Rencana Jahat & Batu Bintang Jaka Satya

Di sebuah pulau antara Maresuta dan Waja, di dalam sebuah gua yang  besar terlihat tiga sosok yang duduk di atas bangku yang terbuat dari batu, di depan mereka juga terdapat meja bundar berbahan dari batu juga.

Salah satu dari mereka berucap, "Bagaimana rencana kita menghancurkan kota gaib Janasaran sejauh mana rencana itu berjalan?"

Sosok kedua menjawabnya, "Kita masih harus mempengaruhi beberapa raja agar kita bisa memasuki kota gaib itu," didengar dari nadanya sosok kedua ini ternyata seorang wanita.

"Saat ini raja-raja yang mau berpihak pada kita masih berhati-hati dengan rencana ini, mereka takut dengan pasukan Ghayankbara," lanjutnya.

"Aku sudah mendatangkan berbagai macam binatang raksasa jaman prasejarah,  itu akan sedikit memancing perhatian mereka agar tak mencurigai rencana besar kita," sosok ketiga menyahut dengan suaranya yang terdengar sangat berat.

"Heh di mana saja kau kirim binatang-binatang raksasa itu, jangan sampai anggota kita justru jadi mangsa mereka," sosok pertama bertanya sedikit nyaring.

"Buaya purba sebesar gajah aku tempatkan di sungai Tobari, Lamakintan."

"Segerombol kadal besar yang berdiri tegak dan pandai menerkam mangsanya aku kirim ke hutan Suwar di pulau Pa'apu."

"Lima harimau bertaring seperti pedang aku taruh di Maresuta tepatnya di hutan Tibuk Sanbari."

"Burung raksasa pemakan daging setinggi pohon bambu aku lempar di bukit dan tebing Walesisu, terakhir ular raksasa sebesar pohon kayu medang ku giring ke gunung Rembuba, di pulau Waja," sosok ketiga itu menjelaskan panjang lebar yang telah dia lakukan.

"Hahaha bagus... bagaimana caramu membawa mereka ke jaman ini? " tanya sosok pertama.

"Tentu saja aku pancing dengan umpan dan aku jebak dengan kekuatan istimewaku," jawab sosok ketiga.

"Bagaimana dengan ikan besar yang dulu kau pindahkan ke laut Walesisu?" tanya sosok pertama lagi.

"Itu benar-benar kesalahan fatal yang aku lakukan, ikan itu justru menjadi penjaga pulau Walesisu.." jawab sosok ketiga kecewa.

"Di Walesisu waktu itu ada pengguna batu bintang yang bisa berbicara dengan makhluk laut , kau masih ingat kan si Lamaraeng dulu, ternyata dia lah yang telah memerintah ikan raksasa itu berpihak padanya," sambung sosok ketiga  lagi.

"Di Pa'apu aku berhasil mengadu domba dua suku yang mahir menggunakan busur panah dan sampai sekarang mereka masih berseteru," sosok kedua menyela.

Ternyata penyebab utama kericuhan di Pa'apu sudah menjadi bagian rencana dari kelompok yang jahat ini.

"Raja Suebu sepertinya angkat tangan menghadapi masalah di Pa'apu," sosok kedua itu menduga-duga.

"Jangan kau gunakan kekuatanmu pada kami ya?" Sosok ketiga merasa bergidik karena tahu kekuatan batu bintang sosok kedua itu.

"Tergantung...kalau kau berani macam-macam denganku maka tak segan aku menggunakannya padamu," sosok kedua menakut-nakuti sosok ketiga padahal dia sendiri ngeri mengetahui kekuatan batu bintang sosok ketiga itu tapi dia menunjukkan seolah dialah yang terkuat.

"Di mana si wajah seribu saat ini?" Sosok pertama menengahi pembicaraan.

"Dia sedang menyusup di Wijiyasra menyamar sebagai pengguna batu bintang istana, menggantikan pengguna batu bintang istana yang asli yang sudah dia lenyapkan." jawab sosok kedua.

