Resi Sundek & Jaka Satya

Klang.. Klang.. Klang.!!

Suara besi yang ditempa para panjak Resi Sundek berkumandang terdengar sangat nyaring.

Sang Resi sedang membuat keris yang dipesan oleh seorang punggawa kerajaan Jhamapati. Dibantu empat orang panjak yaitu Kirman, Sura, Tejo, dan Jaka.

Keringat dan peluh keluar di sekujur tubuh mereka karena begitu panasnya tempat itu.

Secara beruntun keempat bawahannya menempa logam panas yang telah dilipat berkali kali itu. Sang Resi yang sebelumnya berpuasa dan membuat perhitungan rumit itu sudah meyakini kesaktian apa yang akan terkandung dalam keris buatannya itu.

Pamor yang dia taruh di dalamnya adalah dari logam batu bintang yang dua hari lalu ditemukannya.

"Baik berhenti sebentar " Perintahnya pada para bawahannya itu.

Dia kemudian mencelupkan keris yang masih belum ditatah itu ke dalam minyak.

Nyosssshhhh...!!!

Dia menunggu beberapa saat kemudian membersihkan keris itu dengan kain.

"Baiklah kalian istirahatlah dulu aku akan membuat sketsa pada keris ini untuk diukir," katanya kemudian kepada para panjak nya. 

"Baik, Resi! Kami ijin istirahat dulu di luar," jawab Sura yang merupakan senior panjak disitu.

"Silahkan," sembari menjawab Empu Sundek membawa keris itu ke dalam ruang kerjanya yang khusus untuk mengukir keris.

Di luar keempat panjak itu seolah terbebas dari neraka yang panas dan pengap.

"Sepertinya kali ini kita mendapat pesanan yang lain dari keris-keris sebelumnya apa kalian merasakannya," tanya Sura pada ketiga rekannya.

"Benar, hawa yang dikeluarkan pamor keris itu sungguh tidak biasa," sahut Tejo 

"Panasnya luar biasa sampai kering kerongkongan ku," celetuk Kirman sambil menenggak air kendi yang terasa menyegarkan tenggorokannya.

"Entahlah ini kan untuk pertama kalinya aku ikut menempa keris,"  Jaka menimpali.

Dia yang paling muda di antara panjak itu dan hari itu juga adalah kesempatan pertamanya menjadi seorang panjak atau asisten Empu.

"Apakah sebelumnya memang tidak sama seperti hari ini? " sambungnya sambil menerima Kendi yang disodorkan Kirman dan mulai menenggak air kendi.

"Hah...apa kamu tidak merasa terbakar dan pengap tadi waktu menempa keris itu, memang berbeda dengan keris sebelumnya yang hawanya biasa saja," jawab Sura.

"Tidak paman Sura aku biasa saja tadi , lihat! Aku juga tak banyak berkeringat seperti sampean semua kan? " Jaka sendiri setengah heran. 

"Oiya itu keris pesanan siapa ? "  tanya Kirman

"Itu pesanan Punggawa Sudirga katanya akan dia berikan pada putranya." Sura menjawabnya.

"Jaka kamu juga putra punggawa kan kenapa kamu gak ikut meneruskan ikut jejak ayahmu," sambung Sura pada Jaka.

"Tidak paman aku tidak mau menjadi prajurit di keraton aku lebih suka jadi seorang pande besi saja. "  sambil merendah dia menjawab alasannya itu. 

"Hahahaha... Kamu memang beda Jaka tak seperti anak pegawai istana lainnya," Sura merasa lucu mendengar jawaban Jaka tersebut. 

Jaka seorang pemuda yang bertubuh atletis dan berotot adalah anak seorang punggawa istana.

Ayahnya berharap dia juga turut menjadi punggawa seperti dirinya atau setidaknya prajurit istana namun tak disangka putranya itu sama sekali tak berminat meneruskan jejaknya.

Dan malah memilih menjadi seorang panjak dengan alasan ingin menjadi seorang Empu yang bisa membuat senjata sakti.

Jaka memang lebih tertarik dengan hal-hal yang melibatkan tentang senjata dan pembuatannya tapi dia tidak menyukai penggunaannya yang biasanya menghilangkan nyawa seseorang.

Dia berguru pada Resi Sundek dan yang dipikirkannya betapa hebatnya bisa membuat senjata yang sakti mandraguna dia masih ingat pelajaran yang diberikan Resi Sundek bagaimana proses membuat keris yang baik dan benar. 

Awal pembuatan keris dilakukan dengan menyatukan pamor dan besi. Caranya, bahan pamor dijepit dengan dua besi dan ditempa. Sehingga terbentuk lapisan atau lipatan pada besi dan pamor.

