Ketika sedang mengobrol, mereka mendengar suara langkah kaki seseorang yang sepertinya mengendap-endap mendekati rumah mereka.
Surya meletakkan telunjuknya di bibir agar mereka tidak bersuara.
"Ssssst."
Darmi mendekati suaminya dan bersimpuh di lutut suaminya. Untungnya rumah mereka di bagian depan sudah terbuat dari batu bata, dan jendela mereka sudah di pasangi tralis, jadi mereka sedikit tenang.
Surya bangun dari kursi perlahan agar tidak menimbulkan suara, lalu berjalan mendekati pintu. Ia mengintip melalui celah gorden dan benar saja. Ia melihat 2 orang menggunakan jubah hitam mondar mandir di depan rumahnya dengan membawa samurai panjang yang sangat tajam. Surya berdoa pada Allah agar terhindar dari orang-orang jahat di luar sana.
Surya adalah anak dari pemilik pondok pesantren di Sumatra, tapi ia memilih untuk merantau di Jawa dan semenjak menikah hanya beberapa kali pulang ke Sumatra. Ayahnya pendiri pondok pesantren pernah mengajarkan Surya berbagai macam ilmu agama, tapi kehidupan Lintang yang sudah sangat jauh dari didikannya membuat Lintang sudah jarang menjalani ilmu agama yang bapaknya ajarkan. Lintang bekerja di kota dengan orang yang menganut seks bebas, Hingga ia bisa terperdaya oleh rayuan Doni dan rela menyerahkan mahkota nya pada Doni sebelum menikah.
Tapi Surya tidak akan pernah menyangka nantinya jika Putri satu-satunya sudah melakukan hal di luar batasan bersama seorang pria yang belum menikah."
Ketika orang-orang itu mulai menjauhi rumah Surya, Surya mengucapkan hamdalah dan mengusap wajahnya lega. Lalu ia kembali duduk di kursi.
"Mereka sudah pergi." kata Surya dengan suara berbisik.
"Mereka itu siapa pak?" tanya Darmi penasaran.
"Sepertinya mereka orang orang yang tadi Andre lihat. Kenapa mereka bisa melukai mu ndre?" tanya Surya dan menoleh kearah Andre.
"Ketika aku sedang mengintip untuk mencari tau ritual apa yang mereka lakukan, aku tidak sengaja menendang kaleng minuman pak. Saat itu mereka semua menatapku, dengan sekuat tenaga aku berlari tapi mereka mengepung ku dan mulai melukaiku dengan samurai yang mereka pegang. Saat mereka sedang mengepungku dan akan membunuhku, entah mahluk apa yang tiba-tiba membawaku hingga kesini, aku hanya ingat mahluk itu putih bersinar dan sangat besar. Ia meletakkan ku di belakang rumah kalian. Setelah itu mahluk itu pergi. Dan ketika aku berusaha mendekati pintu belakang, ada sesosok mahluk wanita yang menyeramkan mencekik leherku, tapi ketika aku membaca ayat kursi, mahluk menyeramkan itu menghilang." kata Andre menjelaskan. Ia tiba-tiba merinding mengingat mahluk yang mencekik lehernya.
Surya cepat cepat melihat luka di leher Andre.
"Kenapa tidak ada bekas cekikan di leher mu, hanya ada bekas sabetan benda tajam disini, tapi untungnya tidak terlalu dalam,.dan ini juga darahnya sudah mulai berhenti." kata Surya.
Andre menggedikkan bahunya, ia juga tidak tau mengapa, ia benar-benar merasa sial sekali.
"Kalo ibu boleh tau, pas kamu di kepung sama orang-orang pemuja iblis itu, apa kamu bisa liat wajah mereka?" tanya Darmi penasaran. Andre menggeleng lemah.
"Enggak buk, Mereka semua memakai jubah hitam dengan penutup kepala seperti jas hujan Ponco dan menutupi wajah mereka dengan topeng muka yang sama, hanya saja ada satu yang memakai jubah merah yang topengnya berbeda dari yang lainnya, aku berpikir jika yang memakai jubah merah itu adalah ketua mereka."
"Apa ada hal lainnya yang kamu lihat ndre, logo atau apapun yang bisa menjadikan petunjuk." tanya Surya menimpali.
"Iya pak, aku ingat. Mereka memegang samurai dengan logo bintang 6 berwarna merah di pangkal nya. Mereka juga memakai gelang dari benang berwarna merah." kata Andre, ia sempat melihat tangan orang-orang itu semua memakai gelang berwarna merah. Dan samurai dengan logo bintang 6.
