Batu Bintang Jingga & Panggilan Raja

Resi Sundek menjelaskan dengan sangat panjang lebar tentang batu bintang, penggunanya, dan bahkan masa lalunya kepada Jaka Satya semua yang telah terjadi di masa lalunya juga dia ceritakan.

Jaka mendengarkan dengan penuh perhatian. Mungkin itulah kenapa dia ingin menjadi seorang empu atau resi seperti gurunya itu.

Semua pengalaman Resi Sundek satu demi satu membuatnya semakin bersemangat dia juga ingin melalang buana, berpetualang dengan mereka yang juga punya keinginan yang sama dengannya... Melihat dunia luar pulaunya tentu banyak hal menarik yang bisa dia pelajari dan dapatkan.

"Nah, Jaka bawa dan ambilah untukmu keris itu dan sebentar, ini aku juga sudah membuat warangkanya ( sarung keris)." Resi Sundek pun menyerahkan warangka dari keris batu bintang merah itu.

"Suatu saat kau juga akan mengalami hal yang sama denganku", pesan Resi Sundek

"Persiapkan dirimu Jaka sudah saatnya kau berburu batu bintang yang adalah bahan pamor yang mengandung berbagai kesaktian," lanjutnya

"Tapi Eyang bukankah batu bintang itu memilih orang yang dianggapnya pantas?" ada hal yang membuat Jaka tidak mengerti.

"Atau adakah seseorang menggunakan lebih dari satu bintang pada dirinya?" tanyanya lagi.

Resi Sundek menganggukan kepalanya. Dan mulai menerangkan kebingungan Jaka.

"Benar, dulu di masa kami generasi lama pengguna batu bintang ada yang menggunakan lebih dari satu batu bintang, tapi itu sangat langka sebab orang itu biasanya mempunyai hikmat melebihi manusia biasa dan juga lebih berilmu tinggi dari para pandita dan yang jelas orang tersebut tinggal dan hidup di negeri-negeri gaib. Seperti kota Janasaran."

"Maaf Eyang Resi, apakah Eyang Resi adalah pengguna batu bintang yang aku maksudkan, bukankah Eyang Resi mempunyai berbagai macam jenis pamor di tempat ini?" tanya Jaka kembali.

"Hehehe.. bukan, aku bukanlah orang yang kau maksud itu, pamor-pamor ini tidak kabur dari tempat ini karena aku punya kemampuan istimewa dari batu bintang yang aku pakai saat ini," Resi Sundek pun memperlihatkan kerisnya yang di hiasi beberapa butir batu bintang yang berwarna jingga.

"Keris ini mempunyai kekuatan istimewa mengunci dan menyegel kemampuan batu bintang lainnya, selain itu batu bintang jingga ini bisa mengeluarkan lapisan pelindung yang melindungi penggunanya dari serangan jenis apapun meskipun serangannya sangat kuat."

"Sedangkan batu bintang merah yang ada dalam kerismu itu kemungkinan mempunyai kekuatan istimewa yang berkaitan dengan api," ujar Resi Sundek.

Jaka Satya mendengar penuturan gurunya itu dengan seksama dia semakin bergairah ketika dia diberi keris batu bintang merah itu, tak sabar dia ingin menunjukkannya pada keluarganya. Ayah, ibu, dan kakak perempuannya pasti akan terkejut.

"Jaka setelah ini Eyang akan mengajarimu membuat rapalan dan mantra untuk keris tanpa pamor tapi selesaikan dahulu ukiran di keris bintang merahmu itu," Resi Sundek berkata demikian karena dia sudah percaya penuh dengan kemampuan Jaka Satya.

"Baik, Eyang, sendiko dhawuh, matur nuwun," jawab Jaka penuh rasa hormat. Dia pun melanjutkan menatah dan mengukir keris batu bintang merah miliknya itu dan segera akan ditunjukkan pada ayahnya nanti sepulangnya dari tempat bergurunya itu.

