Generasi Lama Pengguna Batu Bintang

"Salam hormat kami,  Tuan Putri Tihu Suebu, " sambil tergopoh-gopoh Dato' Lamaraeng menyambut dan mengucapkan salam mewakili semua orang di kampung itu kepada putri Tihu

"Ada apa gerangan  Tuan Putri mengunjungi kampung kami sendirian", sambungnya.

" Salam hormat sejahtera untukmu juga Kakek Dato' Lamaraeng aku kemari ingin meminta bantuan Kakek" Jawab Tihu.

" Bantuan?  Oh alangkah baiknya kita bicarakan di beranda rumah kakek, mari tuan putri ", sambil berjalan Kakek Dato' mesilahkan dan menuntun gadis itu menuju rumahnya.

Semua penduduk kampung  yang tadinya kasak kusuk melihat putri Tihu yang sedang bercakap-cakap dengan kakek Dato Lamaraeng akhirnya kembali melanjutkan kegiatan mereka.

Hanya Labosi yang masih mengikuti dan memandang putri Tihu memperhatikan dari kejauhan.

Putri Tihu duduk di beranda rumah Dato' Lamaraeng sambil melihat ke arah pantai mencari-cari anak yang pernah membuatnya terpesona.

Dato' Lamaraeng menyuruh seorang pemuda untuk mengambil buah kelapa muda dan memberi petunjuk agar buah kelapa itu di kupas dengan rapi.

"Mari Putri silahkan diminum dulu tentunya putri lelah selama berjalan kemari," kata Dato' Lamaraeng.

" Terima kasih Kakek Dato'," jawab Putri Tihu. Namun sebelum dia meminumnya istri Dato' muncul sambil membawa buluh rumput koto.

" Gunakan ini untuk minum air kelapa itu Tuan Putri ", sambil memasukkan buluh koto kedalam buah kelapa yang sudah dilubangi itu.

" Terima kasih, Nek " Putri Tihu pun menyesap air kelapa muda itu dengan buluh koto. Kesegaran terasa di jiwa dan raganya.

" Nenek masuk dulu ya, Kek, mau menyiapkan hidangan buat tamu agung kita hari ini" ujar istri Dato' pada suaminya yang hanya dijawab dengan anggukan kepala .

"Kenapa Putri Tihu datang ke kampung kami sendirian? " tanya Dato' membuka pembicaraan.

" Ayahanda masih sibuk kek masih berupaya menyelesaikan perseteruan antar suku di wilayah Pa'apu", jawab putri Tihu.

" Lalu maksud kedatangan Tuan Putri kemari? " tanya Dato' Lamaraeng.

" Kek, sejatinya batu bintang ungu yg aku pakai inilah yang menuntunku ke sini ke tempat ini", sambil menunjuk mahkota bulan sabit yang ada di kepalanya.

" Aku ingin mencari pengguna batu bintang Kek, dengan maksud membantu ayahanda menyelesaikan perseteruan antar suku yang semakin meruncing."

"Hmmm pasti karena demam emas" gumam Dato' Lamaraeng

"Terulang kembali peristiwa itu seperti dahulu kala," lanjutnya seolah tahu masalah yang di hadapi Raja Suebu, putri Tihu yang mendengarkannya pun sedikit terkejut.

"Kakek tahu akan masalah yang tengah kami hadapi? " Putri Tihu bertanya penasaran.

"Ya dan itu terjadi setelah munculnya hujan batu bintang seperti yang dilihat beberapa penduduk di pulau ini beberapa purnama yang lalu."

"Dulu waktu kakek seusiamu, kakek juga melihat kejadian yang sama persis dilihat mereka yang menyaksikannya beberapa malam yang lalu, batu-batu bintang yang jatuh runtuh di negeri kita." sambil menerawang jauh Dato' Lamaraeng terus bercerita.

"Saat itu banyak terdengar bermacam-macam berita dan kabar buruk simpang siur di berbagai penjuru Nasutaran termasuk di wilayah Pa'apu."

