Bab Sembilan Belas

"Bukan, Pak. Bapak ada-ada saja. Siapa yang pacaran?" Ana menjawab pertanyaan Rakha sambil tersenyum. Berbeda dengan Kevin, mendengar jawaban gadis itu wajahnya tampak cemberut.

"Hhmmm ...." Hanya itu balasan dari Rakha.

Setelah makan mereka segera menuju lokasi. Kali ini Rakha yang duduk di depan dengan Kevin. Ana yang duduk di belakang. Tak banyak suara di antara mereka, karena Kevin agak canggung bicaranya.

Sampai di lokasi, Kevin langsung menemui kepala proyek. Rakha dan Ana melihat-lihat pembangunan.

Saat akan berjalan melewati banyaknya bahan bangunan di sekitar, tangan Rakha terulur untuk menolong Ana melewatinya. Dengan ragu gadis itu menyambutnya.

"Terima kasih, Pak," ucap Ana, setelah mereka sampai ke tempat yang di tuju. Ana dengan seksama memperhatikan bangunan. Sedangkan di belakangnya justru Rakha melirik terus ke arah gadis itu.

"Ternyata dia cantik. Hanya kurang polesan saja, wajahnya hanya polos dengan sedikit sapuan bedak," ucap Rakha dalam hatinya.

Saat sedang asyik mengamati dan mengawasi, Ana tak melihat ada kayu dari atas yang ingin menimpanya. Rakha yang memperhatikan sejak tadi langsung menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya, sehingga kayu mengenai punggung pria itu.

Ana hanya terdiam berada dalam pelukan atasannya. Selain karena terkejut dengan apa yang dilakukan atasannya, juga karena harum tubuh pria itu yang sangat menenangkan dan membuatnya nyaman. Cukup lama mereka dalam posisi pelukan hingga Kevin datang. Dari jauh dia melihat semua kejadian itu. Pengawas proyek juga ikut mendekati Rakha.

"Pak Rakha, Ana, kalian tak apa-apa?" tanya Kevin dengan kuatir?" tanya Kevin dengan nada prihatin.

Rakha langsung melepaskan pelukannya mendengar suara Kevin. Ana juga menjaga jarak.

"Aku nggak apa-apa, tapi sepertinya Pak Rakha terluka. Tadi kayu mengenai bahunya," jawab Ana.

Kepala pengawas langsung menghampiri Rakha. Seperti orang ketakutan dia meminta maaf.

"Maaf, Pak. Anak buah saya tak sengaja. Dia tak melihat ada orang di bawah," ucap Bapak itu dengan suara gemetar.

"Katakan pada pekerja, setiap akan membuang sesuatu ke bawah, beri aba-aba dan lihat keadaan di bawah. Jangan sembarangan membuang sesuatu. Jika tadi mengenai kepala, bisa fatal. Saya tak mau terulang lagi kejadian seperti ini, apa lagi jika saya mendengar ada korbannya!" seru Rakha.

"Pak, saya mau obati luka Bapak dulu. Sebaiknya kita ke mobil. Ada kotak P3K nya'kan?" tanya Ana.

"Ada ... Kevin, kamu beri tau para pekerja apa yang saya katakan tadi. Jangan sampai terulang lagi!" ucap Rakha dengan sedikit keras.

Rakha berjalan menuju mobil di ikuti Ana. Pria itu masuk ke mobil bagian belakang, begitu juga gadis itu. Dia mengambil kotak P3K yang terletak di belakang dan membukanya.

"Pak, boleh buka jas dan kemejanya. Bagian kanan saja," ujar Ana.

Tanpa bantahan, Rakha membuka jas dan kemudian kemejanya bagian sebelah kanan saja. Walau separuh badan yang terbuka, tapi Ana dapat melihat bentuk tubuh yang sempurna dari atasannya itu.

Dengan sedikit gugup, Ana melihat bahu pria itu. Tampak sedikit luka lecet yang telah membiru.

Ana mengambil salep dan mengoles dengan pelan. Terdengar sedikit ringisan dari bibir pria itu.

"Perih ya, Pak. Tahan dikit dulu," ucap Ana pelan sambil meniup bahu sang atasan. Tanpa sadar wajahnya begitu dekat dengan Rakha. Pria itu meliriknya.

"Cantik ...." Kata itu terucap begitu saja dari bibirnya. Walau Rakha mengucapkan demgan pelan, tapi Ana dapat mendengarnya. Dia langsung menoleh.

"Bapak bicara dengan siapa?" tanya Ana. Dia tak yakin pria itu mengatakan dirinya cantik.

"Dengan kamu, emang ada orang lain lagi?" Rakha balik bertanya.

"Nggak ada ...," jawab Ana. Dia jadi gugup karena menyadari jika ucapan cantik itu memang di tujukan untuk dirinya.

Ana kembali fokus mengobati luka di bahu atasannya. Tanpa dia sadari, mata Rakha tak berkedip memandangnya.

Kevin yang telah menyampaikan pada semua pekerja apa yang Rakha katakan, langsung menuju ke mobil. Dia kuatir dengan keadaan atasannya itu.

Saat Kevin sampai di mobil dia melihat apa yang terjadi di mobil karena pintunya sengaja Ana buka. Dia takut akan menjadi fitnah jika mereka berdua di dalam mobil dalam keadaan pintu tertutup.

Kevin melihat mata Rakha yang memandangi Ana tanpa kedip. Dengan polesan sederhana saja, dia tampak istimewa. Dari awal bertemu pria itu telah menyukainya.

