Tentang Nasutaran & Awal Petualangan Putri Tihu

Terletak di alam tropis yang hangat Negeri Nasutaran adalah Negeri yang sangat subur tanahnya, karena itu Nasutaran merupakan negeri berciri agraris dan oleh karena Negeri kepulauan menjadikan Nasutaran mempunyai banyak laut yang dipenuhi berbagai macam jenis ikan laut.

Nasutaran terdiri dari lima pulau besar dengan identitas alamnya yang berbeda Pulau Maresuta adalah pulau terbesar kedua di Nasutaran alamnya dipenuhi perbukitan dan terdapat Danau terbesar di Nasutaran yaitu danau Bato.

Pulau Maresuta terletak paling barat di antara empat pulau lainnya dan di antara kerajaan-kerajaan kecil di pulau ini sebuah Kerajaan Besar bernama Wijiyasra yang menjadi pusat pendidikan dan perdagangan terbesar Nasutaran baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Dengan kata lain kerajaan Wijiyasra menjadi awal gerbang perniagaan untuk negeri di luar Nasutaran.

Pulau kedua bernama pulau Waja dengan luas hanya sepertiga dari Pulau Maresuta, secara geografis pulau Waja identik dengan gunung berapi yang masih aktif menjadikan tanah di pulau Waja subur.

Banyak penduduk bercocok tanam padi dan berbagai tanaman yang dikonsumsi untuk sehari-hari. Karena kesuburan tanahnya, panen yang dihasilkan melimpah ruah, pulau Waja ibarat menjadi lumbung makanan bagi negeri Nasutaran.

Namun begitu penduduk pulau Waja juga selalu waspada karena masih banyak gunung berapi yg kadang memuntahkan lahar. Yang diawali gempa bumi terlebih dahulu.

Kerajaan Jhamapati yang terbesar di pulau Waja menjadi Kerajaan yang jadi panutan kerajaan-kerajaan kecil lainnya. Pulau Waja terletak di sebelah selatan pulau Maresuta.

Baik Kerajaan Jhamapati dan Kerajaan Wijiyasra mempunyai hubungan yang kuat dan harmonis karena saling mendukung dalam hal ekonomi dan sumber bahan pangan.

Kemudian pulau terbesar pertama di Nasutaran yaitu pulau Lamakintan terletak di sebelah utara pulau Waja dan sebelah timur pulau Maresuta.

Dengan kondisi alam yang kaya akan hutan belantara begitu banyak pepohonan yang tinggi dan besar menjadikan pulau Lamakintan menjadi pemasok kayu terbesar di Nasutaran.

Selain hutan pulau Lamakintan kaya akan batu intan yang berkualitas tinggi di semua sungai yang ada. Dikarenakan hasil hutan yang melimpah dan kandungan batu mulia yang mudah didapat, penduduk pulau Lamakintan pada umumnya memilih menekuni sebagai penambang atau pengrajin Intan dan sebagian berniaga balok-balok kayu.

Kerajaan terbesar di pulau ini adalah Kerajaan Ikatu yang dibangun di tengah-tengah rimba raya menyatukan Kerajaan kecil di sekitarnya.

Pulau berikutnya adalah pulau Walesisu yang tepat berada disebelah timur pulau Lamakintan. Pulau yang berbentuk seperti huruf "K" Ini termasyur dengan hasil laut.

Kerajaan besar yang berpengaruh di pulau Walesisu ini adalah Kerajaan Wasuwa yg dipimpin seorang Ratu yang bernama Aduyugayi.

Ada suatu legenda menarik dengan pulau ini, konon hidup ikan raksasa yang berukuran panjang bagai naga yang dijuluki ikan Thecalonca yang menjaga pulau Walesisu.

Menurut cerita para leluhur ikan ini mampu menenggelamkan armada laut yang hendak menyerang Kerajaan Wasuwa karena ukurannya yang sangat besar. 

Penduduk pulau ini sangat menghargai kekayaan laut mereka yang melimpah dan tidak bertindak serakah mengeruk hasil laut dengan berlebihan mereka menjaga dan melestarikan alam bawah laut dengan baik dan penuh hikmat.