"Dia bisa jadi satu-satunya yang mampu  menyusup ke Janasaran dengan kemampuan merubah wajah dan penampilan semau dia," sosok kedua berkata lagi.

"Ya, mudah baginya mendatangi tempat yang dia inginkan, berharap saja tak ketahuan kedoknya," sosok pertama menimpali.

Tiba-tiba terdengar langkah yang begitu berat.. Sosok keempat muncul dari sisi dalam gua, sosok itu terlihat sangat besar dan tambun. Dia duduk di bangkunya.

"Susah... dia benar-benar pengguna batu bintang yang keras hati," sosok keempat mengeluhkan sesuatu. Dia baru saja mencoba memaksa pengguna batu bintang yang ada di tahanan dalam gua itu untuk menggunakan kekuatan istimewanya guna membantu rencana jahatnya.

"Sudah habisi saja dia toh masih banyak pengguna batu bintang lainnya," sosok pertama berkomentar.

"Dia satu-satunya pengguna batu bintang yang tinggal di kota gaib Janasaran dia punya dua kekuatan istimewa," sosok keempat yang tambun itu menjelaskan alasannya.

"Benar bahkan kekuatan istimewaku yang mampu mempengaruhi pikiran manusia saja tidak mempan baginya," sosok nomor dua membenarkan sosok keempat.

Sosok nomor tiga ikut mengagguk-anggukan kepalanya dan berujar, "Aku bahkan pernah mengancam menghabisi seluruh orang terdekat yang dikasihinya tapi dia malah diam, memejamkan mata dan bermeditasi."

"Seperti seorang rahib yang sudah berusia ratusan tahun saja sikap tenangnya itu," sambung orang ketiga.

"Lalu bagaimana si seribu wajah bisa menangkapnya? " tanya orang pertama.

"Dia tertipu oleh wajah ibunya yang digunakan si seribu wajah dan dia menghantam tengkuknya hingga pingsan ketika anak itu terlena," Sosok tambun menjawabnya.

"Biarkan saja dia membusuk di kurungan tak ada gunanya juga jika dia berkeras tak mau membantu kita," sosok pertama sekali lagi merasa sedikit emosi.

"Sebenarnya kalau si seribu wajah ada di sini kita bisa membuatnya tunduk pada kita," kata si Tambun.

"Maksudmu?" tanya si Nomor Tiga.

"Ya kita buat drama seolah kita benar-benar menangkap ibunya kemudian kita tunjukkan padanya adegan dimana ibunya kita siksa... Itu sangat mudah bagi si seribu wajah yang pandai merubah penampilannya," jawab si Tambun.

"Bagus juga gagasanmu," orang ketiga tampak setuju dengan rencana itu.

"Apa kau pikir dia akan tertipu untuk yang kedua kalinya?" orang kedua agak meragukan rencana itu.

"Kalau itu tidak berhasil ambil dan culik langsung saja ibunya kalau perlu adiknya juga," orang pertama tampak tidak sabar.

Akhirnya keempat sosok itu hanya termangu dengan pikiran mereka masing-masing.

Sementara itu di tempat Resi Sundek, Jaka Satya sedang sibuk menatah keris pesanan Punggawa Sudirga dan Resi Sundek memperhatikannya dengan terheran-heran lalu dia bertanya padanya, "Jaka apakah kau pernah mendengar tentang pengguna batu bintang?"

Jaka berhenti sejenak lalu menjawab

"Pernah Eyang Resi, tapi tidak secara lengkap hamba hanya mendengar ayah hamba yang pernah menyebut dan menyinggung tentang pengguna batu bintang."

"Waktu itu ayah hamba ditugaskan mengawal Raja Gajayanare menuju tempat pertemuan seluruh raja besar di Nasutaran."

"Beliau waktu itu berpamitan pada ibu hamba dan terdengar sesekali menyebut-nyebut pengguna batu bintang. Ada apa Eyang Resi bertanya tentang pengguna batu bintang itu pada hamba? " Jaka Satya menjawab sekaligus bertanya pada Resi Sundek.

