Silent

Bagaimana rasa pasta (spaghetti) dicampur dengan sampah? Sudah pasti menyakitkan bukan?

Tiga ekor kadal yang mencoba untuk menyerang empat ekor buaya. Cheisia tersenyum mengepalkan tangannya usai menyiram Bianca menggunakan spaghetti.

Membunuhnya? Jika bisa Cheisia ingin melakukannya. Masih benar-benar teringat di benaknya sebelum waktu terulang, hal-hal yang dilakukan Bianca untuk menghalangi kebahagiaannya. Puncaknya bagaimana Neil terbunuh, lebih tepatnya bagaimana suaminya memutuskan untuk mati, hanya demi dirinya dibiarkan dirinya untuk hidup. Bagaimana Bianca mendesak Neil menuju jalan kematian.

"Cheisia!" Bentak Bianca terlihat marah besar.

"Apa!? Dasar anak adopsi, berani-beraninya memanggil namaku dengan nada tinggi. Begini, jika kamu tidak menyebutkan namaku tadi, dan tetap ambigu seperti teman-temanmu, maka aku tidak akan bergerak. Tapi terang-terangan menyebutkan namaku? Kamu mau mati?" Tanya Cheisia dengan aura membunuh tidak main-main.

Sebelum waktu terulang, dirinya terlalu baik dan lugu, apakah seperti malaikat? Mungkin. Tapi tidak saat ini, bagaikan sang malaikat kali ini berubah menjadi iblis. Sayap putihnya telah menghitam setelah melihat kematian satu-satunya orang yang dicintainya.

"Dasar wanita murahan!" Sari hendak memapar Cheisia. Tapi dengan cepat Risa menahannya.

"Ayahku adalah PNS, seorang kepala sekolah. Berani-beraninya kamu!" Teriak Sari, kala Risa menancapkan kukunya yang full perawatan, kala mencengkeram pergelangan tangan Sari.

"Kamu bahkan tidak pantas untuk mengenakan seragam sekolah kami. Dasar kampungan." Jessie masih duduk di kursinya, sembari tertawa. Wanita yang masih saja mengambil gambar dekorasi cafe ini sebagai bahan referensi cafe yang akan mereka buka.

"Aku akan mengatakan kejadian ini pada ibu dan ayah! Kamu tau akibatnya?" Ancam Bianca.

"Katakan saja..." Cheisia tersenyum dingin.

"Cheisia kamu tau ayahku adalah penegak hukum (polisi) bukan?" Kalimat ancaman yang selalu digunakan Jelita di sekolah.

"Kalau begitu mengadu lah. Karena aku pastikan, sekali aku mengetahui nama ayahmu, kehidupan keluarga kalian akan hancur." Tiba-tiba nada suara Tantra berubah dari lemah gemulai, menjadi terkesan mengintimidasi.

Cheisia, Risa dan Jessi menoleh bersamaan ke arah Tantra mengapa teman mereka yang moe-moe menjadi sangar? Tapi dengan waktu sepersekian detik Tantra kembali berubah."Hah...lelah... pulang yuk! Bill (tagihan)." Teriak Tantra dengan suara lembut memanggil pelayan.

Apa mereka tadi salah dengar? Entahlah.

"Cheisia! Aku akan mengingat ini! Kakak angkat yang kejam selalu membully anak adopsi." Sari menghempaskan tangannya yang dicengkeram Risa.

"Anj*ng bergaul dengan anj*ng, kucing bergaul dengan kucing. Wanita murahan bergaul dengan wanita murahan." Cemooh Cheisia.

Tidak tahan lagi, Bianca bangkit. Kalimat makian yang paling dibenci olehnya mengingat dirinya merupakan anak hasil perselingkuhan kedua orang tuanya.

"Dasar...." Kala inilah sifat asli Bianca keluar, dirinya hendak melempar wajah Cheisia menggunakan gelas kaca.

Namun.

Prang!

Neil menendang gelas, sebelum mengenai wajah Cheisia.

"Ka ... kapan kamu datang?" Tanya Cheisia gugup.

"Sudah dari 10 menit yang lalu, aku duduk di meja sebelah sana. Kalian terlalu fokus berdebat. Lain kali jangan berhadapan dengan hal berbahaya sendiri." Neil tersenyum lembut, mengusap pucuk kepala Cheisia.

Membuat gadis itu tertegun, inilah suaminya. Willem Alexander Niel Andreas, seseorang yang selalu ada untuknya, tidak akan pernah berpaling darinya.

"Ayo pergi! Ibuku sudah menunggu." Lanjut Neil menarik tangannya. Jantung Cheisia berdebar kencang, menatap ke arah punggung orang yang dicintainya. Tangan dingin, tapi tetap terasa lebar dan memberi rasa nyaman.

"Aku titip masalah ini pada kalian! Kakanda sudah menjemputku!" Teriak Cheisia pada ketiga temannya melangkah pergi bersama Neil.

