Bab. 20

“Dasar bos kulkas dua belas pintu menyebalkan!” gumamnya lirih.

“Kupingku masih normal untuk mencium bau-bau umpatan mu, Vincent!”

“Mana ada kuping bisa mencium bau, Tuan?” Vincent balik bertanya karena penasaran. Atau memang benar yang dikatakan Noah, dia itu bodoh.

“Tentu saja ada. Milikku ini buktinya.” Noah menunjuk telinganya sendiri sambil menahan tawanya.

“Terserah anda saja.”

Dengan wajah kesal dan menahan emosi yang sudah ada di pucuk ubun-ubun, Vincent berbalik dan membuka pintu yang beberapa menit lalu kembali diketuk oleh seseorang.

Vincent menggelengkan kepala, tertawa dalam hati mengingat perdebatan kecilnya baru saja dengan Noah.

Setidaknya berpura-pura bodoh untuk menyenangkan atasannya tidak apa-apa, bukan?

Pintu ruangan Noah terbuka.

“Selamat datang, Nona dan silahkan masuk.” Vincent menyapa.

“Ih! Nyebelin banget! Aku udah nunggu dari tadi sampai kaki aku kesemutan gini. Kenapa baru dibuka?” gadis itu menjejakkan kakinya ke lantai.

Suara cempreng seorang gadis kecil berhasil membuat Vincent melotot heran. Ditambah lagi gaya pakaian gadis itu terlihat seperti preman pasar.

Tindik di bibir, hidung dan telinga. Juga celana jeans yang sobek di bagian dengkul dan paha serta t-shirt tanpa lengan. Rambut pendek yang diwarnai dengan warna anak muda gaul jaman sekarang membuat gadis itu terlihat... urakan.

Vincent tidak bisa lagi mengungkapkannya. Sepertinya dia kehabisan kata-kata hari ini. “Kamu siapa?”

“Hai Om, aku Lilac. Panggil saja aku Lili atau Lilac terserah Om aja.” Gadis itu mengulurkan tangannya.

‘Bertambah satu lagi beban hidupmu, Vincent. Bisa-bisanya ada gadis seperti ini?’ gumamnya dalam hati.

Lilac menatap Vincent dari atas ke bawah dan tersenyum. “Om bapaknya satpol PP, ya?”

“Kenapa memangnya?” Vincent melipat kedua tangan di bawah dada sambil menyandarkan tubuhnya ke pintu.

“Karena Om sudah berhasil mengobrak abrik hati aku.” Lilac tersenyum genit, berharap kalau candaannya bisa membuat pria berwajah datar itu klepek-klepek.

“Kamu salah! Bapakku bukan satpol PP, tapi sudah mati!” Vincent yang kesal langsung berbalik dan berjalan ke arah Noah dengan wajah ditekuk.

Masalah satu belum selesai, sekarang datang masalah baru lagi.

Lilac kemudian masuk dan menghampiri kedua pria tampan yang sedang menatapnya dengan tatapan mengintimidasi. Membuat gadis itu menelan ludahnya sendiri dengan susah payah.

“Mau duduk atau tetap berdiri di sana?!” ketus Vincent.

“Iya, iya. Aku duduk.” Lilac menarik kursi yang berada di depan Noah lalu duduk.

****

Mentari sudah beranjak ke peraduan, siang berganti dan malam mulai menjelang. Hanya terdengar suara binatang yang mengusik telinga.

Aluna sedang duduk di sofa empuk yang berada di taman belakang, dibawah sinar rembulan yang terlihat terang dan indah.

Entah apa yang sedang gadis itu pikirkan. Karena hampir dua jam lamanya Aluna berada di sana tanpa beranjak sedikitpun dari sofa.

“Terlalu lama disini bisa membuatmu sakit, Luna. Ini sudah hampir pukul sembilan malam.” Yasmin menepuk pundak Aluna.

“Aku hanya ingin sendirian, Bibi. Apa boleh?” Aluna mendongak, menatap Yasmin dengan tatapan penuh harap.

Helena menghela nafas kasar lalu pergi meninggalkan Aluna seorang diri. Namun, sebelum pergi dia meletakkan secangkir teh hangat untuknya.

Aluna memejamkan kedua matanya. Menghirup dalam-dalam udara dingin malam hingga masuk melewati rongga hidungnya.

Hingga muncul kepingan-kepingan memori dimana dia pernah berada di posisi seperti ini. Duduk melihat bulan di langit malam.