Kevin menarik napas dalam lalu membuangnya perlahan. Begitu terus dia lakukan berulang kali. Tak berani lebih mendekat, takut mengganggu.

"Belum juga aku menyatakan cintaku, aku sudah harus bersaing dengan atasanku sendiri. Tak pernah aku melihat Pak Rakha menatap gadis sedalam itu," gumam Kevin pada dirinya sendiri.

Setelah beberapa saat dan melihat Ana yang telah selesai mengobati luka atasannya, barulah Kevin berani melangkah mendekati mobil. Rakha hanya mengenakan kemejanya tanpa jas lagi.

"Pak, bagaimana lukanya?" tanya Kevin.

"Sudah diobati Ana, aku rasa bukan luka yang parah," jawab Rakha.

"Walau bukan luka yang parah, tetap harus diobati, Pak," balas Ana lagi.

"Kan sudah kamu obati!" ucap Rakha. Hanya hanya mengangguk tersenyum sebagai jawaban.

"Bagaimana kerjanya?" tanya Rakha.

Kevin lalu mengatakan apa saja yang dia lihat dan ketahui. Dia mengatakan jika pekerjaan berjalan cukup lancar dan para pekerja mengerjakan semua dengan sempurna. Jika ada kesalahan itu hanya dikit dan tak fatal.

"Ana, kamu sudah melihat pembangunan hotelnya. Nanti kamu buat laporan, bagaimana cara pemasaran yang sebaiknya kita lakukan. Aku menargetkan enam bulan ke depan hotel itu harus siap!" seru Rakha.

"Baiklah, Pak. Tadi saya juga telah mengatakan tentang target penyelesaian. Sekarang kita mau kemana?" tanya Kevin.

"Tentu saja pulang, tapi sebelumnya mampir ke WO biasa kita pakai agar menyiapkan pesta buat anniversary pernikahannya mama dan papa," ujar Rakha.

"Baiklah, Pak. Ana, kamu mau pulang atau ikut kami ke WO?" tanya Kevin.

Belum sempat Ana menjawab, langsung Rakha yang berucap.

"Agar tak bolak-balik dan memakan waktu, Ana ikut saja. Setelah makan malam baru kamu antar pulang!" perintah Rakha.

Ana terpaksa diam dan mengikuti saja apa yang Rakha katakan. Kevin lalu masuk dan memandangi Ana dan Rakha yang masih duduk di jok belakang. Pria itu menengok kebelakang.

"Siapa yang duduk di depan, Bapak apa Ana?" tanya Kevin sebelum menghidupkan mesin mobil.

"Kamu saja. Kami tetap di belakang," jawab Rakha sebelum Ana menjawab.

Ana cukup terkejut mendengar jawaban atasannya itu, tapi dia tak mungkin membantah. Cuma Kevin tampak cemberut mendengar jawaban dari atasannya itu. Dengan perlahan dia mulai melajukan mobil meninggalkan lokasi proyek.

**

Selamat Pagi. Menjelang bab 20 mama harap mohon baca terus tiap updatenya, jangan di skip atau di tunda ya agar retensi mama tercapai. Terima kasih. 🙏🙏🥰🥰

Terpopuler

Comments

Umriyah Purnawati Sholikhah

Umriyah Purnawati Sholikhah

bacanya agak gimana gitu "baiklah pak" harusnya "baik pak" gitu tmbh enak bacanya🙏

2025-02-16

0

🍃❄️ WAHYUNINGTIYAS❄️🍃

🍃❄️ WAHYUNINGTIYAS❄️🍃

/Facepalm//Facepalm//Facepalm/Vin Vin berasa dipaksa mundur Alon alon

2025-02-21

0

Erina Munir

Erina Munir

hahaa...kevin d tikung duluaan sama tasannya...apeess..apeess..

2024-12-17

1

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Bab Empat Puluh Dua
43 Bab Empat Puluh Tiga
44 Bab Empat Puluh Empat
45 Bab Empat Puluh Lima
46 Bab Empat Puluh Enam
47 Bab Empat Puluh Tujuh
48 Bab Empat Puluh Delapan
49 Bab Empat Puluh Sembilan
50 Bab Lima Puluh
51 Bab Lima Puluh Satu
52 Bab Lima Puluh Dua
53 Bab Lima Puluh Tiga
54 Bab Lima Puluh Empat
55 Bab Lima Puluh Lima
56 Promo Novel.
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima Puluh Tujuh
59 Bab Lima Puluh Delapan
60 Bab Lima Puluh Sembilan
61 Bab Enam Puluh
62 Bab Enam Puluh Satu
63 Bab Enam Puluh Dua
64 Promo Novel Terbaru
65 TERJERAT PESONA BUJANG LAPUK
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Bab Empat Puluh Dua
43
Bab Empat Puluh Tiga
44
Bab Empat Puluh Empat
45
Bab Empat Puluh Lima
46
Bab Empat Puluh Enam
47
Bab Empat Puluh Tujuh
48
Bab Empat Puluh Delapan
49
Bab Empat Puluh Sembilan
50
Bab Lima Puluh
51
Bab Lima Puluh Satu
52
Bab Lima Puluh Dua
53
Bab Lima Puluh Tiga
54
Bab Lima Puluh Empat
55
Bab Lima Puluh Lima
56
Promo Novel.
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima Puluh Tujuh
59
Bab Lima Puluh Delapan
60
Bab Lima Puluh Sembilan
61
Bab Enam Puluh
62
Bab Enam Puluh Satu
63
Bab Enam Puluh Dua
64
Promo Novel Terbaru
65
TERJERAT PESONA BUJANG LAPUK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!