Bab 3. Bertengkar

Keluarga Davin pulang dengan membawa kekecewaan karena lamaran kali ini pun gagal total, Ayah Davin sebenar nya sudah tidak mau ketika putra nya mengajak kesana lagi. Namun putra nya tetap saja keras kepala dan kekeh mengajak untuk melamar Nana lagi, Sampai rumah Davin termenung karena cinta nya yang sangat besar untuk Nana. Dulu dia tinggal di kota dan pulang kampung, Setelah sampai kampung terpesona melihat kecantikan nya Nana yang sangat menggoda iman lelaki. Sayang nya gadis itu seolah mempermainkan diri nya, Nana awal nya mau dekat dengan Davin, Namun setelah di lamar dia malah menjauh dan menolak mentah mentah di hadapan para orang tua.

Ini adalah orang kelima yang cinta nya di tolak oleh Nana, Entah apa yang sebenarnya gadis itu cari. Davin juga bingung di buat nya, Karena mereka sudah melewatkan malam bersama dan Nana juga sudah tidak perawan. Tapi kenapa gadis itu menolak ketika akan di nikahi oleh pria yang menodai nya, Sungguh Davin tak habis pikir dengan penolakan nya Nana ini. Dua kali melamar dan dua kali juga di tolak, Sakit hati ya tentu saja pria ini rasakan. Orang tua nya sudah menasehati agar memilih gadis lain saja, Atau pulang kekota karena gadis kota banyak ragam nya.

"Kan sudah Ibu bilang to, Nak. Lebih baik cari yang lain, Nana itu gadis angkuh karena merasa cantik." Nasihat Bu Yuni.

"Namun aku mencintai dia tulus, Bu." Davin masih berat pada Nana.

"Dia tak menghargai cinta mu, Jangan merendahkan harga diri." Tegas Bu Yuni merasa geram.

Davin diam dalam pikiran nya sendiri, Jujur saja hati pemuda ini sakit karena selalu di tolak oleh gadis pujaan nya. Tapi mau bagai mana lagi karena tidak bisa juga memaksa Nana untuk mencintai diri nya, Entah apa yang sebenar nya Nana kejar sehingga begitu keras menolak lamaran pria yang sudah beberapa kali datang kerumah nya.

"Heh! Menung saja kau." Lupi datang menghampiri teman nya.

"Buat kaget orang saja kau ini." Davin terperanjat karena Lupi datang tiba tiba.

"Pasti kau sedang menung, Apa kau merana karena di tolak Nana?" Lupi duduk di sebelah Davin.

"Kau kan pernah mengalami juga, Tahu lah rasa nya seperti apa." Davin berkata lesu.

"Tapi kami lebih lapang dada menerima, Toh bukan hanya aku dan kau saja yang di tolak gadis sombong itu." Lupi berkata sinis.

Sudah ada enam orang yang di tolak Nana, Bahkan bisa di bilang semua nya adalah pria yang sangat mapan. Entah apa yang sebenar nya Nana cari, Masalah tampan wajah mereka sangat tampan yang pernah datang kesana. Walau Davin lah yang paling tampan di antara semua nya, Dia juga cukup kalem walau keluarga nya dari orang yang agak terkesan seram.

"Kau tidak berniat main dukun?" Tanya Lupi melirik Davin.

"Ngomong apa kau ini?!" Davin sewot mendengar masalah dukun.

"Ku dengar Mbah mu seorang dukun, Gampang saja to untuk membalas sakit hati." Pancing Lupi.

"Sirik! Sia sia saja aku setiap hari sholat menyembah allah bila akhir nya jatuh ketangan dukun." Davin memang orang yang taat pada agama.

Lupi mengangguk paham karena teman nya memang sangat sensi bila di ajak bicara masalah dukun, Mbah nya Davin adalah dukun terkenal yang bisa melakukan apa saja kepada korban nya. Namun Davin sama sekali tidak tertarik untuk melakukan itu, Walau jujur hati nya sakit di tolak Nana, Tapi tak pernah sedikit pun terlintas dalam benak nya bahwa dia akan melakukan hal yang sirik.

"Ya sudah, Aku mau mancing dulu." Pamit Lupi yang sangat hobi memancing.

"Asal jangan mancing janda bohay itu saja kau." Gurau Davin.

"Jadi lah, Tidak dapat perawan ya enggak masalah dapat janda." Lupi tertawa kencang.

"Apa?! Janda itu cuma kau jadikan pelampiasan saja." Rutuk Davin.

"Kan dia yang mau, Aku loh bayar sebagai ganti nya." Lupi berkata enteng.

"Zinah kau!"