"Jaka kamu tahu kenapa aku menyuruhmu menatah keris ini?" Resi Sundek mulai menjelaskan dari permulaan.

"Hamba tidak tahu Eyang Resi".

"Pamor yang terkandung dalam keris itu adalah batu bintang merah Jaka".

"Batu bintang merah ini mengandung kekuatan besar yang hanya bisa dikeluarkan oleh orang yang akan dipilihnya," sambung Resi Sundek lagi.

"Keris ini aku pasrahkan padamu untuk diukir karena aku tidak bisa menahan kekuatan hawa panas yang dikeluarkannya, tapi lihatlah kau dengan mudah menatahnya tanpa kesulitan apapun," Resi Sundek meyakini Jaka Satya adalah orang yang seharusnya memakai keris itu bukan putra Punggawa Sudirga.

Jaka yang mendengar ucapan gurunya itu merasa heran sebab dia sama sekali tidak merasakan hawa panas di keris yang sedang dikerjakannya itu.

"Jaka, aku rasa akan lebih baik jika kamu yang menggunakan keris ini dan aku akan memberikan keris ini padamu karena pamornya memilihmu Jaka", Resi Sundek tersenyum karena dia jadi teringat masa lalunya bersama para pengguna batu bintang lainnya.

Ya ternyata Resi Sundeklah pengguna batu bintang yang disinggung ayah Jaka.

"Tapi Eyang, bukankah keris ini sudah dipesan oleh Punggawa Sudirga," antara senang dan ragu dia menjawab.

"Jangan khawatir Jaka, aku akan memberikan keris tanpa pamor untuk Punggawa Sudirga." Ternyata Resi Sundek sudah mempersiapkan keris lain sebagai pengganti pesanan Punggawa Sudirga.