Mereka sudah menyadari akan keseimbangan alam yang dikaitkan dengan keberadaan ikan Thecalonca dan hidup berdampingan sejak lama.

Beberapa suku pulau ini terkenal dengan kemampuan menyelam ke dasar laut dengan menghabiskan waktu begitu lama ini karena beberapa raja kecil di sekitar pesisir Walesisu mempunyai peternakan Tiram yang menghasilkan mutiara dengan kualitas terbaik se-Nasutaran.

Pulau berikutnya adalah pulau Pa'apu. Termasuk pulau yang paling kaya di antara pulau besar lainnya karena pulau ini kaya akan logam mulia yaitu emas.

Terletak di bagian paling timur, pulau ini di bawah kekuasaan kerajaan Luhamua yang dipimpin Raja Hual Suebu, beberapa suku tinggal di pulau ini dan sayangnya sering terjadi perseteruan antar suku, karena memperebutkan beberapa wilayah yang banyak menghasilkan logam mulia yaitu emas.

Ya, emas memang mempunyai pengaruh besar pada semua orang yang ingin memilikinya atau menguasainya.

Raja Hual Suebu adalah raja yang baik dan bijaksana dia selalu berusaha mempertemukan antar kepala suku untuk berunding dan mendamaikan serta menyelesaikan permasalahan dengan seadil-adilnya.

Namun dia sangat kesulitan ketika harus menyelesaikan masalah antara Suku Tamas dan suku Tanusen karena kedua suku ini berbatasan dan di antara pembatas wilayah mereka terdapat bukit yang penuh kandungan emas.

Keduanya mencoba menguasai bukit itu untuk mereka klaim. Selain itu kedua suku ini sangat mahir menggunakan senjata busur panah.

Raja Suebu bahkan pernah mengutus duta perdamaian untuk mereka namun berakhir dengan hilangnya nyawa para duta itu. Mereka disambut puluhan anak panah yang dilepaskan kedua suku yg berselisih kekuatan itu.

Raja Suebu berniat mengatasi hal itu dengan mengirim prajurit sebanyak-banyaknya. Namun putrinya menentang keras rencana ayahnya itu.

Putri Tihu adalah putri semata wayang Raja Suebu dia memberi solusi pada ayahnya agar masalah itu diselesaikan oleh orang-orang yang punya kemampuan istimewa.

Untuk menghindari banyaknya korban jiwa. Untuk itu dia sendiri yang akan mencari orang-orang yang mempunyai kemampuan dan kelebihan yang berbeda dari orang pada umumnya.

Raja Suebu merasa berat hati dengan apa yang akan dilakukan putri satu-satunya itu.

     "Apa kamu sungguh bertekad mencari mereka yang mempunyai kekuatan istimewa sepertimu? "  tanya Raja Suebu  pada putrinya sambil mengerutkan dahinya  karena tak ingin putrinya celaka.

"Ayahanda tak perlu mengkhawatirkan aku, batu bintang di mahkota bulan sabit ku ini akan membawa perjalananku  dengan aman, selain aku juga bisa menjaga diriku ayahanda" jawab putri Tihu sambil menaruh beberapa barang yang baginya penting untuk dibawanya ke dalam Noken nya.

     "Bukankah ayahanda sudah mengalami sendiri, kan. Betapa mudahnya kita mengunjungi  Ratu  Aduyugayi di Kerajaan Wasuwa satu purnama yang lalu, tanpa harus menggunakan kapal laut " sambung  Tihu kembali.

     "Baiklah, tapi setidaknya kau ditemani beberapa pengawal untuk menjagamu juga, bagaimana? " sahut ayahnya masih ragu dengan kemauan putrinya itu.

     " Tidak perlu ayah, seandainya ada sesuatu yang berbahaya, aku kan bisa langsung ke sini  dengan cepat" sekali lagi Tihu meyakinkan ayahnya agar tak mengkhawatirkannya.

Sambil tercenung mendengar jawaban putrinya itu dia sedikit tenang sekaligus terbesit rasa bangga dengan putrinya yang punya keberanian ingin bertualang sendirian itu.

