Bab 2. Itik buruk rupa

Nani menatap cermin dengan air mata berderai membasahi pipi, Meratapi nasib nya yang kadang ia merasa sangat tidak adil. Di bandingkan dengan Kakak nya yang memang sangat lah cantik, Nani kerap mendengar gunjingan orang yang berkata bahwa dia sangat jelek. Kulit nya memang hitam dan rambut keriting menghiasi kepala nya, Meski Nani juga kerap melakukan smoothing agar terlihat lurus dan cantik. tetap saja dia tak secantik Nana, memang Nana sangat lah cantik sehingga membuat siapa pun yang memandang nya jadi iri, Tak ketinggalan Nani yang juga memang sangat iri bila menatap wajah Nana, padahal mereka adalah saudara kandung satu Ayah dan satu Ibu, namun mereka sangat berbeda.

Wajah Nani dominan mirip Ayah nya yang berwajah keras, sedangkan Nana mirip Bu Asih yang memang sangat cantik. Dulu nya juga di nobatkan menjadi kembang desa, Hanya saja dia tak seangkuh Nana yang sering memamerkan kecantikan nya pada orang orang yang di temui. Kadang kala sebagai orang tua, Mereka takut bila kecantikan Nana akan jadi bumerang bagi diri nya sendiri. Tidak sedikit kembang desa yang malah mengalami nasib buruk karena kecantikan nya, Karena tak selama nya cantik itu membawa berkah, Ada juga yang membawa maut bila pemilik kecantikan tak bisa menjaga dengan baik.

"Jangan nangis terus, Semua sudah takdir dari Allah! Bahagia itu tak perlu menjadi sangat cantik, kita cantik dalam versi masing masing." Nasihat Bu Asih pada si bungsu.

"Versi masing masing bagai mana maksud, Ibu? tidak ada yang cantik dalam diriku, Bu!" Nani menangkup wajah nya kian keras menangis.

"Kamu cantik di mata Ibu! suatu saat ada pria yang menganggap mu cantik juga, Nak." Bu Asih iba sebenar nya melihat si bungsu begini.

"Tak akan ada pria yang memandang ku cantik, Semua yang datang kesini untuk Kak Nana." Sengit Nani.

"Allah menciptakan hamba nya berpasang pasangan, Insya allah kamu pasti dapat pasangan." nasihat Bu Asih sangat sabar.

Hanya terdengar isak tangis Nani karena dia tak bisa menerima takdir nya, Sering kali mendengar orang berkata bahwa anak bungsu Pak Irwin tak secantik Kakak nya. Itu sangat menyakiti hati Nani, Sekali dua kali dia akan cuek saja karena selalu di beri nasehat oleh sang Ibu, Namun lama lama dia sakit hati juga mendengar nya. Nani bosan dan sakit hati karena orang seolah memandang dia sebelah mata, Apa lagi sudah jadi standar bagi para pria bahwa semakin putih maka akan semakin cantik, Yang hitam tak akan mendapat cinta dari mereka, Hanya hinaan terua yang akan si hitam terima.

"Suntik putih mau? Atau infus bibit pemutih saja." Bu Asih akhir nya menawar kan pilihan terakhir karena kasihan dengan si bungsu.

"Bolehkah?"

"Kalau hanya membuat putih Ibu akan izinkan, Ayah juga! asal kan jangan sampai timbul niat di hati mu untuk operasi hidung." Peringat Bu Asih.

Bukan main senang nya hati Nani karena di izinkan untuk suntik putih, Dia langsung bersiap untuk mencari klinik agar segera memulai perawatan diri. Kemarin dia tidak di izinkan karena Bu Asih takut nanti nya akan membawa penyakit, Tapi setiap hari Nani akan selalu ribut masalah kulit dan paras, Maka akhir nya dia pun mengizinkan.

"Mau kemana Nani tadi, Bu?" Nana yang sedang memasak sayur bertanya pada Ibu nya.

"Klinik kecantikan." jawab Bu Asih singkat sambil memijit pelipis.

"Hahahaaaa, Buat apa juga dia pergi kesana." Nana tertawa seolah mengejek.

"Jangan begitu, Nana! adik mu bisa sakit hati bila mendengar nya." Nasihat Bu Asih.

"Aku bicara fakta loh, Bu! Nanti malah cuma buang uang saja, Toh dia akan tetap begitu." Nana berkata seolah tanpa dosa.

"Nana!"

Mendengar Ibu nya yang sudah agak membentak, Nana pun diam melanjutkan acara memasak nya. Dia memasak untuk diri nya sendiri, Sebab Nana tak makan nasi karena takut gemuk dan juga tak makan penyedap rasa.

...****************...

