Promise

Bagaimana Sela dapat sampai di tempat ini? Tugas dasar sebagai seorang ibu, adalah menyelidiki latar belakang pacar putrinya. Kali ini dirinya datang ke sekolah tanpa pemberitahuan.

Willem Alexander Niel Andreas, informasi tentang nama yang didapatkannya. Merupakan siswa yang cukup populer di tempat ini. Memiliki kecerdasan tinggi, tapi tidak pernah bersedia mengikuti kompetisi mewakili sekolahnya.

"Rupanya pangeran sekolah..." sang ibu menghela napas kasar. Kala dirinya hendak menuju tempat parkir, samar motor sport pemuda itu melintas tanpa kehadiran Cheisia.

Mengingat-ingat, Cheisia memang sudah mengatakan akan melakukan reset cafe, untuk usaha patungan. Pastinya dengan ketiga teman barunya.

Menghela napas kasar, pada akhirnya Sela memutuskan mengikuti motor yang dikendarai Neil.

Bagaikan Valentino Rossi, wanita yang berumur genap 40 tahun ini, menyetel lagu rock. Kemudian mulai menghidupkan mesin mobilnya.

Bagaikan pembalap, dirinya tidak boleh kehilangan jejak dari Willem Alexander Niel Andreas. Jalanan yang tidak begitu padat benar-benar mendukung, menaikan gigi mobilnya maksimal.

"It's war (ini perang)!" Gumam wanita karier yang terkadang terlihat bagaikan ibu rumah tangga yang lembut itu. Wajahnya tersenyum, bagaikan jiwa mudanya kembali. Bagaimana dirinya akan dapat mengalahkan anak bau kencur (Neil).

Tapi.

Sela tertegun kala motor sport sang pemuda berhenti di rumah peristirahatan yang tidak begitu besar. Memiliki halaman luas.

Menunggu di tepi jalan raya, itulah yang dilakukan olehnya. Ini bukan alamat Neil, dirinya mengetahui dari pihak sekolah. Menyandarkan punggungnya di kursi pengemudi. Ada lebih banyak tanda tanya tentang identitas kekasih putrinya.

Hingga tidak sampai 15 menit, Neil kembali keluar, kali ini menggunakan mobil. Dengan seragam sekolah yang sudah berganti dengan pakaian cassual.

Mengernyitkan keningnya, sebaiknya dirinya menyelidiki pelan-pelan, dimulai dari tempat ini. Apakah Neil orang baik atau perkataan Hazel yang benar, Neil merupakan pengaruh buruk bagi Cheisia.

Perlahan dirinya memasuki rumah setelah mendapatkan ijin dari security, dengan dalih mencari putrinya, Cheisia, teman Neil.

Ada seorang pelayan yang mengantarkannya masuk. Rumah peristirahatan yang biasa dibilang cukup nyaman. Tapi siapa yang tinggal di tempat ini? Apa Neil seorang diri? Atau... remaja itu memiliki wanita peliharaan?

Tapi.

Suara kursi roda didorong terdengar. Dirinya yang tengah duduk di sofa mengalihkan perhatiannya.

Seorang wanita yang lumayan kurus, tapi mungkin keadaannya sudah sedikit lebih baik daripada kemarin. Dirinya bersedia makan tanpa muntah hari ini.

Sela membulatkan matanya."Yulia! A...aaaa .. !" teriak Sela berlari memeluk sahabat karibnya dari semasa SMP hingga SMU.

"Sela! Kamu masih jelek saja!" Yulia terkekeh, membalas pelukan sahabatnya.

"Jelek? Aku cantik begini. Kamu yang kurusan, bagaimana sudah punya anak? laki-laki atau perempuan?" Tanya Sela memulai pembicaraan.

"Kenapa? Apa janji perjodohan omong kosong lagi? Aku ingkar janji, aku sudah punya calon menantu." Yulia tersenyum, melepaskan pelukan sahabatnya.

"Putriku belakangan ini susah diatur. Jika dijodohkan sudah pasti dia akan menolak. Sebelumnya saja dia membuatku malu setengah mati. Putriku merengek minta dijodohkan dengan kakak kelasnya (Hazel), setelah negosiasi dan orang tua pria itu setuju. Putriku tiba-tiba pindah ke lain hati. Anak muda memang susah ditebak." Keluh Sela pada sahabat karibnya yang telah terpisah puluhan tahun.

"Putraku tidak begitu dekat denganku. Sifatnya lumayan buruk ketika kecil. Jadi dia tinggal dengan kakeknya, aku tidak bisa mengatur hidupnya. Tapi aku lega dia sudah bertemu dengan wanita yang baik." Yulia tersenyum, membayangkan bagaimana kehidupan Neil kedepannya.

Perlahan Sela mendorong kursi roda milik sahabatnya. Membantunya bangkit agar dapat duduk di sofa. Sahabatnya yang ceria kini begitu kurus.

