Bab Tiga

Erik mengejar Ana yang telah keluar dari kafe. Ditahannya tangan gadis itu agar tak berjalan lebih jauh lagi.

"Tunggu, Ana. Kita belum selesai bicara," ucap Erik.

Ana mencoba menepis tangan Erik, tapi kekuatannya tak sebanding dengan pria itu. Sehingga dia akhirnya mengalah.

Erik mengajak Ana duduk di bawah sebuah pohon yang berada di parkiran. Namun, gadis itu tak mau. Dia memilih tetap berdiri. Akhirnya Erik mengalah.

"Ana, jika aku boleh memilih, pasti aku akan memilih menikah denganmu. Aku masih sangat mencintaimu. Aku khilaf. Sekali lagi maafkan aku," ucap Erik.

"Apa kamu pikir dengan kata maaf semua akan kembali. Semua sudah terjadi, tak ada yang bisa merubahnya!" seru Ana dengan suara sedikit meninggi.

Erik menarik napas dalam. Tak tahu harus mengatakan apa lagi. Semua stok kata seolah habis. Dia tahu, semua kata-kata yang keluar dari bibirnya tak akan bisa membuat Ana percaya lagi. Namun, dia masih berharap jika gadis itu bisa menerima keputusannya menikahi Ayu.

"Ana, aku ingin mengatakan siapa wanita yang telah berhasil menggodaku. Aku memang pecundang seperti yang kamu katakan. Begitu mudahnya tergoda dengan bujuk rayunya. Seharusnya aku tegas menolaknya," ucap Erik.

Kembali Ana tertawa dengan sinis. Semua telah terjadi baru pria itu mengatakan penyesalan. Dia tak percaya lagi dengan omong kosong itu.

"Apa kamu pikir dengan mengatakan siapa wanita itu akan merubah pendapat aku tentang kamu? Jika wanita itu tau kita akan menikah, tapi tetap masuk ke kehidupanmu, itu berarti kamu dan dia sama-sama pecundang. Kalian pantas bersama!" seru Ana.

"Ana, aku ingin kamu tau jika wanita itu ...."

"Maaf, Mas. Makanan Anda tadi belum di bayar. Anda di minta menemui atasan kami," ucap salah satu pelayan restoran.

Erik langsung menepuk jidatnya. Dia juga tak menyadari jika tadi langsung pergi padahal belum membayar apa yang mereka makan.

"Nanti aku masuk lagi untuk membayarnya. Beri aku waktu, aku mau mengobrol sebentar," jawab Erik.

"Maaf, Mas. Kami tak bisa memberikan waktu. Jika Anda ingin bicara, selesaikan dulu pembayaran. Kalau nanti Anda kabur, kami yang akan menanggung semuanya," jawab pelayan yang lain. Mereka ada tiga orang.

Pelayan kafe mungkin berpikir jika Erik sengaja minta ulur waktu agar bisa kabur. Sehingga mereka tak mau pergi dari hadapan pria itu.

"Aku tak akan kabur!" seru Erik dengan suara agak lantang.

Perdebatan antara keduanya, memberikan kesempatan buat Ana pergi. Saat Erik berdebat, dia langsung kabur. Mendekati motornya dan melakukan dengan segera.

Erik yang mendengar suara mesin motor langsung menoleh, dan terkejut melihat Ana yang sudah melaju. Dia lalu menggerutu dalam hati.

"Sial, gara-gara pelayan ini aku harus kehilangan kesempatan bicara dengan Ana," umpat Erik.

Setelah melihat motor Ana makin menjauh, akhirnya Erik terpaksa mengikuti kemauan pelayan tersebut. Berjalan menuju satu ruangan. Mungkin ruang manajer mereka.

Ana menjalankan motornya perlahan. Tangisan gadis itu akhirnya pecah. Dari tadi dia telah berusaha menahan air matanya. Tak ingin terlihat lemah di hadapan pria yang telah menyakiti hatinya itu.