Sedangkan Bianca begitu gugup melihat ke arah pecahan kaca di lantai. Apa yang sudah dilakukannya? Bagaimana jika Sela dan Dirgantara mengetahui dirinya bermaksud melukai wajah Cheisia?

"Panggil security! Kita akan melaporkan ini sebagai tindakan penyerangan." Tantra terlihat begitu kesal saat ini.

"Kita lihat bagaimana orang tua murid bernama Jelita ini, akan mengurus putrinya sendiri." Ucap Risa, membaca baik-baik nama yang terdapat di seragam Jelita. Mengingat orang tua Jelita merupakan seorang anggota kepolisian.

"Ayo pergi!" Bianca menarik tangan kedua temannya.

Namun dengan cepat pula dua orang security, bersama seorang waiter, menghentikan mereka."Kalian merusak properti, ditambah memesan tanpa membayar."

"Jangan lupa tindakan penyerangan." Risa tersenyum setelah menghubungi pihak kepolisian.

Kala inilah akan terlihat, bagaimana kekuatan kalangan atas dalam menyelesaikan masalah.

"Cheisia yang duluan menyiramku dengan spaghetti." Cecar Bianca.

"Tapi, kamu mencoba membunuhnya." Tantra tersenyum, diikuti dengan senyuman mengintimidasi kedua temannya.

*

Tangannya ditarik dengan cepat meninggalkan tempat itu. Tidak terlihat senyuman sedikitpun dari raut wajah Neil. Tapi anehnya bukan tempat parkir bawah tanah tujuan mereka.

Cheisia ditarik ke dalam salah satu bilik toilet pria."Neil!" Cheisia berusaha meronta. Bagaimana bisa seorang wanita dibawa ke bilik toilet pria.

Tapi tunggu dulu? Apa mereka akan membuat anak di bilik toilet?

Kala pintu bilik toilet yang sempit tertutup, Neil memojokkannya.

"Neil, ki...kita keluar ya? Ibumu pasti sudah menunggu kita." Ucap Cheisia gugup.

"Sttt...kamu ingin keberadaanmu diketahui di tempat ini? Jika ingin bicaralah lagi." Bisik Neil, dengan jarak beberapa centimeter dari wajahnya.

Hembusan napas dengan bau mint yang segar. Bentuk bibir yang begitu indah. Apa Neil benar-benar akan melakukannya di tempat ini? Entahlah...

Cheisia memejamkan matanya, bersiap akan diserang oleh pria dingin ini.

Tapi.

"Kenapa tutup mata? Hei! Bodoh! Jika ada yang mengganggumu katakan padaku. Jangan sampai wajahmu yang jelek bertambah jelek, karena bekas luka." Neil tersenyum, benar-benar membuat Cheisia kesal setengah mati.

Tapi dirinya tidak dapat bicara, tidak ingin orang yang berada di bilik sebelah mengetahui keberadaannya saat ini. Betapa memalukannya jika ketahuan memasuki kamar mandi pria.

"Neil jahat!" Batin Cheisia.

"Jangan-jangan kamu tutup mata karena mengira aku akan menciummu. Jujur saja, berciuman denganmu itu menjijikan. Dibayar berapa pun aku tidak akan mau." Neil tersenyum menghina, di tempat inilah Cheisia tidak akan berani menjawab kata-katanya.

"Dasar setan!" Kembali Cheisia hanya dapat berusaha tersenyum, memendam rasa kesalnya pada Kakanda.

Neil menghela napas kasar."Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini, tapi kamu sama sekali bukan tipeku. Karena itu setelah ini berakhir, setelah kesembuhan ibuku. Jangan pernah berharap aku akan mencintaimu."

Jarak yang begitu dekat, wajah rupawan dari pemuda yang dulunya begitu mencintainya.

"Kamu fikir hanya dengan ini aku akan menyerah!? Aku akan mengupas perasaanmu yang sebenarnya! Kemudian membuat anak yang banyak denganmu!" Teriak Cheisia penuh kemarahan dalam hatinya.

"Aku tidak akan pernah mencintaimu---" Kalimat Neil terhenti.

Wanita yang tiba-tiba saja berjinjit mencium bibir sang pemuda, agar berhenti bicara.

Tangan Neil pada awalnya bergerak hendak mendorong. Tapi anehnya matanya terpejam perlahan, bagaikan menyambut apa yang dilakukan wanita ini. Bagaikan tidak ada perlawanan, tangan yang kini berada di pinggang Cheisia.

"Kamu masih akan dapat mencintaiku. Neil..." Cheisia tersenyum, namun air matanya mengalir. Betapa tulus suaminya, dirinya lebih mengetahui segalanya.

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

sukurin tuh Bianca dan teman²nya

2024-09-25

1

Bzaa

Bzaa

Bianca kena batunya

2024-08-05

1

RahaYulia

RahaYulia

bsa bgt c kakanda ini mancing2 biar dicium adinda, mau nyium duluan gengsi ya bang, anak bebek bikin gereget ya bang,,,,

2024-07-13

1

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!