Tiba-tiba terdengar derap langkah kaki kuda yang berlari terburu-buru menuju tempat penempaan besi itu.

Drap.. drap.. drap.. !

Disusul suara ringkik kuda yang ditunggangi seorang prajurit Ghayankbara. Prajurit itu melompat turun dari punggung kuda dan berlari menuju Resi Sundek yang telah berdiri di beranda depan menyambutnya.

Prajurit itu terlihat sangat tergesa-gesa dan segera merendahkan tubuhnya ke tanah dengan menekuk kaki kiri ke depan dan lutut kaki kanan dia jadikan penahan di tanah. Sambil melakukan gerakan sembah dengan kedua telapak tangannya Prajurit itu mulai menyampaikan pesannya.

"Hormat hamba Tuan Resi Sundek, hamba mendapat pesan dari Gusti Prabu Gajayanare, untuk menjemput Tuan Resi, beliau menginginkan Tuan Resi menemuinya saat ini juga," ucap prajurit itu dengan cepat, namun cukup jelas menyampaikan pesannya.

"Hemm baiklah, segeralah kau kembali ke istana aku akan segera kesana, tapi sebelumnya aku harus mempersiapkan diri dan memberi perintah pada panjak-panjak ku dulu selama aku tidak ada di sini," jawab Resi Sundek padanya.

"Baik dan Terima kasih Tuan Resi," sambil memberi tanda hormat pada Resi Sundek Prajurit itu menundukkan kepalanya sekali dan bergegas menunggangi kudanya kembali menuju ke istana dengan sangat cepat.

Resi Sundek bertanya-tanya dalam benaknya kenapa Raja Gajayanare memanggilnya setelah sekian lama dan menduga masalah yang dihadapi pastilah genting.

Dia pun berjalan menuju tempat penempaan besi menemui ketiga panjak yang sedang sibuk menempa.

"Sura ! Berhenti sejenak, saat ini aku akan menemui Gusti Prabu Gajayanare di istana, kau yang akan bertanggung jawab di sini selama aku belum kembali." Resi Sundek memberi perintah pada panjaknya yang paling lama bekerja padanya.

"Baik Empu hamba akan melaksanakannya dengan baik", jawab Sura. Sementara Kirman dan Tejo keheranan karena tidak biasanya Raja Gajayanare mengundang Resi Sundek ke istana.

"Oh iya, jangan lupa kau ajarkan beberapa rapalan dan mantra sederhana pada Jaka, karena saat ini dia sudah pandai mengukir keris. Dan Sura untuk keris pesanan Punggawa Sudirga sudah aku persiapkan dan aku kemas dalam peti kayu kecil yang sudah aku beri tanda namanya berikan itu padanya jika dia atau utusannya kemari untuk mengambilnya," perintah Resi Sundek kembali pada Sura orang kepercayaannya.

"Baik Empu... " Sura menjawab singkat namun tegas.

"Aku akan berkemas dan bersiap-siap kemudian langsung menuju istana, jaga diri kalian baik-baik," pesan sang resi pada ketiga panjak itu.

Resi Sundek kemudian berbalik meninggalkan para bawahannya itu berjalan menuju biliknya.

Mengambil dua keris dengan kekuatan yang berbeda. Dia sarung kan di ikat pinggangnya secara menyilang dibelakang pinggangnya.

Lalu dia menemui Jaka Satya yang masih belum menyelesaikan ukiran keris batu bintang merahnya.

"Jaka, Eyang minta maaf, belum ada waktu mengajarimu tentang menulis dan mengucapkan mantra dan rapalan tapi Eyang sudah berpesan pada Sura untuk membantumu." Sambil menepuk pundak Jaka, resi itu mengambil keris batu bintang jingganya dan menyelipkan di ikat pinggang bagian depan.

"Eyang guru hendak kemana?" Jaka begitu terkejut melihat gurunya itu menyandang tiga keris batu bintang sekaligus.