Tiba-tiba terdengar guruh bersahutan, pertanda hujan akan turun, tapi Ana tetap mengendarai motornya.

"Di antara sakit yang paling menyakitkan adalah menahan air mata agar tidak jatuh. Mencintai kamu itu seperti bermain hujan. Awalnya aku senang, tapi akhirnya aku sakit"

Ana mengendarai motornya menembus hujan deras yang turun begitu lebat. Air matanya yang jatuh di pipi bercampur dengan air hujan yang membasahi wajahnya. Setiap tetesan air yang jatuh menyapu luka-luka hati Ana yang terpendam dalam dirinya.

Terkadang, Ana bisa merasakan setiap tetes hujan yang jatuh di atas kepalanya seperti membasuh dan menyegarkan jiwa yang terluka. Ia merasa bahwa hujan adalah penghibur setia yang mampu meluapkan rasa sakit yang tak terucap di dalam hatinya.

Tiap helai rambut basahnya mengingatkan Ana akan masa saat awal dia kenalan dan pacaran dengan Erik. Rasa sakit dan kekecewaan yang seolah hilang terbawa oleh tiap tetes hujan yang membasahi wajahnya. Keheningan di bawah guyuran air hujan memberikan kesempatan bagi Ana untuk merenung dan melupakan sejenak perasaan yang begitu membebani.

Motor yang dikendarainya semakin melaju, menerjang setiap rintangan yang terjadi di jalan. Sesekali, bahunya terasa tercengang oleh angin kencang yang bertiup dengan kekuatan. Namun, Ana tak pernah merasa terhenti maupun lelah. Ia merasa motor dan hujan menjadi teman terbaiknya dalam perjalanan untuk menyembuhkan luka hati.

Setiap kilometer yang dilewatinya, semakin jauh membawa luka di hatinya terdorong pergi oleh hujan yang semakin deras. Udara yang sejuk membasahi tubuhnya membantu Ana untuk menyadari bahwa Erik tak pantas ditangisi. Lelaki pecundang dan pengkhianat itu harus mendapatkan pembalasan yang setimpal. Hujan mengajarinya arti keberanian, bahwa dalam setiap patahan ada kesempatan untuk tumbuh kembali.

Akhirnya, Ana sampai di tempat tujuannya. Dia menepikan motornya dan menatap awan mendung yang masih terus membasuh bumi. Teriring dengan hembusan angin, Ana merasa bagian terdalam dari luka hatinya telah terhapus dalam keheningan hujan tersebut.

Ana masuk ke rumah. Saat itu ayah, ibu dan adiknya sedang berkumpul. Mereka hanya menatap kedatangan gadis itu sekilas dan kembali pada kegiatan tadi.. Kehadirannya tak diharapkan mereka.

Saat Ana ingin melangkah lebih jauh memasuki rumahnya, suara seseorang menghentikan gerak kakinya.

"Dari mana aja kamu? Pulang kerja bukannya langsung kembali ke rumah, justru pergi kelayapan entah kemana!" seru ibu tirinya.

"Pel rumah ini kalau lantainya basah karena ulahmu yang seperti anak kecil, pakai mandi hujan segala!" seru ibu tirinya itu.

Ana tak pedulikan omongan mereka, dia dengan berlari masuk ke rumah menuju kamarnya.Tak mau hujan membuatnya sakit. Bisa besar kepala pria itu jika dirinya sakit.

Setelah mengganti bajunya, Ana langsung mengambil undangan yang telah tercetak. Kembali dadanya terasa sesak membaca tulisan di undangan itu.

Ana berjalan keluar kamar menuju dapur. Dia lalu membuang undangan ke tong sampah. Ayu yang ingin mengambil air minum melihat itu lalu mendekati kakaknya.

