Fragmen 6

“Sakit, Sialan!" semprot Lee Gun.

Pria itu mendengus. "Kukira spesies macam dirimu anti rasa sakit."

Archie Less, pria 34 tahun asal Jepun yang hampir tiga tahun ini menjadi partner kerja Lee Gun.

"Kau kira aku batu?!"

"Kau hantu." Archie membalas datar. Sehelai plester dibalutkannya ke pelipis Gun yang sedikit terluka saat bertarung melawan anak-anak buah Hwayoung di galeri lukis.

Saat ini Gun berada di kediaman Archie Less. Rumah tinggal yang berada di dalam gedung tua terbengkalai. Archie mengambil satu lahan tak terlalu besar di lantai tiga.

Kotak P3K ditaruh Archie kembali ke tempatnya di dalam sebuah nakas rendah yang ada di belakang Gun.

"Banyak surel yang masuk," celetuk Archie tiba-tiba. Salah satu dari sekian banyak komputer yang berjejer dihampiri lalu dinyalakannya. Dia menduduki kursi ergonomis bercorak macan yang terlihat lumayan nyaman. "Permintaan mereka beragam. Uang yang ditawarkan juga lumayan."

Gun mendesah kasar mendengar itu. Kepalanya dia sandarkan ke lengan sofa. Melepas lelah karena tenaganya lumayan banyak terbuang sejak semalam.

"Aku sedang tidak semangat mengambil misi. Energiku cukup terkuras dua hari ini."

Archie tak ingin banyak bertanya. Yang dilakukan seorang Lee Gun terkadang ada bagian yang tak bisa dia campuri.

"Aku mengerti," katanya tanpa mengalihkan pandang dari layar komputer. "Tapi yang satu ini, kurasa kau akan tertarik."

*

*

Sepasang kaki beralas sepatu lars, mendarat sempurna di atas tanah setelah melompat dari sebuah pohon yang cukup tinggi di balik pagar. Wajahnya mendongak ke ketinggian lantai dua di mana letak jendela yang tadi dia bobol masih menganga.

“Satu!” Dia mula menghitung. “Dua ... tiga!”

“PENCURIIII! TOLOOOONG! RUMAHKU DIBOBOL PENCURI!”

Seringai tipis tercetak di wajahnya. Sirat vivid kemenangan tergambar sinis.

“Aku pamit," katanya kemudian dengan gestur seolah memberi hormat. Langsung mencelat menuju mobil hitam yang menunggu dengan siaga, terparkir tak cukup jauh dari tempat di mana dia beraksi.

Harus segera pergi sebelum orang-orang berdatangan dan menangkapnya. Namun tentu saja hal itu hanya kiasan, kaki panjang miliknya cukup hebat untuk dipakai melarikan diri.

Jalanan lengang di angka jam sebelas malam dilewati mobil hitam itu seperti pusaran angin. Delapan kilometer berlalu hanya dengan waktu lima belas menit.

Dia sampai di sebuah bangunan panjang dengan banyak pintu berjejer. Rangkaian huruf bertuliskan; PANTI ASUHAN JEONGI, mengisi sebilah plang tinggi di dekat pagar.

Pasang kakinya melenggang turun dari dalam mobil, menginjak bebatuan yang mengukir jalanan menuju sebuah pintu. Map biru terayun tegang di tangan kiri.

Diketuknya pintu itu dengan hati-hati karena waktu yang tak sepantasnya untuk bertandang.

Ketukan ketiga, pintu terbuka dan menyembulkan seorang wanita paruh baya yang sepertinya memang masih terjaga. Terlihat ada basahan sisa air mata di pipinya yang tirus dan mulai peot.

“Anda siapa?” tanya wanita itu dengan kernyitan heran.

Seorang pria tinggi. Hoodie hitam menutupi kepala lengkap dengan masker serupa gelap.

Si wanita paruh baya perlahan menggerakkan pintu, ingin menutupnya kembali karena mulai merasa ngeri dengan tamu misteriusnya, namun tertahan karena ucapan pria itu di saat yang sama, “Aku sudah mengambil benda yang dirampas orang itu dari tanganmu.” Map biru yang tadi dipegang si pria misterius disodorkan ke hadapannya. “Ini."

Nyalak melebar mata wanita itu. Ditatap dan diamatinya map yang kini ada di tangan. “Sertifikat tanah dan bangunan panti!”

“Ya! Jaga baik-baik, jangan sampai ada orang yang mengambilnya lagi."

Menyikapi situasi yang tengah berlaku, dalam hitungan detik wajah wanita itu melengak, terkejut kedua kali. "Kau ... apakah kau ... Goblin?" Jantungnya berdentam keras mengingat dia pernah mengirim permintaan tolong melalui surel milik Goblin dengan harapan tipis akan direspon. Ditambah, uang yang dia tawarkan tak cukup banyak.

