Episode 20 : Tubuh Indah

Pelajaran hari ini adalah olahraga renang. SMA Bima Sakti adalah sekolah elit dengan fasilitas lengkap. Para siswa kelas 12E akan melakukan penilaian praktik renang, di kolam renang sekolah. Pakaian renang pun tersedia lengkap untuk murid laki-laki dan perempuan.

"Emilia ... kok lama banget sih? Semua orang sudah kumpul di kolam renang," panggil Adinda. Dia sedang menunggu Emilia berganti pakaian di bilik ganti pakaian khusus murid perempuan.

"Adinda, Aku tidak percaya diri. Masa pakai bikini?" keluh Emilia, menyahut dari dalam.

"Ya emang, baju renang perempuan kan hampir mirip bikini. Emilia, Kamu seperti baru pertama kali pakai bikini," ucap Adinda heran.

"Ini memang pertama kalinya. Bisa tidak pakai pakaian bebas untuk praktik renangnya?" protes Emilia.

"Mana bisa, sejak kelas 10 kita praktik renang selalu pakai pakaian ini. Saat kita liburan ke pantai Bali, raja Ampat, luar negeri, kita juga pakai bikini. Apanya yang pertama kali, kok Kamu aneh," sahut Adinda.

"Emilia, kenapa Kamu hidup begini? Penampilanmu terlalu Kamu umbar, pantas Agam tidak suka Kamu," batin Emilia. "Ya sudahlah, toh ini tubuh Emilia, bukan tubuhku. Tidak masalah kan berpakaian seksi?" batin Emilia lagi, ragu.

"Emilia, cepat keluar, jam renang sudah mulai," kata Adinda lagi, mendesak.

"Iya, iya," jawab Emilia terpaksa. Emilia pun membuka pintu dan keluar.

Adinda terpesona melihat penampilan Emilia dari ujung rambut sampai kaki. "Kamu cantik sekali. Tubuh Kamu berubah," puji Adinda.

"Cantik? Berubah bagaimana maksudnya?" Emilia tidak mengerti.

"Dulu Kamu sangat kurus, dada Kamu rata, bokong Kamu kempes. Sekarang badan Kamu agak berisi, dada wow, bagian belakang seperti gitar spanyol. Ini baru tubuh ideal, idaman banyak cewek," puji Adinda tanpa henti. "Bagaimana caranya punya badan ideal begini?" tambah Adinda.

"Dada besar dan bokong besar tanda sudah tidak perawan lagi. Apanya yang bagus. Kalau mau tubuh berisi ya tinggal makan banyak. Emilia asli, dulu cuma makan susu dan roti, ya iyalah kurus seperti lidi," batin Emilia. "Nanti ku beri tips nya," jawab Emilia pada pertanyaan Adinda.

"Janji ya!"

"Iya, Aku janji. Ayo!"

Keduanya pun pergi ke kolam renang.

Semua murid kelas 12 E sudah berkumpul, guru olahraga juga sudah berada di sana. Tinggal Adinda dan Emilia yang belum datang.

"Kenapa Emilia dan Adinda belum datang?" tanya guru olahraga.

"Itu mereka Pak!" tunjuk salah satu murid.

Semua orang mengalihkan pandangan pada Emilia dan Adinda yang baru saja datang.

"Cantik sekali," tanpa sadar salah satu murid laki-laki memuji kecantikan Emilia.

Mengenakan baju renang berwarna merah, seperti bikini, dengan tubuh kurus berisi, dada bervolume, serta rambut di ikat satu ke atas membuat penampilan Emilia menjadi pusat perhatian.

"Perasaan dulu tubuhnya seperti lidi, kenapa sekarang tubuhnya bagus sekali?" ucap salah satu murid perempuan yang iri.

"Aku pengen punya tubuh begitu," sahut murid lain.

Salah satu murid laki-laki, si ketua kelas mengeluarkan ponselnya, mengambil foto Emilia, sekali jepret fotonya sangat cantik. "Aku unggah saja di website sekolah, agar orang tau, di kelas 12 E ada murid cantik dan pintar. Jadi kelas 12 E tidak di remehkan lagi," ucapnya, kemudian mengunggah hasil jepretannya tadi dengan cepat.

"Maaf semua Kami terlambat," ucap Adinda.

"Tidak Papa," jawab guru olahraga. Sang guru berusaha menyembunyikan ketertarikannya pada penampilan Emilia. Sebagai pria dewasa yang normal, matanya tidak salah menilai, Emilia memang sangat cantik.

