03. Tertangkap

Albert diam di dalam kamar tempat persembunyiannya. Jika dia bisa melawan, sudah sejak dulu dia berani maju dan berkelahi. Namun, dia hanya bisa memukul dan menendang sembarang arah. Albert bukannya tidak mau keluar dan melawannya, tapi memberi waktu Maya pergi membawa kedua anaknya untuk bertemu dengan Stanley. Pistolnya juga masih di tangan dan siap untuk menembakkan pada orang-orang yang mencarinya.

Maka, matanya melirik ke jam yang melingkar di tangannya. Sudah setengah jam sejak Maya pergi, dia pun masih bertahan di persembunyiannya. Menunggu orang-orang itu menemukannya.

Brak!

Gubrak!

Pintu di tendang oleh orang-orang yang mencarinya. Albert pun terjatuh bersamaan dengan daun pintunya karena pintu itu di dorong dengan kuat. Pistolnya terlepas, Albert menyingkirkan daun pintu yang menutupi tubuhnya, dia pun bangkit dan menatap kelima orang yang sedang menatapnya. Pistol yang jatuh tadi di ambil cepat oleh anak buah orang yang mencarinya, tatapan tajam Albert tunjukkan pada kelima orang tersebut.

"Bawa dia ke depan!" teriak orang yang jadi bosnya.

Lalu, dua orang menarik kedua tangan Albert dan menyeretnya keluar dari ruangan itu. Albert berontak melepaskan diri, tapi kedua orang yang menyeretnya justru memukul tengkuknya hingga Albert pingsan.

"Rasakan itu! Makanya jangan coba-coba melepaskan diri!" teriak satu orang yang menariknya.

"Hei! Kamu apakan dia?!" teriak bosnya dengan menunjuk tangannya, matanya melotot tajam.

"Dia berontak bos, jadi saya pukul leher bagian belakangnya. Dia pingsan." jawab anak buahnya merasa takut di pukul oleh bosnya.

"Huh, kamu mengulur waktu saja, ikat dia di kursi itu." kata bosnya lagi.

"Baik bos." kata anak buahnya.

"Yang lainnya ikut denganku mencari istrinya si Albert itu." katanya lagi.

"Baik bos!"

Kemudian kedua orang itu mendudukkan Albert lalu mengikatnya dalam keadaan pingsan. Mereka meninggalkan Albert, hanya satu orang yang menjaga Albert sampai dia bangun. Sedangkan ke tiga orang lainnya dengan bosnya itu mencari Larasati.

Darah segar mengalir dari mulut dan pelipis tuan Albert akibat pukulan keras dari anak buah para pengejar itu. Laki-laki itu pingsan, kedua tangan dan kakinya terikat. Dia di tinggalkan begitu saja dengan tangan dan kaki di ikat kuat.

Sedangkan Larasati dan Mirna yang belum tahu keadaan rumah mereka tempati sudah di temukan oleh orang-orang yang mengejarnya, kini mereka berjalan menuju dusun. Semua orang dusun menatap Larasati dan Mirna dengan heran, Mirna di tatap seperti itu pun penasaran dan bertanya pada orang yang menatapnya.

"Ada apa kalian menatap kami seperti itu?" tanya Mirna.

"Rumah kosong itu di temui oleh orang-orang asing. Mereka juga mencari kalian juga." kata perempuan yang di tanya Mirna.

"Siapa mereka, Mirna?" tanya Larasati.

"Saya tidak tahu nyonya, tapi sepertinya mereka yang mengejar kita sewaktu di kota dan sampai juga di dusun itu." jawab Mirna segera berkemas.

"Lalu, bagaimana dengan anak-anakku?!" tanya Larasati cemas. Dia ingin bergegas dari duduknya dan hendak pergi dari tempatnya.

"Tunggu nyonya, tadi saya lihat perempuan satunya lari membawa kedua bayi anda." kata perempuan yang baru datang dari kebunnya memberitahu Larasati.

"Mirna, ayo kita cari anakku. Itu pasti Maya yang membawanya pergi." kata Larasati bergegas menyelesaikan urusannya di sungai.