"Hmm."

Dan jawaban itu semakin mengejutkan wanita tua. "Oh, Tuhan." Dia menutup mulut tidak percaya. Dia pikir Goblin yang ramai dibicarakan hanya fiksi atau bualan, tapi saat ini dia benar-benar diselamatkan oleh hal yang tidak dia yakini.

"Spesial untukmu dan anak-anak di panti ini, aku menggratiskan jasaku, Nyonya Okju. Aku permisi."

Wanita itu tersihir, lalu sadar lima detik kemudian.

"Heyyy! Aku belum berterima kasih. Setidaknya kau minum teh buatanku dulu, Tuan!"

Sayangnya Goblin sudah lenyap ditelan kegelapan malam.

____

"Membobol rumah orang selalu jadi hal yang mengesankan," Gun bergumam seraya melepas masker dan menurunkan hoodie di kepalanya. Dua tangannya sibuk mengemudi, kali ini dengan kecepatan biasa saja.

Kelokan di depan sana ditatap sesaat, lalu tidak peduli dan melewatinya. Itu adalah jalan menuju kediaman Archie. Demikian berarti dia akan pergi ke tempat lain.

Sampai di setengah jam kemudian ....

“Segelas air putih dengan potongan lemon.”

Wanita dengan kemeja putih ketat dan apron hitam di depan perut itu melengak, berhenti sejenak dari aktifitasnya yang tengah memotong apel, lalu mendengus setelah melihat siapa mpunya suara. “Hh, seniman sialan," dengusnya. "Jadi kapan kau akan mencoba cocktail juara buatanku?”

Bomi, dulunya seorang DJ kelab malam, tapi berhenti dan memilih mengelola kafe 24 jam milik ayahnya.

“Sebelum musim dingin tahun ini," jawab pria itu--Lee Gun.

“Kenapa tidak sekalian saat kau mati saja.” Air putih lemon tetap juga dia sodorkan ke hadapan Gun yang merupakan langganan kafe-nya sejak dua tahun lalu dan mereka resmi berteman.

“Thanks!” Gun tidak.peduli dengan kicauan yang terdengar seperti angin.

“Ckk! Keparat ini!"

Di sela obrolan konyol itu, seorang gadis datang mendekat.

“Tampan! Boleh aku duduk di sini?”

Gun dan Bomi menoleh bersamaan ke satu titik.

Rambutnya pirang sebahu dengan penampilan lucu, t-shirt crop dan rok hitam di atas paha persis tokoh anime sekolahan, berdiri di samping Gun seraya menunjuk bangku kosong di sebelahnya.

Bomi melempar senyuman geli pada Lee Gun lalu menggeleng lucu. “Kuharap kau tak akan menggadaikan ketampananmu setelah ini.”

Gun tak menimpal ocehan sahabatnya, memilih beralih pada gadis yang diperkirakan usianya kurang dari dua puluh tahunan itu. “Duduklah.”

Dengan girang gadis itu duduk. Senyum senang di wajahnya terus bertahan. “Jadi, siapa namamu?”

Beberapa saat Gun menatapnya, membiuskan sihir lalu tersenyum, "Lee Gun" akunya kemudian, jujur.

Gadis itu semakin kegirangan mendapat sambutan semanis gula. "Namamu keren sekali!" pujinya dengan nada over-excited. "Aku Yurin." Dia mengulurkan tangan dan Gun menerimanya dengan kecupan sekilas.

Membuat wajah gadis itu semakin matang.

Terdengar erangan dari mulut Bomi karena hal itu. "Bedebah gila,” dengusnya untuk Lee Gun.

Belum berlanjut perkenalan mereka, ponsel di saku sweater Gun berdering. Gegas merogohkan tangan untuk mengambil lalu melihat layar ponselnya, nama seseorang terpampang di sana. Gun kemudian mengangkat panggilan itu.

Gadis di sampingnya memerhatikan tanpa menyela.

“Baiklah. Aku ke sana," kata Gun di akhir obrolan. Ponsel dimasukkan lagi ke dalam saku. “Aku harus pergi."

"Kau baru saja sampai," tegur Bomi.

"Ini darurat."

"Baiklah, lakukan sesukamu. Jangan lupa tagihan air putihku." Bomi mendengus lagi.

"Akan kuganti dengan satu keranjang lemon."

Gun sudah berdiri, tapi tangannya ditahan Yurin si gadis muda yang juga ikut berdiri “Kau mau kemana? Kita bahkan belum mengobrol. Bisa minta nomor teleponmu?”