"Emilia, biasanya di pelajaran renang Kamu selalu kalah. Di antara Kami cuma Kamu yang tidak terlalu pandai berenang. Saat praktik renang Kamu selalu punya alasan untuk menghindar, apa kali ini Kamu juga menghindar dari praktik renang?" ucap salah satu murid perempuan yang iri pada penampilan cantik Emilia.

"Siapa bilang, Aku sudah belajar renang. Aku sangat jago berenang," jawab Emilia. "Yang tidak bisa berenang kan Emilia asli, bukan Aku," batin Emilia.

"Jangan bohong!"

"Kalau Aku menang dan mendapat nilai sempurna, apa yang Ku dapatkan?" tantang Emilia padanya.

"Setiap praktik renang, selalu nilai ku yang sempurna di kelas kita. Kalau hari ini Aku kalah, Aku bersedia jadi pesuruh mu seharian penuh. Tapi kalau Kamu kalah, Kamu yang jadi perusuh ku, bagaimana?"

"Oke, deal," Emilia setuju.

"Emilia, jangan konyol, Kamu pasti kalah. Kamu tidak terlalu pandai berenang," ucap Adinda.

"Tenang saja, Aku pasti menang," jawab Emilia yakin.

"Tapi Emilia ..."

"Adinda, percaya padaku."

"Ya sudah ..." jawab Adinda ragu.

"Baiklah, silahkan kalian ambil posisi. Karena kalian berjumlah 30 orang, Bapak bagi kalian menjadi 10 orang untuk praktik di setiap sesi. Ada 3 sesi. Juara satu sampai 3 di setiap sesi, akan di adu lagi. Pemenang praktik renang kali ini akan mendapat nilai 100," jelas guru olahraga.

Emilia, Adinda dan murid sok pintar itu berada di sesi pertama. Mereka ber 10 mengambil posisi masing-masing. Guru olahraga akan menjadi wasit.

"Emilia, siap-siap akan menjadi babuku hari ini, sampai pulang sekolah," ucap murid itu dengan percaya diri.

"Tidak ada kata kalah dalam kamus ku," jawab Emilia, tersenyum bangga.

"Satu ... dua ... tiga ... mulai ..." aba-aba wasit.

Mereka pun mulai bertanding.