"Bahkan kerajaan Wasuwa hampir saja mengalami penyerbuan dari negeri atas angin, negeri asing di utara pulau Walesisu..." Dato' Lamaraeng menghentikan ucapannya karena melihat putri Tihu yang hendak menyelanya.

"Adakah beberapa batu bintang itu jatuh di wilayah pulau ini Kek ?" Putri Tihu memotong ucapan Dato' Lamaraeng karena semakin tertarik, berharap segera menemukan yang dicarinya.

"Benar, memang ada dan Kakek lah yang melihat batu bintang itu jatuh di tengah-tengah laguna kampung ini serta mengambilnya," jawab Dato' Lamaraeng sambil memejamkan matanya mengenang masa lampaunya.

"Itu artinya Kakek Dato' yang menggunakan batu bintang itu? " semakin antusias Putri Tihu melanjutkan.

"Batu bintang itu memilih kakek... Apa kekuatan istimewa yang ada pada batu bintang itu Kek.. boleh aku melihat kesaktiannya Kek? " pertanyaan beruntun Putri Tihu membuat kakek Dato' Lamaraeng tersenyum tipis.

" Lihat, tongkat Kakek ini" jawabnya singkat.

Tongkat sepanjang  empat kilan yang dipakainya saat berjalan itu dia tunjukkan pada putri Tihu.

Di atas tongkat yang menjadi pegangan tangannya terpasang sebuah batu bintang berwarna biru kelabu.

Hampir mirip mutiara namun berukuran lebih besar.

"Kesaktian batu bintang ini adalah.." berhenti sejenak dari ucapannya, Kakek Dato' tersenyum.

"Kakek mampu berbicara dan memberi perintah pada semua yang ada di dalam laut," lanjutnya.

"Wow Kek menarik sekali tapi... " Putri Tihu sesaat terdiam dan melanjutkan ucapannya, "Apakah Kakek bersedia ikut denganku menemani dan membantuku mencari pengguna batu bintang yang lain?" 

"Keh.. Keh.. Keh..." Sambil terkekeh Dato' Lamaraeng menggelengkan kepalanya.

"Ini sudah bukan masa dan bagian hidup Kakek lagi Tuan Putri, pemakai batu bintang generasi sekaranglah yang harus terlibat dan menemani petualanganmu. Dan bukan kakek".

"Tapi Kek, kalau bukan Kakek kenapa mahkota bulan sabitku ini menuntunku kemari? Bukankah Kakek pengguna batu bintang juga?" Sedikit kecewa putri Tihu mempertanyakan tuntunan petunjuk batu bintang ungunya.

"Tuan putri sudikah Tuan Putri tinggal beberapa malam di kampung ini?" tanya Dato' Lamaraeng.

"Naluri Kakek, kau akan menemukan pengguna batu bintang itu selain Kakek di tempat ini", sambungnya.

"Terkadang segala sesuatu harus dibiarkan mengalir untuk sementara waktu, barulah kita akan mendapatkan jawabannya, Kakek merasa senang jika ada pengguna batu bintang di kampung ini, maksud kakek di pulau ini, meski Kakek belum mengetahui siapa orang tersebut"

Sambil termenung memahami ucapan Kakek Dato' Lamaraeng, Putri Tihu mengalihkan pandangannya jauh ke laguna sambil memperhatikan para pemuda yang berlomba balap perahu Thecalonca.

" Baik Kek, aku akan tinggal di kampung ini beberapa hari dan berharap menemukan pengguna batu bintang selain Kakek".

Berharap salah satu pemuda yang berada di perahu panjang Thecalonca adalah salah satu pesertanya,

Berharap Labosi yang dipilih batu bintang itu meskipun dia masih belum menemukan pemuda itu. Putri Tihu memang punya perasaan tersendiri pada Labosi, begitu juga Labosi terhadapnya.

"Kek, boleh aku melihat perlombaan balap perahu di sana?"