Disikapi Gun kembali dengan senyuman. Tangan Yurin dilepas dari tangannya secara lembut. Dan gerakan berikutnya membuat gadis itu membeku diam, lalu terdengar jeritan iri banyak gadis lainnya di sekitaran.

“Kau akan dapatkan nanti," kata Gun, lalu melenggang pergi setelah kurang lebih lima detik lamanya mengecup bibir gadis itu tak tahu malu.

Bomi tak habis pikir, mengumpat dan geleng-geleng dengan rahang mengetat karena jijik. “Akan kulaporkan kelakuanmu pada Hyena. Mati kau, Bedebah!”

Terpopuler

Comments

Naga Hitam

Naga Hitam

8 kilometer harusnya ditempuh dalam 8minit dengan kelajuan biasa 60-70 km/j

2024-11-20

1

Endro Budi Raharjo

Endro Budi Raharjo

tokoh yg komplit....

2024-12-05

0

Sutikno 23

Sutikno 23

dapat cium an cewek cantik

2024-09-16

0

lihat semua
Episodes
1 Fragmen 1
2 Fragmen 2
3 Fragmen 3
4 Fragmen 4
5 Fragmen 5
6 Fragmen 6
7 Fragmen 7
8 Fragmen 8
9 Fragmen 9
10 Fragmen 10
11 Fragmen 11
12 Fragmen 12
13 Fragmen 13
14 Fragmen 14
15 Fragmen 15
16 Fragmen 16
17 Fragmen 17
18 Fragmen 18
19 Fragmen 19
20 Fragmen 20
21 Fragmen 21
22 Fragmen 22
23 Fragmen 23
24 Fragmen 24
25 Fragmen 25
26 Fragmen 26
27 Fragmen 27
28 Fragmen 28
29 Fragmen 29
30 Fragmen 30
31 Fragmen 31
32 Fragmen 32
33 Fragmen 33
34 Fragmen 34
35 Fragmen 35
36 Fragmen 36
37 Fragmen 37
38 Fragmen 38
39 Fragmen 39
40 Fragmen 40
41 Fragmen 41
42 Fragmen 42
43 Fragmen 43
44 Fragmen 44
45 Fragmen 45
46 Fragmen 46
47 Fragmen 47
48 Fragmen 48
49 Fragmen 49
50 Fragmen 50
51 Fragmen 51
52 Fragmen 52
53 Fragmen 53
54 Fragmen 54
55 Fragmen 55
56 Fragmen 56
57 Fragmen 57
58 Fragmen 58
59 Fragmen 59
60 Fragmen 60
61 Fragmen 61
62 Fragmen 62
63 Fragmen 63
64 Fragmen 64
65 Fragmen 65
66 Fragmen 66
67 Fragmen 67
68 Fragmen 68
69 Fragmen 69
70 Fragmen 70
71 Fragmen 71
72 Fragmen 72
73 Fragmen 73
74 Fragmen 74
75 Fragmen 75
76 Fragmen 76
77 Fragmen 77
78 Fragmen 78
79 Fragmen 79
80 Fragmen 80
81 Fragmen 81
82 Fragmen 82
83 Fragmen 83
84 Fragmen 84
85 Fragmen 85
86 Fragmen 86
87 Fragmen 87
88 Fragmen 88
89 Fragmen 89
90 Fragmen 90
91 Fragmen 91
92 Fragmen 92
93 Fragmen 93
94 Fragmen 94
95 Fragmen 95
96 Fragmen 96
97 Fragmen 97
98 Fragmen 98
99 Fragmen 99
100 Fragmen 100
101 Fragmen 101
102 Fragmen 102
103 Fragmen 103
104 Fragmen 104
105 Fragmen 105
106 Fragmen 106
107 Fragmen 107
108 Fragmen 108
109 Fragmen 109
110 Fragmen 110
111 Fragmen 111
112 Fragmen 112
113 Fragmen 113
114 Fragmen 114
115 Fragmen 115
116 Fragmen 116
117 Fragmen 117
118 Fragmen 118
119 Fragmen 119
120 Fragmen 120
121 Fragmen 121
122 Fragmen 122
123 Fragmen 123
124 Fragmen 124
125 Fragmen 125
126 Fragmen 126
127 Fragmen 127
128 Fragmen 128
129 Fragmen 129
130 Fragmen 130
131 Fragmen 131
132 Fragmen 132
133 Fragmen 133
134 Fragmen 134
135 Fragmen 135
136 Fragmen 136
137 Fragmen 137
138 Fragmen 138
139 Fragmen 139
140 Fragmen 140
141 Fragmen 141
142 Fragmen 142
143 Fragmen 143
144 Fragmen 144
145 Fragmen 145
146 Fragmen 146
147 Fragmen 147
148 Fragmen 148
149 Fragmen 149
150 Fragmen 150
151 Fragmen 151
152 Fragmen 152
153 Fragmen 153
154 Fragmen 154
155 Fragmen 155
156 Fragmen 156
157 Fragmen 157
158 Fragmen 158
159 Fragmen 159
160 B O N U S
161 sᴇᴜᴛᴀs ʀᴀsᴀ ᴛᴇʀɪᴍᴀ ᴋᴀsɪʜ
162 NEW RILIS
Episodes

