Galau

Bibirnya bergetar bagaikan menyambut segalanya. Sepasang mata yang terpejam. Ini gila, bagaikan tidak ingin mengakhiri segalanya.

"Bagaimana ini..." Batin Neil merasa ada yang aneh dalam dirinya.

Namun perlahan kala ciuman terpisah sesaat, dirinya dapat melihat tetesan air mata yang mengalir. Rasa sakit yang aneh terasa saat menyadari air mata itu mengalir.

"Hentikan." Pinta Neil menarik Cheisia ke dalam pelukannya. Bagaimana caranya agar rasa sakit ini menghilang, apa dengan air mata Cheisia yang terhenti, beban di dadanya akan lenyap?

Semuanya penuh tanda tanya bagi Neil."Jangan menangis lagi," bisiknya.

Tapi tidak ada jawaban dari Cheisia yang hanya bungkam tanpa kata. Haruskah dirinya mengatakan bahagia, karena dapat kembali bertemu dengan Neil? Haruskah dirinya mengatakan permintaan maaf, atas hal yang belum terjadi?

Karena itu hanya diam dalam senyuman, air matanya masih mengalir. Itulah yang dilakukan Cheisia.

"Sial!" Neil mengeratkan pelukannya. Tidak mengetahui bagaimana caranya menghentikan air mata wanita ini.

Hanya diam tanpa kata, itulah yang dilakukan oleh Neil. Sama dengan Cheisia... sejatinya hanya satu perasaan gadis itu... bahagia.

"Aku bahagia, teruslah marah dan mengumpat. Jangan diam dengan bibir pucat, jangan kehilangan napas dan sinar matamu." Kalimat yang tidak diucapkan oleh Cheisia. Dirinya benar-benar bahagia, apapun yang diucapkan Neil, selagi masih bernapas itu sudah cukup.

Sedangkan Neil pada akhirnya menghela napas tersenyum teduh."Berhentilah menangis, mungkin akan ada kesempatan." Kalimat ambigu, dengan maksud memberi harapan untuk dicintai olehnya. Berharap akan menghentikan air mata gadis ini.

Tetap tidak ada jawaban, Cheisia hanya tersenyum.

*

Mengintip keluar dari dalam bilik toilet setelah beberapa lama. Menyadari tidak ada satu orang pun, Neil menghela napas kasar. Untuk pertama kalinya dirinya nekat melakukan hal yang memalukan, membawa wanita ke dalam bilik toilet pria.

"Tidak ada orang. Hitungan ke 3 kita lari." Bisik Neil, dijawab dengan anggukan kepala oleh Cheisia.

"Satu...dua...tiga!" Dua orang yang keluar dengan cepat, berlari dari dalam bilik toilet. Tidak ingin terlihat sebagai pasangan laknat yang entah melakukan apa.

Di saat-saat seperti ini, sisi dingin Neil tidak terlihat sama sekali. Pemuda yang menariknya pergi, bahkan menyembunyikan Cheisia dengan menjadikan jaketnya sendiri sebagai tudung bagi gadis itu.

"Akhirnya!" Neil menghela napas lega, setelah melewati lorong menuju toilet pria."Ayo kita menemui ibu."

"Iya!" Cheisia tersenyum padanya.

"Jika lain kali kamu mengucapkan omong kosong lagi (rayuan), kamu akan tau akibatnya." Ancaman Neil.

"Aku mengerti! Akibatnya aku akan dikunci dalam kamarmu, kemudian bajuku akan dirobek---" Kalimat Cheisia terhenti kala Neil menutup mulutnya menggunakan tangan.

"Jangan katakan hal yang memalukan lagi. Mengerti!?" Perintah Neil, dijawab dengan anggukan kepala oleh Cheisia.

*

Langsung pulang? Tentu saja tidak, beberapa jenis cemilan mereka bawa. Tidak ada kalimat yang terucap, hingga pada akhirnya suara handphone terdengar, dengan nama pemanggil Hazel.

Menghela napas kasar pada akhirnya Cheisia mengangkatnya.

"Dasar mantan." Sindir Neil yang tengah menyetir.

"Cemburu?" Tanya Cheisia.

"Tidak!" Jawab Neil acuh, tapi sejatinya benar-benar memasang telinga ingin tau apa yang mereka bicarakan.

Cheisia mengangkat salah satu alisnya. Neil kala cemburu, begitu manis dimatanya."Halo, ada apa?" Tanyanya pada seseorang di seberang sana.

"Aku sedang berada di butik kamu bisa datang? Kebetulan ada temanku yang ingin kamu menjadi model butiknya. Sekalian kita bisa mencocokkan beberapa pakaian couple." Ucap Hazel dari seberang sana yang tengah memilih pakaian. Entah kenapa ada yang berubah dari Cheisia baginya. Sudah berapa hari tapi tidak ada satupun pesan yang didapatkannya dari cinta pertamanya.

"Aku tidak bisa, maaf tapi aku sudah mengatakan akan berhenti mengejarmu. Prinsip kita sudah berbeda, kamu menolak ku, karena aku tidak bisa bersikap baik pada Bianca kan? Kalau begitu carilah wanita yang bisa bersikap baik pada Bianca. Dan aku akan bersama pacarku yang sekarang. Karena dia mengijinkan ku bersikap buruk pada Bianca." Ucap Cheisia, menyandarkan punggungnya pada kursi penumpang bagian depan.