"Gusti Prabu Gajayanare memanggilku, sepertinya akan ada pertemuan penting kembali di kota gaib Janasaran, untuk itulah aku membawa ketiga keris ini,".jawab Sundek apa adanya.

"Sura akan membimbingmu, jangan sungkan bertanya padanya ingat pepatah malu bertanya sesat di jalan, jangan kau simpulkan sendiri jika kau tak memahami sesuatu bertanyalah padanya karena dia sudah lama bekerja di tempat ini," sambungnya memberi pesan.

"Baik eyang guru hamba mengerti." Jaka memberi hormat sambil menundukkan kepalanya, meskipun beribu-ribu pertanyaan ingin dia sampaikan pada gurunya yang sangat dikaguminya itu, namun dia tak mau menghambat waktu yang sangat berharga bagi gurunya itu.

Akhirnya Resi Sundek pun berjalan keluar menuju istal kudanya, Najar. Kuda hitam yang bersurai panjang itu melihatnya dan mengagguk-anggukan kepalanya seolah menyambutnya dengan gembira dengan meringkik karena dia merasa bosan berdiam diri di kandangnya.

Ini saatnya berlari bebas menggerakkan kaki-kakinya yang terasa pegal, mungkin itu yang ada dipikiran kuda itu.

"Najar, ayo saatnya ke istana Jhamapati, dan segeralah kembali ke sini setibanya aku di sana, mengerti Najar? " Sang Resi menepuk nepuk punggung leher kudanya sembari naik di punggungnya.

Dan dengan tepukan halusnya kuda itu pun mulai melesat berlari bagaikan kilat.