Terpopuler

Comments

Rahma Inayah

Rahma Inayah

klu Agam tau emilia pakai baju renang BS ngamuk istrinya di liat byk org

2025-03-20

0

Land19

Land19

waduuhhh.. yg ada nanti dikurung di dalem kamar sama si Agam

2024-12-03

0

Jarmini Wijayanti

Jarmini Wijayanti

semangat emillia 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻

2024-12-27

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 01 : Bertukar Jiwa
2 Episode 02 : Menjadi Orang Kaya
3 Episode 03 : Berubah Drastis
4 Episode 04 : Tidak Takut Berpisah
5 Episode 05 : Tiba-tiba Pintar
6 Episode 06 : Tiba-tiba Menggila
7 Episode 07 : Pengalaman Pertama
8 Episode 08 : Sebuah Janji
9 Episode 09 : Dia Viona, Bukan Liora
10 Episode 10 : Akan Memberi Cinta
11 Episode 11 : Sebuah Jiwa
12 Episode 12 : Tanda Cinta
13 Episode 13 : Nilai Sempurna
14 Episode 14 : Kebohongan Terbongkar
15 Episode 15 : Tidak Ada Masa Depan
16 Episode 16 : Pembunuh
17 Episode 17 : Lagi dan Lagi
18 Episode 18 : Memberikan Tiga Anak
19 Episode 19 : Ingin Bekerja Sambil Kuliah
20 Episode 20 : Tubuh Indah
21 Episode 21 : Cemburu
22 Episode 22 : Aku akan Melindungimu
23 Episode 23 : Sang Pemilik Hati dan Cinta
24 Episode 24 : Tidak Ingin Pergi
25 Episode 25 : Baru Sadar Adanya Perubahan
26 Episode 26 : Bermain Kembang Api
27 Episode 27 : Surat Ancaman
28 Episode 28 : Tulisan Tangan Viona
29 Episode 29 : Merubah Penampilan
30 Episode 30 : Viona?
31 Episode 31 : Jangan Pergi
32 Episode 32 : Semua Ingatan di Hapus
33 Episode 33 : Siapa Aku? Emilia atau Viona?
34 Episode 34 : Percintaan Manis
35 Episode 35 : Pembalasan
36 Episode 36 : Menemukan Fakta
37 Episode 37 : Jiwa Pengembara
38 Episode 38 : Doa adalah Bukti Cinta
39 Episode 39 : Hangatnya Keluarga
40 Episode 40 : Tidak Sengaja Ketahuan
41 Episode 41 : Kabur
42 Episode 42 : Di Penghujung Nafas
43 Episode 43 : Kepergian Ayah
44 Episode 44 : Kaulah Vionaku
45 Episode 45 : Sang Wanita Impian
46 Episode 46 : Menjemput Cintaku
47 Episode 47 : Melayat
48 Episode 48 : Saksi Tersembunyi
49 Episode 49 : Senjata Makan Tuan
50 Episode 50 : Kemenangan
51 Episode 51 : Bertemu Bagai Takdir
52 Episode 52 : Salah Teman Kencan
53 Episode 53 : Hidup Mandiri
54 Episode 54 : Kembar Tiga
55 Episode 55 : Jebakan
56 Episode 56 : Perkelahian Sengit
57 Episode 57 : Akhirnya Agam Siuman
58 Episode 58 : Penjahat Telah Tertangkap
59 Episode 59 : Hukuman
60 Episode 60 : Mengidam
61 Episode 61 : Pasangan dan Cinta
62 Episode 62 : Sehidup Semati (Ending)
63 Pengumuman Perilisan Novel Baru
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Episode 01 : Bertukar Jiwa
2
Episode 02 : Menjadi Orang Kaya
3
Episode 03 : Berubah Drastis
4
Episode 04 : Tidak Takut Berpisah
5
Episode 05 : Tiba-tiba Pintar
6
Episode 06 : Tiba-tiba Menggila
7
Episode 07 : Pengalaman Pertama
8
Episode 08 : Sebuah Janji
9
Episode 09 : Dia Viona, Bukan Liora
10
Episode 10 : Akan Memberi Cinta
11
Episode 11 : Sebuah Jiwa
12
Episode 12 : Tanda Cinta
13
Episode 13 : Nilai Sempurna
14
Episode 14 : Kebohongan Terbongkar
15
Episode 15 : Tidak Ada Masa Depan
16
Episode 16 : Pembunuh
17
Episode 17 : Lagi dan Lagi
18
Episode 18 : Memberikan Tiga Anak
19
Episode 19 : Ingin Bekerja Sambil Kuliah
20
Episode 20 : Tubuh Indah
21
Episode 21 : Cemburu
22
Episode 22 : Aku akan Melindungimu
23
Episode 23 : Sang Pemilik Hati dan Cinta
24
Episode 24 : Tidak Ingin Pergi
25
Episode 25 : Baru Sadar Adanya Perubahan
26
Episode 26 : Bermain Kembang Api
27
Episode 27 : Surat Ancaman
28
Episode 28 : Tulisan Tangan Viona
29
Episode 29 : Merubah Penampilan
30
Episode 30 : Viona?
31
Episode 31 : Jangan Pergi
32
Episode 32 : Semua Ingatan di Hapus
33
Episode 33 : Siapa Aku? Emilia atau Viona?
34
Episode 34 : Percintaan Manis
35
Episode 35 : Pembalasan
36
Episode 36 : Menemukan Fakta
37
Episode 37 : Jiwa Pengembara
38
Episode 38 : Doa adalah Bukti Cinta
39
Episode 39 : Hangatnya Keluarga
40
Episode 40 : Tidak Sengaja Ketahuan
41
Episode 41 : Kabur
42
Episode 42 : Di Penghujung Nafas
43
Episode 43 : Kepergian Ayah
44
Episode 44 : Kaulah Vionaku
45
Episode 45 : Sang Wanita Impian
46
Episode 46 : Menjemput Cintaku
47
Episode 47 : Melayat
48
Episode 48 : Saksi Tersembunyi
49
Episode 49 : Senjata Makan Tuan
50
Episode 50 : Kemenangan
51
Episode 51 : Bertemu Bagai Takdir
52
Episode 52 : Salah Teman Kencan
53
Episode 53 : Hidup Mandiri
54
Episode 54 : Kembar Tiga
55
Episode 55 : Jebakan
56
Episode 56 : Perkelahian Sengit
57
Episode 57 : Akhirnya Agam Siuman
58
Episode 58 : Penjahat Telah Tertangkap
59
Episode 59 : Hukuman
60
Episode 60 : Mengidam
61
Episode 61 : Pasangan dan Cinta
62
Episode 62 : Sehidup Semati (Ending)
63
Pengumuman Perilisan Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!