Surya menganggukkan kepalanya. Ia rasa banyak wanita hamil yang meninggal untuk janinnya di jadikan tumbal. Tapi Surya masih ingin mencari tau apa penyebabnya Seruni mengincar para gadis perawan yang lahir pada malam purnama.
"Andre, sebelum tidur bapak ingin menanyakan padamu, apa mereka semua mengetahui jika orang yang mengintip ritual mereka adalah kamu?"
Andre menggelengkan kepalanya "Nggak pak, aku memakai topi dan masker juga kacamata hitam. Jadi aku yakin jika mereka tidak melihatku, aku membukanya ketika akan mengetuk pintu rumah kalian." ucap Andre yakin.
Surya mengangguk paham.
"ya sudah, ini Sudah malam, sebaiknya kamu istirahat saja di kamar Lintang." Surya memerintahkan Darmi untuk membereskan kamar Lintang.
"Buk, bereskan kamar Lintang untuk istirahat Andre. Kamu tinggal disini dulu beberapa hari sampai benar-benar sehat. Setelah itu sebaiknya kembali ke kota. Disini berbahaya sekali." kata Surya sambil memapah Andre masuk ke dalam kamar Lintang.
"Iya pak, saya ucapkan terima kasih banyak karena sudah bersedia menolong saya. Tapi apa tidak bahaya bagi keluarga bapak menampung saya disini?" tanya Andre, meskipun ia yakin orang-orang itu tidak bisa melihat wajahnya. tapi ia yakin orang-orang itu mengetahui jika dirinya bersembunyi disini."
"Sudah kamu tenang saja, bapak akan memagari rumah ini agar tidak bisa terlihat dari orang-orang yang berniat jahat." kata Surya lalu keluar kamar dan menutup pintunya.
Ia langsung menuju kamarnya dan istrinya untuk tidur karena ia nanti malam harus bangun untuk sholat tahajud.
Sementara di kota, saat ini Lintang sedang makan malam bersama dengan Doni di acara pesta rekan Doni yang bertempat di sebuah hotel bintang 5.
Lintang memakai dress mewah berwarna hitam dengan kerah Sabrina yang hanya sependek paha. rambutnya di tata oleh hair stylist profesional yang sengaja Doni datangkan kerumahnya bersama dengan make-up artist ternama di kota. Leher jenjang milik Lintang kembali mulus tanpa ada noda dari kissmark yang Doni berikan karena di poles oleh concealer mahal oleh tim make-up artist. Ia juga memakai berlian berwarna biru di lehernya yang senada dengan gelang, cincin dan juga anting yang menjuntai di telinganya.
"Lintang, kamu cantik sekali." ucap Doni tulus dan serius. Lintang memang sangat cantik, meskipun wajahnya di make-up tanpa memakai bedak karena kulitnya sensitif jika memakai bedak, justru kesan cantik alami terlihat di wajah Lintang. Hal itu membuat Lintang menjadi bahan omongan mereka yang hadir. Para undangan wanita merasa iri karena mereka ingin bersanding dengan Doni.
"Gombal, Don udah deh nggak usah buat aku malu terus-terusan, Mateng nih pipi aku kamu gombalin terus." jawab Lintang sambil tersenyum dan memegangi kedua pipinya yang merah karena malu.
melihat hal itu Doni terkekeh. "Ha ha ha, aku bukan gombal, tapi memang beneran kamu cantik banget, kita nikah aja ya gimana?" kata Doni memegang tangan Lintang.
Lintang tersenyum dan menggeleng.
"Kalo memang kamu serius sama aku, nanti aja nikahnya, aku pengen ngerasain pacaran itu gimana. Aku selama ini selalu liat temen-temen aku di kota pacaran, ngedate, nonton, dinner. Aku juga pengen ngerasainnya, aku mau nikah sama kamu Don, mau banget, tapi aku masih pengen kuliah." kata Lintang tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Liani purnafasary☺
udh jelas Doni pemimpin sekte sesat itu, belati yg dia pinjam ke lintang kn logo 6 bintang kn nahh itu samurai yg melukai Andre logo yg sm.
astagfirullah gimana nasib lintang ya 😱
2024-12-30
0
Komangparwati
ceritanya menarik,, it psti komplotannya doni yg celakai andre
2024-11-20
0
MasWan
gadis bodoh
2025-01-10
0