Bab 6. Obrolan para pelamar

Davin yang sedang menghitung penjualan uang kaget, Lupi datang dengan senyum nya yang sangat merekah. Mereka memang lumayan dekat karena Lupi orang nya humble kepada siapa pun, Anak juragan padi yang cukup terkenal di kampung ini, Namun dia tak pernah pilih pilih saat bergaul, Ternyata bukan hanya Lupi saja yang datang. Ada Andi dan juga yang ikut datang untuk sekedar bercanda, Memang mereka adalah serombongan bujangan yang sering berkumpul bersama, Tak ketinggalan Ahmad juga ikut karena dia ingin membahas pernikahan nya yang hanya tinggal sebentar lagi untuk di laksanakan, Meminta mereka untuk membantu nya bersiap siap sebagai calon pengantin pria yang lumayan berpengaruh.

Lagi pula anak toke yang sangat kaya pasti nya akan malu bila pesta tidak sempurna, Masih satu bulan lagi pernikahan Ahmad dan Tina, Namun segela sesuatu nya sudah di siap kan dengan matang, Tidak ada satu pun yang tertinggal. Ahmad hanya tinggal menunggu hari saja untuk menikahi Tina, Satu satu nya pelamar Nana yang bisa cepat move on dan bodoh amat dengan tingkah Nana yang selalu ingin di perhatikan walau sudah menolak lamaran mereka semua. Entah apa yang sebenar nya Nana ingin kan, Seolah sangat tidak rela bila orang yang pernah melamar nya hidup bahagia dengan gadis lain.

"Jadi benar gosip nya kalau kau melamar dia lagi?" Andi bertanya pada Davin.

"Bener lah! Davin kan bodoh sehingga buta oleh cinta." Lupi yang menyahut.

"Kalau di pikir pikir, Nana itu hanya cantik wajah nya saja!" Ahmad berkata pelan.

"Widih! Mentang mentang di tolak, Si bro ini langsung berkata demikian." Lupi tertawa kencang.

"Bukan gitu, Kemarin aku di cafe sama Tina untuk membahas masalah dekor pernikahan kami. Aku udah lihat Nana ada di sebelah meja kami, Dia malah mendatangi kami dan menghina bahwa Tina buruk." Jelas Ahmad.

"Serius kamu, Mad?!" Andi agak tidak percaya sebenar nya.

"Untu apa aku bohong? Sebenar nya aku juga agak kaget!" Ahmad berkata serius.

"Mungkin dia merasa cantik dan banyak yang melamar nya, Jadi Nana besar kepala." Tebak Lupi.

Semua mengangguk setuju dengan ucapan nya Lupi, Karena Nana memang sombong akibat banyak di puja banyak orang. Gelar kembang desa sejak dia berusia tujuh belas tahun hingga sekarang usia nya dua puluh empat tahun, Dia meras sangat di bangga banggakan oleh orang desa ini. Apa lagi yang melamar nya adalah anak orang kaya semua, Tidak ada pria miskin yang melamar Nana. Mungkin bila orang miskin yang melamar, Pasti akan di ludahi karena merasa jijik dengan penampilan mereka.

"Kayak nya di antara kita sekarang, Cuma Davin yang cinta nya sangat menggebu." Lupi tertawa keras.

"Jujur memang aku mencintai dia, Tapi aku bertekad akan berusaha melupakan dia." Lirih Davin.

"Cewek masih banyak, Vin! Walau tidak secantik wajah Nana, Tapi hati nya pasti ada yang lebih cantik." Nasihat Ahmad.

Ketika mereka sedang ngobrol panjang lebar, Nani lewat dengan motor nya sehingga mereka dapat bahan untuk melanjutkan ghibah lagi. Terutama Lupi yang memang sangat semangat bila membahas keluarga nya Nana, Padahal dia bilang kalau sudah melupakan Nana yang menolak lamaran dia. Mungkin karena sakit hati di tolak, Sehingga Lupi semangat untuk membicarakan mereka.

"Beda jauh Nani dan Nana itu ya." Bisik Lupi yang barusan melihat Nani.

"Nani tipe yang manis, Sedangkan Nana tipe yang cantik." Andi tak ingin menjatuhkan Nani.

"Manis dari mana nya? Kulit hitam rambut keriting, Hidung dia pun pesek! Hanya sisa sisa saja ku rasa dia pas di buat." Lupi tertawa kencang.

"Tidak baik mengatai orang begitu, Kasihan dia." Sergah Davin.

"Apa sih, Vin? Kau kalau aku memburukan keluarga Nana pasti tidak terima." Lupi menyeringai sinis.