Paling tidak, dalam proses penempaan ini diperlukan minimal seratus dua puluh delapan lipatan.

Sedangkan bila menginginkan kualitas yang bagus, setidaknya diperlukan minimal dua ribu lipatan. Makin banyak lipatannya, makin lama pula waktu yang diperlukan.

Sebab pada dasarnya cara membuat keris adalah dengan pembakaran, penempaan dan pelipatan.

Selama proses tempa, sang empu dan para panjak memasukkan besi dan bahan pamor berulang kali. Sehingga udara terasa sangat panas dengan abu pembakaran yang beterbangan.

Sesekali, besi yang menganga panas akan dicelupkan minyak secara mendadak sebagai proses pendinginan.

Proses pendinginan ini disebut nyepuh. Tujuannya adalah untuk mendapatkan besi yang kuat dan keras.

Setelah melewati rangkaian proses ini, baja dan bahan pamor yang tadinya berat akan berubah menjadi sebilah keris yang ringan, tipis dan kuat.

Keris mentah kemudian ditatah dengan corak. Bisa berupa ukiran hiasan atau pola, seperti motif hewan, tumbuhan, wayang, ataupun rajah dan mantra.

Semua itu ada dalam benak Jaka dan begitu bersemangat menjalaninya.

TENG.. TENG.. TENG!!

Sang Resi menarik tali lonceng tanda istirahat telah usai.

Mereka berempat beranjak dari tempat itu dan berjalan ke arah Resi Sundek.

"Sura, apakah ada pesanan lain selain keris ini ? " tanya Resi Sundek 

"Tidak ada Resi. Terakhir pesanan Lurah Bronto dari dusun Kedawung sepuluh cangkul  tapi belum diambil, beliau bilang lusa akan dia ambil," jelas Sura .

"Dan kau anak muda, adakah kesulitan yang kau alami selama bekerja di sini? " Resi Sundek beralih ke Jaka.

"Semua baik-baik saja Eyang Resi..." jawab Jaka tersentak kaget karena tak menyangka akan ditanya.

"Maaf Eyang Resi kapan saya akan diajari mencari bahan pamor untuk keris?" lanjut Jaka yang penasaran dengan bahan material pamor pada keris.

"Oh itu nanti aku sampaikan pada Sura, agar kau ikut dengannya mencari bahan pamor, tapi sepertinya masih belum saatnya kamu le, Cah bagus." 

"Pelajari dulu cara menempa dan melipat  besi yang baik dan benar dulu," sambung Resi Sundek kepada Jaka. Dia merasa heran ada pemuda yang berminat menekuni profesi sebagai pande besi atau mungkin ingin menjadi Resi seperti dirinya?

"Baik, Eyang Resi saya akan berlatih lebih giat lagi." jawab Jaka.

"Bagus segala sesuatu harus dijalani dengan kesabaran dan ketekunan supaya kau punya kepribadian yang lebih dari yang lain, mengerti thole? "kata Resi Sundek.

"Mengerti Eyang Resi." Ucap Jaka dengan cepat.

"Baiklah kalian semua boleh kembali ke rumah hari ini sudah cukup karena aku hanya tinggal mengukir keris itu dan Jaka besok kau akan aku ajari menatah keris dengan benar. "

"Dan ini bayaran untuk kalian hari ini."  . sambil berujar Resi Sundek memberikan kantong kecil berisi dua keping perak pada semua pekerjanya itu.

"Matur nuwun Resi," serentak keempat panjak itu mengucapkan terima kasih mereka sambil sumringah tersenyum.

Resi Sundek memang seorang Empu yang baik dan memahami kondisi pekerjanya, apalagi hari ini dia pun merasa tersiksa ketika harus memegang  keris yang ditempa keempat panjaknya itu.

Pembuatan keris kali ini baginya pun juga sangat berbeda dengan pembuatan keris sebelumnya.  Dia mengamati panjaknya yang juga mengalami hal yang sama dengan dirinya, kecuali satu panjak yang membuatnya heran yaitu Jaka.

Sang Resi heran kenapa Jaka tak seperti merasakan tekanan hawa panas yang dirasakannya juga rekan panjak lainnya?

"Ah, sudahlah selanjutnya akan terjadi peristiwa apa jika keris ini sudah aku berikan pada Punggawa Sudirga." Batin Resi  Sundek ketika melihat para Panjak nya berjalan ke rumah mereka masing-masing dari kejauhan.