"Tentu saja tapi pastikan kau melihatnya di tempat yang teduh dan apakah Tuan Putri belum merasa lapar?" tanya Dato' Lamaraeng dia sudah mencium aroma masakan istrinya yang harum seolah terasa kelezatannya.

Dan sedikit memaksa putri Tihu untuk makan siang.

"Terima kasih Kek, tapi aku belum merasa lapar"dengan santun putri Tihu menjawabnya.

"Kalau begitu setelah melihat perlombaan di sana tuan putri segeralah kemari dan makanlah bersama kami"

"Baiklah Kek, aku kesana dulu ya kek dan kakek tak perlu menungguku jika ingin segera makan siang aku tak ingin banyak menyusahkan Kakek Dato'," jawab Tihu.

Labosi yang memperhatikan dan mengamati Putri Tihu dari kejauhan berdiri di balik pohon kelapa seolah dirinya tak ingin terlihat oleh Tihu, terkejut oleh seruan Andiek.

Dia baru tersadar kalau anak kecil itu tadi tengah berbicara padanya.

"Kak Labosi suka yaaaa sama putri Tihu... ," sambil mengikuti pandangan Labosi yang mencuri-curi kesempatan untuk mengintip.

"Ehhh... anak kecil gak usah banyak tahu" Labosi mendengus kesal

"Udah, sana bersiap-siaplah ikut balap perahu thecalonca," usirnya kemudian.

Andiek yang tertawa kegirangan berlari menuju arah teman-teman yang sudah menunggunya.

Terpopuler

Comments

Guns

Guns

wow keren! nasionalis, sungguh menarik!