"Bukan masalah keluarga dia, Tapi kasihan Nani nya yang kau hina itu." Jelas Davin.

Lupi tak memperdulikan ucapan nya Davin, Dia asik mengolok olok Nani yang berkulit hitam. Padahal Nani sama sekali tak pernah mengejar Lupi untuk minta di nikahi, Dasar nya saja mulut Lupi suka mengatai orang yang tak punya masalah dengan dia.

"Udah lah, Asik bahas masalah itu saja kau!" Sergah Ahmad yang juga tak suka.

"Tau ini Lupi, Kasihan juga Si Nani." Andi pun ikut membela Nani.

"Ku rasa kalian semua sudah terpikat dengan kulit hitam nya!" Lupi bangkit sambil tertawa dan segera pergi.

Teman teman nya hanya bisa geleng kepala dengan tingkah Lupi itu, Sebenar nya dia cocok bila bersama dengan Nana karena suka menghina orang yang jelek. Bahkan sebenar nya Lupi tak setampan yang lain, Dia juga sangat tengil gaya nya, Sungguh sangat cocok bila di sandingkan dengan Nana.

"Ku rasa dia sangat sakit hati pada Nana." Cetus Andi.

"Lagian Nana kok sok sekali ya, Apa sebenar nya yang kurang dari kita?" Davin bertanya heran.

"Aku juga tidak tahu! Yang aku sangat bingung itu, Dia sudah menolak kita dan sekarang malah tak terima bila kita bersama orang lain." Ujar Ahmad.

"Berarti dia selalu ingin di kejar! Kembang desa memang banyak yang berulah, Maka nya banyak yang mati secara tragis ya." Cetus Andi.

"Maksud mu?!" Ahmad dan Davin tak mengerti.

Andi menjelaskan bagai mana kembang desa memang banyak yang meninggal karena sombong akan kecantikan yang mereka miliki, Banyak yang di perkosa karena menolak lamaran pria. Dan banyak juga yang meninggal karena di santet, Di kampung sebelah sampai sekarang kembang desa nya gila dan suka keluyuran tak memakai baju.

"Santet atau guna guna gitu ya?" Tanya Davin memperjelas.

"Iya! Kampung kita kan banyak dukun, Untung saja Nana itu tak di buat gila." Sahut Andi.

"Kau jangan sampai gelap mata dan menyakiti dia, Vin! Tidak dapat dia ya sudah, Tak perlu sampai main dukun." Nasihat Ahmad.

"Iya tuh! Mbah mu kan kata nya dukun." Celetuk Andi.

"Insya allah aku tetap di jalan allah, Tak ada niat ku untuk main dukun." Davin berkata serius.

"Syukurlah, Di tolak dia ya sudah kita cari yang lain." Nasihat Ahmad.

Davin mengangguk karena dia memang pemuda yang taat agama, Tak ada sedikit pun niat di hati nya untuk main dukun. Biar lah dia mencoba untuk melupakan Nana saja, Berarti gadis itu memang bukan jodoh nya di dunia ini. Tak perlu sampai memaksa hingga pergi kedukun, Masih banyak gadis lain yang memang dengan tulus bisa menerima cinta nya dan berbakti kepada Davin, Lagi pula dia sering kekota sehingga banyak bertemu gadis cantik.