Episodes
1 Batu Bintang & Perantau
2 Tentang Nasutaran & Awal Petualangan Putri Tihu
3 Resi Sundek & Jaka Satya
4 Anak Laut & Legenda Putri Duyong
5 Batu Bintang Ungu & Kenangan Manis
6 Generasi Lama Pengguna Batu Bintang
7 Penjaga Rimba
8 Nenek Kaayat, Mawinei Aray & Qeva Aray
9 Keramahan Suku Kaday
10 Berlabuh Di Pulau Waja
11 Andiek Wakkawaru & Batu Bintangnya
12 Rencana Jahat & Batu Bintang Jaka Satya
13 Batu Bintang Jingga & Panggilan Raja
14 Kaisiepo, Kuari, & Reptil Ganas
15 Cinta Pandangan Pertama
16 Selamat Bergabung Bahri Masiak
17 Seniman Bertopeng
18 Pertarungan Singkat
19 Menumpas Reptil Ganas;Awal Perdamaian
20 Pertemuan Di Kota Gaib Janasaran
21 Menangkap Penyusup
22 Perjalanan Hidup Tiku Ra
23 Insiden Kecil Di Pemandian
24 Harimau Segan & Burung Yang Sakit
25 Rencana Menuju Rembuba
26 Yu Ginah Dikejar Ular Raksasa
27 Yu Ginah Kembali Dikejar Ular Raksasa
28 Nasib Akhir Ular Raksasa
29 Rencana Di Balik Layar & Naik Gajah
30 Raguda, Gumblin & Yu Ginah
31 Menyelusuri Gua Para Gumblin
32 Kakak Adik, Bersua Untuk Berlaga
33 Tentang Zeve
34 Kekacauan Dalam Gua Besar
35 Penerus Kaisiepo
36 Selamat Malam Nasutaran
37 Rencana Baru Nilam Sekar Sari
38 Yakomina, Jeko, Joki & Kuari
39 Penerus Resi Sundek
40 Penginapan Teratai Merah
41 Berpisah Sementara
42 Suminem & Sri Setyoningrum
43 Yu Cikrak dan Persiapannya
44 Deden Sobarna Vs Wong Fei Gong
45 Logam Melawan Jumlah
46 Bocah Pengendali Serangga
47 Pengamatan
48 Singgah di Penginapan Teratai Merah
49 Batu Tujuh Warna & Pemandian Air Panas Teratai Merah
50 Minuman Jahe Gula Merah
51 Suromenggolo & Sri Setyoningrum
52 Chen Chien Lung Vs Zivu
53 Intermezzo Pengenalan Karakter (1)
54 Zivu Yang Malang
55 Suromenggolo Gandrung
56 Dompu & Keluhannya
57 Perjanjian Kaayat dengan Ratu Lily
58 Buaya Raksasa Muara Tobari
59 Kunjungan Kaisiepo
60 Buaya Muara Tobari Tamat
61 Simbol Mantra
62 Benda Terbang Asing (BETA)
63 Pelajaran Untuk Yakomina
64 Firasat Nenek Kaayat
65 Percakapan Zavo & Mitranya
66 Mengunjungi Rumah Jaka Satya
67 Percakapan Nerkhuzogh
68 Miko & Miki
69 Rencana Jaka Satya
70 Hikmat Yang Bertambah-Tambah
71 Gumblin Di Hutan Citora?
72 Ketemu Kau, Tisna Biyantara
73 Rencana Dompu
74 Yu Ginah Menyadap
75 Belajar Memanah Matoa
76 Rahasia Sang Pencipta Semesta
77 Takdir
78 Godaan
79 Belajar Senjata Bumerang
80 Pencuri Hutan Yang Misterius
81 Sampai Di Nubiri
82 Pencuri Dari Negeri Matahari Terbit
83 Misi Penyelamatan Nubiri
84 Sura, Tejo Dan Kirman
85 Sundang VS Kalaripayattu
86 Genjoru, Sogutse & Kizuka
87 Kerinduan Suromenggolo
88 Nubiri Selamat ; Niat Genjoru
89 Rencana Genjoru & Kesibukan Andiek serta Labosi
90 Dilema Sri Setyoningrum
91 Intermezzo Pengenalan Karakter (2)
92 Terengah-engah
93 Sri Setyoningrum Berdenyut
94 3 Kantung Emas ; Sebuah Kapal Induk
95 Meringkus Ni Sesari
96 Dilema Suromenggolo
97 Melihat Pulau Pa'apu Dari Angkasa
98 Zeve & Zavo (1)
99 Informasi Panglima Burung
100 Telepati Nenek Kaayat
101 Dompu Beraksi
102 Sura Berpindah Jaman
103 Zeve & Zavo (2)
104 Musyawarah Mufakat