Episodes
1 Batu Bintang & Perantau
2 Tentang Nasutaran & Awal Petualangan Putri Tihu
3 Resi Sundek & Jaka Satya
4 Anak Laut & Legenda Putri Duyong
5 Batu Bintang Ungu & Kenangan Manis
6 Generasi Lama Pengguna Batu Bintang
7 Penjaga Rimba
8 Nenek Kaayat, Mawinei Aray & Qeva Aray
9 Keramahan Suku Kaday
10 Berlabuh Di Pulau Waja
11 Andiek Wakkawaru & Batu Bintangnya
12 Rencana Jahat & Batu Bintang Jaka Satya
13 Batu Bintang Jingga & Panggilan Raja
14 Kaisiepo, Kuari, & Reptil Ganas
15 Cinta Pandangan Pertama
16 Selamat Bergabung Bahri Masiak
17 Seniman Bertopeng
18 Pertarungan Singkat
19 Menumpas Reptil Ganas;Awal Perdamaian
20 Pertemuan Di Kota Gaib Janasaran
21 Menangkap Penyusup
22 Perjalanan Hidup Tiku Ra
23 Insiden Kecil Di Pemandian
24 Harimau Segan & Burung Yang Sakit
25 Rencana Menuju Rembuba
26 Yu Ginah Dikejar Ular Raksasa
27 Yu Ginah Kembali Dikejar Ular Raksasa
28 Nasib Akhir Ular Raksasa
29 Rencana Di Balik Layar & Naik Gajah
30 Raguda, Gumblin & Yu Ginah
31 Menyelusuri Gua Para Gumblin
32 Kakak Adik, Bersua Untuk Berlaga
33 Tentang Zeve
34 Kekacauan Dalam Gua Besar
35 Penerus Kaisiepo
36 Selamat Malam Nasutaran
37 Rencana Baru Nilam Sekar Sari
38 Yakomina, Jeko, Joki & Kuari
39 Penerus Resi Sundek
40 Penginapan Teratai Merah
41 Berpisah Sementara
42 Suminem & Sri Setyoningrum
43 Yu Cikrak dan Persiapannya
44 Deden Sobarna Vs Wong Fei Gong
45 Logam Melawan Jumlah
46 Bocah Pengendali Serangga
47 Pengamatan
48 Singgah di Penginapan Teratai Merah
49 Batu Tujuh Warna & Pemandian Air Panas Teratai Merah
50 Minuman Jahe Gula Merah
51 Suromenggolo & Sri Setyoningrum
52 Chen Chien Lung Vs Zivu
53 Intermezzo Pengenalan Karakter (1)
54 Zivu Yang Malang
55 Suromenggolo Gandrung
56 Dompu & Keluhannya
57 Perjanjian Kaayat dengan Ratu Lily
58 Buaya Raksasa Muara Tobari
59 Kunjungan Kaisiepo
60 Buaya Muara Tobari Tamat
61 Simbol Mantra
62 Benda Terbang Asing (BETA)
63 Pelajaran Untuk Yakomina
64 Firasat Nenek Kaayat
65 Percakapan Zavo & Mitranya
66 Mengunjungi Rumah Jaka Satya
67 Percakapan Nerkhuzogh
68 Miko & Miki
69 Rencana Jaka Satya
70 Hikmat Yang Bertambah-Tambah
71 Gumblin Di Hutan Citora?
72 Ketemu Kau, Tisna Biyantara
73 Rencana Dompu
74 Yu Ginah Menyadap
75 Belajar Memanah Matoa
76 Rahasia Sang Pencipta Semesta
77 Takdir
78 Godaan
79 Belajar Senjata Bumerang
80 Pencuri Hutan Yang Misterius
81 Sampai Di Nubiri
82 Pencuri Dari Negeri Matahari Terbit
83 Misi Penyelamatan Nubiri
84 Sura, Tejo Dan Kirman
85 Sundang VS Kalaripayattu
86 Genjoru, Sogutse & Kizuka
87 Kerinduan Suromenggolo
88 Nubiri Selamat ; Niat Genjoru
89 Rencana Genjoru & Kesibukan Andiek serta Labosi
90 Dilema Sri Setyoningrum
91 Intermezzo Pengenalan Karakter (2)
92 Terengah-engah
93 Sri Setyoningrum Berdenyut
94 3 Kantung Emas ; Sebuah Kapal Induk
95 Meringkus Ni Sesari
96 Dilema Suromenggolo
97 Melihat Pulau Pa'apu Dari Angkasa
98 Zeve & Zavo (1)
99 Informasi Panglima Burung
100 Telepati Nenek Kaayat
101 Dompu Beraksi
102 Sura Berpindah Jaman
103 Zeve & Zavo (2)
104 Musyawarah Mufakat
