Batu Bintang Ungu & Kenangan Manis

Putri Tihu menyusuri jalan setapak yang telah dia temukan. Samar-samar didengarnya keramaian di kejauhan.

Sesaat kemudian pandangannya melihat perkampungan nelayan yang hiruk pikuk dengan banyak kegiatan penduduk kampung itu.

Sedikit kelelahan dia duduk di atas pasir putih dibawah pohon yang rindang dan mengamati dari jauh kampung Sahengidalaut.

Benaknya sibuk dengan diplomasi yang harus dia sampaikan pada Tetua kampung itu, dia berusaha menyusun kata-kata terbaik sebagai alasan dari tujuannya.

Putri Tihu Suebu, anak tunggal Raja Hual Suebu, seorang gadis berumur sembilan belas tahun. Berkulit sawo mentah, seorang gadis pemberani namun elegan dalam berpenampilan dengan kepribadian Sanguinis  yang optimis dan selalu bersemangat.

Dia memiliki sifat yang mudah bergaul dan ramah dengan orang lain, suka berbicara di depan publik, suka diperhatikan, dan kreatif.

Tak heran banyak orang senang berada di dekatnya. Dia juga dikatakan merupakan pribadi yang memiliki jiwa petualang.

Kemampuan istimewanya yang mampu membuat "Gerbang Pintas" ke berbagai tempat itu berawal dari penemuan batu bintang yang dia temukan di belakang istananya.

Malam dimana dia sedang memperhatikan dan mencoba menangkap kunang-kunang yang banyak beterbangan di belakang istananya dan dikejutkan sesuatu dari langit yang mendadak jatuh tak jauh dari tempatnya berdiri.

Sebuah batu bintang dengan lapisan api berwarna keunguan tampak menyala-nyala.

Saat itu putri takjub mengamati batu bintang itu yang untuk pertama kalinya dia lihat, kemudian putri Tihu segera berlari mencari ayahnya dan menunjukkan batu bintang yang berwarna ungu itu pada ayahnya.

Yang berakhir di tempat penempaan logam istana dijadikan mahkota berlapis emas dengan bentuk bulan sabit dan diberi tambahan kristal ungu di tengahnya sisa dari pecahan batu bintang itu.

Tadinya mahkota itu diperuntukkan hanya dikenakan pada Ratu Suebu... namun anehnya mahkota bulan sabit itu selalu hilang dan ditemukan di kamar putri Tihu, seolah memilih putri Tihu sebagai yang berhak memakainya.

Keanehan itu akhirnya semakin menjadi ketika Putri Tihu mengenakannya. Setiap kali putri Tihu berangan-angan ingin ke suatu tempat yang ia kunjungi, "Gerbang Pintas" itu muncul dengan mendadak tepat di depannya.

Orangtua Putri Tihu begitu bahagia dengan kemampuan istimewa yang dimiliki putrinya itu. Mereka terkadang meminta bantuan putrinya itu mengunjungi berbagai Kerajaan Utama di Nasutaran.

Raja Hual Suebu beberapa kali mengunjungi Kerajaan Wasuwa bersama istri dan putrinya. Terkadang untuk memenuhi undangan Ratu Aduyugayi atau sekedar ingin menikmati indahnya pantai Nabuken.

Pernah juga sekali, mereka mengunjungi Sahengidalaut pada waktu musim panen Tiram dan membeli beberapa butir mutiara yang indah.

"Tempat ini tak banyak berubah masih memukau dengan keindahan pasir putih dan beningnya biru air laut". sambil bergumam dia mengarahkan pandangannya ke laguna kampung Nelayan itu.

" Apakah anak itu masih di sini? " kata isi batin Putri Tihu mengenang kunjungan terakhirnya dulu di Sahengidalaut bersama ayah dan ibunya. 

Saat itu dia berjumpa seorang anak yang bekerja di peternakan tiram. Dan terpukau dengan keahlian menyelamnya yang begitu lama menahan nafas di dasar laguna.

Dia bahkan masih mengingat nama anak itu.  Akhirnya diapun bangkit berdiri dan berjalan ke arah kampung nelayan itu.

Sementara itu di lapangan sepak raga, pekik sorak sorai ramai penonton yang berteriak-teriak saling mendukung kelompoknya.

"Ayo Andiek jangan menyerah!! Kau juga Labussa tetap semangat!!!" teriak wasit Labosi yang memberi semangat pada kelompok Andiek dan Labussa di permainan sepak raga.

Kelompok Andiek terdiri dari Tenri dan Labolong, sedang lawan mereka Dalle, Labussa, dan Isogi. Bola rotan masih di pihak Andiek dan ini babak terakhir.