Episodes
1 Batu Bintang & Perantau
2 Tentang Nasutaran & Awal Petualangan Putri Tihu
3 Resi Sundek & Jaka Satya
4 Anak Laut & Legenda Putri Duyong
5 Batu Bintang Ungu & Kenangan Manis
6 Generasi Lama Pengguna Batu Bintang
7 Penjaga Rimba
8 Nenek Kaayat, Mawinei Aray & Qeva Aray
9 Keramahan Suku Kaday
10 Berlabuh Di Pulau Waja
11 Andiek Wakkawaru & Batu Bintangnya
12 Rencana Jahat & Batu Bintang Jaka Satya
13 Batu Bintang Jingga & Panggilan Raja
14 Kaisiepo, Kuari, & Reptil Ganas
15 Cinta Pandangan Pertama
16 Selamat Bergabung Bahri Masiak
17 Seniman Bertopeng
18 Pertarungan Singkat
19 Menumpas Reptil Ganas;Awal Perdamaian
20 Pertemuan Di Kota Gaib Janasaran
21 Menangkap Penyusup
22 Perjalanan Hidup Tiku Ra
23 Insiden Kecil Di Pemandian
24 Harimau Segan & Burung Yang Sakit
25 Rencana Menuju Rembuba
26 Yu Ginah Dikejar Ular Raksasa
27 Yu Ginah Kembali Dikejar Ular Raksasa
28 Nasib Akhir Ular Raksasa
29 Rencana Di Balik Layar & Naik Gajah
30 Raguda, Gumblin & Yu Ginah
31 Menyelusuri Gua Para Gumblin
32 Kakak Adik, Bersua Untuk Berlaga
33 Tentang Zeve
34 Kekacauan Dalam Gua Besar
35 Penerus Kaisiepo
36 Selamat Malam Nasutaran
37 Rencana Baru Nilam Sekar Sari
38 Yakomina, Jeko, Joki & Kuari
39 Penerus Resi Sundek
40 Penginapan Teratai Merah
41 Berpisah Sementara
42 Suminem & Sri Setyoningrum
43 Yu Cikrak dan Persiapannya
44 Deden Sobarna Vs Wong Fei Gong
45 Logam Melawan Jumlah
46 Bocah Pengendali Serangga
47 Pengamatan
48 Singgah di Penginapan Teratai Merah
49 Batu Tujuh Warna & Pemandian Air Panas Teratai Merah
50 Minuman Jahe Gula Merah
51 Suromenggolo & Sri Setyoningrum
52 Chen Chien Lung Vs Zivu
53 Intermezzo Pengenalan Karakter (1)
54 Zivu Yang Malang
55 Suromenggolo Gandrung
56 Dompu & Keluhannya
57 Perjanjian Kaayat dengan Ratu Lily
58 Buaya Raksasa Muara Tobari
59 Kunjungan Kaisiepo
60 Buaya Muara Tobari Tamat
61 Simbol Mantra
62 Benda Terbang Asing (BETA)
63 Pelajaran Untuk Yakomina
64 Firasat Nenek Kaayat
65 Percakapan Zavo & Mitranya
66 Mengunjungi Rumah Jaka Satya
67 Percakapan Nerkhuzogh
68 Miko & Miki
69 Rencana Jaka Satya
70 Hikmat Yang Bertambah-Tambah
71 Gumblin Di Hutan Citora?
72 Ketemu Kau, Tisna Biyantara
73 Rencana Dompu
74 Yu Ginah Menyadap
75 Belajar Memanah Matoa
76 Rahasia Sang Pencipta Semesta
77 Takdir
78 Godaan
79 Belajar Senjata Bumerang
80 Pencuri Hutan Yang Misterius
81 Sampai Di Nubiri
82 Pencuri Dari Negeri Matahari Terbit
83 Misi Penyelamatan Nubiri
84 Sura, Tejo Dan Kirman
85 Sundang VS Kalaripayattu
86 Genjoru, Sogutse & Kizuka
87 Kerinduan Suromenggolo
88 Nubiri Selamat ; Niat Genjoru
89 Rencana Genjoru & Kesibukan Andiek serta Labosi
90 Dilema Sri Setyoningrum
91 Intermezzo Pengenalan Karakter (2)
92 Terengah-engah
93 Sri Setyoningrum Berdenyut
94 3 Kantung Emas ; Sebuah Kapal Induk
95 Meringkus Ni Sesari
96 Dilema Suromenggolo
97 Melihat Pulau Pa'apu Dari Angkasa
98 Zeve & Zavo (1)
99 Informasi Panglima Burung
100 Telepati Nenek Kaayat
101 Dompu Beraksi
102 Sura Berpindah Jaman
103 Zeve & Zavo (2)
104 Musyawarah Mufakat