Meskipun dia tahu kemampuan istimewa putrinya itu tetapi tetap saja hatinya was-was.

     "Baiklah putriku yang keras kepala, selalu ingat yang ayah pinta, jika terjadi bahaya segera pulang kembali "  sambil tersenyum tipis Raja Suebu menjewer telinga Tihu dengan lembut. Dia berusaha menaruh rasa percaya kepada putrinya itu.

"Tentu ayah, itu juga salah satu rencana yang harus aku lakukan. Keselamatan ku kan lebih penting, aku mau berpamitan dulu sama Ibunda, dimana dia Ayahanda? "  ujar Tihu sambil mencari-cari ibundanya.

"Ibumu ada di Taman Samping  memetik  bebungaan, akhir-akhir ini dia suka sekali merangkai bunga " jawab ayahnya 

"Baiklah ayah aku pamit dulu ya .. "  Tihu berucap sambil mencium punggung tangan ayahnya.

"Jangan mengkhawatirkan aku ayah, aku akan baik baik saja percayalah." 

Sambil mengedipkan sebelah matanya dia kembali berkata,

"Buka Gerbang Ke Taman Samping menjumpai Ibunda... " dan menjentikkan jarinya. 

Tiba-tiba....

ZRRRT...!!!!! 

Muncul seberkas sinar yang berbentuk seperti gerbang pada umumnya hanya saja gerbang ini seperti terbuat dari cahaya yang benderang.

Ternyata inilah kemampuan istimewa Tihu dia dengan mudah membuat semacam " Pintu " pintasan,  namun darimana sebenarnya putri Tihu mendapatkan keistimewaan itu???

Tunggu ! sebab akan ada bab selanjutnya yang akan mengulas flash back asal muasal putri Tihu mempunyai kekuatan tersebut.

"Ibundaaaa... Tihu mau berangkat bertualang " setengah berlari putri Tihu  menuju ibundanya yang sedang memetik bunga mawar.

Entah petualangan apa yang akan menantinya....

...Putri Tihu Suebu...

     

Terpopuler

Comments

Pramita

Pramita

Ceritanya seru, semangat terus Thor.