Malam hari rumah Pak Irwin kedatangan tamu dengan rombongan besar, Mereka agak kaget sebenar nya karena rombongan ini pernah datang kemari. Keluarga Davin kembali datang mengulang acara lamaran yang pernah di tolak, Sebenar nya anak toke sawit ini sangat lah tampan. Entah apa lagi kurang nya di mata Nana, Selain tampan dia juga cukup mapan dalam segi materi.

"Kedatangan saya kembali karena ingin melamar Nana, Pak Irwin." Ayah Davin membuka suara.

"Sama seperti sebelum nya, Pak. Saya memasrahkan semua pada Nana, Karena dia yang akan menjalani rumah tangga." Jawab Pak Irwin.

"Terima lah lamaran ku, Dik. Aku akan membelikan mu mobil dan lahan sawit lima hektar." Pinta Davin lembut sambil menatap Nana.

"Saya belum berniat menikah, Tolong hargai keputusan saya! Dan tolong jangan mengulang lamaran ini lagi, Bosan saya melihat wajah kamu." Tegas Nana pada Davin.

"Nana!"

Pak Irwin menatap putri nya tajam sehingga membuat Nana tertunduk, Bukan main malu nya keluarga ini karena Nana sangat tidak sopan. Kalau pun menolak harus dengan kata kata yang baik, Agar pihak yang melamar tidak merasakan sakit hati. Akan bahaya bila ada pihak sakit hati, Pak Irwin sudah mencemaskan hal itu. Dia tahu hidup di kampung sangat susah, Apa lagi Nana memang sangat angkuh.

"Supaya Davin tahu, Ayah! Bahwa aku tak ingin menikah sekarang, Sana nikah sama Nani kalau mau." Nana malah bergegas pergi setelah mengajukan adik nya.

Nani mendengar dari ruang tengah bahwa nama nya di sebut, Sampai saat ini belum ada pria yang pernah melamar nya. Dia sadar bahwa diri nya jelek, Sehingga tak ada pria yang tertarik untuk menikahi.

"Kalau kau memang tak mau menerima lamaran orang, Tolak lah tanpa membawa nama ku!" Geram Nani.

"Kenapa kau marah? Bagus lah aku tawarkan kau, Supaya cepat laku." Nana berkata pedas.

"Jodoh itu di tangan allah, Kalau memang sudah datang jodoh untuk ku, Tanpa kau tawarkan pun aku akan menikah." Sentak Nani.

"Sombong sekali kau anak itik buruk rupa! Sadar diri kau, Ngaca kalau bentuk mu sangat dekil." Nana menunjuk kening adik nya.

Plaaak.

Nani yang sangat kesal karena selalu di hina oleh sang Kakak, Dia menampar Nana sehingga membuat Nana terpekik. Sontak orang tua nya yang di depan menjadi kaget, Mereka kebagian tengah untuk melihat keributan.

"Apa yang kalian lakukan, Tidak bisa kah kalian lihat tamu di depan?!" Pak Irwin menggeram marah.

"Marah saja padaku, Aku yang jelek ini saja yang Ayah marahi." Nani berteriak sambil menangis.

Bu Asih memberi kode pada suami nya agar menemui tamu itu saja lagi, Biar dia yang mengurus pertengkaran para putri nya di belakang.

Terpopuler

Comments

Trimuntari Darwin

Trimuntari Darwin

ada jg upik abu

2024-10-28

0

m͒0͒π͒&͒3͒🤗ᵇᵃˢᵉ

m͒0͒π͒&͒3͒🤗ᵇᵃˢᵉ

jangan terlalu sombong dan angkuh dengan paras rupa karena itu akan menjadi bumerang untuk dirimu sendiri 😒😒