105 Belajar Kapal Cakram
106 Identitas Batu Bintang
107 Sukarelawan Ras Nubiri
108 Sri Setyoningrum Bertarung
109 Pertimbangan Ratu Aduyugayi
110 Protokol Kapal Induk Nasutaran
111 "Mohon Perhatiannya!"
112 Genjoru Kibigama Mendapat Ijin
113 Yu Ginah Terlempar Ke Masa Depan
114 Nerkhuzogh Tujuh Warna
115 Zeve & Zavo Pulang Kampung
116 Kampung Halaman
117 Dompu Meloloskan Diri
118 Kisah Pilu Suromenggolo
119 Kapal Induk Musuh Menyerang
120 Invasion Of Liz-ert
121 Gorgonzola
122 Kebakaran Kecil Di Tengah Hutan
123 Gorgonzola Memburu
124 Panglima Burung...
125 Panglima Burung...
126 Keluarga "Z"
127 Kota Gaib Negeri Siggrin
128 Gorgonzola mengincar Bahri Masiak
129 Berjuang Bersama
130 Intermezzo Pengenalan Karakter (3)
131 Flashback;Meeting Room Deck-02
132 Panglima Kumbang
133 Pertarungan Bahri Masiak
134 Shugyosa; Kibigama Genjoru!
135 Kejutan Gorgonzola
136 Benua Kangguru
137 Yu Ginah Tewas (1 )
138 Yu Ginah Tewas (2)
139 Gorgonzola Lolos Lagi
140 Kemenangan Sementara
141 Ratu Nerkhuzogh 7 Warna
142 Nerkhuzogh Memperkenalkan Diri
143 Suromenggolo & Sri Setyoningrum Mantenan
144 Kunjungan Predotar Neptonu
145 Point Of View Dompu
146 Bersiap Menuju Kota Gaib Siggrin
147 Uywa Uñjöræ Mulai Menjelajah ; Trio Z Masuk Kota Gaib Siggrin
148 Nicolas Dan Ramah Tamahnya
149 Malam Pertama Suromenggolo Dan Sri Setyoningrum
150 Nenek Kaayat & Panglima Burung Bertarung Bersama
151 Masalah Baru di Sekolah Sihir Hardword
152 Pencarian Resi Sundek di Jagat Raya
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Batu Bintang & Perantau
2
Tentang Nasutaran & Awal Petualangan Putri Tihu
3
Resi Sundek & Jaka Satya
4
Anak Laut & Legenda Putri Duyong
5
Batu Bintang Ungu & Kenangan Manis
6
Generasi Lama Pengguna Batu Bintang
7
Penjaga Rimba
8
Nenek Kaayat, Mawinei Aray & Qeva Aray
9
Keramahan Suku Kaday
10
Berlabuh Di Pulau Waja
11
Andiek Wakkawaru & Batu Bintangnya
12
Rencana Jahat & Batu Bintang Jaka Satya
13
Batu Bintang Jingga & Panggilan Raja
14
Kaisiepo, Kuari, & Reptil Ganas
15
Cinta Pandangan Pertama
16
Selamat Bergabung Bahri Masiak
17
Seniman Bertopeng
18
Pertarungan Singkat
19
Menumpas Reptil Ganas;Awal Perdamaian
20
Pertemuan Di Kota Gaib Janasaran
21
Menangkap Penyusup
22
Perjalanan Hidup Tiku Ra
23
Insiden Kecil Di Pemandian
24
Harimau Segan & Burung Yang Sakit
25
Rencana Menuju Rembuba
26
Yu Ginah Dikejar Ular Raksasa
27
Yu Ginah Kembali Dikejar Ular Raksasa
28
Nasib Akhir Ular Raksasa
29
Rencana Di Balik Layar & Naik Gajah
30
Raguda, Gumblin & Yu Ginah
31
Menyelusuri Gua Para Gumblin
32
Kakak Adik, Bersua Untuk Berlaga
33
Tentang Zeve
34
Kekacauan Dalam Gua Besar
35
Penerus Kaisiepo
36
Selamat Malam Nasutaran
37
Rencana Baru Nilam Sekar Sari
38
Yakomina, Jeko, Joki & Kuari
39
Penerus Resi Sundek
40
Penginapan Teratai Merah
41
Berpisah Sementara
42
Suminem & Sri Setyoningrum
43
Yu Cikrak dan Persiapannya
44
Deden Sobarna Vs Wong Fei Gong
45
Logam Melawan Jumlah
46
Bocah Pengendali Serangga
47
Pengamatan
48
Singgah di Penginapan Teratai Merah
49
Batu Tujuh Warna & Pemandian Air Panas Teratai Merah
