Bab Sembilan

Ayu dan ibunya telah masuk ke kamar masing-masing. Sedangkan ayah masih duduk termenung di sofa ruang keluarga. Masih teringat ucapan putrinya tadi. Dulu dia begitu menyayangi sang putri. Namun, sejak kepergian sang istri dia jadi membenci Ana.

Apa lagi setelah dia menikah lagi dengan mantan kekasihnya dulu, Tika. Mereka dulu pernah berpacaran.

"Maafkan Ayah, melihatmu seperti aku melihat ibumu hidup kembali, Ana. Itulah alasannya ayah selalu menghindari kamu. Sedih dan benci bercampur jadi satu. Ibumu meninggal karena ingin menjemputmu ke sekolah. Sehingga dalam pikiran ini, kau lah penyebab kematian ibumu," gumam Ayah dalam hatinya.

Ayah Ana menghisap rokoknya kembali. Saat dia sedang termenung, dia melihat Ana keluar dari kamarnya dengan menyeret tas koper. Pandangannya tajam, menatap sang putri tanpa kedip.

Saat Ana makin dekat dengannya, pria itu berdiri. Kali ini Ana yang menatap tajam pada sang ayah.

"Mau kemana kamu? Ini sudah malam!" ucap Ayah dengan suara sedikit lembut.

"Aku mau menginap di rumah teman!" jawab Ana.

"Kenapa harus menginap? Seperti tidak ada rumah saja," balas Ayah.

Ana tertawa sumbang mendengar ucapan ayahnya. Dia berencana menginap di hotel menjelang surat kepindahannya atau surat mutasi ke kota lain diberikan.

"Rumah ...? Bagiku ini bukan rumah. Rumah itu tempat kita berpulang, tempat nyaman yang bisa mengobati sakit hati dan luka. Tapi rumah ini, tempat air mataku selalu tumpah. Rumah yang banyak memberikan luka sejak kepergian ibu. Aku tak pernah merasakan kedamaian dan kenyamanan lagi. Lebih baik aku pergi, dari pada mentalku di hancurkan dan disakiti terus menerus. Aku harus menjaga kewarasanku. Maaf, Ayah. Aku tak bisa bertahan di sini lagi!'

Setelah mengucapkan itu, Ana langsung melangkah tanpa menunggu jawaban dari ayahnya. Pria itu juga tak bisa menahan. Kerena Sadar telah banyak membuat luka untuk putrinya.

Ana pergi dengan taksi yang telah dia pesan. Rencananya akan menginap di sekitar kantor, biar tak jauh ke tempat kerja.

***

Ana duduk di depan meja kerjanya dengan nafas yang terengah-engah. Hari ini adalah hari yang sangat penting baginya. Setelah bertahun-tahun bekerja di perusahaan ini, Ana memutuskan untuk mengajukan mutasi ke departemen yang berbeda. Dia ingin melupakan semua kepedihan yang dirasakan di kota ini.

Ana membuka laptopnya dan menulis surat permohonan mutasi dengan hati-hati. Dia membacanya berulang kali, memastikan semuanya tercatat dengan jelas. Surat itu telah siap, tinggal menemui atasan untuk meminta persetujuan.

Dengan berani, Ana berjalan menuju ruangan atasan bernama Bapak Agung. Ruangan itu selalu terasa begitu mewah dan berkelas. Pintu ruangan Bapak Agung terbuka, Ana dapat melihatnya duduk di belakang meja yang besar.

Ana memberanikan diri dan mengetuk pintu pelan. "Boleh masuk, Ana," suara Bapak Agung terdengar ramah dari dalam ruangan.

Ana membuka pintu dan masuk dengan keteguhan hati. Dia berdiri di depan meja Bapak Agung dengan rasa tegang yang melanda. "Selamat pagi, Pak Agung. Saya ingin meminta izin untuk mengajukan mutasi ke departemen lain," kata Ana dengan sekuat tenaga.

Bapak Agung menatapnya dengan tatapan tajam. "Mengajukan mutasi?" ulang Bapak Agung. "Bolehkah saya tahu alasannya? Apa yang membuat Anda merasa ingin beralih departemen?"

Ana menyadari pertanyaan ini akan diajukan. Dia mengambil napas dalam-dalam, mencari keberanian untuk menjawab. "Saya merasa telah mencapai batas potensi saya di departemen ini, Pak. Saya ingin menantang diri saya sendiri dan melibatkan diri dalam proyek-proyek baru."

Bapak Agung memperhatikan Ana dengan seksama. "Anda tahu, mutasi ini akan mempengaruhi kegiatan tim di kedua departemen. Saya ingin memastikan bahwa Anda dapat beradaptasi dan memberikan kontribusi yang baik. Apakah Anda yakin?"

Ana mengangguk dengan mantap. "Ya, Pak. Saya telah mempertimbangkan dengan matang. Saya percaya bahwa saya dapat beradaptasi dengan cepat dan memberikan kontribusi yang lebih baik di departemen baru."

