Bab Lima Belas

"Ternyata atasan kita adalah pria yang aku maki-maki di kamar mandi tadi," ucap Ana pelan, tapi masih dapat di dengar dengan jelas.

"Apa ...?" tanya Meyda dengan suara keras. Dan lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian karyawan lainnya.

Meyda menutup mulutnya agar tak bersuara keras lagi. Dia lalu memandangi wajah Ana dengan tampang memelas.

"Mimpi apa kamu semalam? Kenapa sial banget hari ini?" tanya Meyda dengan suara pelan takut ada karyawan lain mendengarnya.

Ana masih diam terpaku. Merenungi nasib sial dirinya hari ini. Kenapa juga dia salah masuk kamar mandi, pikir Ana. Dia takut karena kesalahan ini dirinya akan di pecat.

"Entahlah, kenapa aku ceroboh banget. Semua emang salahku, sih," ucap Ana menyalahkan dirinya.

Meyda mengelus punggung sahabatnya itu. Sebenarnya dia ingin tertawa melihat wajah Ana yang gugup dan pucat, karena kesalahan dia masuk kamar mandi.

"Jadi kenapa kamu di panggil tadi? Apa untuk memarahi kamu saja?" tanya Meyda.

Ana menepuk jidatnya. Baru sadar jika dia kembali ke meja kerja untuk mengambil laporan, kenapa dia jadi curhat dengan Meyda.

"Astaga, Meyda. Aku kembali untuk mengambil laporan keuangan. Kenapa aku malah ngobrol denganmu!" seru Ana.

Dia membuka laci meja dan mengambil laporan yang kemarin telah selesai dikerjakan. Ana langsung berdiri dan meninggalkan meja kerjanya tanpa pamit dengan sahabatnya itu.

Ana berjalan cepat, tak mau nanti dimarahi lagi karena kelalaiannya. Sepanjang jalan dia berdoa agar si oom tak marah.

Sampai di depan ruang kerja atasannya itu, Ana masuk tanpa mengetuk pintu. Dia langsung berjalan menuju meja kerja pria itu.

"Lama sekali, apa kamu mengambilnya hingga ke luar kota?" tanya Rakha dengan penuh penekanan.

"Bukan, Pak. Saya tadi duduk sebentar, sambil mencari di mana saya letakan laporannya," jawab Ana.

"Ngeles aja kayak bajai. Mana laporannya?" Kembali Rakha bertanya.

"Ini Pak, laporannya. Bisa Bapak periksa dulu. Jika ada yang kurang paham dan kurang di mengerti, bisa tanyakan selagi saya di sini. Jika tidak ada yang ditanyakan, saya akan kembali," ucap Ana. Dalam hatinya juga ngedumel mendengar ucapan Rakha.

"Jadi maksud kamu, jika telah kembali ke meja kerjamu, saya tak boleh bertanya?" tanya Rakha dengan suara tinggi.

Ana terkejut mendengar pertanyaan Rakha. Dalam hati gadis itu salah terus ucapannya. Padahal dia berkata begitu hanya agar atasannya bisa bertanya langsung saat berhadapan dan dia bisa menjelaskan dengan baik dari pada melalui sambungan telepon jika telah sampai di meja kerjanya.

"Bukan begitu maksud saya, Pak. Sepertinya Bapak salah paham," ucap Ana dengan suara pelan dan lembut. Berusaha agar tak terpancing emosi.

Menghadapi pria seperti atasannya membutuhkan kesabaran yang tinggi. Ana menarik napas dalam dan membuangnya berulang kali.

"Jadi menurut kamu apa?" tanya Rakha lagi dengan suara masih ketus.

"Sabar Ana, sabar. Dia atasanmu. Ingat itu. Kamu harus sabar menghadapi manusia satu ini. Selama ini kesabaranmu telah diuji dengan berbagai cobaan hidup, masa hanya menghadapi pria seperti Rakha kamu gak mampu," ucap Ana dalam hatinya.

Ana mengusap dadanya. Agar di berikan kesabaran yang tiada batas. Hal itu tak luput dari pandangan Rakha. Dia menatap Ana tajam.

"Duduk ....!" Perintah Rakha selanjutnya.

"Di mana, Pak?" tanya Ana dengan suara pelan.

"Di paha saya!" seru Rakha.

"Apa ...? Di paha Bapak?" tanya Ana. Dia tampak sangat terkejut mendengar jawaban dari pria itu. Bagaimana mungkin dia duduk di paha atasannya. Apa Pak Rakha mau berbuat mesum, pikir gadis itu dalam hatinya.

"Duduk di kursi itulah! Apa kamu sudah gila, mau duduk di paha saya," jawab Rakha dengan wajah kesal.

Dia memandangi wajah bawahannya itu dengan seksama. Tak menyangka masih ada gadis dengan keluguan seperti Ana ini. Dalam hatinya, tersenyum senang. Ada mainan juga dia di kantor. Sepertinya gadis itu bisa dia kerjain setiap saat, batin Rakha berucap.

"Bukan saya yang gila, Bapak yang gila. Bukankah Bapak tadi yang ngomong begitu. Saya rasa tak salah dengar tadi, karena telinga saya masih berfungsi dengan baik," balas Ana. Tentu saja dia tak terima saat dikatakan gila.

"Apa ...? Kamu bilang saya yang gila? Apa kamu sudah bosan bekerja di sini?" tanya Rakha dengan suara ketus.