"Apa yang Kakak buang itu?" tanya Ayu dengan kaki yang terus melangkah menuju tong sampah. Melihat undangan yang terbuang itu, adiknya itu tertawa.

"Sudah aku katakan jangan percaya pada pria. Kakak aja yang kebucinan, mau-maunya membuang uang buat pria!" seru Ayu.

Ana terdiam mendengar ucapan dari Ayu. Kata-katanya itu seolah mengisyaratkan bahwa dia tahu sesuatu tentang Erik.

"Apa kamu tau tentang perselingkuhan yang Mas Erik lakukan?" tanya Ana.

"Tentu saja," jawab Ayu singkat.

"Apakah Kakak mengenal wanita itu?" tanya Ana lagi.

"Sangat mengenalnya!" seru Ayu.

"Katakan siapa wanita itu, Dek?" tanya Ana.

Siap tak siap dia harus siap menghadapi semua ini. Dengan dia menangis, keadaan tak akan berubah.

Terpopuler

Comments

Erna Yunita

Erna Yunita

Ayu..... seharusnya nama Ayu mencerminkan pribadi yg cantik dengan hati yg penuh dengan kelembutan...... tapi tidak dengan ini....

2024-11-19

0

Wiwi Widiawati

Wiwi Widiawati

seperti di drama ikan terbang 🤣
kalo lagi sedih langsung deh tutun huja

2025-02-27

0

Taryumi 2003

Taryumi 2003

drpd Lo..mau maunya jadi selingkuhan..

2024-12-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Bab Tiga Puluh Lima
36 Bab Tiga Puluh Enam
37 Bab Tiga Puluh Tujuh
38 Bab Tiga Puluh Delapan
39 Bab Tiga Puluh Sembilan
40 Bab Empat Puluh
41 Bab Empat Puluh Satu
42 Bab Empat Puluh Dua
43 Bab Empat Puluh Tiga
44 Bab Empat Puluh Empat
45 Bab Empat Puluh Lima
46 Bab Empat Puluh Enam
47 Bab Empat Puluh Tujuh
48 Bab Empat Puluh Delapan
49 Bab Empat Puluh Sembilan
50 Bab Lima Puluh
51 Bab Lima Puluh Satu
52 Bab Lima Puluh Dua
53 Bab Lima Puluh Tiga
54 Bab Lima Puluh Empat
55 Bab Lima Puluh Lima
56 Promo Novel.
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima Puluh Tujuh
59 Bab Lima Puluh Delapan
60 Bab Lima Puluh Sembilan
61 Bab Enam Puluh
62 Bab Enam Puluh Satu
63 Bab Enam Puluh Dua
64 Promo Novel Terbaru
65 TERJERAT PESONA BUJANG LAPUK
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Bab Tiga Puluh Lima
36
Bab Tiga Puluh Enam
37
Bab Tiga Puluh Tujuh
38
Bab Tiga Puluh Delapan
39
Bab Tiga Puluh Sembilan
40
Bab Empat Puluh
41
Bab Empat Puluh Satu
42
Bab Empat Puluh Dua
43
Bab Empat Puluh Tiga
44
Bab Empat Puluh Empat
45
Bab Empat Puluh Lima
46
Bab Empat Puluh Enam
47
Bab Empat Puluh Tujuh
48
Bab Empat Puluh Delapan
49
Bab Empat Puluh Sembilan
50
Bab Lima Puluh
51
Bab Lima Puluh Satu
52
Bab Lima Puluh Dua
53
Bab Lima Puluh Tiga
54
Bab Lima Puluh Empat
55
Bab Lima Puluh Lima
56
Promo Novel.
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima Puluh Tujuh
59
Bab Lima Puluh Delapan
60
Bab Lima Puluh Sembilan
61
Bab Enam Puluh
62
Bab Enam Puluh Satu
63
Bab Enam Puluh Dua
64
Promo Novel Terbaru
65
TERJERAT PESONA BUJANG LAPUK

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!