2024-08-18

0

lihat semua
Episodes
1 Batu Bintang & Perantau
2 Tentang Nasutaran & Awal Petualangan Putri Tihu
3 Resi Sundek & Jaka Satya
4 Anak Laut & Legenda Putri Duyong
5 Batu Bintang Ungu & Kenangan Manis
6 Generasi Lama Pengguna Batu Bintang
7 Penjaga Rimba
8 Nenek Kaayat, Mawinei Aray & Qeva Aray
9 Keramahan Suku Kaday
10 Berlabuh Di Pulau Waja
11 Andiek Wakkawaru & Batu Bintangnya
12 Rencana Jahat & Batu Bintang Jaka Satya
13 Batu Bintang Jingga & Panggilan Raja
14 Kaisiepo, Kuari, & Reptil Ganas
15 Cinta Pandangan Pertama
16 Selamat Bergabung Bahri Masiak
17 Seniman Bertopeng
18 Pertarungan Singkat
19 Menumpas Reptil Ganas;Awal Perdamaian
20 Pertemuan Di Kota Gaib Janasaran
21 Menangkap Penyusup
22 Perjalanan Hidup Tiku Ra
23 Insiden Kecil Di Pemandian
24 Harimau Segan & Burung Yang Sakit
25 Rencana Menuju Rembuba
26 Yu Ginah Dikejar Ular Raksasa
27 Yu Ginah Kembali Dikejar Ular Raksasa
28 Nasib Akhir Ular Raksasa
29 Rencana Di Balik Layar & Naik Gajah
30 Raguda, Gumblin & Yu Ginah
31 Menyelusuri Gua Para Gumblin
32 Kakak Adik, Bersua Untuk Berlaga
33 Tentang Zeve
34 Kekacauan Dalam Gua Besar
35 Penerus Kaisiepo
36 Selamat Malam Nasutaran
37 Rencana Baru Nilam Sekar Sari
38 Yakomina, Jeko, Joki & Kuari
39 Penerus Resi Sundek
40 Penginapan Teratai Merah
41 Berpisah Sementara
42 Suminem & Sri Setyoningrum
43 Yu Cikrak dan Persiapannya
44 Deden Sobarna Vs Wong Fei Gong
45 Logam Melawan Jumlah
46 Bocah Pengendali Serangga
47 Pengamatan
48 Singgah di Penginapan Teratai Merah
49 Batu Tujuh Warna & Pemandian Air Panas Teratai Merah
50 Minuman Jahe Gula Merah
51 Suromenggolo & Sri Setyoningrum
52 Chen Chien Lung Vs Zivu
53 Intermezzo Pengenalan Karakter (1)
54 Zivu Yang Malang
55 Suromenggolo Gandrung
56 Dompu & Keluhannya
57 Perjanjian Kaayat dengan Ratu Lily
58 Buaya Raksasa Muara Tobari
59 Kunjungan Kaisiepo
60 Buaya Muara Tobari Tamat
61 Simbol Mantra
62 Benda Terbang Asing (BETA)
63 Pelajaran Untuk Yakomina
64 Firasat Nenek Kaayat
65 Percakapan Zavo & Mitranya
66 Mengunjungi Rumah Jaka Satya
67 Percakapan Nerkhuzogh
68 Miko & Miki
69 Rencana Jaka Satya
70 Hikmat Yang Bertambah-Tambah
71 Gumblin Di Hutan Citora?
72 Ketemu Kau, Tisna Biyantara
73 Rencana Dompu
74 Yu Ginah Menyadap
75 Belajar Memanah Matoa
76 Rahasia Sang Pencipta Semesta
77 Takdir
78 Godaan
79 Belajar Senjata Bumerang
80 Pencuri Hutan Yang Misterius
81 Sampai Di Nubiri
82 Pencuri Dari Negeri Matahari Terbit
83 Misi Penyelamatan Nubiri
84 Sura, Tejo Dan Kirman
85 Sundang VS Kalaripayattu
86 Genjoru, Sogutse & Kizuka
87 Kerinduan Suromenggolo
88 Nubiri Selamat ; Niat Genjoru
89 Rencana Genjoru & Kesibukan Andiek serta Labosi
90 Dilema Sri Setyoningrum
91 Intermezzo Pengenalan Karakter (2)
92 Terengah-engah
93 Sri Setyoningrum Berdenyut
94 3 Kantung Emas ; Sebuah Kapal Induk
95 Meringkus Ni Sesari
96 Dilema Suromenggolo
97 Melihat Pulau Pa'apu Dari Angkasa
98 Zeve & Zavo (1)
99 Informasi Panglima Burung
100 Telepati Nenek Kaayat
101 Dompu Beraksi
102 Sura Berpindah Jaman
103 Zeve & Zavo (2)
104 Musyawarah Mufakat