Updated 162 Episodes

1
Fragmen 1
2
Fragmen 2
3
Fragmen 3
4
Fragmen 4
5
Fragmen 5
6
Fragmen 6
7
Fragmen 7
8
Fragmen 8
9
Fragmen 9
10
Fragmen 10
11
Fragmen 11
12
Fragmen 12
13
Fragmen 13
14
Fragmen 14
15
Fragmen 15
16
Fragmen 16
17
Fragmen 17
18
Fragmen 18
19
Fragmen 19
20
Fragmen 20
21
Fragmen 21
22
Fragmen 22
23
Fragmen 23
24
Fragmen 24
25
Fragmen 25
26
Fragmen 26
27
Fragmen 27
28
Fragmen 28
29
Fragmen 29
30
Fragmen 30
31
Fragmen 31
32
Fragmen 32
33
Fragmen 33
34
Fragmen 34
35
Fragmen 35
36
Fragmen 36
37
Fragmen 37
38
Fragmen 38
39
Fragmen 39
40
Fragmen 40
41
Fragmen 41
42
Fragmen 42
43
Fragmen 43
44
Fragmen 44
45
Fragmen 45
46
Fragmen 46
47
Fragmen 47
48
Fragmen 48
49
Fragmen 49
50
Fragmen 50
51
Fragmen 51
52
Fragmen 52
53
Fragmen 53
54
Fragmen 54
55
Fragmen 55
56
Fragmen 56
57
Fragmen 57
58
Fragmen 58
59
Fragmen 59
60
Fragmen 60
61
Fragmen 61
62
Fragmen 62
63
Fragmen 63
64
Fragmen 64
65
Fragmen 65
66
Fragmen 66
67
Fragmen 67
68
Fragmen 68
69
Fragmen 69
70
Fragmen 70
71
Fragmen 71
72
Fragmen 72
73
Fragmen 73
74
Fragmen 74
75
Fragmen 75
76
Fragmen 76
77
Fragmen 77
78
Fragmen 78
79
Fragmen 79
80
Fragmen 80
81
Fragmen 81
82
Fragmen 82
83
Fragmen 83
84
Fragmen 84
85
Fragmen 85
86
Fragmen 86
87
Fragmen 87
88
Fragmen 88
89
Fragmen 89
90
Fragmen 90
91
Fragmen 91
92
Fragmen 92
93
Fragmen 93
94
Fragmen 94
95
Fragmen 95
96
Fragmen 96
97
Fragmen 97
98
Fragmen 98
99
Fragmen 99
100
Fragmen 100
101
Fragmen 101
102
Fragmen 102
103
Fragmen 103
104
Fragmen 104
105
Fragmen 105
106
Fragmen 106
107
Fragmen 107
108
Fragmen 108
109
Fragmen 109
110
Fragmen 110
111
Fragmen 111
112
Fragmen 112
113
Fragmen 113
114
Fragmen 114
115
Fragmen 115
116
Fragmen 116
117
Fragmen 117
118
Fragmen 118
119
Fragmen 119
120
Fragmen 120
121
Fragmen 121
122
Fragmen 122
123
Fragmen 123
124
Fragmen 124
125
Fragmen 125
126
Fragmen 126
127
Fragmen 127
128
Fragmen 128
129
Fragmen 129
130
Fragmen 130
131
Fragmen 131
132
Fragmen 132
133
Fragmen 133
134
Fragmen 134
135
Fragmen 135
136
Fragmen 136
137
Fragmen 137
138
Fragmen 138
139
Fragmen 139
140
Fragmen 140
141
Fragmen 141
142
Fragmen 142
143
Fragmen 143
144
Fragmen 144
145
Fragmen 145
146
Fragmen 146
147
Fragmen 147
148
Fragmen 148
149
Fragmen 149
150
Fragmen 150
151
Fragmen 151
152
Fragmen 152
153
Fragmen 153
154
Fragmen 154
155
Fragmen 155
156
Fragmen 156
157
Fragmen 157
158
Fragmen 158
159
Fragmen 159
160
B O N U S
161
sᴇᴜᴛᴀs ʀᴀsᴀ ᴛᴇʀɪᴍᴀ ᴋᴀsɪʜ
162
NEW RILIS

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!