2024-10-19

1

paty

paty

nana lo lupa kecantikan lo tetap akan pudar

2024-10-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pengenalan
2 Bab 2. Itik buruk rupa
3 Bab 3. Bertengkar
4 Bab 4. Nani pindah
5 Bab 5. Bertemu Hendra
6 Bab 6. Obrolan para pelamar
7 Bab 7. Menuduh Nani
8 Bab 8. Berlubang
9 Bab 9. Santet
10 Bab 10. Pembeli lahan sawit
11 Bab 11. Operasi
12 Bab 12. Family Zidan
13 Bab 13. Memanggil dukun
14 Bab 14. Hilang sakit nya
15 Bab 15. Datang lagi
16 Bab 16. Davin menjenguk
17 Bab 17. Minta maaf pada Davin
18 Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19 Bab 19. Dugaan
20 Bab 20. Berbaikan
21 Bab 21. Kucing hitam
22 Bab 22. Nana hilang
23 Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24 Bab 24. Tuduhan Lupi
25 Bab 25. Patah hati lagi
26 Bab 26. Menemukan Nana
27 Bab 27. Ketemu
28 Bab 28. Ternyata
29 Bab 29. Meninggal
30 Bab 30. Perut busuk
31 Bab 31. Payudar* meledak
32 Bab 32. Cerita sendok
33 Bab 33. Nana datang
34 Bab 34. Di hantui
35 Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36 Bab 36. Kisah sendok part 1
37 Bab 37. Kisah sendok part 2
38 Bab 38. Pick me
39 Bab 39. Kucing hitam
40 Bab 40. Hendra
41 Bab 41. Kisah Hendra
42 Bab 42. Jasad Mbah Muni
43 Bab 43. Ada Zidan
44 Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45 Bab 45. Sam mencari
46 Bab 46. Dua arwah
47 Bab 47. Ingin masuk agensi
48 Bab 48. Aji Seno
49 Bab 49. Bu Yuni Curiga
50 Bab 50. Julid bersama iblis
51 Bab 51. Gadis bersama Davin
52 Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53 Bab 53. Sam dan kucing hitam
54 Bab 54. Tertangkap
55 Bab 55. Ketemu
56 Bab 56. Hampir musnah
57 Bab 57. Bukan kembang desa
58 Bab 58. Mbah Kakung
59 Bab 59. Mengunjungi Hendra
60 Bab 60. Negosiasi
61 Bab 61. Menemui Kakung
62 Bab 62. Bola api
63 Bab 63. Ketahuan
64 Bab 64. Ingin menemui Zidan
65 Bab 65. Usil nya siluman ular
66 Bab 66. Mendatangi Purnama
67 Bab 67. cerita brian
68 Bab 68. Duka Purnama
69 Bab 69. Meminta maaf
70 Bab 70. Nilam dan Tisa
71 Bab 71. Siluman kucing
72 Bab 72. Lupi ngompol
73 Bab 73. Ular dalam kuburan
74 Bab 74. Purnama hilang
75 Bab 75. Ternyata di kuburan.
76 Bab 76. Di tolong Kakung
77 Bab 77. Minta maaf
78 Bab 78. Debat dengan Nani
79 Bab 79. Mencoba sadar
80 Bab 80. Membanting
81 Bab 81. Tendangan Purnama
82 Bab 82. Garam
83 Bab 83. Tekad Nani
84 Bab 84. Ular beleng
85 Bab 85. Bertemu Arya
86 Bab 86. Embun pagi
87 Bab 87. Kakung tidak sanggup
88 Bab 88. Arya tantrum
89 Bab 89. Di suap batu panas
90 Bab 90. Tidak lupa
91 Bab 91. Makan malam
92 Bab 92. Davin ketahuan
93 Bab 93. Sungai kematian
94 Bab 94. Pasrah
95 Bab 95. Menemukan Nani
96 Bab 96. Cerita tiga pria
97 Bab 97. iblis keluar
98 Bab 98. Arwah tua
99 Bab 99. Kabar Purnama
100 Bab 100. Kuntilanak era baru
101 Bab 101. Ternyata....
102 Bab 102. Mencari arwah Nani
103 Bab 103. Panas membara
104 Bab 104. Siluman serigala
105 Bab 105. Di jilat kucing hitam
106 Bab 106. Kejadian Andi
107 Bab 107. Cerita bersama.
108 Bab 108. Mendatangi Purnama
109 109. Di banting juga
110 Bab 110. Berteman
111 Bab 111. Sirih satu jalur
112 Bab 112. Menangkap Nani
113 Bab 113. Purnama terluka.
114 Bab 114. Di tendang Nilam
115 Bab 115. Pertolongan
116 Bab 116. Purnama sadar
117 Bab 117. Mencari Maharani bersama
118 Bab 118. Mencari gara²
119 Bab 119. Duka
120 Bab 120. Kesedihan Jeno
121 Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122 Bab 122. Membawa kepala Ratu
123 Bab 123. Jeno sakit
124 Bab 124. Siluman burung hantu
125 Bab 125. Nyanyian setan