105 Belajar Kapal Cakram
106 Identitas Batu Bintang
107 Sukarelawan Ras Nubiri
108 Sri Setyoningrum Bertarung
109 Pertimbangan Ratu Aduyugayi
110 Protokol Kapal Induk Nasutaran
111 "Mohon Perhatiannya!"
112 Genjoru Kibigama Mendapat Ijin
113 Yu Ginah Terlempar Ke Masa Depan
114 Nerkhuzogh Tujuh Warna
115 Zeve & Zavo Pulang Kampung
116 Kampung Halaman
117 Dompu Meloloskan Diri
118 Kisah Pilu Suromenggolo
119 Kapal Induk Musuh Menyerang
120 Invasion Of Liz-ert
121 Gorgonzola
122 Kebakaran Kecil Di Tengah Hutan
123 Gorgonzola Memburu
124 Panglima Burung...
125 Panglima Burung...
126 Keluarga "Z"
127 Kota Gaib Negeri Siggrin
128 Gorgonzola mengincar Bahri Masiak
129 Berjuang Bersama
130 Intermezzo Pengenalan Karakter (3)
131 Flashback;Meeting Room Deck-02
132 Panglima Kumbang
133 Pertarungan Bahri Masiak
134 Shugyosa; Kibigama Genjoru!
135 Kejutan Gorgonzola
136 Benua Kangguru
137 Yu Ginah Tewas (1 )
138 Yu Ginah Tewas (2)
139 Gorgonzola Lolos Lagi
140 Kemenangan Sementara
141 Ratu Nerkhuzogh 7 Warna
142 Nerkhuzogh Memperkenalkan Diri
143 Suromenggolo & Sri Setyoningrum Mantenan
144 Kunjungan Predotar Neptonu
145 Point Of View Dompu
146 Bersiap Menuju Kota Gaib Siggrin
147 Uywa Uñjöræ Mulai Menjelajah ; Trio Z Masuk Kota Gaib Siggrin
148 Nicolas Dan Ramah Tamahnya
149 Malam Pertama Suromenggolo Dan Sri Setyoningrum
150 Nenek Kaayat & Panglima Burung Bertarung Bersama
151 Masalah Baru di Sekolah Sihir Hardword
152 Pencarian Resi Sundek di Jagat Raya
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Batu Bintang & Perantau
2
Tentang Nasutaran & Awal Petualangan Putri Tihu
3
Resi Sundek & Jaka Satya
4
Anak Laut & Legenda Putri Duyong
5
Batu Bintang Ungu & Kenangan Manis
6
Generasi Lama Pengguna Batu Bintang
7
Penjaga Rimba
8
Nenek Kaayat, Mawinei Aray & Qeva Aray
9
Keramahan Suku Kaday
10
Berlabuh Di Pulau Waja
11
Andiek Wakkawaru & Batu Bintangnya
12
Rencana Jahat & Batu Bintang Jaka Satya
13
Batu Bintang Jingga & Panggilan Raja
14
Kaisiepo, Kuari, & Reptil Ganas
15
Cinta Pandangan Pertama
16
Selamat Bergabung Bahri Masiak
17
Seniman Bertopeng
18
Pertarungan Singkat
19
Menumpas Reptil Ganas;Awal Perdamaian
20
Pertemuan Di Kota Gaib Janasaran
21
Menangkap Penyusup
22
Perjalanan Hidup Tiku Ra
23
Insiden Kecil Di Pemandian
24
Harimau Segan & Burung Yang Sakit
25
Rencana Menuju Rembuba
26
Yu Ginah Dikejar Ular Raksasa
27
Yu Ginah Kembali Dikejar Ular Raksasa
28
Nasib Akhir Ular Raksasa
29
Rencana Di Balik Layar & Naik Gajah
30
Raguda, Gumblin & Yu Ginah
31
Menyelusuri Gua Para Gumblin
32
Kakak Adik, Bersua Untuk Berlaga
33
Tentang Zeve
34
Kekacauan Dalam Gua Besar
35
Penerus Kaisiepo
36
Selamat Malam Nasutaran
37
Rencana Baru Nilam Sekar Sari
38
Yakomina, Jeko, Joki & Kuari
39
Penerus Resi Sundek
40
Penginapan Teratai Merah
41
Berpisah Sementara
42
Suminem & Sri Setyoningrum
43
Yu Cikrak dan Persiapannya
44
Deden Sobarna Vs Wong Fei Gong
45
Logam Melawan Jumlah
46
Bocah Pengendali Serangga
47
Pengamatan
48
Singgah di Penginapan Teratai Merah
49