105 Belajar Kapal Cakram
106 Identitas Batu Bintang
107 Sukarelawan Ras Nubiri
108 Sri Setyoningrum Bertarung
109 Pertimbangan Ratu Aduyugayi
110 Protokol Kapal Induk Nasutaran
111 "Mohon Perhatiannya!"
112 Genjoru Kibigama Mendapat Ijin
113 Yu Ginah Terlempar Ke Masa Depan
114 Nerkhuzogh Tujuh Warna
115 Zeve & Zavo Pulang Kampung
116 Kampung Halaman
117 Dompu Meloloskan Diri
118 Kisah Pilu Suromenggolo
119 Kapal Induk Musuh Menyerang
120 Invasion Of Liz-ert
121 Gorgonzola
122 Kebakaran Kecil Di Tengah Hutan
123 Gorgonzola Memburu
124 Panglima Burung...
125 Panglima Burung...
126 Keluarga "Z"
127 Kota Gaib Negeri Siggrin
128 Gorgonzola mengincar Bahri Masiak
129 Berjuang Bersama
130 Intermezzo Pengenalan Karakter (3)
131 Flashback;Meeting Room Deck-02
132 Panglima Kumbang
133 Pertarungan Bahri Masiak
134 Shugyosa; Kibigama Genjoru!
135 Kejutan Gorgonzola
136 Benua Kangguru
137 Yu Ginah Tewas (1 )
138 Yu Ginah Tewas (2)
139 Gorgonzola Lolos Lagi
140 Kemenangan Sementara
141 Ratu Nerkhuzogh 7 Warna
142 Nerkhuzogh Memperkenalkan Diri
143 Suromenggolo & Sri Setyoningrum Mantenan
144 Kunjungan Predotar Neptonu
145 Point Of View Dompu
146 Bersiap Menuju Kota Gaib Siggrin
147 Uywa Uñjöræ Mulai Menjelajah ; Trio Z Masuk Kota Gaib Siggrin
148 Nicolas Dan Ramah Tamahnya
149 Malam Pertama Suromenggolo Dan Sri Setyoningrum
150 Nenek Kaayat & Panglima Burung Bertarung Bersama
151 Masalah Baru di Sekolah Sihir Hardword
152 Pencarian Resi Sundek di Jagat Raya
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Batu Bintang & Perantau
2
Tentang Nasutaran & Awal Petualangan Putri Tihu
3
Resi Sundek & Jaka Satya
4
Anak Laut & Legenda Putri Duyong
5
Batu Bintang Ungu & Kenangan Manis
6
Generasi Lama Pengguna Batu Bintang
7
Penjaga Rimba
8
Nenek Kaayat, Mawinei Aray & Qeva Aray
9
Keramahan Suku Kaday
10
Berlabuh Di Pulau Waja
11
Andiek Wakkawaru & Batu Bintangnya
12
Rencana Jahat & Batu Bintang Jaka Satya
13
Batu Bintang Jingga & Panggilan Raja
14
Kaisiepo, Kuari, & Reptil Ganas
15
Cinta Pandangan Pertama
16
Selamat Bergabung Bahri Masiak
17
Seniman Bertopeng
18
Pertarungan Singkat
19
Menumpas Reptil Ganas;Awal Perdamaian
20
Pertemuan Di Kota Gaib Janasaran
21
Menangkap Penyusup
22
Perjalanan Hidup Tiku Ra
23
Insiden Kecil Di Pemandian
24
Harimau Segan & Burung Yang Sakit
25
Rencana Menuju Rembuba
26
Yu Ginah Dikejar Ular Raksasa
27
Yu Ginah Kembali Dikejar Ular Raksasa
28
Nasib Akhir Ular Raksasa
29
Rencana Di Balik Layar & Naik Gajah
30
Raguda, Gumblin & Yu Ginah
31
Menyelusuri Gua Para Gumblin
32
Kakak Adik, Bersua Untuk Berlaga
33
Tentang Zeve
34
Kekacauan Dalam Gua Besar
35
Penerus Kaisiepo
36
Selamat Malam Nasutaran
37
Rencana Baru Nilam Sekar Sari
38
Yakomina, Jeko, Joki & Kuari
39
Penerus Resi Sundek
40
Penginapan Teratai Merah
41
Berpisah Sementara
42
Suminem & Sri Setyoningrum
43
Yu Cikrak dan Persiapannya
44
Deden Sobarna Vs Wong Fei Gong
45
Logam Melawan Jumlah
46
Bocah Pengendali Serangga
47
Pengamatan
48
Singgah di Penginapan Teratai Merah
49
Batu Tujuh Warna & Pemandian Air Panas Teratai Merah