jangan lupa mampir juga ya😁

2024-07-27

2

lihat semua
Episodes
1 Batu Bintang & Perantau
2 Tentang Nasutaran & Awal Petualangan Putri Tihu
3 Resi Sundek & Jaka Satya
4 Anak Laut & Legenda Putri Duyong
5 Batu Bintang Ungu & Kenangan Manis
6 Generasi Lama Pengguna Batu Bintang
7 Penjaga Rimba
8 Nenek Kaayat, Mawinei Aray & Qeva Aray
9 Keramahan Suku Kaday
10 Berlabuh Di Pulau Waja
11 Andiek Wakkawaru & Batu Bintangnya
12 Rencana Jahat & Batu Bintang Jaka Satya
13 Batu Bintang Jingga & Panggilan Raja
14 Kaisiepo, Kuari, & Reptil Ganas
15 Cinta Pandangan Pertama
16 Selamat Bergabung Bahri Masiak
17 Seniman Bertopeng
18 Pertarungan Singkat
19 Menumpas Reptil Ganas;Awal Perdamaian
20 Pertemuan Di Kota Gaib Janasaran
21 Menangkap Penyusup
22 Perjalanan Hidup Tiku Ra
23 Insiden Kecil Di Pemandian
24 Harimau Segan & Burung Yang Sakit
25 Rencana Menuju Rembuba
26 Yu Ginah Dikejar Ular Raksasa
27 Yu Ginah Kembali Dikejar Ular Raksasa
28 Nasib Akhir Ular Raksasa
29 Rencana Di Balik Layar & Naik Gajah
30 Raguda, Gumblin & Yu Ginah
31 Menyelusuri Gua Para Gumblin
32 Kakak Adik, Bersua Untuk Berlaga
33 Tentang Zeve
34 Kekacauan Dalam Gua Besar
35 Penerus Kaisiepo
36 Selamat Malam Nasutaran
37 Rencana Baru Nilam Sekar Sari
38 Yakomina, Jeko, Joki & Kuari
39 Penerus Resi Sundek
40 Penginapan Teratai Merah
41 Berpisah Sementara
42 Suminem & Sri Setyoningrum
43 Yu Cikrak dan Persiapannya
44 Deden Sobarna Vs Wong Fei Gong
45 Logam Melawan Jumlah
46 Bocah Pengendali Serangga
47 Pengamatan
48 Singgah di Penginapan Teratai Merah
49 Batu Tujuh Warna & Pemandian Air Panas Teratai Merah
50 Minuman Jahe Gula Merah
51 Suromenggolo & Sri Setyoningrum
52 Chen Chien Lung Vs Zivu
53 Intermezzo Pengenalan Karakter (1)
54 Zivu Yang Malang
55 Suromenggolo Gandrung
56 Dompu & Keluhannya
57 Perjanjian Kaayat dengan Ratu Lily
58 Buaya Raksasa Muara Tobari
59 Kunjungan Kaisiepo
60 Buaya Muara Tobari Tamat
61 Simbol Mantra
62 Benda Terbang Asing (BETA)
63 Pelajaran Untuk Yakomina
64 Firasat Nenek Kaayat
65 Percakapan Zavo & Mitranya
66 Mengunjungi Rumah Jaka Satya
67 Percakapan Nerkhuzogh
68 Miko & Miki
69 Rencana Jaka Satya
70 Hikmat Yang Bertambah-Tambah
71 Gumblin Di Hutan Citora?
72 Ketemu Kau, Tisna Biyantara
73 Rencana Dompu
74 Yu Ginah Menyadap
75 Belajar Memanah Matoa
