Episode 6

Mansion keluarga Bernand

Malam itu semua anggota keluarga berkumpul menyambut kedatangan putra pertama Damian pulang.

"Wellcome home Rei." Merry langsung menyambut hangat putranya memeluk dan mencium pipi pria itu.

"Hallo ma."

Begitu pun dengan seorang wanita di samping Rei ia berpelukan dengan kedua mertuanya. Wanita cantik itu bernama Cassie istri dari Rei.

Rakha datang dan bersalaman dengan Rei. "Lama tak berjumpa."

"Iya."

"Duduklah.."

Mereka semua tampak senang karena bisa berkumpul lagi seperti ini.

"Akhirnya kau kembali juga Rei." Ucap Damian.

Pria itu tersenyum, dan langsung mengobrol dengan kedua orang tuanya sekaligus melepas rindu.

"Oh iya Cassie, mama ingin menanyakan ini dari dulu. Pernikahan kalian sudah berjalan 3 tahun apa belum kepikiran untuk memberi kami seorang cucu?." Tanyanya.

"Ah itu.." Cassie yang tak lepas menggandeng tangan suaminya melirik Rei, namun di sini Rei tampak tak memberi respon apapun.

"Kita saat ini masih sama-sama sibuk ma jadi aku belum terpikirkan karena karirku." Jelas Cassie.

Alasan yang sama kembali terucap, Merry dan Damian tak tahu harus bereaksi bagaimana.

"Memangnya Rei kurang cukup menafkahimu sampai kau terus berkecimpung di dunia model Cass?." Timpal Damian, bagaimana pun juga Rei putra pertamanya dan usianya sudah cukup untuk memiliki seorang anak apalagi dia seorang pewaris yang berpengaruh.

"Ah sudahlah pah wajar mereka mungkin masih ingin menikmati masa muda." Potong Merry takut menyinggung perasaan anak dan mantunya.

"Oke."

Cassie yang sedikit tersinggung memilih menunduk, sementara Rei meneguk minumannya seperti tak tertarik dengan pembahasan barusan.

"Kapan kau menikah Rakha?." Tanya Rei tiba-tiba.

Kakaknya yang selalu membahas bisnis tiba-tiba menanyakan hal seperti itu tentunya langka bagi Rakha. "Secepatnya, karena aku sudah merencanakan ini dari dulu."

"Oh iya, bagaimana kabar Jeni?." Mama Merry seketika teringat dengan kekasih anak keduanya.

"Baik ma."

"Sudah berapa bulan kita tak bertemu, kapan-kapan bawa lagi mama merindukannya."

Rakha tersenyum. "Tentu."

"Nanti keduluan sama Rakha loh punya anaknya Rei." Celoteh si mama dengan candaan.

Semuanya tertawa termasuk Cassie, padahal dalam lubuk hatinya ia merasa tak nyaman seolah-olah nanti istri Rakha akan menjadi saingannya.

Sesampainya di kamar...

"Apa kau yakin kita akan menetap di negera ini Rei?." Tanya Cassie kepada Rei yang sedang melepas jasnya.

"Bukankah kau sudah mendengarnya?."

"Tapi sayang aku kurang nyaman, mama sama papa terus membahas anak dan tidak ada di pikiranku untuk itu, bagaimana karirku juga di LA?." Ucapnya.

Rei tak langsung menjawab namun tak lama ia menoleh menatap wanita yang berstatus istrinya itu. "Sampai kapan? selalu karir sialan itu yang kau prioritaskan? kembali saja ke LA jika kau tak nyaman!."

"Rei apa maksudmu!.."

"Jangan bertanya lagi!." Dingin pria itu dan langsung pergi meninggalkan kamarnya.

"What?? apa ada yang salah? aku hanya mengutarakan rasa ketidaknyamanan ini!." Ujar Cassie dengan emosi. Sebenarnya ia tahu maksud Rei mengarah kemana tapi ia tidak bisa lepas dari karirnya sebagai model, dan Cassie sangat tak sudi jika bentuk tubuhnya berubah hanya karena seorang anak.

Di halaman samping dekat kolam..

Rei menghisap rokoknya dalam-dalam setelah itu ia tiupkan sembarang arah.

"Sejak kapan jadi tukang rokok begini?." Tanya Rakha yang tiba-tiba ada di sana.

"Sopan bertanya seperti itu pada kakakmu?." Balik tanya Rei dengan angkuh.

"Beda lima menit saja."

"Pergilah jika hanya ingin menggangguku!."

Melihat saudara kembarnya seperti sedang lelah, Rakha memilih mengalah. "Oke-oke, siapa juga yang mau mengganggumu aku sedang sibuk."

"Datang ke ruangan papa, ditunggu katanya." Lanjut Rakha, dan tak lama ia berlalu pergi.

Setelah selesai dengan rokoknya, barulah Rei masuk ke dalam untuk menemui Damian.

Setibanya di sana..

"Duduklah Rei."

Pria itu duduk berhadapan dengan sang papa. "Bagaimana?."

"Sudah, papa mengobrol dengan om Bram barusan, Adorn Corp semuanya kini menjadi milikmu." Jelas Damian.

"Baiklah."

"Bagaimana dengan sekretaris pribadimu Luke Rei? apa kau akan mengontrak dia lagi untuk perusahaan Indonesia?." Tanya Damian.

"Memangnya sekretaris Adorn Corp kurang mumpuni dalam menjalankan tugasnya?." Selidik Rei, ia tak mau jika kinerja sekretarisnya berbeda jauh dari yang diharapkan.

Damian terkekeh. "Papa cuma bertanya siapa tahu kau akan mengontrak Luke kembali."

"Jika kinerja sekretaris Adorn tak sesuai harapanku maka Luke yang akan menggantikan, aku butuh mengetahui potensi orang-orang sekitar." Jawab Rei.

"Benar-benar anakku." Damian merasa bangga.

"Kirimkan data sekretaris baruku pah."

"Sudah, silahkan kau periksa."

Terpopuler

Comments

Okto Mulya D.

Okto Mulya D.

Reino langsung kaget sejadi-jadinya kejadian 3 tahun lalu melintas di kepalanya..

2024-08-12

0

Dwi Winarni Wina

Dwi Winarni Wina

Kira2 reino mengenai jenifer gak ya dl pernah menghabiskan malam panas skrg menjadi sekretarisnya...

2024-07-03

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!