50
Minuman Jahe Gula Merah
51
Suromenggolo & Sri Setyoningrum
52
Chen Chien Lung Vs Zivu
53
Intermezzo Pengenalan Karakter (1)
54
Zivu Yang Malang
55
Suromenggolo Gandrung
56
Dompu & Keluhannya
57
Perjanjian Kaayat dengan Ratu Lily
58
Buaya Raksasa Muara Tobari
59
Kunjungan Kaisiepo
60
Buaya Muara Tobari Tamat
61
Simbol Mantra
62
Benda Terbang Asing (BETA)
63
Pelajaran Untuk Yakomina
64
Firasat Nenek Kaayat
65
Percakapan Zavo & Mitranya
66
Mengunjungi Rumah Jaka Satya
67
Percakapan Nerkhuzogh
68
Miko & Miki
69
Rencana Jaka Satya
70
Hikmat Yang Bertambah-Tambah
71
Gumblin Di Hutan Citora?
72
Ketemu Kau, Tisna Biyantara
73
Rencana Dompu
74
Yu Ginah Menyadap
75
Belajar Memanah Matoa
76
Rahasia Sang Pencipta Semesta
77
Takdir
78
Godaan
79
Belajar Senjata Bumerang
80
Pencuri Hutan Yang Misterius
81
Sampai Di Nubiri
82
Pencuri Dari Negeri Matahari Terbit
83
Misi Penyelamatan Nubiri
84
Sura, Tejo Dan Kirman
85
Sundang VS Kalaripayattu
86
Genjoru, Sogutse & Kizuka
87
Kerinduan Suromenggolo
88
Nubiri Selamat ; Niat Genjoru
89
Rencana Genjoru & Kesibukan Andiek serta Labosi
90
Dilema Sri Setyoningrum
91
Intermezzo Pengenalan Karakter (2)
92
Terengah-engah
93
Sri Setyoningrum Berdenyut
94
3 Kantung Emas ; Sebuah Kapal Induk
95
Meringkus Ni Sesari
96
Dilema Suromenggolo
97
Melihat Pulau Pa'apu Dari Angkasa
98
Zeve & Zavo (1)
99
Informasi Panglima Burung
100
Telepati Nenek Kaayat
101
Dompu Beraksi
102
Sura Berpindah Jaman
103
Zeve & Zavo (2)
104
Musyawarah Mufakat
105
Belajar Kapal Cakram
106
Identitas Batu Bintang
107
Sukarelawan Ras Nubiri
108
Sri Setyoningrum Bertarung
109
Pertimbangan Ratu Aduyugayi
110
Protokol Kapal Induk Nasutaran
111
"Mohon Perhatiannya!"
112
Genjoru Kibigama Mendapat Ijin
113
Yu Ginah Terlempar Ke Masa Depan
114
Nerkhuzogh Tujuh Warna
115
Zeve & Zavo Pulang Kampung
116
Kampung Halaman
117
Dompu Meloloskan Diri
118
Kisah Pilu Suromenggolo
119
Kapal Induk Musuh Menyerang
120
Invasion Of Liz-ert
121
Gorgonzola
122
Kebakaran Kecil Di Tengah Hutan
123
Gorgonzola Memburu
124
Panglima Burung...
125
Panglima Burung...
126
Keluarga "Z"
127
Kota Gaib Negeri Siggrin
128
Gorgonzola mengincar Bahri Masiak
129
Berjuang Bersama
130
Intermezzo Pengenalan Karakter (3)
131
Flashback;Meeting Room Deck-02
132
Panglima Kumbang
133
Pertarungan Bahri Masiak
134
Shugyosa; Kibigama Genjoru!
135
Kejutan Gorgonzola
136
Benua Kangguru
137
Yu Ginah Tewas (1 )
138
Yu Ginah Tewas (2)
139
Gorgonzola Lolos Lagi
140
Kemenangan Sementara
141
Ratu Nerkhuzogh 7 Warna
142
Nerkhuzogh Memperkenalkan Diri
143
Suromenggolo & Sri Setyoningrum Mantenan
144
Kunjungan Predotar Neptonu
145
Point Of View Dompu
146
Bersiap Menuju Kota Gaib Siggrin
147
Uywa Uñjöræ Mulai Menjelajah ; Trio Z Masuk Kota Gaib Siggrin
148
Nicolas Dan Ramah Tamahnya
149
Malam Pertama Suromenggolo Dan Sri Setyoningrum
150
Nenek Kaayat & Panglima Burung Bertarung Bersama
151
Masalah Baru di Sekolah Sihir Hardword
152
Pencarian Resi Sundek di Jagat Raya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!