Batu Tujuh Warna & Pemandian Air Panas Teratai Merah
50
Minuman Jahe Gula Merah
51
Suromenggolo & Sri Setyoningrum
52
Chen Chien Lung Vs Zivu
53
Intermezzo Pengenalan Karakter (1)
54
Zivu Yang Malang
55
Suromenggolo Gandrung
56
Dompu & Keluhannya
57
Perjanjian Kaayat dengan Ratu Lily
58
Buaya Raksasa Muara Tobari
59
Kunjungan Kaisiepo
60
Buaya Muara Tobari Tamat
61
Simbol Mantra
62
Benda Terbang Asing (BETA)
63
Pelajaran Untuk Yakomina
64
Firasat Nenek Kaayat
65
Percakapan Zavo & Mitranya
66
Mengunjungi Rumah Jaka Satya
67
Percakapan Nerkhuzogh
68
Miko & Miki
69
Rencana Jaka Satya
70
Hikmat Yang Bertambah-Tambah
71
Gumblin Di Hutan Citora?
72
Ketemu Kau, Tisna Biyantara
73
Rencana Dompu
74
Yu Ginah Menyadap
75
Belajar Memanah Matoa
76
Rahasia Sang Pencipta Semesta
77
Takdir
78
Godaan
79
Belajar Senjata Bumerang
80
Pencuri Hutan Yang Misterius
81
Sampai Di Nubiri
82
Pencuri Dari Negeri Matahari Terbit
83
Misi Penyelamatan Nubiri
84
Sura, Tejo Dan Kirman
85
Sundang VS Kalaripayattu
86
Genjoru, Sogutse & Kizuka
87
Kerinduan Suromenggolo
88
Nubiri Selamat ; Niat Genjoru
89
Rencana Genjoru & Kesibukan Andiek serta Labosi
90
Dilema Sri Setyoningrum
91
Intermezzo Pengenalan Karakter (2)
92
Terengah-engah
93
Sri Setyoningrum Berdenyut
94
3 Kantung Emas ; Sebuah Kapal Induk
95
Meringkus Ni Sesari
96
Dilema Suromenggolo
97
Melihat Pulau Pa'apu Dari Angkasa
98
Zeve & Zavo (1)
99
Informasi Panglima Burung
100
Telepati Nenek Kaayat
101
Dompu Beraksi
102
Sura Berpindah Jaman
103
Zeve & Zavo (2)
104
Musyawarah Mufakat
105
Belajar Kapal Cakram
106
Identitas Batu Bintang
107
Sukarelawan Ras Nubiri
108
Sri Setyoningrum Bertarung
109
Pertimbangan Ratu Aduyugayi
110
Protokol Kapal Induk Nasutaran
111
"Mohon Perhatiannya!"
112
Genjoru Kibigama Mendapat Ijin
113
Yu Ginah Terlempar Ke Masa Depan
114
Nerkhuzogh Tujuh Warna
115
Zeve & Zavo Pulang Kampung
116
Kampung Halaman
117
Dompu Meloloskan Diri
118
Kisah Pilu Suromenggolo
119
Kapal Induk Musuh Menyerang
120
Invasion Of Liz-ert
121
Gorgonzola
122
Kebakaran Kecil Di Tengah Hutan
123
Gorgonzola Memburu
124
Panglima Burung...
125
Panglima Burung...
126
Keluarga "Z"
127
Kota Gaib Negeri Siggrin
128
Gorgonzola mengincar Bahri Masiak
129
Berjuang Bersama
130
Intermezzo Pengenalan Karakter (3)
131
Flashback;Meeting Room Deck-02
132
Panglima Kumbang
133
Pertarungan Bahri Masiak
134
Shugyosa; Kibigama Genjoru!
135
Kejutan Gorgonzola
136
Benua Kangguru
137
Yu Ginah Tewas (1 )
138
Yu Ginah Tewas (2)
139
Gorgonzola Lolos Lagi
140
Kemenangan Sementara
141
Ratu Nerkhuzogh 7 Warna
142
Nerkhuzogh Memperkenalkan Diri
143
Suromenggolo & Sri Setyoningrum Mantenan
144
Kunjungan Predotar Neptonu
145
Point Of View Dompu
146
Bersiap Menuju Kota Gaib Siggrin
147
Uywa Uñjöræ Mulai Menjelajah ; Trio Z Masuk Kota Gaib Siggrin
148
Nicolas Dan Ramah Tamahnya
149
Malam Pertama Suromenggolo Dan Sri Setyoningrum
150
Nenek Kaayat & Panglima Burung Bertarung Bersama
151
Masalah Baru di Sekolah Sihir Hardword
152
Pencarian Resi Sundek di Jagat Raya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!