. Lupi ngompol
73 Bab 73. Ular dalam kuburan
74 Bab 74. Purnama hilang
75 Bab 75. Ternyata di kuburan.
76 Bab 76. Di tolong Kakung
77 Bab 77. Minta maaf
78 Bab 78. Debat dengan Nani
79 Bab 79. Mencoba sadar
80 Bab 80. Membanting
81 Bab 81. Tendangan Purnama
82 Bab 82. Garam
83 Bab 83. Tekad Nani
84 Bab 84. Ular beleng
85 Bab 85. Bertemu Arya
86 Bab 86. Embun pagi
87 Bab 87. Kakung tidak sanggup
88 Bab 88. Arya tantrum
89 Bab 89. Di suap batu panas
90 Bab 90. Tidak lupa
91 Bab 91. Makan malam
92 Bab 92. Davin ketahuan
93 Bab 93. Sungai kematian
94 Bab 94. Pasrah
95 Bab 95. Menemukan Nani
96 Bab 96. Cerita tiga pria
97 Bab 97. iblis keluar
98 Bab 98. Arwah tua
99 Bab 99. Kabar Purnama
100 Bab 100. Kuntilanak era baru
101 Bab 101. Ternyata....
102 Bab 102. Mencari arwah Nani
103 Bab 103. Panas membara
104 Bab 104. Siluman serigala
105 Bab 105. Di jilat kucing hitam
106 Bab 106. Kejadian Andi
107 Bab 107. Cerita bersama.
108 Bab 108. Mendatangi Purnama
109 109. Di banting juga
110 Bab 110. Berteman
111 Bab 111. Sirih satu jalur
112 Bab 112. Menangkap Nani
113 Bab 113. Purnama terluka.
114 Bab 114. Di tendang Nilam
115 Bab 115. Pertolongan
116 Bab 116. Purnama sadar
117 Bab 117. Mencari Maharani bersama
118 Bab 118. Mencari gara²
119 Bab 119. Duka
120 Bab 120. Kesedihan Jeno
121 Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122 Bab 122. Membawa kepala Ratu
123 Bab 123. Jeno sakit
124 Bab 124. Siluman burung hantu
125 Bab 125. Nyanyian setan
126 Bab 126. mencari suara
127 Bab 127. Meninggal nya Jeno
128 Bab 128. Bersama
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1. Pengenalan
2
Bab 2. Itik buruk rupa
3
Bab 3. Bertengkar
4
Bab 4. Nani pindah
5
Bab 5. Bertemu Hendra
6
Bab 6. Obrolan para pelamar
7
Bab 7. Menuduh Nani
8
Bab 8. Berlubang
9
Bab 9. Santet
10
Bab 10. Pembeli lahan sawit
11
Bab 11. Operasi
12
Bab 12. Family Zidan
13
Bab 13. Memanggil dukun
14
Bab 14. Hilang sakit nya
15
Bab 15. Datang lagi
16
Bab 16. Davin menjenguk
17
Bab 17. Minta maaf pada Davin
18
Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19
Bab 19. Dugaan
20
Bab 20. Berbaikan
21
Bab 21. Kucing hitam
22
Bab 22. Nana hilang
23
Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24
Bab 24. Tuduhan Lupi
25
Bab 25. Patah hati lagi
26
Bab 26. Menemukan Nana
27
Bab 27. Ketemu
28
Bab 28. Ternyata
29
Bab 29. Meninggal
30
Bab 30. Perut busuk
31
Bab 31. Payudar* meledak
32
Bab 32. Cerita sendok
33
Bab 33. Nana datang
34
Bab 34. Di hantui
35
Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36
Bab 36. Kisah sendok part 1
37
Bab 37. Kisah sendok part 2
38
Bab 38. Pick me
39
Bab 39. Kucing hitam
40
Bab 40. Hendra
41
Bab 41. Kisah Hendra
42
Bab 42. Jasad Mbah Muni
43
Bab 43. Ada Zidan
44
Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45
Bab 45. Sam mencari
46
Bab 46. Dua arwah
47
Bab 47. Ingin masuk agensi
48
Bab 48. Aji Seno
49
Bab 49. Bu Yuni Curiga
50
Bab 50. Julid bersama iblis
51
Bab 51. Gadis bersama Davin
52
Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53
Bab 53. Sam dan kucing hitam
54
Bab 54. Tertangkap
55
Bab 55. Ketemu
56
Bab 56. Hampir musnah
57
Bab 57. Bukan kembang desa
58
Bab 58. Mbah Kakung
59
Bab 59. Mengunjungi Hendra
60
Bab 60. Negosiasi
61
Bab 61. Menemui Kakung
62
Bab 62. Bola api
63
Bab 63. Ketahuan
64
Bab 64. Ingin menemui Zidan
65
Bab 65. Usil nya siluman ular
66
Bab 66. Mendatangi Purnama
67
Bab 67. cerita brian
68
Bab 68. Duka Purnama
69
Bab 69. Meminta maaf
70
Bab 70. Nilam dan Tisa
71
Bab 71. Siluman kucing
72
Bab 72. Lupi ngompol
73
Bab 73. Ular dalam kuburan
74
Bab 74. Purnama hilang
75
Bab 75. Ternyata di kuburan.
76
Bab 76. Di tolong Kakung
77
Bab 77. Minta maaf
78
Bab 78. Debat dengan Nani
79
Bab 79. Mencoba sadar
80
Bab 80. Membanting
81
Bab 81. Tendangan Purnama
82
Bab 82. Garam
83
Bab 83. Tekad Nani
84
Bab 84. Ular beleng
85
Bab 85. Bertemu Arya
86
Bab 86. Embun pagi
87
Bab 87. Kakung tidak sanggup
88
Bab 88. Arya tantrum
89
Bab 89. Di suap batu panas
90
Bab 90. Tidak lupa
91
Bab 91. Makan malam
92
Bab 92. Davin ketahuan
93
Bab 93. Sungai kematian
94
Bab 94. Pasrah
95
Bab 95. Menemukan Nani
96
Bab 96. Cerita tiga pria
97
Bab 97. iblis keluar
98
Bab 98. Arwah tua
99
Bab 99. Kabar Purnama
100
Bab 100. Kuntilanak era baru
101
Bab 101. Ternyata....
102
Bab 102. Mencari arwah Nani
103
Bab 103. Panas membara
104
Bab 104. Siluman serigala
105
Bab 105. Di jilat kucing hitam
106
Bab 106. Kejadian Andi
107
Bab 107. Cerita bersama.
108
Bab 108. Mendatangi Purnama
109
109. Di banting juga
110
Bab 110. Berteman
111
Bab 111. Sirih satu jalur
112
Bab 112. Menangkap Nani
113
Bab 113. Purnama terluka.
114
Bab 114. Di tendang Nilam
115
Bab 115. Pertolongan
116
Bab 116. Purnama sadar
117
Bab 117. Mencari Maharani bersama
118
Bab 118. Mencari gara²
119
Bab 119. Duka
120
Bab 120. Kesedihan Jeno
121
Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122
Bab 122. Membawa kepala Ratu
123
Bab 123. Jeno sakit
124
Bab 124. Siluman burung hantu
125
Bab 125. Nyanyian setan
126
Bab 126. mencari suara
127
Bab 127. Meninggal nya Jeno
128
Bab 128. Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!