Bab Enam Belas

Di kediaman orang tua Ana, tampak ayahnya sedang duduk termenung di ruang keluarga. Hari ini ayah Ana tak masuk kerja karena merasa kurang enak badan.

Di dalam kamar tampak Erik yang sedang bersiap-siap untuk kerja. Sejak menikah mereka memang tinggal bersama di rumah ayah kandungnya Ana itu.

"Mas, ingat ya, aku mau kamu pinjam uang di koperasi. Aku mau beli gelang. Masa tetangga sebelah itu selalu meledekku, katanya ini karma bagiku karena merebut kamu dari Kak Ana sehingga hidupku susah terus. Aku mau buktikan jika aku dan kamu bahagia," ucap Ayu.

Erik menarik napas berat. Sejak menikah dengan Ayu, ada saja permintaan istrinya itu. Sehingga uang gajinya dari bulan ke bulan selalu saja kekurangan.

Apa lagi anak mereka yang sejak lahir sudah menderita penyakit jantung bawaan sehingga harus berobat setiap saat. Beruntung tidak dalam tingkat yang parah. Hanya gejala ringan, tapi tetap saja anak mereka sering sakit dan kelelahan karena penyakit yang di derita.

"Hutang yang kemarin saja belum lunas, bagaimana mungkin aku meminjamnya lagi?" tanya Erik.

"Aku tak mau tau, kamu harus cari uang untuk belikan aku gelang. Mereka selalu menghinaku, apa lagi di tambah Chika anak kita yang sering sakit. Katanya itu karma bagiku," ujar Ayu.

Erik kembali tampak menarik napas dalam dan membuangnya. Itu dia lakukan berulang kali. Dia lalu mendekati sang putri. Anaknya itu tidak selincah bocah yang lain. Usianya sudah enam bulan.

Kelainan jantung bawaan pada bayi atau anak yang lebih kecil biasanya gejala berupa kesulitan makan atau menyusui karena sesak sehingga akan menyebabkan gagal tumbuh.

"Chika Sayang, kamu sedang apa?" Erik bertanya dengan putri kecilnya yang sedang berbaring sambil menggigit mainannya. Dokter mengatakan kemungkinan sembuh pada putrinya itu ada, asal pengobatannya rutin karena anaknya tidak mengalami jantung yang berbahaya.

Pada beberapa kasus, penyakit jantung bawaan dapat sembuh secara alami seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Namun, ada juga kasus di mana intervensi medis atau pembedahan diperlukan untuk memperbaiki kelainan jantung.

"Chika, papa pergi kerja dulu. Jangan rewel ya. Anak papa pasti kuat. Sebentar lagi pasti sembuh," ucap Erik.

Erik terkadang kasihan melihat putrinya, dalam usia masih bayi, baru enam bulan, Ayu sering memarahinya jika anak itu rewel dan sakit.

"Nanti aku usahakan cari uang pinjaman, tapi aku nggak janji. Seharusnya kamu buktikan pada mereka jika kamu dan aku itu tidak terkena karma dengan rutin membawa Chika ke rumah sakit, agar dia bisa sembuh total. Kasihan dia sebenarnya, dalam usia masih bayi dia harus berperang dengan penyakit dan mama yang tantrum seperti kamu!" ucap Erik.

Mendengar ucapan Erik, istrinya tak bisa terima. Selalu saja suaminya itu menasehati agar dia sabar menghadapi anaknya.

"Jangan asal bicara saja! Kamu bisa sabar dan nggak tantrum menghadapi anakmu karena hanya beberapa berhadapan dengannya dan dia harus tidur karena telah malam. Sedangkan aku dari dia bangun hingga tidur lagi harus menemani dan menjaganya. Coba kau jaga dia sepenuhnya selama satu minggu saja. Apa kau masih tetap sabar, Mas!" seru Ayu dengan suara tinggi.

Suara Ayu yang besar membuat Chika terkejut, sehingga bocah itu menangis. Apa lagi dia mengidap jantung bawaan. Putri mereka menangis terisak. Erik lalu mendekati dan menggendongnya. Tubuh kurus dan mungil anaknya, dipeluknya erat.

"Apa kamu tak bisa merendahkan nada bicaramu, Ayu. Kamu'kan tau anak kita Chika memiliki kelainan jantung. Apa kamu mau dia jadi kena serangan jantung?" tanya Erik dengan suara tertahan, takut putrinya makin terkejut.

"Jangan sok-sokan, Mas. Kamu mana tau apa yang dia mau dan bagaimana cara menenangkan anak yang sedang tantrum!" seru Ayu masih dengan emosi.

Erik tak menjawab lagi ucapan Ayu, karena istrinya itu akan panjang kali lebar celotehannya jika diladeni. Apa lagi jika disalahkan.

Dengan menggendong putrinya, dia berjalan keluar kamar. Melihat ayah mertua duduk di sofa, Erik ikutan duduk di dekat ayah kandungnya Ana itu.

Refdi yang melihat anaknya Ayu itu menangis lalu mendekati Erik. Dia kasihan melihat putri mereka yang menangis terus.

"Ada apa dengan Chika, kenapa pagi ini dia cengeng?" tanya Ayah.

"Kaget mendengar suara Ayu yang seperti orang kesurupan," jawab Erik. Tampaknya masih ada rasa kesal.

Ayah menarik napas dalam. Meraih Chika dari gendongan Erik dan mencoba menenangkan bayi itu. Akhirnya setelah cukup lama, bayi itu tenang dan terlelap. Mungkin capek karena menangis.