105 Belajar Kapal Cakram
106 Identitas Batu Bintang
107 Sukarelawan Ras Nubiri
108 Sri Setyoningrum Bertarung
109 Pertimbangan Ratu Aduyugayi
110 Protokol Kapal Induk Nasutaran
111 "Mohon Perhatiannya!"
112 Genjoru Kibigama Mendapat Ijin
113 Yu Ginah Terlempar Ke Masa Depan
114 Nerkhuzogh Tujuh Warna
115 Zeve & Zavo Pulang Kampung
116 Kampung Halaman
117 Dompu Meloloskan Diri
118 Kisah Pilu Suromenggolo
119 Kapal Induk Musuh Menyerang
120 Invasion Of Liz-ert
121 Gorgonzola
122 Kebakaran Kecil Di Tengah Hutan
123 Gorgonzola Memburu
124 Panglima Burung...
125 Panglima Burung...
126 Keluarga "Z"
127 Kota Gaib Negeri Siggrin
128 Gorgonzola mengincar Bahri Masiak
129 Berjuang Bersama
130 Intermezzo Pengenalan Karakter (3)
131 Flashback;Meeting Room Deck-02
132 Panglima Kumbang
133 Pertarungan Bahri Masiak
134 Shugyosa; Kibigama Genjoru!
135 Kejutan Gorgonzola
136 Benua Kangguru
137 Yu Ginah Tewas (1 )
138 Yu Ginah Tewas (2)
139 Gorgonzola Lolos Lagi
140 Kemenangan Sementara
141 Ratu Nerkhuzogh 7 Warna
142 Nerkhuzogh Memperkenalkan Diri
143 Suromenggolo & Sri Setyoningrum Mantenan
144 Kunjungan Predotar Neptonu
145 Point Of View Dompu
146 Bersiap Menuju Kota Gaib Siggrin
147 Uywa Uñjöræ Mulai Menjelajah ; Trio Z Masuk Kota Gaib Siggrin
148 Nicolas Dan Ramah Tamahnya
149 Malam Pertama Suromenggolo Dan Sri Setyoningrum
150 Nenek Kaayat & Panglima Burung Bertarung Bersama
151 Masalah Baru di Sekolah Sihir Hardword
152 Pencarian Resi Sundek di Jagat Raya
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Batu Bintang & Perantau
2
Tentang Nasutaran & Awal Petualangan Putri Tihu
3
Resi Sundek & Jaka Satya
4
Anak Laut & Legenda Putri Duyong
5
Batu Bintang Ungu & Kenangan Manis
6
Generasi Lama Pengguna Batu Bintang
7
Penjaga Rimba
8
Nenek Kaayat, Mawinei Aray & Qeva Aray
9
Keramahan Suku Kaday
10
Berlabuh Di Pulau Waja
11
Andiek Wakkawaru & Batu Bintangnya
12
Rencana Jahat & Batu Bintang Jaka Satya
13
Batu Bintang Jingga & Panggilan Raja
14
Kaisiepo, Kuari, & Reptil Ganas
15
Cinta Pandangan Pertama
16
Selamat Bergabung Bahri Masiak
17
Seniman Bertopeng
18
Pertarungan Singkat
19
Menumpas Reptil Ganas;Awal Perdamaian
20
Pertemuan Di Kota Gaib Janasaran
21
Menangkap Penyusup
22
Perjalanan Hidup Tiku Ra
23
Insiden Kecil Di Pemandian
24
Harimau Segan & Burung Yang Sakit
25
Rencana Menuju Rembuba
26
Yu Ginah Dikejar Ular Raksasa
27
Yu Ginah Kembali Dikejar Ular Raksasa
28
Nasib Akhir Ular Raksasa
29
Rencana Di Balik Layar & Naik Gajah
30
Raguda, Gumblin & Yu Ginah
31
Menyelusuri Gua Para Gumblin
32
Kakak Adik, Bersua Untuk Berlaga
33
Tentang Zeve
34
Kekacauan Dalam Gua Besar
35
Penerus Kaisiepo
36
Selamat Malam Nasutaran
37
Rencana Baru Nilam Sekar Sari
38
Yakomina, Jeko, Joki & Kuari
39
Penerus Resi Sundek
40
Penginapan Teratai Merah
41
Berpisah Sementara
42
Suminem & Sri Setyoningrum
43
Yu Cikrak dan Persiapannya
44
Deden Sobarna Vs Wong Fei Gong
45
Logam Melawan Jumlah
46
Bocah Pengendali Serangga
47
Pengamatan
48
Singgah di Penginapan Teratai Merah
49
Batu Tujuh Warna & Pemandian Air Panas Teratai Merah