Lupi tertawa dan segera menghidupkan motor nya, Dia pergi menuju sungai untuk memancing ikan. Sedangkan Davin pergi mengambil air wudhu untuk mengaji supaya hati ini bisa tenang, Dati pada hanya diam dan terus ingat akan sakit hati akibat penolakan Nana.

...****************...

Nana meminum jus untuk ganti makan malam nya, Sedikit pun tidak merasa bersalah pada Nani yang sudah di hina nya secara habis habisan. Dia tak peduli dengan perasaan orang yang di anggap nya tak penting, Bu Asih merasa lelah menghadapi putri sulung nya ini, Sikap arogan Nana membuat orang di sekitar nya merasa tak suka, Hanya cantik saja yang bisa menyelamatkan dia dari kata sombong dan arogan.

"Yang rajin nyapu, Pantas sekali kau memang jadi babu." Ejek Nana.

Praaaak.

Gagang sapu menghantam kening nya Nana karena Nani tak terima, Akhir nya mereka pun debat lagi. Nana menyiramkan jus yang ia minum kewajah adik nya, Keributan besar terjadi dalam rumah yang lumayan besar ini.

"Sadar diri woy bentuk mu jelek begini kok berani sekali melawan ku!" Sentak Nana.

"Biar pun jelek aku juga punya perasaan, Jangan asal bicara saja mulut mu itu." Bentak Nani marah sekali.

"Asal bicara dari mana? Fakta bahwa kau memang sangat jelek, Kulit mu hitam dekil." Hina Nana.

Sreeet.

Nani menjambak rambut Kakak nya yang terurai indah itu membuat Nana menjerit kesakitan, Tak tinggal diam maka Nana pun menjambak rambut adik nya yang baru smoothing, Dia geli bila melihat Nani pulang dari salon dan bentuk nya masih kucel saja karena memang kulit Nani hitam.

"Lepaskan aku, Anjing hitam!" Pekik Nana kesakitan.

"Kau harus di beri pelajaran, Supaya tidak sombong." Nani memang lebih kuat dari pada Kakak nya.

Nana kalah dan di benturkan pada dinding rumah, Gadis itu menjerit kesakitan karena kening nya benjol besar. Merasa sangat geram dengan wajah cantik Kakak nya, Nani memecahkan gelas jus dan menorehkan beling di kening Nana.

"Astaga, Nona!" Dani kalang kabut untuk memisahkan mereka.

Bertepatan juga Pak Irwin keluar karena mendengar suara yang sangat berisik, Dia menggeram marah dan membalik meja kaca hingga hancur berantakan. Nani dan Nana sama sama terdiam sambil menahan sakit masing masing, Kening Nana sudah berdarah banyak akibat goresan beling.

"Obati luka Nana." Titah Pak Irwin pada Dani.

"Baik, Tuan." Dani membawa Nana pergi dari sana.

Hanya tertinggal Nani yang menunduk karena ketakutan akan di marahi oleh Ayah nya, Air mata gadis ini kembali berderai karena merasa tidak adil hanya dia yang akan di marahi saja.

Terpopuler

Comments

aldi wirawan

aldi wirawan

zina ngatain zina, gajelas kau vin vin

2024-11-26

0

aldi wirawan

aldi wirawan

lahh taat agama kok udh hubungan badan di luar nikah? sakit nih orang

2024-11-26

2

m͒0͒π͒&͒3͒🤗ᵇᵃˢᵉ

m͒0͒π͒&͒3͒🤗ᵇᵃˢᵉ

gustii...sombong banget teryata wis jebol gaes🤣🤣🤣cari lelaki seperti apa loh nolak sana-sini teryata wis ora perawan ups🤭🤦‍♀️