126 Bab 126. mencari suara
127 Bab 127. Meninggal nya Jeno
128 Bab 128. Bersama
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Bab 1. Pengenalan
2
Bab 2. Itik buruk rupa
3
Bab 3. Bertengkar
4
Bab 4. Nani pindah
5
Bab 5. Bertemu Hendra
6
Bab 6. Obrolan para pelamar
7
Bab 7. Menuduh Nani
8
Bab 8. Berlubang
9
Bab 9. Santet
10
Bab 10. Pembeli lahan sawit
11
Bab 11. Operasi
12
Bab 12. Family Zidan
13
Bab 13. Memanggil dukun
14
Bab 14. Hilang sakit nya
15
Bab 15. Datang lagi
16
Bab 16. Davin menjenguk
17
Bab 17. Minta maaf pada Davin
18
Bab 18. Pak Lurah dan Pak Rt
19
Bab 19. Dugaan
20
Bab 20. Berbaikan
21
Bab 21. Kucing hitam
22
Bab 22. Nana hilang
23
Bab 23. Pacaran di bawah jembatan
24
Bab 24. Tuduhan Lupi
25
Bab 25. Patah hati lagi
26
Bab 26. Menemukan Nana
27
Bab 27. Ketemu
28
Bab 28. Ternyata
29
Bab 29. Meninggal
30
Bab 30. Perut busuk
31
Bab 31. Payudar* meledak
32
Bab 32. Cerita sendok
33
Bab 33. Nana datang
34
Bab 34. Di hantui
35
Bab 35. Mengantar kerumah Andi
36
Bab 36. Kisah sendok part 1
37
Bab 37. Kisah sendok part 2
38
Bab 38. Pick me
39
Bab 39. Kucing hitam
40
Bab 40. Hendra
41
Bab 41. Kisah Hendra
42
Bab 42. Jasad Mbah Muni
43
Bab 43. Ada Zidan
44
Bab 44. Ngobrol bersama Zidan
45
Bab 45. Sam mencari
46
Bab 46. Dua arwah
47
Bab 47. Ingin masuk agensi
48
Bab 48. Aji Seno
49
Bab 49. Bu Yuni Curiga
50
Bab 50. Julid bersama iblis
51
Bab 51. Gadis bersama Davin
52
Bab 52. Pingsan gara² kuntilanak
53
Bab 53. Sam dan kucing hitam
54
Bab 54. Tertangkap
55
Bab 55. Ketemu
56
Bab 56. Hampir musnah
57
Bab 57. Bukan kembang desa
58
Bab 58. Mbah Kakung
59
Bab 59. Mengunjungi Hendra
60
Bab 60. Negosiasi
61
Bab 61. Menemui Kakung
62
Bab 62. Bola api
63
Bab 63. Ketahuan
64
Bab 64. Ingin menemui Zidan
65
Bab 65. Usil nya siluman ular
66
Bab 66. Mendatangi Purnama
67
Bab 67. cerita brian
68
Bab 68. Duka Purnama
69
Bab 69. Meminta maaf
70
Bab 70. Nilam dan Tisa
71
Bab 71. Siluman kucing
72
Bab 72. Lupi ngompol
73
Bab 73. Ular dalam kuburan
74
Bab 74. Purnama hilang
75
Bab 75. Ternyata di kuburan.
76
Bab 76. Di tolong Kakung
77
Bab 77. Minta maaf
78
Bab 78. Debat dengan Nani
79
Bab 79. Mencoba sadar
80
Bab 80. Membanting
81
Bab 81. Tendangan Purnama
82
Bab 82. Garam
83
Bab 83. Tekad Nani
84
Bab 84. Ular beleng
85
Bab 85. Bertemu Arya
86
Bab 86. Embun pagi
87
Bab 87. Kakung tidak sanggup
88
Bab 88. Arya tantrum
89
Bab 89. Di suap batu panas
90
Bab 90. Tidak lupa
91
Bab 91. Makan malam
92
Bab 92. Davin ketahuan
93
Bab 93. Sungai kematian
94
Bab 94. Pasrah
95
Bab 95. Menemukan Nani
96
Bab 96. Cerita tiga pria
97
Bab 97. iblis keluar
98
Bab 98. Arwah tua
99
Bab 99. Kabar Purnama
100
Bab 100. Kuntilanak era baru
101
Bab 101. Ternyata....
102
Bab 102. Mencari arwah Nani
103
Bab 103. Panas membara
104
Bab 104. Siluman serigala
105
Bab 105. Di jilat kucing hitam
106
Bab 106. Kejadian Andi
107
Bab 107. Cerita bersama.
108
Bab 108. Mendatangi Purnama
109
109. Di banting juga
110
Bab 110. Berteman
111
Bab 111. Sirih satu jalur
112
Bab 112. Menangkap Nani
113
Bab 113. Purnama terluka.
114
Bab 114. Di tendang Nilam
115
Bab 115. Pertolongan
116
Bab 116. Purnama sadar
117
Bab 117. Mencari Maharani bersama
118
Bab 118. Mencari gara²
119
Bab 119. Duka
120
Bab 120. Kesedihan Jeno
121
Bab 121. Kucing hitam vs serigala
122
Bab 122. Membawa kepala Ratu
123
Bab 123. Jeno sakit
124
Bab 124. Siluman burung hantu
125
Bab 125. Nyanyian setan
126
Bab 126. mencari suara
127
Bab 127. Meninggal nya Jeno
128
Bab 128. Bersama

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!