"Bagaimana dengan tuan Albert, nyonya?" tanya Mirna.

Larasati berhenti, dia bingung. Antara mencari kedua anaknya dan suaminya. Berpikir sejenak, lalu Mirna menarik tangan Larasati untuk lari karena ketiga orang yang dia kenal itu mendekat padanya mengejar keduanya.

"Nyonya, ayo lari!" teriak Mirna menarik tangan Larasati.

"Jangan lari kalian! Kejar mereka!" teriak sang bos itu lantang pada anak buahnya.

Ketiga anak buahnya pun mengejar Mirna dan Larasati yang lari dengan kencang. Mereka lari ke arah semak-semak untuk bersembunyi. Tapi rupanya salah satu anak buah itu menodongkan pistolnya ke arah kaki Mirna dan Larasati bergantian.

Dor! Dor!

"Aaaduuh, nyonya!" teriak Mirna tersungkur.

Larasati pun mendekat, dia melihat Mirna kakinya berdarah karena terkena tembakan tadi. Ketiga anak buahnya itu langsung menyeret Larasati dan meninggalkan Mirna yang kesakitan karena terkena tembakan.

"Mirna! Lari, selamatkan anak-anakku!" teriak Larasati.

"Nyonya! Jangan bawa nyonya Larasati!" teriak Mirna tangannya memegangi kakinya yang di tembak itu.

"Jangan pedulikan aku Mirna, kamu cepat lari. Beritahu Stanley!" teriak Larasati lagi.

"Diam kamu!"

Mirna di pukuli setelah dia bangkit lalu tertangkap lagi, kali ini dia tidak melawan dan kini kembali di kumpulkan dengan majikannya. Dua orang laki-laki itu menarik tangan Mirna dengan kasar, menyeretnya layaknya seekor binatang yang lemah karena tertembak.

Mirna mencoba menggapai tangan Larasati. Dia merasa kasihan dengan majikannya, tidak peduli dengan kondisi kakinya Mirna berusaha mendampingi majikannya.

"Rupanya kamu ingin mati dengan majikanmu itu ya. Rasakan ini!" teriak laki-laki berwajah garang memukul Mirna.

Bug! Bug!

"Aaah!"

"Mirnaa!"

_

_

******

Terpopuler

Comments

雅婷郭

雅婷郭

kasian bnget demi warisan smpe segitunya yaaaloh klo dioikir2 mndg punya orang tua yg g punya warisan aja ea

