Flass off
Fakry terus menatap nyalang dan tak berkedip sosok ringkih dengan kondisi yang begitu memprihatinkan di hadapannya itu.
Wajah pucat pasi dan penuh ketakutan itu sedikit menumbuhkan rasa welas dinhati Fakry.
Namun segera ia tepis ketika ia mengingat sosok seorang gadis yang kemaren sore telah mampu membutanya menggila dan seolah kehilangan jati dirinya.
" kau pasti memang sudah sengaja memanfaatkan keadaanku yang tidak sadar kemaren bukan....?! " Fakry benar benar sudah seperti orang tidak waras saja ketika potongan potongan ingatannya tentang kejadian semalam bagai rangkaian puzzle yang mulai tertata rapi.
Ia ingat bagaimana ia memaksa gadis itu,
tapi ia menolaknya.
Ia justru menyalahkan Kayra atas kejadian itu.
Kayra yang bingung serta ketakutan, hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya.
Fakry mendekat dan meraih lengan Kayra dengan kasar.
Kemudian ia menyeret tubuh gadis itu ke arah pintu.
" ckk....." Fakry berdecak kesal ketika ia menyadari pintu kamar itu terkunci.
Dengan cepat ia kembali melangkah ke belakang. Ia mencari kunci kamar itu dengan kasar.
Namun ia tetap tak menemukannya.
" di mana kau menyembunyikan kunci kamarku ?! " teriaknya kepada Kayra dengan tatapan tajam dan penuh kemarahan.
Kayra sontak semakin ketakutan.
Tubuhnya yang kian gemetaran menempel pada dinding di sisi pintu sembari mencengkeram kuat pakaiannya di bagian dada.
Tak sengaja Fakry menendang celananya yang tergeletak di lantai, dan ia mendengar gemerincing benda logam.
Sekali lagi dengan kasar, ia meraih celana itu dan merogoh sakunya.
Ia sedikit menarik nafas dalam ketika menemukan kunci di dalam saku celana iti.
Kembali ingatannya melayang pada saat saat ia mengunci pintu kemudian memasukkan kunci itu ke dalam saku celananya.
Namun ia merasa enggan mengakui kesalahannya.
Cklek....
Fakry membuka pintu kemudian ia menarik Kayra dengan kasar dan mendorongnya ke luar kamar.
" keluar kamu dari kamarku..." sentak Fakry sambil mendorong gadis itu dengan kasar ke luar kamar.
Hampir saja tubuh ringkih Kayra itu terperosok luruh ke lantai jika saja seseorang tak menangkapnya dengan cepat
Karena memang Fakry yang mendorongnya begitu kuat.
Kayra mendongak dan menemukan seraut wajah tampan tengah menatapnya intens.
Sejenak keduanya saling menatap.
" ada apa ini ?! " sebuah suara menggelegar membuyarkan pemikiran masing masing dari mereka yang ada di sana.
Begitupun dengan Kayra, gadis itu dengan cepat segera menarik diri dari pegangan seseorang yang ternyata adalah putra sulung majikan sang ibu.
AlRayyan Haikal Kemal Rosyid.
Mata bu Novi menelisik dengan tajam penampilan Kayra yang acak acakan tak karuan.
Pakaian gadis itu sobek di sana sini. Jelas jika sobekan itu adalah akibat sebuah paksaan.
Kemudian tatapan wanita itu beralih kepada Fakry yang masih berdiri di ambang pintu dengan tubuh hanya berbalut selimut tidur.
Fakry agak tergagap di tatap begitu tajam oleh sang ibu.
Sejenak bu Novi memejamkan matanya, mencoba menetralkan aliran darahnya yang terasa mendidih.
Sebagai seorang wanita terpelajar, ia jelas tahu apa yang telah terjadi.
Ia kembali menatap kepada Kayra.
Tatapan wanita baya itu begitu tajam dan menghujam.
" apa kau sudah menggunakan tubuhmu untuk menggoda putraku hah....." sentak wanita itu dengan begit kejamnya.
Rayyan yang juga berdiri d di sana tak jauh dari sang mama berdiri sontak menatap ke arah sang mama.
Rasanya ia tak percaya dengan apa yang saat ini ia dengar.
Benarkah sang mama yang bicara seperti itu ?!
Di lihat dari sobekan pakaian Kayra, semua orang pasti akan tahu apa yang telah terjadi tanpa di jelaskan.
" mama....." panggil Rayyan, namun kata kata pria itu tak berlanjut karena di hentikan oleh bu Novi dengan mengangkat satu tanganya.
