Bab 13: Intim di kamar hotel
Malam itu, suasana di dalam kamar hotel terasa hangat dan intim. Kirana terjebak dalam situasi yang tak pernah ia duga sebelumnya. Ia dan Andrian, bosnya yang karismatik, terpaksa berbagi satu kamar karena semua kamar lain telah penuh. Namun, bagi Kirana, situasi ini merupakan sebuah peluang yang tak ingin ia sia-siakan.
Kirana menatap Andrian dengan tatapan lembut, berpadu dengan kilau lampu redup yang memancarkan kehangatan. Rasa bahagia menyelimuti hatinya. Ia merasakan denyut jantungnya semakin cepat. Andrian, dengan senyum hangatnya, memandang balik dan keduanya merasakan ketegangan yang tak terucapkan di antara mereka. Suasana di dalam kamar menciptakan sebuah aura yang berbeda, membuat mereka merasa seolah dunia di luar tidak ada artinya.
Di dalam selimut, keduanya saling mendekat, menciptakan ruang kecil yang hanya untuk mereka berdua. Kirana bisa merasakan embun lembut dari napas Andrian yang hangat, dan itu membuat hatinya bergetar. Tangan Andrian merayap menuju rambut Kirana, menyisir halus dan menjadikannya semakin nyaman. Dalam momen seperti itu, semua masalah seolah-olah menghilang.
"Apakah kamu nyaman di sini?" tanya Andrian dengan suara dalam yang menenangkan.
Kirana mengangguk, meski rasa gugup masih menyelimuti dirinya. "Ya, sangat nyaman."
Dengan tidak disangka, Andrian menariknya lebih dekat, dan dalam sekejap, bibir mereka bertemu. Ciuman itu lembut namun penuh makna. Kirana merasakan aliran listrik yang menjalar di seluruh tubuhnya, ini adalah saat yang ia impikan selama ini. Hal-hal yang pernah terlintas di pikirannya kini menjadi nyata.
Keduanya terjebak dalam sebuah permainan saling menggoda, bercanda sambil menjelajahi sisi-sisi baru dari hubungan mereka.
Ciuman semakin dalam, seiring dengan gairah yang membara di antara mereka. Kirana bisa merasakan bahwa Andrian merindukan ciuman itu kembali ada keinginan yang kuat di balik tatapan matanya.
Andrian begitu sangat bersemangat, kedua tangan Andrian tidak tinggal diam, menelusuri setiap jengkal tubuh Kirana. Membuat sulit untuk menahannya, Kirana menggeliat keenakan, membuat Andrian lebih agresif.
Dalam keheningan malam itu, mereka menemukan diri mereka terjebak dalam pesona satu sama lain. Kirana merasa seolah-olah semua keraguan yang pernah menggelayuti pikirannya lenyap. Ia tahu bahwa setiap momen ini berharga, dan setiap detik yang mereka lalui bersama semakin menguatkan rasa yang tumbuh di antara mereka.
Andrian, yang begitu memahami dan perhatian, mampu menjadikan Kirana merasa istimewa. Malam itu, dalam kehangatan selimut dan kebisingan di luar sana, semua urusan pekerjaan seakan terlupakan. Yang ada hanyalah mereka berdua, saling berbagi cerita, tawa, dan momen-momen intim yang tak akan pernah mereka lupakan.
Dengan pandangan yang penuh arti, Kirana tahu bahwa ini adalah awal dari sesuatu yang lebih besar antara mereka. Mungkin malam itu bukan hanya tentang berbagi kamar, tetapi tentang merintis jalur hubungan profesional yang kini bertransformasi menjadi hubungan yang lebih intim dan penuh cinta.
Malam berlanjut, dan suka cita yang mereka rasakan tumbuh semakin mendalam. Di dalam kamar hotel yang sederhana itu, sejarah baru mulai ditulis—sebuah kisah tentang cinta yang tumbuh dari kedekatan dan kerentanan dua jiwa yang saling mendamba.
***
Terimakasih yang sudah menyempatkan untuk baca cerita ini 😉
Jangan lupa tinggalkan jejak, caranya, share, komen dan follow ya
Follow sosial mediaku juga, biar author nya semangat untuk lanjut ke bab berikutnya ❤️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 65 Episodes
Comments