Terpopuler

Comments

kim ~ jin ⏤͟͟͞R➢‮

kim ~ jin ⏤͟͟͞R➢‮

lupi beneran cocok sama nana mulut nya bener² lemes

2024-10-21

0

Kardi Kardi

Kardi Kardi

MULUTMU SINGAMU..aummm

2024-09-29

1

Maz Andy'ne Yulixah

Maz Andy'ne Yulixah

Lupi mulutnya pedes kayak Cwek,,pengen tak cubit bibirnya🙄🙄

2024-09-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pengenalan
2 Bab 2. Itik buruk rupa
3 Bab 3. Bertengkar
4 Bab 4. Nani pindah
5 Bab 5. Bertemu Hendra
6 Bab 6. Obrolan para pelamar
7 Bab 7. Menuduh Nani
8 Bab 8. Berlubang
9 Bab 9. Santet
10 Bab 10. Pembeli lahan sawit
11 Bab 11. Operasi
12 Bab 12. Family Zidan
13 Bab 13. Memanggil dukun
14 Bab 14. Hilang sakit nya
15 Bab 15. Datang lagi
16 Bab 16. Davin menjenguk
17 Bab 17. Minta maaf pada Davin
18 Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19 Bab 19. Dugaan
20 Bab 20. Berbaikan
21 Bab 21. Kucing hitam
22 Bab 22. Nana hilang
23 Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24 Bab 24. Tuduhan Lupi
25 Bab 25. Patah hati lagi
26 Bab 26. Menemukan Nana
27 Bab 27. Ketemu
28 Bab 28. Ternyata
29 Bab 29. Meninggal
30 Bab 30. Perut busuk
31 Bab 31. Payudar* meledak
32 Bab 32. Cerita sendok
33 Bab 33. Nana datang
34 Bab 34. Di hantui
35 Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36 Bab 36. Kisah sendok part 1
37 Bab 37. Kisah sendok part 2
38 Bab 38. Pick me
39 Bab 39. Kucing hitam
40 Bab 40. Hendra
41 Bab 41. Kisah Hendra
42 Bab 42. Jasad Mbah Muni
43 Bab 43. Ada Zidan
44 Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45 Bab 45. Sam mencari
46 Bab 46. Dua arwah
47 Bab 47. Ingin masuk agensi
48 Bab 48. Aji Seno
49 Bab 49. Bu Yuni Curiga
50 Bab 50. Julid bersama iblis
51 Bab 51. Gadis bersama Davin
52 Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53 Bab 53. Sam dan kucing hitam
54 Bab 54. Tertangkap
55 Bab 55. Ketemu
56 Bab 56. Hampir musnah
57 Bab 57. Bukan kembang desa
58 Bab 58. Mbah Kakung
59 Bab 59. Mengunjungi Hendra
60 Bab 60. Negosiasi
61 Bab 61. Menemui Kakung
62 Bab 62. Bola api
63 Bab 63. Ketahuan
64 Bab 64. Ingin menemui Zidan
65 Bab 65. Usil nya siluman ular
66 Bab 66. Mendatangi Purnama
67 Bab 67. cerita brian
68 Bab 68. Duka Purnama
69 Bab 69. Meminta maaf
70 Bab 70. Nilam dan Tisa
71 Bab 71. Siluman kucing
72 Bab 72. Lupi ngompol
73 Bab 73. Ular dalam kuburan
74 Bab 74. Purnama hilang
75 Bab 75. Ternyata di kuburan.
76 Bab 76. Di tolong Kakung
77 Bab 77. Minta maaf
78 Bab 78. Debat dengan Nani
79 Bab 79. Mencoba sadar
80 Bab 80. Membanting
81 Bab 81. Tendangan Purnama
82 Bab 82. Garam
83 Bab 83. Tekad Nani
84 Bab 84. Ular beleng
85 Bab 85. Bertemu Arya
86 Bab 86. Embun pagi
87 Bab 87. Kakung tidak sanggup
88 Bab 88. Arya tantrum
89 Bab 89. Di suap batu panas
90 Bab 90. Tidak lupa
91 Bab 91. Makan malam
92 Bab 92. Davin ketahuan
93 Bab 93. Sungai kematian
94 Bab 94. Pasrah
95 Bab 95. Menemukan Nani
96 Bab 96. Cerita tiga pria
97 Bab 97. iblis keluar
98 Bab 98. Arwah tua
99 Bab 99. Kabar Purnama
100 Bab 100. Kuntilanak era baru
101 Bab 101. Ternyata....
102 Bab 102. Mencari arwah Nani
103 Bab 103. Panas membara
104 Bab 104. Siluman serigala
105 Bab 105. Di jilat kucing hitam
106 Bab 106. Kejadian Andi
107 Bab 107. Cerita bersama.
108 Bab 108. Mendatangi Purnama
109 109. Di banting juga
110 Bab 110. Berteman
111 Bab 111. Sirih satu jalur
112 Bab 112. Menangkap Nani
113 Bab 113. Purnama terluka.
114 Bab 114. Di tendang Nilam
115 Bab 115. Pertolongan
116 Bab 116. Purnama sadar
117 Bab 117. Mencari Maharani bersama
118 Bab 118. Mencari gara²
119 Bab 119. Duka
120 Bab 120. Kesedihan Jeno
121 Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122 Bab 122. Membawa kepala Ratu
123 Bab 123. Jeno sakit