Kedua regu sama kuat namun masing-masing sudah terlihat kelelahan.

Meskipun mereka pandai mengatur nafas di kedalaman air tapi kali ini mereka terlihat terengah-engah dan tersengal mungkin juga karena kehausan.

Andiek memulai memantulkan bola pembuka dengan kakinya setengah melompat, bola rotan itu meluncur dengan cepat ke arena lawan namun masih tertangkap kaki Isogi yang dia oper ke Labussa anak itu segera memantulkan bola agak tinggi kepada Dalle sebagai umpan untuk tendangan akhir menyerang, namun ternyata Dalle hanya melompat dengan tinggi dan menyundul bola rotan itu dengan keras dari dahinya.

Berharap bola itu mengakhiri permainan sepak raga yang melelahkan itu tapi tak disangka ternyata Labolong dengan sigap menerima bola rotan itu dengan lututnya dan mengarahkan pada Tenri.

Tenri memantulkan bola rotan itu tinggi dengan arah vertikal tepat di depan Andiek . 

Dan tanpa diduga Andiek melakukan tendangan salto pada bola rotan dengan begitu keras dan cepat. Baik Labussa, Dalle dan Isogi tak siap menerima bola rotan yang meluncur dengan cepat itu dan bola itu pun masuk menyentuh tanah arena mereka.

Para penonton begitu riuh dan puas menyaksikan permainan mereka serta tetap memberi semangat kedua kelompok itu.

Meskipun pada akhirnya permainan itu dimenangkan kelompok Andiek. Mereka berteriak kegirangan sambil terbahak-bahak.  Sedang kelompok Isogi tampak kecewa dan saling menyalahkan.

"Horeeee kita menaaang!!! "Labolong tertawa puas sambil memberi salam pada ketiga lawannya.

"Kalian memang hebat" Isogi mengakui kekalahannya turut menjabat tangan Labolong.

"Kapan-kapan latihan bersama yaaa" kata Andiek setelah menjabat tangan Dalle dan Isogi.

"Boleh " Jawab Dalle dan Isogi hampir bersamaan.

"Aduh haus sekali rasanya" keluh Tenri sembari menjabat tangan Labussa.

"Iya hausssss ... " gerutu Labussa seolah itu penyebab kekalahan mereka.

"Ayo ini diminum biar segar kembali badanmu " Labosi sebagai wasit menyodorkan kelapa muda yang telah dilubangi bagian atasnya pada keenam anak itu.

"Glek.. Glek.. Glek... Waaah segaaarrr" Andiek dan Dalle bersamaan minum air kelapa muda yang disodorkan Labosi.

"Ambil lagi kalau masih terasa haus, masih banyak tuh " Sambung Labosi sambil menujuk ke sekumpulan kelapa muda yang ada di samping arena sepak raga.

"Buat nantilah, Kak Labosi" Jawab Isogi

"Kita kan belum ikutan balap perahu thecalonca dan adu cepat mencari kerang Mokua," sambung Tenri

"Tenang saja, ambil, minumlah sepuasnya, tuh kalau masih kurang..." kali ini Labosi menunjuk buah kelapa yang ada di pohon-pohon kelapa yang tumbuh subur di pesisir kampung itu.

Andiek tergelak sambil berkata, " Asal Kak Labosi yang memetik yaaa... Hahaha" disusul tawa yang lainnya.

"Tuh tukang petik kelapanya pada diikat di bawahnya," kata Labosi menunjuk beberapa monyet yang terikat di tiap pohon kelapa.

Monyet yang biasa disebut beruk itu memang dilatih untuk mengambil buah kelapa yang masih muda.

Namun hanya sang pemilik yang bisa menyuruh mereka. Orang lain yang tak dikenal pasti akan mereka gigit.

"Itu punya Kak Labosi ya? " tanya Andiek.

"Iya, kamu mau kenalan ??" Labosi tersenyum setengah bercanda menjawabnya.

"Tidak mau, ah, takutnya malah kegigit tanganku,"  jawab Andiek sambil mendelik.

Labosi mengernyitkan mata samar samar dia melihat kemilau cahaya kuning akibat pantulan sinar matahari di kejauhan yang berasal dari terpaan sinar matahari pada mahkota putri Tihu.