50
Minuman Jahe Gula Merah
51
Suromenggolo & Sri Setyoningrum
52
Chen Chien Lung Vs Zivu
53
Intermezzo Pengenalan Karakter (1)
54
Zivu Yang Malang
55
Suromenggolo Gandrung
56
Dompu & Keluhannya
57
Perjanjian Kaayat dengan Ratu Lily
58
Buaya Raksasa Muara Tobari
59
Kunjungan Kaisiepo
60
Buaya Muara Tobari Tamat
61
Simbol Mantra
62
Benda Terbang Asing (BETA)
63
Pelajaran Untuk Yakomina
64
Firasat Nenek Kaayat
65
Percakapan Zavo & Mitranya
66
Mengunjungi Rumah Jaka Satya
67
Percakapan Nerkhuzogh
68
Miko & Miki
69
Rencana Jaka Satya
70
Hikmat Yang Bertambah-Tambah
71
Gumblin Di Hutan Citora?
72
Ketemu Kau, Tisna Biyantara
73
Rencana Dompu
74
Yu Ginah Menyadap
75
Belajar Memanah Matoa
76
Rahasia Sang Pencipta Semesta
77
Takdir
78
Godaan
79
Belajar Senjata Bumerang
80
Pencuri Hutan Yang Misterius
81
Sampai Di Nubiri
82
Pencuri Dari Negeri Matahari Terbit
83
Misi Penyelamatan Nubiri
84
Sura, Tejo Dan Kirman
85
Sundang VS Kalaripayattu
86
Genjoru, Sogutse & Kizuka
87
Kerinduan Suromenggolo
88
Nubiri Selamat ; Niat Genjoru
89
Rencana Genjoru & Kesibukan Andiek serta Labosi
90
Dilema Sri Setyoningrum
91
Intermezzo Pengenalan Karakter (2)
92
Terengah-engah
93
Sri Setyoningrum Berdenyut
94
3 Kantung Emas ; Sebuah Kapal Induk
95
Meringkus Ni Sesari
96
Dilema Suromenggolo
97
Melihat Pulau Pa'apu Dari Angkasa
98
Zeve & Zavo (1)
99
Informasi Panglima Burung
100
Telepati Nenek Kaayat
101
Dompu Beraksi
102
Sura Berpindah Jaman
103
Zeve & Zavo (2)
104
Musyawarah Mufakat
105
Belajar Kapal Cakram
106
Identitas Batu Bintang
107
Sukarelawan Ras Nubiri
108
Sri Setyoningrum Bertarung
109
Pertimbangan Ratu Aduyugayi
110
Protokol Kapal Induk Nasutaran
111
"Mohon Perhatiannya!"
112
Genjoru Kibigama Mendapat Ijin
113
Yu Ginah Terlempar Ke Masa Depan
114
Nerkhuzogh Tujuh Warna
115
Zeve & Zavo Pulang Kampung
116
Kampung Halaman
117
Dompu Meloloskan Diri
118
Kisah Pilu Suromenggolo
119
Kapal Induk Musuh Menyerang
120
Invasion Of Liz-ert
121
Gorgonzola
122
Kebakaran Kecil Di Tengah Hutan
123
Gorgonzola Memburu
124
Panglima Burung...
125
Panglima Burung...
126
Keluarga "Z"
127
Kota Gaib Negeri Siggrin
128
Gorgonzola mengincar Bahri Masiak
129
Berjuang Bersama
130
Intermezzo Pengenalan Karakter (3)
131
Flashback;Meeting Room Deck-02
132
Panglima Kumbang
133
Pertarungan Bahri Masiak
134
Shugyosa; Kibigama Genjoru!
135
Kejutan Gorgonzola
136
Benua Kangguru
137
Yu Ginah Tewas (1 )
138
Yu Ginah Tewas (2)
139
Gorgonzola Lolos Lagi
140
Kemenangan Sementara
141
Ratu Nerkhuzogh 7 Warna
142
Nerkhuzogh Memperkenalkan Diri
143
Suromenggolo & Sri Setyoningrum Mantenan
144
Kunjungan Predotar Neptonu
145
Point Of View Dompu
146
Bersiap Menuju Kota Gaib Siggrin
147
Uywa Uñjöræ Mulai Menjelajah ; Trio Z Masuk Kota Gaib Siggrin
148
Nicolas Dan Ramah Tamahnya
149
Malam Pertama Suromenggolo Dan Sri Setyoningrum
150
Nenek Kaayat & Panglima Burung Bertarung Bersama
151
Masalah Baru di Sekolah Sihir Hardword
152
Pencarian Resi Sundek di Jagat Raya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!