2024-10-19

6

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pengenalan
2 Bab 2. Itik buruk rupa
3 Bab 3. Bertengkar
4 Bab 4. Nani pindah
5 Bab 5. Bertemu Hendra
6 Bab 6. Obrolan para pelamar
7 Bab 7. Menuduh Nani
8 Bab 8. Berlubang
9 Bab 9. Santet
10 Bab 10. Pembeli lahan sawit
11 Bab 11. Operasi
12 Bab 12. Family Zidan
13 Bab 13. Memanggil dukun
14 Bab 14. Hilang sakit nya
15 Bab 15. Datang lagi
16 Bab 16. Davin menjenguk
17 Bab 17. Minta maaf pada Davin
18 Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19 Bab 19. Dugaan
20 Bab 20. Berbaikan
21 Bab 21. Kucing hitam
22 Bab 22. Nana hilang
23 Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24 Bab 24. Tuduhan Lupi
25 Bab 25. Patah hati lagi
26 Bab 26. Menemukan Nana
27 Bab 27. Ketemu
28 Bab 28. Ternyata
29 Bab 29. Meninggal
30 Bab 30. Perut busuk
31 Bab 31. Payudar* meledak
32 Bab 32. Cerita sendok
33 Bab 33. Nana datang
34 Bab 34. Di hantui
35 Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36 Bab 36. Kisah sendok part 1
37 Bab 37. Kisah sendok part 2
38 Bab 38. Pick me
39 Bab 39. Kucing hitam
40 Bab 40. Hendra
41 Bab 41. Kisah Hendra
42 Bab 42. Jasad Mbah Muni
43 Bab 43. Ada Zidan
44 Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45 Bab 45. Sam mencari
46 Bab 46. Dua arwah
47 Bab 47. Ingin masuk agensi
48 Bab 48. Aji Seno
49 Bab 49. Bu Yuni Curiga
50 Bab 50. Julid bersama iblis
51 Bab 51. Gadis bersama Davin
52 Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53 Bab 53. Sam dan kucing hitam
54 Bab 54. Tertangkap
55 Bab 55. Ketemu
56 Bab 56. Hampir musnah
57 Bab 57. Bukan kembang desa
58 Bab 58. Mbah Kakung
59 Bab 59. Mengunjungi Hendra
60 Bab 60. Negosiasi
61 Bab 61. Menemui Kakung
62 Bab 62. Bola api
63 Bab 63. Ketahuan
64 Bab 64. Ingin menemui Zidan
65 Bab 65. Usil nya siluman ular
66 Bab 66. Mendatangi Purnama
67 Bab 67. cerita brian
68 Bab 68. Duka Purnama
69 Bab 69. Meminta maaf
70 Bab 70. Nilam dan Tisa
71 Bab 71. Siluman kucing
72 Bab 72. Lupi ngompol
73 Bab 73. Ular dalam kuburan
74 Bab 74. Purnama hilang
75 Bab 75. Ternyata di kuburan.
76 Bab 76. Di tolong Kakung
77 Bab 77. Minta maaf
78 Bab 78. Debat dengan Nani
79 Bab 79. Mencoba sadar
80 Bab 80. Membanting
81 Bab 81. Tendangan Purnama
82 Bab 82. Garam
83 Bab 83. Tekad Nani
84 Bab 84. Ular beleng
85 Bab 85. Bertemu Arya
86 Bab 86. Embun pagi
87 Bab 87. Kakung tidak sanggup
88 Bab 88. Arya tantrum
89 Bab 89. Di suap batu panas
90 Bab 90. Tidak lupa
91 Bab 91. Makan malam
92 Bab 92. Davin ketahuan
93 Bab 93. Sungai kematian
94 Bab 94. Pasrah
95 Bab 95. Menemukan Nani
96 Bab 96. Cerita tiga pria
97 Bab 97. iblis keluar
98 Bab 98. Arwah tua
99 Bab 99. Kabar Purnama
100 Bab 100. Kuntilanak era baru
101 Bab 101. Ternyata....
102 Bab 102. Mencari arwah Nani
103 Bab 103. Panas membara
104 Bab 104. Siluman serigala
105 Bab 105. Di jilat kucing hitam
106 Bab 106. Kejadian Andi
107 Bab 107. Cerita bersama.
108 Bab 108. Mendatangi Purnama
109 109. Di banting juga
110 Bab 110. Berteman
111 Bab 111. Sirih satu jalur
112 Bab 112. Menangkap Nani
113 Bab 113. Purnama terluka.
114 Bab 114. Di tendang Nilam
115 Bab 115. Pertolongan
116 Bab 116. Purnama sadar
117 Bab 117. Mencari Maharani bersama
118 Bab 118. Mencari gara²
119 Bab 119. Duka
120 Bab 120. Kesedihan Jeno
121 Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122 Bab 122. Membawa kepala Ratu
123 Bab 123. Jeno sakit
124 Bab 124. Siluman burung hantu
125 Bab 125. Nyanyian setan
126 Bab 126. mencari suara
127 Bab 127. Meninggal nya Jeno
128 Bab 128. Bersama