Mengingat masa itu, masa SMP hingga SMU, dimana mereka seakan dapat menaklukkan dunia. Dimana mereka mulai menyukai lawan jenis. Dimana mereka berimajinasi jika memiliki anak yang akan dijodohkan nantinya.

Tapi sepasang sahabat itu sama-sama menghela napas, mengingat bagaimana anak mereka masing-masing.

"Omong-ngomong kenapa kamu bisa berada di tempat ini?" Tanya Sela, bertepatan dengan pelayan yang menyajikan minuman.

"Aku sedang sakit. Jadi lebih baik tinggal di tempat yang nyaman." Yulia menghela napas kasar, meminum jus ginseng. Baru dua hari ini dirinya bahkan bersedia meminum minuman herbal untuk pemulihan kesehatannya.

"Dimana suamimu? Kamu menikah dengan Enric kan? Dimana pelawak bulat, seperti tahu yang digoreng dadakan?" Sela semakin terlihat penasaran dengan kisah cinta lawas, seorang pemuda bersepeda.

Yulia hanya tertawa."Apa yang kamu katakan? Kami hanya teman, dia tidak pernah menganggapku wanita. Aku memang sudah menikah, tapi dengan pria lain."

"Siapa? Dimana dia?" Sela terlihat semakin antusias.

Tapi, hanya kekecewaan yang terlihat di wajahnya."Dia memiliki istri simpanan. Bahkan mereka memiliki anak berselisih usia dua tahun dengan putraku. Aku baru mengetahuinya ketika dia membawa mereka pulang ke rumah kami. Sejak itu...aku menjauh...dan dia (Albert) mulai melupakan keberadaanku."

"Br*ngsek!" Sela menggebrak meja penuh amarah."Kenapa tidak tendang saja telurnya?"

"Tidak! Potong saja burungnya!" Lanjut Sela membuat Yulia menahan tawanya.

"Pada awalnya semuanya terlihat begitu gelap. Aku ingin berpisah, tapi putraku akan menimpa dampak psikologis yang buruk. Karena itu aku memilih menjauh. Menutup mata dan telinga. Tapi belakangan ini, aku memikirkan hal lain, aku harus tetap sehat. Tetap kuat agar dapat melihat bagaimana putraku bahagia dengan keluarga kecilnya nanti." Itulah jawaban Yulia yang layu bagaikan bunga kering.

Membuat Sela menitikkan air matanya."Bicaralah baik-baik dengan putramu, siapa tau dia setuju kamu bercerai."

"Entahlah...apa Neil akan setuju." Yulia menghela napas.

Satu detik, tidak ada reaksi. Detik kedua Sela membulatkan matanya. Hingga pada detik ke-tiga otaknya mulai mencerna sepenuhnya.

"Willem Alexander Niel Andreas!?" Tanyanya setengah berteriak.

"Kamu mengenal Neil?" Yulia balik bertanya.

"Hah...di dunia ini sungguh ada suatu kebetulan ya? Jadi kapan hari baiknya?" Tanya Sela tiba-tiba.

"Hari baik?" Yulia mengernyitkan keningnya.

"Cheisia Muller, itu adalah nama putriku yang paling cantik sejagat raya. Walaupun prilakunya kadang buruk, tapi dia begitu manis. Sopan santun tingkat tinggi, tapi jika sudah murka seperti banteng mengamuk." Jelas Sela membanggakan putrinya.

"Che... Cheisia putrimu?" Tanya Yulia dijawab dengan anggukan kepala oleh Sela.

"A...aa....!" Tiba-tiba Yulia berteriak."Nanti gedung pernikahannya di hotel milikku saja. Kita atur konsep dengan warna peach yang manis. Untuk gaun---"

"Gaun janji pernikahan kamu yang atur, tapi gaun resepsi bagianku." Sela menyela kalimat sahabatnya.

"Nanti kita atur agar setiap dua tahun sekali mereka mempunyai anak. Cucu pertama mungkin perempuan, cucu kedua laki-laki." Yulia benar-benar mulai memikirkan segalanya.

"Tidak! Sepasang anak kembar dua tahun sekali lebih bagus. Kita harus memeras mesin penghasil cucu itu..." Sela terkekeh, disusul dengan tawa Yulia.

Terpopuler

Comments

vj'z tri

vj'z tri

buahahhahaha ibu suri bergosip ria .....gak usah repot-repot pake pelicin jalan sudah terbuka lebar dan mulus 🥳🥳🥳🥳

2025-01-12

0

Ntoonreaderlover

Ntoonreaderlover

Haha stuju bgt pasti si Cheisia kan cita²nya mmg mau punya anak lusinan sm Neil

2025-02-03

0

Tunduk Kepada Hwang Hyunjin🛐

Tunduk Kepada Hwang Hyunjin🛐

inimah buah jatuh sepohon-pohonnya😭😭

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!