Terpopuler

Comments

Guns

Guns

ilustrasinya indah

2024-08-18

1

lihat semua
Episodes
1 Batu Bintang & Perantau
2 Tentang Nasutaran & Awal Petualangan Putri Tihu
3 Resi Sundek & Jaka Satya
4 Anak Laut & Legenda Putri Duyong
5 Batu Bintang Ungu & Kenangan Manis
6 Generasi Lama Pengguna Batu Bintang
7 Penjaga Rimba
8 Nenek Kaayat, Mawinei Aray & Qeva Aray
9 Keramahan Suku Kaday
10 Berlabuh Di Pulau Waja
11 Andiek Wakkawaru & Batu Bintangnya
12 Rencana Jahat & Batu Bintang Jaka Satya
13 Batu Bintang Jingga & Panggilan Raja
14 Kaisiepo, Kuari, & Reptil Ganas
15 Cinta Pandangan Pertama
16 Selamat Bergabung Bahri Masiak
17 Seniman Bertopeng
18 Pertarungan Singkat
19 Menumpas Reptil Ganas;Awal Perdamaian
20 Pertemuan Di Kota Gaib Janasaran
21 Menangkap Penyusup
22 Perjalanan Hidup Tiku Ra
23 Insiden Kecil Di Pemandian
24 Harimau Segan & Burung Yang Sakit
25 Rencana Menuju Rembuba
26 Yu Ginah Dikejar Ular Raksasa
27 Yu Ginah Kembali Dikejar Ular Raksasa
28 Nasib Akhir Ular Raksasa
29 Rencana Di Balik Layar & Naik Gajah
30 Raguda, Gumblin & Yu Ginah
31 Menyelusuri Gua Para Gumblin
32 Kakak Adik, Bersua Untuk Berlaga
33 Tentang Zeve
34 Kekacauan Dalam Gua Besar
35 Penerus Kaisiepo
36 Selamat Malam Nasutaran
37 Rencana Baru Nilam Sekar Sari
38 Yakomina, Jeko, Joki & Kuari
39 Penerus Resi Sundek
40 Penginapan Teratai Merah
41 Berpisah Sementara
42 Suminem & Sri Setyoningrum
43 Yu Cikrak dan Persiapannya
44 Deden Sobarna Vs Wong Fei Gong
45 Logam Melawan Jumlah
46 Bocah Pengendali Serangga
47 Pengamatan
48 Singgah di Penginapan Teratai Merah
49 Batu Tujuh Warna & Pemandian Air Panas Teratai Merah
50 Minuman Jahe Gula Merah
51 Suromenggolo & Sri Setyoningrum
52 Chen Chien Lung Vs Zivu
53 Intermezzo Pengenalan Karakter (1)
54 Zivu Yang Malang
55 Suromenggolo Gandrung
56 Dompu & Keluhannya
57 Perjanjian Kaayat dengan Ratu Lily
58 Buaya Raksasa Muara Tobari
59 Kunjungan Kaisiepo
60 Buaya Muara Tobari Tamat
61 Simbol Mantra
62 Benda Terbang Asing (BETA)
63 Pelajaran Untuk Yakomina
64 Firasat Nenek Kaayat
65 Percakapan Zavo & Mitranya
66 Mengunjungi Rumah Jaka Satya
67 Percakapan Nerkhuzogh
68 Miko & Miki
69 Rencana Jaka Satya
70 Hikmat Yang Bertambah-Tambah
71 Gumblin Di Hutan Citora?
72 Ketemu Kau, Tisna Biyantara
73 Rencana Dompu
74 Yu Ginah Menyadap
75 Belajar Memanah Matoa
76 Rahasia Sang Pencipta Semesta
77 Takdir
78 Godaan
79 Belajar Senjata Bumerang
80 Pencuri Hutan Yang Misterius
81 Sampai Di Nubiri
82 Pencuri Dari Negeri Matahari Terbit
83 Misi Penyelamatan Nubiri
84 Sura, Tejo Dan Kirman
85 Sundang VS Kalaripayattu
86 Genjoru, Sogutse & Kizuka
87 Kerinduan Suromenggolo
88 Nubiri Selamat ; Niat Genjoru
89 Rencana Genjoru & Kesibukan Andiek serta Labosi
90 Dilema Sri Setyoningrum
91 Intermezzo Pengenalan Karakter (2)
92 Terengah-engah
93 Sri Setyoningrum Berdenyut
94 3 Kantung Emas ; Sebuah Kapal Induk
95 Meringkus Ni Sesari
96 Dilema Suromenggolo
97 Melihat Pulau Pa'apu Dari Angkasa
98 Zeve & Zavo (1)
99 Informasi Panglima Burung
100 Telepati Nenek Kaayat
101 Dompu Beraksi
102 Sura Berpindah Jaman