124 Bab 124. Siluman burung hantu
125 Bab 125. Nyanyian setan
126 Bab 126. mencari suara
127 Bab 127. Meninggal nya Jeno
128 Bab 128. Bersama
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1. Pengenalan
2
Bab 2. Itik buruk rupa
3
Bab 3. Bertengkar
4
Bab 4. Nani pindah
5
Bab 5. Bertemu Hendra
6
Bab 6. Obrolan para pelamar
7
Bab 7. Menuduh Nani
8
Bab 8. Berlubang
9
Bab 9. Santet
10
Bab 10. Pembeli lahan sawit
11
Bab 11. Operasi
12
Bab 12. Family Zidan
13
Bab 13. Memanggil dukun
14
Bab 14. Hilang sakit nya
15
Bab 15. Datang lagi
16
Bab 16. Davin menjenguk
17
Bab 17. Minta maaf pada Davin
18
Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19
Bab 19. Dugaan
20
Bab 20. Berbaikan
21
Bab 21. Kucing hitam
22
Bab 22. Nana hilang
23
Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24
Bab 24. Tuduhan Lupi
25
Bab 25. Patah hati lagi
26
Bab 26. Menemukan Nana
27
Bab 27. Ketemu
28
Bab 28. Ternyata
29
Bab 29. Meninggal
30
Bab 30. Perut busuk
31
Bab 31. Payudar* meledak
32
Bab 32. Cerita sendok
33
Bab 33. Nana datang
34
Bab 34. Di hantui
35
Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36
Bab 36. Kisah sendok part 1
37
Bab 37. Kisah sendok part 2
38
Bab 38. Pick me
39
Bab 39. Kucing hitam
40
Bab 40. Hendra
41
Bab 41. Kisah Hendra
42
Bab 42. Jasad Mbah Muni
43
Bab 43. Ada Zidan
44
Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45
Bab 45. Sam mencari
46
Bab 46. Dua arwah
47
Bab 47. Ingin masuk agensi
48
Bab 48. Aji Seno
49
Bab 49. Bu Yuni Curiga
50
Bab 50. Julid bersama iblis
51
Bab 51. Gadis bersama Davin
52
Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53
Bab 53. Sam dan kucing hitam
54
Bab 54. Tertangkap
55
Bab 55. Ketemu
56
Bab 56. Hampir musnah
57
Bab 57. Bukan kembang desa
58
Bab 58. Mbah Kakung
59
Bab 59. Mengunjungi Hendra
60
Bab 60. Negosiasi
61
Bab 61. Menemui Kakung
62
Bab 62. Bola api
63
Bab 63. Ketahuan
64
Bab 64. Ingin menemui Zidan
65
Bab 65. Usil nya siluman ular
66
Bab 66. Mendatangi Purnama
67
Bab 67. cerita brian
68
Bab 68. Duka Purnama
69
Bab 69. Meminta maaf
70
Bab 70. Nilam dan Tisa
71
Bab 71. Siluman kucing
72
Bab 72. Lupi ngompol
73
Bab 73. Ular dalam kuburan
74
Bab 74. Purnama hilang
75
Bab 75. Ternyata di kuburan.
76
Bab 76. Di tolong Kakung
77
Bab 77. Minta maaf
78
Bab 78. Debat dengan Nani
79
Bab 79. Mencoba sadar
80
Bab 80. Membanting
81
Bab 81. Tendangan Purnama
82
Bab 82. Garam
83
Bab 83. Tekad Nani
84
Bab 84. Ular beleng
85
Bab 85. Bertemu Arya
86
Bab 86. Embun pagi
87
Bab 87. Kakung tidak sanggup
88
Bab 88. Arya tantrum
89
Bab 89. Di suap batu panas
90
Bab 90. Tidak lupa
91
Bab 91. Makan malam
92
Bab 92. Davin ketahuan
93
Bab 93. Sungai kematian
94
Bab 94. Pasrah
95
Bab 95. Menemukan Nani
96
Bab 96. Cerita tiga pria
97
Bab 97. iblis keluar
98
Bab 98. Arwah tua
99
Bab 99. Kabar Purnama
100
Bab 100. Kuntilanak era baru
101
Bab 101. Ternyata....
102
Bab 102. Mencari arwah Nani
103
Bab 103. Panas membara
104
Bab 104. Siluman serigala
105
Bab 105. Di jilat kucing hitam
106
Bab 106. Kejadian Andi
107
Bab 107. Cerita bersama.
108
Bab 108. Mendatangi Purnama
109
109. Di banting juga
110
Bab 110. Berteman
111
Bab 111. Sirih satu jalur
112
Bab 112. Menangkap Nani
113
Bab 113. Purnama terluka.
114
Bab 114. Di tendang Nilam
115
Bab 115. Pertolongan
116
Bab 116. Purnama sadar
117
Bab 117. Mencari Maharani bersama
118
Bab 118. Mencari gara²
119
Bab 119. Duka
120
Bab 120. Kesedihan Jeno
121
Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122
Bab 122. Membawa kepala Ratu
123
Bab 123. Jeno sakit
124
Bab 124. Siluman burung hantu
125
Bab 125. Nyanyian setan
126
Bab 126. mencari suara
127
Bab 127. Meninggal nya Jeno
128
Bab 128. Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!