50
Minuman Jahe Gula Merah
51
Suromenggolo & Sri Setyoningrum
52
Chen Chien Lung Vs Zivu
53
Intermezzo Pengenalan Karakter (1)
54
Zivu Yang Malang
55
Suromenggolo Gandrung
56
Dompu & Keluhannya
57
Perjanjian Kaayat dengan Ratu Lily
58
Buaya Raksasa Muara Tobari
59
Kunjungan Kaisiepo
60
Buaya Muara Tobari Tamat
61
Simbol Mantra
62
Benda Terbang Asing (BETA)
63
Pelajaran Untuk Yakomina
64
Firasat Nenek Kaayat
65
Percakapan Zavo & Mitranya
66
Mengunjungi Rumah Jaka Satya
67
Percakapan Nerkhuzogh
68
Miko & Miki
69
Rencana Jaka Satya
70
Hikmat Yang Bertambah-Tambah
71
Gumblin Di Hutan Citora?
72
Ketemu Kau, Tisna Biyantara
73
Rencana Dompu
74
Yu Ginah Menyadap
75
Belajar Memanah Matoa
76
Rahasia Sang Pencipta Semesta
77
Takdir
78
Godaan
79
Belajar Senjata Bumerang
80
Pencuri Hutan Yang Misterius
81
Sampai Di Nubiri
82
Pencuri Dari Negeri Matahari Terbit
83
Misi Penyelamatan Nubiri
84
Sura, Tejo Dan Kirman
85
Sundang VS Kalaripayattu
86
Genjoru, Sogutse & Kizuka
87
Kerinduan Suromenggolo
88
Nubiri Selamat ; Niat Genjoru
89
Rencana Genjoru & Kesibukan Andiek serta Labosi
90
Dilema Sri Setyoningrum
91
Intermezzo Pengenalan Karakter (2)
92
Terengah-engah
93
Sri Setyoningrum Berdenyut
94
3 Kantung Emas ; Sebuah Kapal Induk
95
Meringkus Ni Sesari
96
Dilema Suromenggolo
97
Melihat Pulau Pa'apu Dari Angkasa
98
Zeve & Zavo (1)
99
Informasi Panglima Burung
100
Telepati Nenek Kaayat
101
Dompu Beraksi
102
Sura Berpindah Jaman
103
Zeve & Zavo (2)
104
Musyawarah Mufakat
105
Belajar Kapal Cakram
106
Identitas Batu Bintang
107
Sukarelawan Ras Nubiri
108
Sri Setyoningrum Bertarung
109
Pertimbangan Ratu Aduyugayi
110
Protokol Kapal Induk Nasutaran
111
"Mohon Perhatiannya!"
112
Genjoru Kibigama Mendapat Ijin
113
Yu Ginah Terlempar Ke Masa Depan
114
Nerkhuzogh Tujuh Warna
115
Zeve & Zavo Pulang Kampung
116
Kampung Halaman
117
Dompu Meloloskan Diri
118
Kisah Pilu Suromenggolo
119
Kapal Induk Musuh Menyerang
120
Invasion Of Liz-ert
121
Gorgonzola
122
Kebakaran Kecil Di Tengah Hutan
123
Gorgonzola Memburu
124
Panglima Burung...
125
Panglima Burung...
126
Keluarga "Z"
127
Kota Gaib Negeri Siggrin
128
Gorgonzola mengincar Bahri Masiak
129
Berjuang Bersama
130
Intermezzo Pengenalan Karakter (3)
131
Flashback;Meeting Room Deck-02
132
Panglima Kumbang
133
Pertarungan Bahri Masiak
134
Shugyosa; Kibigama Genjoru!
135
Kejutan Gorgonzola
136
Benua Kangguru
137
Yu Ginah Tewas (1 )
138
Yu Ginah Tewas (2)
139
Gorgonzola Lolos Lagi
140
Kemenangan Sementara
141
Ratu Nerkhuzogh 7 Warna
142
Nerkhuzogh Memperkenalkan Diri
143
Suromenggolo & Sri Setyoningrum Mantenan
144
Kunjungan Predotar Neptonu
145
Point Of View Dompu
146
Bersiap Menuju Kota Gaib Siggrin
147
Uywa Uñjöræ Mulai Menjelajah ; Trio Z Masuk Kota Gaib Siggrin
148
Nicolas Dan Ramah Tamahnya
149
Malam Pertama Suromenggolo Dan Sri Setyoningrum
150
Nenek Kaayat & Panglima Burung Bertarung Bersama
151
Masalah Baru di Sekolah Sihir Hardword
152
Pencarian Resi Sundek di Jagat Raya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!