Flashback on

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

keren thour, lucu dan menarik ngk neko2

2025-03-15

2

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

aluna apa si queen yg hilang tuh

2025-03-10

0

Diah Susanti

Diah Susanti

Helena 🤨🤨🤨

2025-03-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 001
2 Bab. 002
3 Bab. 003
4 Bab. 004
5 Bab. 005
6 Bab. 006
7 Bab. 007
8 Bab. 008
9 Bab. 009
10 Bab. 010
11 Bab. 011
12 Bab. 012
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab. 18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab. 29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab. 71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Promo Novel Baru “Pawang Sang Tuan Muda Impoten”
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88 Extra Part 1
89 Bab. 89 Extra Part 2
90 Bab. 90 Extra Part 3
91 Bab. 91 Extra Part 4
92 Bab. 92 Extra Part 5
93 Bab. 93 Extra Part 6
94 Bab. 94 Extra Part 7
95 Bab. 95 Extra Part 8
96 S2. Nathaniel Alexander Federick
97 S2. Pertemuan
98 S2. Sayang?
99 S2. Sepertinya Dia Mulai Gila
100 S2. Ingin Bekerja
101 S2. Tangisan Milea
102 S2. Sarapan Pagi
103 S2. Berdandan Seperti Laki-Laki
104 S2. Tabrakan
105 S2. Perdebatan Milea Dan Nathan
106 S2. Nomor Ponsel
107 S2. Kandidat Sekertaris Nathan
108 S2. Dikerjai Nathan
109 Cuplikan Dean-Zoya
110 S2. Salah Paham
111 S2. Ketahuan Menyamar
112 S2. Ciuman Pertama
113 S2. Milea Pingsan
114 S2. Membenturkan Ke Dinding
115 S2. Menikah?
116 S2. Perdebatan di Meja Makan
117 S2. Pengantin Wanita Hilang?
118 S2. Resmi Menikah
119 S2. Membangunkan Sisi Liar
120 S2. You're Still A Virgin?
121 S2. Sempit
122 S2. Sarapan Pagi
123 S2. Bertemu Mantan
124 S2. Dia Milikku!
125 S2. Cemburu
126 S2. Peringatan Maxim
127 S2. Milea Pergi?
128 S2. Ingin Bercerai
129 S2. Aku Menginginkanmu
130 S2. Pukulan Noah
131 S2. Kenyataan Pahit
132 S2. Perubahan Sikap Nathan
133 S2. Perhatian
134 S2. Pelukan Hangat
135 S2. Kejutan Yang Gagal
136 S2. Jebakan Raka
137 S2. Dor!
138 S2. Panas
139 S2. Luka Tusuk
140 S2. Apa Kamu Masih Mencintaiku?
141 S2. Pelaku Penyerangan
142 S2. Teror
143 S2. Happy Ending
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Bab. 001
2
Bab. 002
3
Bab. 003
4
Bab. 004
5
Bab. 005
6
Bab. 006
7
Bab. 007
8
Bab. 008
9
Bab. 009
10
Bab. 010
11
Bab. 011
12
Bab. 012
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab. 18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab. 29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab. 71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Promo Novel Baru “Pawang Sang Tuan Muda Impoten”
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88 Extra Part 1
89
Bab. 89 Extra Part 2
90
Bab. 90 Extra Part 3
91
Bab. 91 Extra Part 4
92
Bab. 92 Extra Part 5
93
Bab. 93 Extra Part 6
94
Bab. 94 Extra Part 7
95
Bab. 95 Extra Part 8
96
S2. Nathaniel Alexander Federick
97
S2. Pertemuan
98
S2. Sayang?
99
S2. Sepertinya Dia Mulai Gila
100
S2. Ingin Bekerja
101
S2. Tangisan Milea
102
S2. Sarapan Pagi
103
S2. Berdandan Seperti Laki-Laki
104
S2. Tabrakan
105
S2. Perdebatan Milea Dan Nathan
106
S2. Nomor Ponsel
107
S2. Kandidat Sekertaris Nathan
108
S2. Dikerjai Nathan
109
Cuplikan Dean-Zoya
110
S2. Salah Paham
111
S2. Ketahuan Menyamar
112
S2. Ciuman Pertama
113
S2. Milea Pingsan
114
S2. Membenturkan Ke Dinding
115
S2. Menikah?
116
S2. Perdebatan di Meja Makan
117
S2. Pengantin Wanita Hilang?
118
S2. Resmi Menikah
119
S2. Membangunkan Sisi Liar
120
S2. You're Still A Virgin?
121
S2. Sempit
122
S2. Sarapan Pagi
123
S2. Bertemu Mantan
124
S2. Dia Milikku!
125
S2. Cemburu
126
S2. Peringatan Maxim
127
S2. Milea Pergi?
128
S2. Ingin Bercerai
129
S2. Aku Menginginkanmu
130
S2. Pukulan Noah
131
S2. Kenyataan Pahit
132
S2. Perubahan Sikap Nathan
133
S2. Perhatian
134
S2. Pelukan Hangat
135
S2. Kejutan Yang Gagal
136
S2. Jebakan Raka
137
S2. Dor!
138
S2. Panas
139
S2. Luka Tusuk
140
S2. Apa Kamu Masih Mencintaiku?
141
S2. Pelaku Penyerangan
142
S2. Teror
143
S2. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!