Kalimat yang sukses membuat Neil tersenyum. Tapi sejenak dirinya menggeleng, mengapa malah jadi tersenyum? Hubungan Hazel dan Cheisia bukan urusannya.

"Cheisia, tidak bisa seperti ini. Kamu boleh marah, tapi jangan marah terlalu lama. Bianca adalah penyelamat hidupku, aku harap kamu mengerti. Aku juga yakin kamu tidak serius dengan berandalan (Neil) itu. Begini, bagaimana jika aku menebusnya dengan makan malam di luar bersama?" Tanya Hazel, membuat Cheisia menghela napas kasar.

Refleks, ini gerakan refleks, bukan karena cinta atau cemburu. Karena Neil tidak cinta, jadi kita anggap saja melakukannya ini sebagai syndrome jealous akut.

Pemuda yang melepaskan salah satu tangannya dari setir. Kemudian memasang mode loud speaker, agar terdengar lebih jelas, walaupun tadi Neil mendengar ajakan Hazel pada Cheisia.

"Aku masih punya uang jika hanya untuk memberi makan pacarku. Tidak sepertimu yang hanya kalangan menengah." Pemuda yang tersulut emosi kemudian mematikan panggilan, barulah mengembalikan handphone Cheisia.

"Kamu cemburu?" Tanya Cheisia lagi memastikan.

"Tidak! Aku hanya tidak suka dia mencoba membelikan makanan untuk pacarku." Jawab Neil cepat.

Tapi.

Satu kecupan diberikan Cheisia pada pipi sang pemuda."Aku minta maaf, janji tidak akan mengangkat telepon dari pria lain lagi."

"I...itu urusanmu! Aku tidak peduli! Setelah mengantarmu, aku harus pergi mengurus usaha ibuku. Jadi jangan pernah berharap kamu mendapat kesempatan menarik perhatianku." Lagi-lagi Neil memberinya peringatan.

"Iya Kakanda. Tapi tolong panggil Adinda sekali saja." Cheisia kembali pada mode manja.

"A...A...adinda, sial!" Geram Neil, dijawab dengan tawa oleh Cheisia.

"Omong-ngomong, jangan pernah menangis lagi. Aku hanya mengucapkan beberapa kalimat, tapi kamu." Neil menghela napas kasar, mengingat kejadian di dalam bilik toilet.

"Aku tidak menangis karena sedih, aku menangis karena bahagia. Kamu tau rasanya kehilangan tujuan hidup? Aku tau, dan sekarang aku sudah menemukannya kembali." Ucap Cheisia menatap ke arah napas Neil, gerakan tangannya yang tengah menyetir. Suaminya benar-benar hidup, tidak meninggalkan dirinya.

"Tujuan hidup? Itu sungguh konyol. Dengan mengumpulkan uang dan kekuasaan, berada di puncak, maka semua orang akan takluk. Itulah tujuan hidup sejatinya." Neil tersenyum menertawakan pemikiran Cheisia.

Namun, Cheisia hanya menjawab dengan senyuman."Aku mengenal seseorang, pria keji yang mungkin dapat dikatakan memiliki kekuasaan seperti kaisar tirani. Pada akhirnya dia meninggalkan segalanya, hanya untuk hidup nyaman dengan istrinya."

"Omong kosong! Pria itu pasti menyesal meninggalkan segalanya, hanya demi seorang wanita." Neil menghela napas kasar, berucap dengan pemikiran yang rasional.

"Sepertinya tidak, pada akhirnya istrinya yang bodoh meninggalkan suaminya. Saat mereka bertemu kembali, merupakan saat terburuk. Pria itu memutuskan untuk mati, demi menyelamatkan istri yang begitu kejam padanya. Kalimat terakhirnya, ingin sang istri menemukan pria lain yang dapat membuatnya bahagia." Cheisia masih tersenyum menatap ke arah Neil.

Sedangkan Neil mulai tertawa."Pria yang begitu naif, menurutku dia bodoh."

"Benar, dia begitu bodoh. Begitu bodoh hingga wajah dinginnya tidak mencerminkan hatinya yang paling tulus..." Cheisia ikut tertawa. Kali ini, dirinya lah yang akan menjaga Neil.

"Maaf..." Satu kata yang tersimpan untuk suaminya.

*

Memasuki gerbang rumah peristirahatan. Mata Cheisia menelisik, dengan cepat membuka savety belt nya.

"Mobil ibuku(Sela)! Kenapa ibuku bisa ada disini!?" Teriak Cheisia panik.

"Bagaimana dengan kondisi mental ibuku(Yulia)?" Neil terlihat lebih panik.

Dengan cepat mereka memasuki rumah peristirahatan, disambut seorang pelayan.

"Apa yang dibicarakan ibuku dengan tamu yang baru datang?" Tanya Neil memastikan keadaan, sebelum benar-benar masuk.

"Mereka membicarakan tentang pernikahan." Jawab sang pelayan.

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

wah wah 😁

2024-09-25

0

ummah intan

ummah intan

penasaran dgn kisah mereka dahulu

2024-09-08

1

M.az

M.az

🤣🤣🤣🤭🤭🤭

2024-08-26

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!