76 Rahasia Sang Pencipta Semesta
77 Takdir
78 Godaan
79 Belajar Senjata Bumerang
80 Pencuri Hutan Yang Misterius
81 Sampai Di Nubiri
82 Pencuri Dari Negeri Matahari Terbit
83 Misi Penyelamatan Nubiri
84 Sura, Tejo Dan Kirman
85 Sundang VS Kalaripayattu
86 Genjoru, Sogutse & Kizuka
87 Kerinduan Suromenggolo
88 Nubiri Selamat ; Niat Genjoru
89 Rencana Genjoru & Kesibukan Andiek serta Labosi
90 Dilema Sri Setyoningrum
91 Intermezzo Pengenalan Karakter (2)
92 Terengah-engah
93 Sri Setyoningrum Berdenyut
94 3 Kantung Emas ; Sebuah Kapal Induk
95 Meringkus Ni Sesari
96 Dilema Suromenggolo
97 Melihat Pulau Pa'apu Dari Angkasa
98 Zeve & Zavo (1)
99 Informasi Panglima Burung
100 Telepati Nenek Kaayat
101 Dompu Beraksi
102 Sura Berpindah Jaman
103 Zeve & Zavo (2)
104 Musyawarah Mufakat
105 Belajar Kapal Cakram
106 Identitas Batu Bintang
107 Sukarelawan Ras Nubiri
108 Sri Setyoningrum Bertarung
109 Pertimbangan Ratu Aduyugayi
110 Protokol Kapal Induk Nasutaran
111 "Mohon Perhatiannya!"
112 Genjoru Kibigama Mendapat Ijin
113 Yu Ginah Terlempar Ke Masa Depan
114 Nerkhuzogh Tujuh Warna
115 Zeve & Zavo Pulang Kampung
116 Kampung Halaman
117 Dompu Meloloskan Diri
118 Kisah Pilu Suromenggolo
119 Kapal Induk Musuh Menyerang
120 Invasion Of Liz-ert
121 Gorgonzola
122 Kebakaran Kecil Di Tengah Hutan
123 Gorgonzola Memburu
124 Panglima Burung...
125 Panglima Burung...
126 Keluarga "Z"
127 Kota Gaib Negeri Siggrin
128 Gorgonzola mengincar Bahri Masiak
129 Berjuang Bersama
130 Intermezzo Pengenalan Karakter (3)
131 Flashback;Meeting Room Deck-02
132 Panglima Kumbang
133 Pertarungan Bahri Masiak
134 Shugyosa; Kibigama Genjoru!
135 Kejutan Gorgonzola
136 Benua Kangguru
137 Yu Ginah Tewas (1 )
138 Yu Ginah Tewas (2)
139 Gorgonzola Lolos Lagi
140 Kemenangan Sementara
141 Ratu Nerkhuzogh 7 Warna
142 Nerkhuzogh Memperkenalkan Diri
143 Suromenggolo & Sri Setyoningrum Mantenan
144 Kunjungan Predotar Neptonu
145 Point Of View Dompu
146 Bersiap Menuju Kota Gaib Siggrin
147 Uywa Uñjöræ Mulai Menjelajah ; Trio Z Masuk Kota Gaib Siggrin
148 Nicolas Dan Ramah Tamahnya
149 Malam Pertama Suromenggolo Dan Sri Setyoningrum
150 Nenek Kaayat & Panglima Burung Bertarung Bersama
151 Masalah Baru di Sekolah Sihir Hardword
152 Pencarian Resi Sundek di Jagat Raya
Episodes