103 Zeve & Zavo (2)
104 Musyawarah Mufakat
105 Belajar Kapal Cakram
106 Identitas Batu Bintang
107 Sukarelawan Ras Nubiri
108 Sri Setyoningrum Bertarung
109 Pertimbangan Ratu Aduyugayi
110 Protokol Kapal Induk Nasutaran
111 "Mohon Perhatiannya!"
112 Genjoru Kibigama Mendapat Ijin
113 Yu Ginah Terlempar Ke Masa Depan
114 Nerkhuzogh Tujuh Warna
115 Zeve & Zavo Pulang Kampung
116 Kampung Halaman
117 Dompu Meloloskan Diri
118 Kisah Pilu Suromenggolo
119 Kapal Induk Musuh Menyerang
120 Invasion Of Liz-ert
121 Gorgonzola
122 Kebakaran Kecil Di Tengah Hutan
123 Gorgonzola Memburu
124 Panglima Burung...
125 Panglima Burung...
126 Keluarga "Z"
127 Kota Gaib Negeri Siggrin
128 Gorgonzola mengincar Bahri Masiak
129 Berjuang Bersama
130 Intermezzo Pengenalan Karakter (3)
131 Flashback;Meeting Room Deck-02
132 Panglima Kumbang
133 Pertarungan Bahri Masiak
134 Shugyosa; Kibigama Genjoru!
135 Kejutan Gorgonzola
136 Benua Kangguru
137 Yu Ginah Tewas (1 )
138 Yu Ginah Tewas (2)
139 Gorgonzola Lolos Lagi
140 Kemenangan Sementara
141 Ratu Nerkhuzogh 7 Warna
142 Nerkhuzogh Memperkenalkan Diri
143 Suromenggolo & Sri Setyoningrum Mantenan
144 Kunjungan Predotar Neptonu
145 Point Of View Dompu
146 Bersiap Menuju Kota Gaib Siggrin
147 Uywa Uñjöræ Mulai Menjelajah ; Trio Z Masuk Kota Gaib Siggrin
148 Nicolas Dan Ramah Tamahnya
149 Malam Pertama Suromenggolo Dan Sri Setyoningrum
150 Nenek Kaayat & Panglima Burung Bertarung Bersama
151 Masalah Baru di Sekolah Sihir Hardword
152 Pencarian Resi Sundek di Jagat Raya
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Batu Bintang & Perantau
2
Tentang Nasutaran & Awal Petualangan Putri Tihu
3
Resi Sundek & Jaka Satya
4
Anak Laut & Legenda Putri Duyong
5
Batu Bintang Ungu & Kenangan Manis
6
Generasi Lama Pengguna Batu Bintang
7
Penjaga Rimba
8
Nenek Kaayat, Mawinei Aray & Qeva Aray
9
Keramahan Suku Kaday
10
Berlabuh Di Pulau Waja
11
Andiek Wakkawaru & Batu Bintangnya
12
Rencana Jahat & Batu Bintang Jaka Satya
13
Batu Bintang Jingga & Panggilan Raja
14
Kaisiepo, Kuari, & Reptil Ganas
15
Cinta Pandangan Pertama
16
Selamat Bergabung Bahri Masiak
17
Seniman Bertopeng
18
Pertarungan Singkat
19
Menumpas Reptil Ganas;Awal Perdamaian
20
Pertemuan Di Kota Gaib Janasaran
21
Menangkap Penyusup
22
Perjalanan Hidup Tiku Ra
23
Insiden Kecil Di Pemandian
24
Harimau Segan & Burung Yang Sakit
25
Rencana Menuju Rembuba
26
Yu Ginah Dikejar Ular Raksasa
27
Yu Ginah Kembali Dikejar Ular Raksasa
28
Nasib Akhir Ular Raksasa
29
Rencana Di Balik Layar & Naik Gajah
30
Raguda, Gumblin & Yu Ginah
31
Menyelusuri Gua Para Gumblin
32
Kakak Adik, Bersua Untuk Berlaga
33
Tentang Zeve
34
Kekacauan Dalam Gua Besar
35
Penerus Kaisiepo
36
Selamat Malam Nasutaran
37
Rencana Baru Nilam Sekar Sari
38
Yakomina, Jeko, Joki & Kuari
39
Penerus Resi Sundek
40
Penginapan Teratai Merah
41
Berpisah Sementara
42
Suminem & Sri Setyoningrum
43
Yu Cikrak dan Persiapannya
44
Deden Sobarna Vs Wong Fei Gong
45
Logam Melawan Jumlah
46
Bocah Pengendali Serangga
47
Pengamatan
48
Singgah di Penginapan Teratai Merah
49