"Ayah kenapa tak kerja?" tanya Erik.

"Seminggu ini tubuh Ayah terasa lemah dan tak ada tenaga."

"Ayah rindu dengan Ana?" tanya Erik dengan suara pelan, takut Ayu atau ibunya mendengar.

Ayah tertawa getir mendengar pertanyaan Erik. Matanya memandang ke sembarang arah. Dia lalu kembali fokus ke bayi dalam gendongannya. Teringat Ana dulu yang juga sering sakit.

"Rindu itu bukan milik Ayah. Tak pantas rasanya mengatakan rindu setelah menorehkan luka yang begitu dalam. Ayah tak pantas dikatakan seorang Ayah," ucap Ayah dengan suara getir.

Sejak kepergian Ana, baru Ayah menyadari kesalahannya selama ini, yang telah mengabaikan anaknya. Walau selama lima belas tahun dia tak pernah memeluk putrinya, tapi dalam diam dia selalu memperhatikannya. Masih dapat melihat wajahnya. Berbeda saat ini, dia sama sekali tak tahu kabar Ana.

"Kenapa Ayah tak mencari tau ke kantor tempatnya bekerja dulu. Biar aku temani. Jika Ayah kandung yang bertanya, mungkin mereka masih mau mengatakan. Aku pernah mencoba mencari tau, tapi tak ada yang mau membocorkan," ucap Erik.

"Kau yang membuat dia sangat terluka, kenapa sekarang mencari tau keberadaannya. Jika aku tak pernah marah padamu, bukan berarti aku menerima kau melukai hatinya. Aku membiarkan kau menikah dengan Ayu karena berharap dia dapat yang lebih baik darimu. Mungkin bagi Ana caraku salah dengan tidak mencegah pernikahanmu, menganggap aku membela Ayu. Padahal aku tak ingin dia masih mengharapkan kamu. Kau tak pantas untuk Ana!" ucap Ayah Refdi dengan suara tegas.

Erik terdiam mendengar ucapan mertuanya itu. Jadi selama ini Ayah Ana itu menyimpan dendam dan amarah dengannya. Cuma ditutupi karena tak mau Erik berpisah dari Ayu.

Ayah takut, jika Erik dan Ayu berpisah, anaknya mau kembali. Sedangkan baginya Erik bukan pria yang pantas untuk sang putri.

"Aku sadar Ayah, aku bukan pria yang baik. Aku tak pantas untuk Ana. Tapi perlu Ayah tau, jika cintaku pada Ana itu tulus. Sampai detik ini rasa itu tak berubah. Aku menyesal karena tergoda untuk mendua hanya karena saat itu merasa bosan dengan hubungan kami yang telah berjalan lama," ucap Erik.

Tanpa mereka sadari, Ayu berdiri di belakang Erik. Dia sengaja batuk kecil agar kedua pria itu menyadari kehadirannya. Dia tak suka mereka membicarakan Ana dan memuji wanita itu.

"Ayu ...," ucap Erik, saat mengetahui siapa yang batuk.

Terpopuler

Comments

LENY

LENY

KARMA MULAI DATANG KASIHAN CHIKA PUNYA IBU YG HATINYA IBLIS. GAK SAYANG DAN PERHATIAN SAMA ANAK YG DIPIKIR HARTA FOYA2 PADAHAL GAK MAMPU RASAKAN KALIAN.

2025-03-05

0

Lina ciello

Lina ciello

urusanmu lah makane ojok jahatt kon 😡

2024-12-06

1

Marda Wiah

Marda Wiah

ibu gila, masa anak sekecil itu di marahi mana sakit lagi bukannya introspeksi diri ini malah tambah miring otaknya , gengsi ko digedein

2024-11-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Bab Empat Puluh Dua
43 Bab Empat Puluh Tiga
44 Bab Empat Puluh Empat
45 Bab Empat Puluh Lima
46 Bab Empat Puluh Enam
47 Bab Empat Puluh Tujuh
48 Bab Empat Puluh Delapan
49 Bab Empat Puluh Sembilan
50 Bab Lima Puluh
51 Bab Lima Puluh Satu
52 Bab Lima Puluh Dua
53 Bab Lima Puluh Tiga
54 Bab Lima Puluh Empat
55 Bab Lima Puluh Lima
56 Promo Novel.
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima Puluh Tujuh
59 Bab Lima Puluh Delapan
60 Bab Lima Puluh Sembilan
61 Bab Enam Puluh
62 Bab Enam Puluh Satu
63 Bab Enam Puluh Dua
64 Promo Novel Terbaru
65 TERJERAT PESONA BUJANG LAPUK
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Bab Empat Puluh Dua
43
Bab Empat Puluh Tiga
44
Bab Empat Puluh Empat
45
Bab Empat Puluh Lima
46
Bab Empat Puluh Enam
47
Bab Empat Puluh Tujuh
48
Bab Empat Puluh Delapan
49
Bab Empat Puluh Sembilan
50
Bab Lima Puluh
51
Bab Lima Puluh Satu
52
Bab Lima Puluh Dua
53
Bab Lima Puluh Tiga
54
Bab Lima Puluh Empat
55
Bab Lima Puluh Lima
56
Promo Novel.
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima Puluh Tujuh
59
Bab Lima Puluh Delapan
60
Bab Lima Puluh Sembilan
61
Bab Enam Puluh
62
Bab Enam Puluh Satu
63
Bab Enam Puluh Dua
64
Promo Novel Terbaru
65
TERJERAT PESONA BUJANG LAPUK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!