Ana menepuk jidatnya. Salah ucap lagi rupanya dia. Baru sehari atasannya di ganti, dia sudah merasa gila. Apa lagi jika harus dihadapi tiap hari. Dia harus sabar. Tak mudah mencari pekerjaan di zaman sekarang ini. Apa lagi dia sudah sangat cocok dengan perusahaan ini.

"Bukan, Pak. Saya yang gila. Bapak benar. Jangan pecat saya," ucap Ana dengan menundukkan kepalanya.

Rakha tersenyum tipis. Takut Ana melihat dan menyadari jika dia sedang dikerjai.

Ana akhirnya duduk di kursi yang ada di hadapan atasannya. Dia masih menunduk. Tak berani menatap wajah pria itu.

Rakha tampak serius membaca semua laporan penjualan barang. Perusahaan tempat Ana bekerja bergerak di bidang properti.

"Sekarang jelaskan semua laporan mengenai penjualan dan pemasaran perumahan yang di kota X," ucap Rakha dengan wajah serius.

Ana lalu membuka laporan itu dan menjelaskan semua yang dia buat. Dengan jelas dan lugas dia mengatakan semuanya. Rakha juga mendengar dengan seksama.

"Menurut kamu, apakah target penjualan akan tercapai?" tanya Rakha.

"Menurut saya target penjualan kita bulan besok hanya tercapai delapan puluh persen," jawab Ana.

Ana lalu menjelaskan bagaimana kondisi di lapangan. Bagian sales yang telah bekerja dengan maksimal. Jika target tidak tercapai itu karena memang perekonomian penduduk sekitar yang sedang tidak stabil.

"Baiklah, tinggalkan laporan itu. Saya mau periksa lagi!" ujar Rakha.

"Baiklah, Pak. Jika begitu, saya pamit," ucap Ana.

Ana langsung berdiri dan berjalan keluar ruangan dengan segera. Dia langsung menghirup udara bebas. Berada di ruangan tadi dia merasa kekurangan oksigen karena merasa tertekan.

"Kamu sedang apa?"

Pertanyaan seseorang itu membuat Ana terkejut. Dia baru saja merasa terbebas dari kandang harimau. Ana menoleh dan merasa lega melihat siapa yang menegurnya.

"Kevin, saya pikir siapa tadi," ucap Ana.

"Kamu terlihat sangat gugup. Apa yang Bapak Rakha katakan, apa kamu melakukan kesalahan?" tanya Kevin.

"Bukan. Siapa bilang aku di marahi, atau kamu yang kena marah?" tanya Ana sambil tersenyum untuk menghilangkan kegugupannya.

"Aku ini salah satu orang kepercayaan Pak Sandi dan Pak Rakha, mana mungkin dimarahi. Kalau kamu dimarahi Pak Rakha katakan saja denganku, aku bisa bantu," ucap Kevin sambil memukul dadanya pelan.

"Iya, deh. Percaya ...," balas Ana sambil tersenyum. Kevin ikut tersenyum. Sudah menjadi rahasia umum di kantor jika Kevin menyukai gadis itu. Cuma Ana hanya menanggapi sebatas teman.

"Aku pamit, masih banyak kerjaan," ucap Ana selanjutnya. Lalu gadis itu berjalan meninggalkan Kevin.

"Ana, apakah mungkin suatu saat kamu membalas perasaan ini?" tanya Kevin dalam hatinya.

***

Selamat pagi. Mama membawa rekomendasi karya teman, yang bisa kamu baca sambil menunggu novel ini update. Terima kasih.

Terpopuler

Comments

Evy

Evy

Asisten Bos juga tidak kalah kerennya..

2024-12-16

1

Taryumi 2003

Taryumi 2003

knp ga diadakan rapat semau divisi aja.. apalagi CEO baru .. kan sambil perkenalan

2024-12-29

1

Lina ciello

Lina ciello

kesengsem nyahokk ka 😜

2024-12-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Bab Empat Puluh Dua
43 Bab Empat Puluh Tiga
44 Bab Empat Puluh Empat
45 Bab Empat Puluh Lima
46 Bab Empat Puluh Enam
47 Bab Empat Puluh Tujuh
48 Bab Empat Puluh Delapan
49 Bab Empat Puluh Sembilan
50 Bab Lima Puluh
51 Bab Lima Puluh Satu
52 Bab Lima Puluh Dua
53 Bab Lima Puluh Tiga
54 Bab Lima Puluh Empat
55 Bab Lima Puluh Lima
56 Promo Novel.
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima Puluh Tujuh
59 Bab Lima Puluh Delapan
60 Bab Lima Puluh Sembilan
61 Bab Enam Puluh
62 Bab Enam Puluh Satu
63 Bab Enam Puluh Dua
64 Promo Novel Terbaru
65 TERJERAT PESONA BUJANG LAPUK
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Bab Empat Puluh Dua
43
Bab Empat Puluh Tiga
44
Bab Empat Puluh Empat
45
Bab Empat Puluh Lima
46
Bab Empat Puluh Enam
47
Bab Empat Puluh Tujuh
48
Bab Empat Puluh Delapan
49
Bab Empat Puluh Sembilan
50
Bab Lima Puluh
51
Bab Lima Puluh Satu
52
Bab Lima Puluh Dua
53
Bab Lima Puluh Tiga
54
Bab Lima Puluh Empat
55
Bab Lima Puluh Lima
56
Promo Novel.
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima Puluh Tujuh
59
Bab Lima Puluh Delapan
60
Bab Lima Puluh Sembilan
61
Bab Enam Puluh
62
Bab Enam Puluh Satu
63
Bab Enam Puluh Dua
64
Promo Novel Terbaru
65
TERJERAT PESONA BUJANG LAPUK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!