Part 3 Apanihhh woyy

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak 20 menit yang lalu tapi ke-empat gadis itu masih setia menjadi penghuni kelas.

"GILA-GILA, OMG Si ULET KEKET PERASAAN NEMPEL MULU SAMA SAKALA, JADI PENGEN KUJAMBAK BULU IDUNG NYA. GEMESS GW!." Ucap Naura dengan suara cempreng nya saat melihat postingan yang di unggah diakun gosip sekolah, yang menampilkan potret Sakala dengan gadis lain. Cowo yang Naura taksir diam-diam.

"Tuh Sakala emang udah pacaran apa belom sih sama ulet keket itu?". Sambung Ruka "Perasaan bareng Mulu." Lanjutnya mulai penasaran

"Belum sih, tapi tetep aja Sakala tuh kayak gak masalah gituloh kalo si ulet keket ini nempel-nempel Mulu." Jawab Naura dengan decakan kesal "MANA TUH ULET KEKET SOK-SOKANN LAGI MENTANG-MENTANG DI BELAINN SAKALA MULU" sambung Naura dengan suara cempreng nya.

"WOYY OSUUU, SUARA LO BIKIN KUPING GUE PENGANG." sahut Ruka

"LO JUGA TEREAK-TEREAK BABI."

Keduannya saling mengumpati dengan hewan-hewan dikebun yang mereka absen. Sedangkan Fera dan Nazwa menutup rapat telinga mereka. Tak ada sama sekali yang niat melerai pertengkaran mereka.

BRUKKKKKK

Gdubrakkkk

Kursi dan meja sudah berserakan.

Plukkkk

Sebuah penghapus mendarat mulus dipipi Ruka. Gadis itu menggeram dan melempar sipidol yang ada didekatnya.

Takkk

Sepidol itu mengenai jidat Naura.

"MONYET LU".

akhirnya adegan lempar-lemparan terjadi dari mulai penghapus,spidol,tas,buku, hingga centong sayur, mangkok dan baskom. Entah dapat dari mana, Nazwa heran melihatnya mereka ingin berantem atau mau masak?.

Karna tidak ada tanda-tanda akan berakhirnya pertandingan, eh maksudnya perkelahian.

"Naura kenapa sih dari tadi nyalahin ulet keket Mulu?." Kali ini yang bertannya adalah Fera "kan kasian ulet keketnya padahal dia gak ngapa-ngapain loh". Jawabnya dengan lugu dan polos, Tampa tau situasi.

Naura dan Ruka menghentikan perseteruan mereka dan menatap Fera dengan gerakan slow motion, sedangkan BNazwa melongo dengan tampang bodohnya. Ruka melirik ke arah Naura, urat-urat dikepalanya mulai muncul lebih parah dari sebelumnya.

Naura menghentikan kegiatannya dan berbalik ke arah Fera.

"Fera cantik emang paham sama yang gue bahas dari tadi?." Jawabnya dengan nada rendah dan senyum manis namun terkesan menyeramkan.

Dengan polosnya Fere menggelengkan kepalanya. Karena memang ia tak paham tapi karna jengah melihat pertengkaran nya dengan Ruka jadi ia mencoba bertanya.

Naura yang melihat itu lansung berlari kearah Fera yang berjarak sakitar empat meter dari nya dan ingin menerjang Fera, namun aksinnya digagalkan oleh Nazwa yang dari tadi nyimak doang. Fera yang terkejut refleks terjungkal ke belakang dan jatuh dengan pose yang sangat tidak estetik.

"Huaaaaaa mamah Nau mau pukul Feraaaa!!!!." Adunnya entah pada siapa.

Ruka berjalan kearah Fera dan berusaha menenangkan Fera sedangkan Nazwa menahan Naura dengan matanya yang sayu entah karna apa namun tertupi dengan tawanya yang menggelegar.

"Hhahahahahhaahhh wehhh, Nau udahlah liat noh anak Rubah udah kejer tuh gara-gara takut." Jawabnya sambil tetap tertawa

"KESEL GUA AMA NIH BOCAH SATU, LOLANYA KEBANGETAN, PENGEN GUE CUCI OTAKNYA PAKE GLEDER SEMEN BIAR LURUS". Teriaknya dengan nggas

"Hhhhhh udahlah yuk kita balik, udah sepi juga nih sekolah" ucap Nazwa menengahi dan menghentikan aksi konyol Ruka dan Naur. Apalagi saat melihat lingkungan sekolah sudah lumayan sepi. Hanya tersisa anak eskul dan beberapa anak OSIS saja.

Dengan masih sesegukan Fera pun bangkitq menyusul Bintang dan Dara yang sudah berjalan duluan di susul dengan Caca.

Meninggalkan kelas yang sudah berantakan oleh aksi Dara dan Caca.

Kasian yang piket besok. Author •_•

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!