Sementara, Kayra yang sejak tadi tertunduk, sontak mengangkat wajahnya.
Ia menatap ke arah bu Novi engan tatapan tak percaya.
perlahan ia menggelengkan kepalanya.
Lidahnya tiba tiba terasa jelu dan seolah tercekat di tenggorokan. Ia bahkan tak mampu untuk sekedar berkata tidak.
Ia hanya seorang gadis desa yang selalu di ajarkan untuk berkata jujur.
Kata kata wanita baya itu sukses membuatnya kembali seperti mayat hidup.
kata kata wanita itu jelas berisi tuduhan dan fitnah yang begitu keji.
Sama seperti yang Fakry tadi tuduhkan tadi kepadanya.
Sungguh saat ini ia bagai seseorang yang begitu hina dan tak punya harga diri di hadapan orang orang kaua itu,
sehingga dengan mudahnya wanita itu berkata demikian ke padanya.
Ia memang hanya seorang gadis desa sekaligus seorang yatim piatu.
Tapi ia bukan gadis bodoh.
ia juga cukup tahu, apa arti dari kata kata bu Novi
Wanita baya itu mengatakan hal yang sama kepadanya, seperti kata kata Fakry tadi kepadanya.
" aku tahu...gadis kampung seperti dirimu bahkan akan rela melakukan segala cara hanya untuk bisa mencapai ke inginan mu " kata bu Novi lagi dengan tatapan penuh menghina.
Sekali lagi bu Novi melontarkan kata kata yang seolah mampu membunuh Kayra saat itu juga.
Hatinya begitu sakit tak terkira.
Ia tak tahu...
bagaimana tiba tiba kesalahan itu jatuh semua kepadanya ?!
Di mana letak salahnya...?!
Bisik hati Kayra, ia menjerit pilu di dalam hatinya.
Ya..
Ia hanya bisa menjerit di dalam hatinya saja.
Ia cukup sadar siapa dirinya dan di mana kini ia tengah berada.
Ia hanya tamu, apalagi ia hanya tamu dari seseorang yang bekerja di tempat ini.
Di cengkramanya semakin erat pakaiannya di bagian dadanya.
Fakry yang melihat perlakuan sang ibu kepada gadis itu memejamkan matanya sejealnak.
ada rasa tak tega terbersit di hatinya.
" ma...sudah, jangan katakan apapun lagi padanya, ini..." kata kata Fakry pun menggantung di udara karena bu Novi yang melotot tajam kepadanya.
" nyo...nyo...nyonya....sa...saya ti....tidak " Kayra terbata,
" cukup jangan katakan apapaun lagi, aku muak melihatmu, pergi dari hadapanku " sentak bu Novi lagi.
Air mata Kayra menetes dengan deras saat itu juga, apalagi ketika matanya menatap sesosok tubuh yang kini juga menatapnya dan telah berdiri di ujung tangga.
Tepatnya di belakang bu Novi.
Kayra menggelengkan keplanya dengan cepat menatap wanita baya itu.
Wanita itu menatap begitu tajam dan penuh amarah kepada Kayra
Bi Rahma segera melangkah mendekat kepada Kayra, wanita baya itu segera menundukkan kepalanya di hadapan bu Novi.
" Maafkan saya nyonya....saya yang kurang becus mendidiknya..." kata bi Rahma.
Kemudian dengan kasar, bi Rahma menarik lengan Kayra.
Ia menyeret gadis itu menuruni anak tangga meninggakan tempat itu.
Kepergian bi Rahma yang menyeret Kayra dengan kasar di iringi tatapan dua pasang mata pria yang ada di sana.
Kedua pria itu memiliki pemikiran yang berbeda meski mereka memiliki obyek penglihatan yang sama.
" kau harus menjelaskan sesuatu ke kepada mama Fakry..." tiba tiba sebuah bentakan membuat atensi perhatian Fakry dan Rayyan berganti.
keduanya cukup merasa terkejut dengan suara bentakan itu.
Khususnya Fakry.
Pria itu menelan ludahnya dengan kasar ketika ia melihat siapa yang kini bersuara kepadanya.
Pak Rosyid,
Sang papa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 144 Episodes
Comments
Ita Mariyanti
kadang org berpendidikan kui hanya demi tkut tercoreng status sosial nya mk menolak fakta kebenaran dan cenderung menyalahkan korban
2024-10-20
0
Sugiharti Rusli
ko jadi nyesek banget yah, orang yang katanya terpelajar seperti Fakri dan ibunya bisa berbuat keji
2024-09-06
4
Tuti Tyastuti
hadeehhh bu novi nih
2024-07-16
0