Bab 15

Di tengah kesibukan kota yang tak pernah berhenti, sebuah rahasia mulai terkuak. Anita, sahabat sejati sekaligus klien Andrian, sedang berada di seberang telepon, merasakan gelisah yang tidak kunjung reda. Suaranya bergetar ketika ia mengucapkan kata-kata yang bisa mengubah segalanya.

"Melinda," katanya setelah beberapa detik menyesuaikan diri, "aku baru saja melihat hal yang sangat mengejutkan."

Di sisi lain, Melinda, yang telah lama bersahabat dengan Anita, mendengarkan dengan seksama. Mereka selalu berbagi cerita dan rahasia, namun kali ini ada sesuatu yang menakutkan. 

"Apa yang terjadi? Kedengarannya sangat penting." jawab Melinda, merasakan kekhawatiran di suara sahabatnya.

Anita menarik napas dalam-dalam. "Andrian dan Kirana... mereka ada disini hanya berdua. Tanpa memberi tahu siapa pun."

Hati Melinda bergetar, merasakan gelombang emosi campur aduk. Kirana sekretaris Andrian, seorang wanita yang menarik dan seksi. Selama ini, Melinda selalu menganggap Kirana sebagai sosok profesional, tetapi kini semua tanda-tanda itu seolah beradu dengan kenyataan yang menyakitkan. 

Melinda menyandarkan tubuhnya ke kursi, pikirannya berkelana. Karena sifat Andrian yang selalu profesional, dia tidak pernah membayangkan ada sesuatu yang lebih dari hubungan kerja antara suaminya dan Kirana. Meski demikian, ketidakpastian mulai merayap masuk ke dalam pikirannya.

"Mungkin saja itu hanya urusan kerja," jawab Melinda, berusaha mencari alasan untuk menenangkan diri.

"Melinda, baru saja aku bertemu dengan mereka, membahas tentang bisnis yang akan berkerjasama dengan Andrian," ungkap Anita, suaranya penuh dengan kecemasan. 

"Aku yakin, tidak mungkin mereka hanya berdua tanpa ada sesuatu yang lebih."

Melinda terdiam, pikirannya melayang. Ingatannya pada Andrian, suaminya yang selama ini selalu tampak setia, kini mulai tergoyahkan. "Tapi, Kenapa dia tidak bilang padaku? Haruskah aku menghubunginya?" tanyanya dengan nada ragu.

Anita menggelengkan kepala meskipun Melinda tidak dapat melihatnya. "Kita tidak bisa langsung menuduhnya. Kita harus mencari tahu lebih dulu. Kita mungkin perlu menyelidiki, Melinda. Jika ini benar, kamu bisa tanyakan langsung kepada Andrian."

Obrolan itu membawa Melinda ke dalam labirin pikiran yang tak berujung. Dia tak ingin mempercayai bahwa suaminya selingkuh, namun benih keraguan mulai tumbuh dan mengakar dalam dirinya.

Kembali berpikir tentang Kirana, Melinda merasa bingung. "Apa yang harus aku lakukan?" tanyanya lirih.

"Pertama, tetap tenang. Kita harus mengumpulkan informasi lebih lanjut. Setelah itu, kita bisa memutuskan langkah selanjutnya. Aku akan membantumu," jawab Anita, berusaha memberikan dukungan.

Dengan perasaan yang kacau, Melinda menyudahi percakapan. Dia menatap jendela yang menghadap ke kota. Lampu-lampu yang berkelap-kelip di malam hari seolah mengingatkan bahwa kehidupannya kini akan memasuki babak baru yang lebih rumit. Harapan dan kesedihan bergumul dalam hatinya.

Apakah Andrian dan Kirana memang terlibat sesuatu yang lebih dari sekadar profesionalitas?

Melinda tahu, keputusan yang harus diambil tidak akan mudah. Dalam dunia yang penuh dengan pengkhianatan, ia harus berjuang untuk menemukan kebenaran, apapun harganya.

Melinda berusaha menata pikirannya. Ia tidak ingin menjadi istri yang cemburuan, tetapi langkah-langkah kecil Andrian ke arah Kirana membuatnya merasa was-was. Dia pernah mendengar bahwa terkadang, hubungan yang dimulai secara profesional dapat berkembang menjadi suatu hal yang lebih personal.

Ketegangan kini menguar, mengisyaratkan bahwa drama cinta ini belum akan berakhir, dan dia harus bersiap menghadapi kenyamanan yang mulai rapuh.

***

Terimakasih yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca cerita ini 😉

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!