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1. Pengenalan
2
Bab 2. Itik buruk rupa
3
Bab 3. Bertengkar
4
Bab 4. Nani pindah
5
Bab 5. Bertemu Hendra
6
Bab 6. Obrolan para pelamar
7
Bab 7. Menuduh Nani
8
Bab 8. Berlubang
9
Bab 9. Santet
10
Bab 10. Pembeli lahan sawit
11
Bab 11. Operasi
12
Bab 12. Family Zidan
13
Bab 13. Memanggil dukun
14
Bab 14. Hilang sakit nya
15
Bab 15. Datang lagi
16
Bab 16. Davin menjenguk
17
Bab 17. Minta maaf pada Davin
18
Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19
Bab 19. Dugaan
20
Bab 20. Berbaikan
21
Bab 21. Kucing hitam
22
Bab 22. Nana hilang
23
Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24
Bab 24. Tuduhan Lupi
25
Bab 25. Patah hati lagi
26
Bab 26. Menemukan Nana
27
Bab 27. Ketemu
28
Bab 28. Ternyata
29
Bab 29. Meninggal
30
Bab 30. Perut busuk
31
Bab 31. Payudar* meledak
32
Bab 32. Cerita sendok
33
Bab 33. Nana datang
34
Bab 34. Di hantui
35
Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36
Bab 36. Kisah sendok part 1
37
Bab 37. Kisah sendok part 2
38
Bab 38. Pick me
39
Bab 39. Kucing hitam
40
Bab 40. Hendra
41
Bab 41. Kisah Hendra
42
Bab 42. Jasad Mbah Muni
43
Bab 43. Ada Zidan
44
Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45
Bab 45. Sam mencari
46
Bab 46. Dua arwah
47
Bab 47. Ingin masuk agensi
48
Bab 48. Aji Seno
49
Bab 49. Bu Yuni Curiga
50
Bab 50. Julid bersama iblis
51
Bab 51. Gadis bersama Davin
52
Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53
Bab 53. Sam dan kucing hitam
54
Bab 54. Tertangkap
55
Bab 55. Ketemu
56
Bab 56. Hampir musnah
57
Bab 57. Bukan kembang desa
58
Bab 58. Mbah Kakung
59
Bab 59. Mengunjungi Hendra
60
Bab 60. Negosiasi
61
Bab 61. Menemui Kakung
62
Bab 62. Bola api
63
Bab 63. Ketahuan
64
Bab 64. Ingin menemui Zidan
65
Bab 65. Usil nya siluman ular
66
Bab 66. Mendatangi Purnama
67
Bab 67. cerita brian
68
Bab 68. Duka Purnama
69
Bab 69. Meminta maaf
70
Bab 70. Nilam dan Tisa
71
Bab 71. Siluman kucing
72
Bab 72. Lupi ngompol
73
Bab 73. Ular dalam kuburan
74
Bab 74. Purnama hilang
75
Bab 75. Ternyata di kuburan.
76
Bab 76. Di tolong Kakung
77
Bab 77. Minta maaf
78
Bab 78. Debat dengan Nani
79
Bab 79. Mencoba sadar
80
Bab 80. Membanting
81
Bab 81. Tendangan Purnama
82
Bab 82. Garam
83
Bab 83. Tekad Nani
84
Bab 84. Ular beleng
85
Bab 85. Bertemu Arya
86
Bab 86. Embun pagi
87
Bab 87. Kakung tidak sanggup
88
Bab 88. Arya tantrum
89
Bab 89. Di suap batu panas
90
Bab 90. Tidak lupa
91
Bab 91. Makan malam
92
Bab 92. Davin ketahuan
93
Bab 93. Sungai kematian
94
Bab 94. Pasrah
95
Bab 95. Menemukan Nani
96
Bab 96. Cerita tiga pria
97
Bab 97. iblis keluar
98
Bab 98. Arwah tua
99
Bab 99. Kabar Purnama
100
Bab 100. Kuntilanak era baru
101
Bab 101. Ternyata....
102
Bab 102. Mencari arwah Nani
103
Bab 103. Panas membara
104
Bab 104. Siluman serigala
105
Bab 105. Di jilat kucing hitam
106
Bab 106. Kejadian Andi
107
Bab 107. Cerita bersama.
108
Bab 108. Mendatangi Purnama
109
109. Di banting juga
110
Bab 110. Berteman
111
Bab 111. Sirih satu jalur
112
Bab 112. Menangkap Nani
113
Bab 113. Purnama terluka.
114
Bab 114. Di tendang Nilam
115
Bab 115. Pertolongan
116
Bab 116. Purnama sadar
117
Bab 117. Mencari Maharani bersama
118
Bab 118. Mencari gara²
119
Bab 119. Duka
120
Bab 120. Kesedihan Jeno
121
Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122
Bab 122. Membawa kepala Ratu
123
Bab 123. Jeno sakit
124
Bab 124. Siluman burung hantu
125
Bab 125. Nyanyian setan
126
Bab 126. mencari suara
127
Bab 127. Meninggal nya Jeno
128
Bab 128. Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!