Updated 152 Episodes

1
Batu Bintang & Perantau
2
Tentang Nasutaran & Awal Petualangan Putri Tihu
3
Resi Sundek & Jaka Satya
4
Anak Laut & Legenda Putri Duyong
5
Batu Bintang Ungu & Kenangan Manis
6
Generasi Lama Pengguna Batu Bintang
7
Penjaga Rimba
8
Nenek Kaayat, Mawinei Aray & Qeva Aray
9
Keramahan Suku Kaday
10
Berlabuh Di Pulau Waja
11
Andiek Wakkawaru & Batu Bintangnya
12
Rencana Jahat & Batu Bintang Jaka Satya
13
Batu Bintang Jingga & Panggilan Raja
14
Kaisiepo, Kuari, & Reptil Ganas
15
Cinta Pandangan Pertama
16
Selamat Bergabung Bahri Masiak
17
Seniman Bertopeng
18
Pertarungan Singkat
19
Menumpas Reptil Ganas;Awal Perdamaian
20
Pertemuan Di Kota Gaib Janasaran
21
Menangkap Penyusup
22
Perjalanan Hidup Tiku Ra
23
Insiden Kecil Di Pemandian
24
Harimau Segan & Burung Yang Sakit
25
Rencana Menuju Rembuba
26
Yu Ginah Dikejar Ular Raksasa
27
Yu Ginah Kembali Dikejar Ular Raksasa
28
Nasib Akhir Ular Raksasa
29
Rencana Di Balik Layar & Naik Gajah
30
Raguda, Gumblin & Yu Ginah
31
Menyelusuri Gua Para Gumblin
32
Kakak Adik, Bersua Untuk Berlaga
33
Tentang Zeve
34
Kekacauan Dalam Gua Besar
35
Penerus Kaisiepo
36
Selamat Malam Nasutaran
37
Rencana Baru Nilam Sekar Sari
38
Yakomina, Jeko, Joki & Kuari
39
Penerus Resi Sundek
40
Penginapan Teratai Merah
41
Berpisah Sementara
42
Suminem & Sri Setyoningrum
43
Yu Cikrak dan Persiapannya
44
Deden Sobarna Vs Wong Fei Gong
45
Logam Melawan Jumlah
46
Bocah Pengendali Serangga
47
Pengamatan
48
Singgah di Penginapan Teratai Merah
49
Batu Tujuh Warna & Pemandian Air Panas Teratai Merah
50
Minuman Jahe Gula Merah
51
Suromenggolo & Sri Setyoningrum
52
Chen Chien Lung Vs Zivu
53
Intermezzo Pengenalan Karakter (1)
54
Zivu Yang Malang
55
Suromenggolo Gandrung
56
Dompu & Keluhannya
57
Perjanjian Kaayat dengan Ratu Lily
58
Buaya Raksasa Muara Tobari
59
Kunjungan Kaisiepo
60
Buaya Muara Tobari Tamat
61
Simbol Mantra
62
Benda Terbang Asing (BETA)
63
Pelajaran Untuk Yakomina
64
Firasat Nenek Kaayat
65
Percakapan Zavo & Mitranya
66
Mengunjungi Rumah Jaka Satya
67
Percakapan Nerkhuzogh
68
Miko & Miki
69
Rencana Jaka Satya
70
Hikmat Yang Bertambah-Tambah
71
Gumblin Di Hutan Citora?
72
Ketemu Kau, Tisna Biyantara
73
Rencana Dompu
74
Yu Ginah Menyadap
75
Belajar Memanah Matoa
76
Rahasia Sang Pencipta Semesta
77
Takdir
78
Godaan
79
Belajar Senjata Bumerang
80
Pencuri Hutan Yang Misterius
81
Sampai Di Nubiri
82
Pencuri Dari Negeri Matahari Terbit
83
Misi Penyelamatan Nubiri
84
Sura, Tejo Dan Kirman
85
Sundang VS Kalaripayattu
86
Genjoru, Sogutse & Kizuka
87
Kerinduan Suromenggolo
88
Nubiri Selamat ; Niat Genjoru
89
Rencana Genjoru & Kesibukan Andiek serta Labosi
90
Dilema Sri Setyoningrum
91
Intermezzo Pengenalan Karakter (2)
92
Terengah-engah
93
Sri Setyoningrum Berdenyut
94
3 Kantung Emas ; Sebuah Kapal Induk
95
Meringkus Ni Sesari
96
Dilema Suromenggolo
97
Melihat Pulau Pa'apu Dari Angkasa
98
Zeve & Zavo (1)
99
Informasi Panglima Burung
100
Telepati Nenek Kaayat
101
Dompu Beraksi
102
Sura Berpindah Jaman
103
Zeve & Zavo (2)
104
Musyawarah Mufakat
105
Belajar Kapal Cakram
106
Identitas Batu Bintang
107
Sukarelawan Ras Nubiri
108
Sri Setyoningrum Bertarung
109
Pertimbangan Ratu Aduyugayi
110
Protokol Kapal Induk Nasutaran
111
"Mohon Perhatiannya!"
112
Genjoru Kibigama Mendapat Ijin
113
Yu Ginah Terlempar Ke Masa Depan
114
Nerkhuzogh Tujuh Warna
115
Zeve & Zavo Pulang Kampung
116
Kampung Halaman
117
Dompu Meloloskan Diri
118
Kisah Pilu Suromenggolo
119
Kapal Induk Musuh Menyerang
120
Invasion Of Liz-ert
121
Gorgonzola
122
Kebakaran Kecil Di Tengah Hutan
123
Gorgonzola Memburu
124
Panglima Burung...
125
Panglima Burung...
126
Keluarga "Z"
127
Kota Gaib Negeri Siggrin
128
Gorgonzola mengincar Bahri Masiak
129
Berjuang Bersama
130
Intermezzo Pengenalan Karakter (3)
131
Flashback;Meeting Room Deck-02
132
Panglima Kumbang
133
Pertarungan Bahri Masiak
134
Shugyosa; Kibigama Genjoru!
135
Kejutan Gorgonzola
136
Benua Kangguru
137
Yu Ginah Tewas (1 )
138
Yu Ginah Tewas (2)
139
Gorgonzola Lolos Lagi
140
Kemenangan Sementara
141
Ratu Nerkhuzogh 7 Warna
142
Nerkhuzogh Memperkenalkan Diri
143
Suromenggolo & Sri Setyoningrum Mantenan
144
Kunjungan Predotar Neptonu
145
Point Of View Dompu
146
Bersiap Menuju Kota Gaib Siggrin
147
Uywa Uñjöræ Mulai Menjelajah ; Trio Z Masuk Kota Gaib Siggrin
148
Nicolas Dan Ramah Tamahnya
149
Malam Pertama Suromenggolo Dan Sri Setyoningrum
150
Nenek Kaayat & Panglima Burung Bertarung Bersama
151
Masalah Baru di Sekolah Sihir Hardword
152
Pencarian Resi Sundek di Jagat Raya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!