Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah

"He... hentikan!" Ucap Cheisia, melepaskan tangan Tantra, dari pipinya."Iya! Aku berhasil pacaran dengan kakanda, bagus bukan?"

"Ba... bagus? Itu anugerah sekaligus musibah! Willem Alexander Niel Andreas, tidak ada yang berani mendekatinya. Jika suatu hari kamu putus dan dia dendam padamu. Aku pastikan kamu akan mati bunuh diri, karena kehidupanmu dan keluargamu akan hancur." Peringatan keras dari Risa, mengingat naga dapat saja menyemburkan api.

"Benar! Kelompok eksklusif 7 tuan muda, Willy merupakan pemimpinnya. Bahkan gadis paling kaya dan cantik di sekolah ini tidak berhasil mendekatinya, hingga nasibnya berakhir tragis." Jessi menghela napas berkali-kali. Menelan ludah mengetahui nasib sial teman barunya.

"Cheisia, lebih baik menjauh kemudian putus baik-baik." Saran Tantra, berucap penuh keseriusan.

"Kalian tidak merestuiku? Teganya, padahal Neil sudah berusaha, dia bahkan membawakan bekal penuh cinta untukku. Ibu mertua sudah merestui hubungan kami. Dalam beberapa tahun kami akan menikah kemudian menghasilkan lusinan anak. Apa kalian tega memisahkan kami..." Tanya Cheisia terlihat benar-benar memelas.

Membuat ketiga sahabatnya serempak menghela napas kasar.

"Dengar Cheisia! Cinta bukan sesuatu yang mudah. Ada banyak yang harus difikirkan termasuk status sosial." Tantra memberikan pengertian.

"Masa bodoh! Tinggal di apartemen sempit, asalkan dengan Neil, aku bersedia." Cheisia tetap tersenyum.

"Dia bukan manusia! Dia seperti raja iblis. Kejahatan diantara kejahatan." Jessi menyakinkan hubungan tidak sehat ini.

"Maka aku akan menjadi ratu iblis yang dihormati di sekolah ini." Benar-benar gadis yang positif thinking jika menyangkut masalah Neil.

"Cheisia, dia itu red flag (pria yang tidak baik untuk menjalin hubungan, memiliki sifat toksik, seperti obsessive, posesif, bahkan ada yang tidak setia)." Ucap Risa pelan.

"Tidak! Dia itu Green flag (pria yang terlalu saat menjalani hubungan, contohnya memiliki sifat penyayang dan melindungi). Tapi berkedok red flag." Jawaban tidak masuk akal dari Cheisia.

"Terserahlah!"

"What ever (terserahlah)!"

Itulah kalimat yang diucapkan Risa dan Jessi bersamaan. Tapi tidak dengan Tantra, pemuda yang menghela napas kasar."Jika ada masalah katakan saja pada kami."

Dengan cepat Cheisia mengangguk."Nanti setelah meninjau lokasi cafe. Aku kembali lebih awal ya? Aku harus menemui ibu mertua."

"Ibu mertua?" Ucap Risa tertawa, diikuti tawa Jessi dan Tantra.

Tidak menyadari Neil menghentikan langkahnya tepat di lantai dua. Matanya menatap ke arah ketiga makhluk yang tengah bersama Cheisia.

"Wah...masih berpura-pura juga." Gumam Neil tersenyum mencemooh menatap Tantra dari jauh. Kemudian kembali melanjutkan langkahnya.

*

"Neil! Aku mendapatkan gosip! Kamu pacaran dengan stalker. Aku harus mengurus orang-orang yang menyebarkan gosip tidak benar ini." Akira menghela napas kasar, masuk ke ruang kesenian. Dimana Neil tengah tertidur, mengingat betapa melelahkannya mengurus usaha sampingan ibunya.

"Aku memang punya pacar sekarang! Sudah pergi sana! Aku mau tidur!" Neil kembali menutup matanya.

"Pu... punya pacar!? Tapi ini bukan gayamu. Beda ceritanya dengan Hilton yang memang play boy. Neil, ini cuma gosip kan? Aku akan suruh orang mengurus stalker sialan itu." Ucap Akira cepat, mengambil handphone-nya hendak menghubungi seseorang.

Namun seketika Neil membuka matanya, tidak bisa! Cheisia tidak boleh terluka."Jangan! Ini hanya pacar sementara dengan ketentuan khusus. Hanya sampai ibuku benar-benar pulih, lalu aku sendiri yang akan menendangnya dari dunia ini."

"Kamu tidak mencintainya kan?" Tanya Akira mengangkat salah satu alisnya.

"Tentu saja tidak! Dia pengaruh buruk! Setelah memanfaatkannya, aku akan membuatnya menyesal pernah dilahirkan." Omong kosong yang dikatakan Neil, membuat Akira mengangguk percaya.

"Ini baru Willem Alexander Niel Andreas! Kamu memang bukan budak cinta seperti Sean (Teman Neil). Iblis tetap iblis, tidak mungkin jatuh cinta." Akira terkekeh.

"Jatuh cinta?" Neil mengernyitkan keningnya, kemudian tersenyum."Tentu saja itu tidak mungkin..."

Tapi, kala Akira tengah sibuk dengan handphonenya. Neil kembali berbaring, menatap ke arah langit-langit ruang seni.

Ada perasaan hangat kala mengingat Cheisia."Tidak mungkin kan?" gumamnya.

*

Mengirim pesan pada Kakanda jika dirinya akan meninjau lokasi cafe hari ini. Jadi akan datang ke rumah peristirahatan setelah bertemu dengan teman-temannya.

Menghela napas memasuki cafe berkelas di mall yang cukup mahal. Setelah mendapatkan lokasi tempat usaha patungan mereka akan berdiri.