Bapak Agung berpikir sejenak, kemudian mengangguk. "Baiklah, Ana. Saya setuju dengan permohonan mutasi Anda. Saya mengerti keinginan untuk tumbuh dan berkembang. Tetapi, saya juga berharap Anda tidak menyesal atau mengalami kesulitan nantinya."

Ana merasa lega mendengar persetujuan atasan. Dia berterima kasih kepada Bapak Agung dengan tulus. "Terima kasih banyak, Pak Agung. Saya akan memberikan yang terbaik di departemen baru. Saya berjanji tidak akan mengecewakan Anda."

Bapak Agung tersenyum dan mengangguk. "Semoga sukses, Ana. Saya akan mengurus semua proses administrasi. Anda dapat mulai bekerja di departemen baru setelah semua formalitas selesai."

Ana merasa sangat bahagia. Dia mengucapkan terima kasih sekali lagi sebelum keluar dari ruangan Bapak Agung. Dalam hati, dia merasa sangat bersemangat menghadapi tantangan baru yang menanti.

Telah satu minggu Ana pergi, tak ada kabar dari sang ayah. Dia memang tak mencari keberadaannya. Untuk apa lagi dia bertahan. Sedangkan ayahnya tak ada rasa peduli.

Ana ingin kembali ke rumah. Mengambil motor miliknya dan ingin menjualnya. Bisa buat menambah uang tabungannya atau membeli motor bekas di kota nanti.

Hari Senin besok, dia telah pindah ke kota lain. Hari minggu dia berencana akan meninggalkan kota kelahirannya. Ana akan memulai hidup baru di kota berbeda.

Setelah berpakaian rapi, Ana memesan taksi online. Dia kembali bercermin. Entah mengapa dia ingin terlihat cantik.

Ana juga ingin sekalian pamit ke ayahnya. Walau dia benci, tapi rasa sayang itu lebih besar. Dia masih ingin pergi dengan berpamitan terlebih dahulu.

Setelah taksi datang, Ana masuk ke mobil. Jantungnya berdetak jauh lebih cepat dari biasanya. Entah apa penyebabnya.

Saat mobil mulai sampai, Ana melihat keramaian dekat rumahnya. Dia turun dan membayar ongkos taksi.

Ana terus berjalan mendekati rumah. Tenda terpasang dan ada pelaminan. Dia baru menyadari, pasti ini acara pernikahan adiknya dan mantan kekasihnya.

Ana ingin kembali, tapi seseorang menyapanya. Sehingga langkahnya terhenti.

"Akhirnya muncul juga kau. Apa kau sengaja datang untuk merusak pernikahan Ayu?" tanya Ibu tirinya yang bernama Rida.

Terpopuler

Comments

Langit Biru

Langit Biru

gini lah kalau lahir ari ari nya di grill bukan di kuburr...agak laenn memang dia😑

2025-02-20

0

anikbunda lala

anikbunda lala

gininih orang jika yg dipikirkan hanya dibawah pusar......go blok

2025-01-18

0

Taryumi 2003

Taryumi 2003

oo begitu to ceritanya.. jadi nyalahin ana atas kematian istrinya...

2024-12-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Bab Empat Puluh Dua
43 Bab Empat Puluh Tiga
44 Bab Empat Puluh Empat
45 Bab Empat Puluh Lima
46 Bab Empat Puluh Enam
47 Bab Empat Puluh Tujuh
48 Bab Empat Puluh Delapan
49 Bab Empat Puluh Sembilan
50 Bab Lima Puluh
51 Bab Lima Puluh Satu
52 Bab Lima Puluh Dua
53 Bab Lima Puluh Tiga
54 Bab Lima Puluh Empat
55 Bab Lima Puluh Lima
56 Promo Novel.
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima Puluh Tujuh
59 Bab Lima Puluh Delapan
60 Bab Lima Puluh Sembilan
61 Bab Enam Puluh
62 Bab Enam Puluh Satu
63 Bab Enam Puluh Dua
64 Promo Novel Terbaru
65 TERJERAT PESONA BUJANG LAPUK
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Bab Empat Puluh Dua
43
Bab Empat Puluh Tiga
44
Bab Empat Puluh Empat
45
Bab Empat Puluh Lima
46
Bab Empat Puluh Enam
47
Bab Empat Puluh Tujuh
48
Bab Empat Puluh Delapan
49
Bab Empat Puluh Sembilan
50
Bab Lima Puluh
51
Bab Lima Puluh Satu
52
Bab Lima Puluh Dua
53
Bab Lima Puluh Tiga
54
Bab Lima Puluh Empat
55
Bab Lima Puluh Lima
56
Promo Novel.
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima Puluh Tujuh
59
Bab Lima Puluh Delapan
60
Bab Lima Puluh Sembilan
61
Bab Enam Puluh
62
Bab Enam Puluh Satu
63
Bab Enam Puluh Dua
64
Promo Novel Terbaru
65
TERJERAT PESONA BUJANG LAPUK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!