2025-01-26

0

C2nunik987

C2nunik987

ya ALLAH mrk Larasati dan Mirna apa ga bawa pistol juga ?😭😭😭

2025-01-25

0

Aditya HP/bunda lia

Aditya HP/bunda lia

koq sepi padahal seru lho ini

2024-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 01. Lahir Di Tengah Hutan
2 02. Rencana Pembunuhan
3 03. Tertangkap
4 04. Melarikam Diri
5 05. Menyelamatkan Si Kembar
6 06. Rencana Pergi
7 07. Perpisahan Di Bandara
8 08. Dua Puluh Tahun Kemudian
9 09. Keponakan?
10 10. Kebingungan Lea
11 11. Kebenaran Lea
12 12. Gelang
13 13. Seseorang Yang Mencurigakan
14 14. Penyerangan
15 15. Di Basemen
16 16. Berkejaran
17 17. Kelompok Mafia
18 18. Berlatih Menembak
19 19. Serangan Mendadak
20 20. Lea Tertembak
21 21. Tuan Demian
22 22. Bertemu Lagi
23 23. Siapa Kamu?
24 24. Tentang Edward
25 25. Diskusi
26 26. Salah Toilet
27 27. Di Pesawat
28 28. Berdebat Di Mobil
29 29. Pemandu
30 30. Dusun Kecil
31 31. Gubuk Kecil
32 32. Jebakan
33 33. Ledakan
34 34. Seorang Perempuan
35 35. Tatapan Aneh
36 36. Anakku?
37 37. Kalian Adalah ....
38 38. Hilang Ingatan?
39 39. Edward Curiga
40 40. Di Kejar
41 41. Kantor Polisi
42 42. Di Kepung
43 43. Secarik Kertas
44 44. Menuduh Mata-Mata
45 45. Janji Leo
46 46. Ang Bei Dan Gong Fai
47 47. Vila Di Pulau Terpencil
48 48. Jadi Sandera
49 49. Tamu
50 50. Leo Marah
51 51. Pelacakan
52 52. Obrolan Cathy Dan Edward
53 53. Pelelangan Online
54 54. Leo Ke Amerika
55 55. Atur Strategi
56 56. Kasino
57 57. Tawar Menawar
58 58. Menyelamatkan Lea
59 59. Mencurigai Stanley
60 60. Hati Lea
61 61. Memburu Demian
62 62. Kabur
63 63. Tamat Riwayatmu!
64 64. Pesan Dari Cathy
65 65. Gedung X
66 67. Gadis Psikopat
67 67. Perseteruan
68 68. Siapa Itu?
69 69. Persembunyian Larasati
70 70. Kecurigaan Baru
71 71. Berkelahi Dengan Edward
72 72. Dugaan
73 73. Menyusup
74 74. Pesan Dalam Surat
75 75. Karena Aku ...
76 77. Bunuh Diri
77 77. Selesai Sudah
Episodes

Updated 77 Episodes

1
01. Lahir Di Tengah Hutan
2
02. Rencana Pembunuhan
3
03. Tertangkap
4
04. Melarikam Diri
5
05. Menyelamatkan Si Kembar
6
06. Rencana Pergi
7
07. Perpisahan Di Bandara
8
08. Dua Puluh Tahun Kemudian
9
09. Keponakan?
10
10. Kebingungan Lea
11
11. Kebenaran Lea
12
12. Gelang
13
13. Seseorang Yang Mencurigakan
14
14. Penyerangan
15
15. Di Basemen
16
16. Berkejaran
17
17. Kelompok Mafia
18
18. Berlatih Menembak
19
19. Serangan Mendadak
20
20. Lea Tertembak
21
21. Tuan Demian
22
22. Bertemu Lagi
23
23. Siapa Kamu?
24
24. Tentang Edward
25
25. Diskusi
26
26. Salah Toilet
27
27. Di Pesawat
28
28. Berdebat Di Mobil
29
29. Pemandu
30
30. Dusun Kecil
31
31. Gubuk Kecil
32
32. Jebakan
33
33. Ledakan
34
34. Seorang Perempuan
35
35. Tatapan Aneh
36
36. Anakku?
37
37. Kalian Adalah ....
38
38. Hilang Ingatan?
39
39. Edward Curiga
40
40. Di Kejar
41
41. Kantor Polisi
42
42. Di Kepung
43
43. Secarik Kertas
44
44. Menuduh Mata-Mata
45
45. Janji Leo
46
46. Ang Bei Dan Gong Fai
47
47. Vila Di Pulau Terpencil
48
48. Jadi Sandera
49
49. Tamu
50
50. Leo Marah
51
51. Pelacakan
52
52. Obrolan Cathy Dan Edward
53
53. Pelelangan Online
54
54. Leo Ke Amerika
55
55. Atur Strategi
56
56. Kasino
57
57. Tawar Menawar
58
58. Menyelamatkan Lea
59
59. Mencurigai Stanley
60
60. Hati Lea
61
61. Memburu Demian
62
62. Kabur
63
63. Tamat Riwayatmu!
64
64. Pesan Dari Cathy
65
65. Gedung X
66
67. Gadis Psikopat
67
67. Perseteruan
68
68. Siapa Itu?
69
69. Persembunyian Larasati
70
70. Kecurigaan Baru
71
71. Berkelahi Dengan Edward
72
72. Dugaan
73
73. Menyusup
74
74. Pesan Dalam Surat
75
75. Karena Aku ...
76
77. Bunuh Diri
77
77. Selesai Sudah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!