Anak kalangan atas yang sombong? Itulah yang terlihat dari mereka. Tapi apa benar? Dari sana Cheisia belajar, kecerdasan akademis bukan segalanya.

Tidak semua kalangan atas hedon tanpa alasan. Seperti teman-temannya yang kini tengah memesan semua menu di cafe ini. Untuk refrensi cafe yang akan mereka buka nantinya.

"Rasanya enak, garnis buruk. Jika ingin disukai wanita harusnya, menambahkan irisan strawberry." Keluh Tantra memberi penilaian.

"Dekorasi aku beri nilai bagus. Kita bisa sedikit meniru konsepnya." Risa memberi tambahan.

"Aku sudah memotret harga menunya. Cheisia bagaimana dengan minumannya?" Tanya Jessi.

"Barista di sini lumayan, wajah dan keterampilannya bisa memikat pelanggan wanita. Kita rekrut saja." Cheisia berbisik dengan suara kecil. Ke-tiga remaja itu otomatis melirik sang barista yang mungkin kini berusia 25 tahun.

Mall yang cukup besar, kejadian apapun dapat terjadi bukan?

Sekolah favorit, walaupun masih sekolah negeri, itulah label seragam yang dikenakan Bianca bersama kedua temannya, Sari dan Jelita. Ayah Sari berprofesi sebagai kepala sekolah, sedangkan ayah Jelita berprofesi sebagai polisi. Tentunya Bianca tidak akan berteman dengan sembarang orang.

"Kamu memang sempurna. Sudah pintar, cantik dan baik." Jelita tersenyum memuji Bianca.

"Tapi aku hanya anak angkat. Sedangkan Cheisia anak kandung. Dia lebih dimanjakan, tapi aku tidak apa-apa..." Bianca tertunduk mengundang iba kedua temannya.

Sari menghela nafas."Kamu itu pintar. Tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Cheisia. Aku yakin, kamu akan lebih sukses dari anak kandung yang sering membully anak angkat."

"Benar! Ayo masuk! Biar aku yang traktir. Tapi jangan pesan banyak-banyak. Nanti kita foto-foto di cafe ini." Ucap Jelita menarik tangan Sari dan Bianca.

Siapa bilang dirinya tidak berada di pergaulan kelas atas. Sari dan Jelita merupakan siswi paling populer di sekolahnya. Tentu saja anak kepala sekolah dan anak seorang anggota kepolisian dengan pangkat yang cukup tinggi. Dirinya tersenyum menganggap teman-teman Cheisia tidak ada apa-apanya.

Memasuki area cafe, mata mereka menelisik. Mengamati empat orang yang duduk bersama.

"Bianca, bukannya itu Cheisia. Benar-benar boros, lihat satu meja dipenuhi dengan makanan. Harga makanan di tempat ini kan lumayan mahal." Sari berbisik pada sahabatnya.

"Sttt... mereka hanya anak-anak manja kalangan atas. Mari kita beri mereka pengertian apa artinya hidup susah." Jelita tersenyum, menarik tangan Bianca agar duduk di meja yang dekat dengan meja Cheisia.

Merasa di atas awan, Jelita, Sari, dan Bianca merupakan anak populer dan paling dihormati di sekolah.

Perlahan ke-tiga orang itu duduk.

"Aku pesan tiga kopi robusta." Ucap Jelita sombong, seolah-olah sering masuk ke tempat seperti ini.

Sedangkan Bianca mengernyitkan keningnya."A...aku Americano. Robustanya dua saja."

Dirinya memilin jemarinya sendiri. Apa teman-temannya menyukai kopi pahit? Atau jangan-jangan teman-temannya tidak pernah minum di tempat seperti ini.

Matanya menelisik ke meja sebelah. Mereka terlihat begitu anggun mendiskusikan sesuatu. Berbeda dengan Sari dan Jelita yang tengah mengambil foto selfie di tempat ini.

"Kita bukan seperti anak-anak orang kaya yang hedon, hanya minta-minta uang dari orang tuanya. Kita menabung uang sendiri untuk minum di tempat ini." Sindir Sari.

"Benar! Kami bukan beban keluarga yang suka menghambur-hamburkan uang." Jelita ikut-ikutan menyindir dengan suara keras.

Bianca tersenyum mengepalkan tangannya."Cheisia, hanya dapat menyusahkan ibu dan ayah. Aku sampai tidak tega pada kedua orang tua kami. Benar-benar anak tidak tahu malu."

"Iya!" Ucap Jelita tertawa, diikuti tawa Bianca dan Sari.

"Kampungan...." Tantra ikut-ikutan tertawa.

"Haruskah aku menyebarkan di media sosial bagaimana tingkah rakyat biasa ..." Risa kali ini tersenyum.

"Jangan!" Pinta Jessi."Jangan segan-segan!" Lanjutnya ikut tertawa.

"Bagaimana rasanya sampah dicampur spaghetti?" Tanya Cheisia, pada ketiga temannya.

"Entahlah..." Jawab Tantra.

"Seperti ini!" Cheisia tersenyum segera bangkit membawa sepiring spaghetti.

Terpopuler

Comments

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢

wkwk mbak bi tau analogi ikan ga? kalian ibarat ikan besar tapi di kolam kecil jd ya bisa sombong di kolam itu doang kalo dilempar ke lautan kalian jatohnya jd ikan kecil 😅 kalo di kelas sekolahmu ya kamu bergaul sm anak kepala sekolah udah keren tp di kelas sekolah nya cheisia anak kepala sekolah dibandingin sm yg anak old money sm konglo ya gimana ya 🥲

2024-11-08

1

s

s

“ toxic”

2024-12-08

0

Miss Typo

Miss Typo

siapa sebenarnya Tantra? kok aku jadi deg²an ya

2024-09-25

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!