Batu Tujuh Warna & Pemandian Air Panas Teratai Merah
50
Minuman Jahe Gula Merah
51
Suromenggolo & Sri Setyoningrum
52
Chen Chien Lung Vs Zivu
53
Intermezzo Pengenalan Karakter (1)
54
Zivu Yang Malang
55
Suromenggolo Gandrung
56
Dompu & Keluhannya
57
Perjanjian Kaayat dengan Ratu Lily
58
Buaya Raksasa Muara Tobari
59
Kunjungan Kaisiepo
60
Buaya Muara Tobari Tamat
61
Simbol Mantra
62
Benda Terbang Asing (BETA)
63
Pelajaran Untuk Yakomina
64
Firasat Nenek Kaayat
65
Percakapan Zavo & Mitranya
66
Mengunjungi Rumah Jaka Satya
67
Percakapan Nerkhuzogh
68
Miko & Miki
69
Rencana Jaka Satya
70
Hikmat Yang Bertambah-Tambah
71
Gumblin Di Hutan Citora?
72
Ketemu Kau, Tisna Biyantara
73
Rencana Dompu
74
Yu Ginah Menyadap
75
Belajar Memanah Matoa
76
Rahasia Sang Pencipta Semesta
77
Takdir
78
Godaan
79
Belajar Senjata Bumerang
80
Pencuri Hutan Yang Misterius
81
Sampai Di Nubiri
82
Pencuri Dari Negeri Matahari Terbit
83
Misi Penyelamatan Nubiri
84
Sura, Tejo Dan Kirman
85
Sundang VS Kalaripayattu
86
Genjoru, Sogutse & Kizuka
87
Kerinduan Suromenggolo
88
Nubiri Selamat ; Niat Genjoru
89
Rencana Genjoru & Kesibukan Andiek serta Labosi
90
Dilema Sri Setyoningrum
91
Intermezzo Pengenalan Karakter (2)
92
Terengah-engah
93
Sri Setyoningrum Berdenyut
94
3 Kantung Emas ; Sebuah Kapal Induk
95
Meringkus Ni Sesari
96
Dilema Suromenggolo
97
Melihat Pulau Pa'apu Dari Angkasa
98
Zeve & Zavo (1)
99
Informasi Panglima Burung
100
Telepati Nenek Kaayat
101
Dompu Beraksi
102
Sura Berpindah Jaman
103
Zeve & Zavo (2)
104
Musyawarah Mufakat
105
Belajar Kapal Cakram
106
Identitas Batu Bintang
107
Sukarelawan Ras Nubiri
108
Sri Setyoningrum Bertarung
109
Pertimbangan Ratu Aduyugayi
110
Protokol Kapal Induk Nasutaran
111
"Mohon Perhatiannya!"
112
Genjoru Kibigama Mendapat Ijin
113
Yu Ginah Terlempar Ke Masa Depan
114
Nerkhuzogh Tujuh Warna
115
Zeve & Zavo Pulang Kampung
116
Kampung Halaman
117
Dompu Meloloskan Diri
118
Kisah Pilu Suromenggolo
119
Kapal Induk Musuh Menyerang
120
Invasion Of Liz-ert
121
Gorgonzola
122
Kebakaran Kecil Di Tengah Hutan
123
Gorgonzola Memburu
124
Panglima Burung...
125
Panglima Burung...
126
Keluarga "Z"
127
Kota Gaib Negeri Siggrin
128
Gorgonzola mengincar Bahri Masiak
129
Berjuang Bersama
130
Intermezzo Pengenalan Karakter (3)
131
Flashback;Meeting Room Deck-02
132
Panglima Kumbang
133
Pertarungan Bahri Masiak
134
Shugyosa; Kibigama Genjoru!
135
Kejutan Gorgonzola
136
Benua Kangguru
137
Yu Ginah Tewas (1 )
138
Yu Ginah Tewas (2)
139
Gorgonzola Lolos Lagi
140
Kemenangan Sementara
141
Ratu Nerkhuzogh 7 Warna
142
Nerkhuzogh Memperkenalkan Diri
143
Suromenggolo & Sri Setyoningrum Mantenan
144
Kunjungan Predotar Neptonu
145
Point Of View Dompu
146
Bersiap Menuju Kota Gaib Siggrin
147
Uywa Uñjöræ Mulai Menjelajah ; Trio Z Masuk Kota Gaib Siggrin
148
Nicolas Dan Ramah Tamahnya
149
Malam Pertama Suromenggolo Dan Sri Setyoningrum
150
Nenek Kaayat & Panglima Burung Bertarung Bersama
151
Masalah Baru di Sekolah Sihir Hardword
152
Pencarian Resi Sundek di Jagat Raya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!