Play

"Ini untuk ibu, makanlah yang banyak." Bianca tersenyum, mengambilkan potongan buah untuk Sela."Omong-ngomong apa kakak belum bangun? A...apa mungkin karena kakak mengalami pelecehan jadi---" Lagi-lagi Bianca menggantung kata-katanya, mengarahkan opini jika Cheisia melakukan hal yang buruk semalam.

"Cheisia tidak mengalami pelecehan. Lagipula Neil lumayan sopan." Sela menghela napas menikmati sarapannya.

"Ta...tapi... aku benar-benar melihat Neil mengikuti tawuran." Ucap Bianca cepat.

"Benar apa yang dikatakan Bianca. Sejujurnya aku tidak begitu menyukai anak itu (Neil). Hazel lebih baik dari segala sisi, status sosial, kecerdasan, prilaku baik. Bahkan keluarganya, semuanya sempurna untuk Cheisia." Dirgantara terlihat makan dengan tenang, namun, jujur saja dalam hatinya gelisah, bagaimana jika Cheisia mogok makan berhari-hari. Bagaimana jika putri kecilnya sakit, karena mogok makan?

Tapi tidak, ini demi kebaikan Cheisia, dirinya harus lebih tegas pada putrinya.

"Ta...tapi ayah, ini tidak adil bagi kak Hazel. Jika Cheisia sudah dilecehkan, maka kak Hazel akan dirugikan dalam hal ini." Ucap Bianca tanpa ragu sama sekali.

Sedangkan Sela yang tengah meraih butter terdiam sejenak. Kalimat Risa, Jessi dan Tantra tiba-tiba terngiang dalam benaknya. Matanya menelisik, sebaik apapun prilakunya Bianca, gadis ini merupakan anak angkat. Tidak seharusnya mencampuri kehidupan anak kandung.

"Selama Hazel tidak keberatan, tidak masalah. Misal, Cheisia terjerat pergaulan bebas, kemudian hamil di luar nikah. Selama Hazel bisa menerimanya kemudian menikahinya, tidak ada yang salah bukan?" Kalimat provokatif penuh perangkap dari Sela. Berusaha bersabar menunggu jawaban Bianca.

Tapi.

"Itu tidak adil bagi kak Hazel!" Bianca tiba-tiba meninggikan intonasi bicaranya.

Hal yang membuat Sela mulai curiga, apa benar Bianca hanya menginginkan kebahagiaan Cheisia? Dirinya benar-benar mengingat kalimat ketiga remaja itu. Anak angkat yang seharusnya membantu sang pewaris suatu hari nanti. Tapi jika begini, bukankah akan menjadi pisau yang menikam balik putri kandungnya?

"Sayang..." Dirgantara mengernyitkan keningnya, terlihat protes dengan ucapan istrinya.

Namun tawa terdengar."Aku hanya bercanda! Lagipula jika pun Cheisia pada akhirnya dengan Neil bukankah itu sama baiknya dengan Hazel? Sekolah tempat Cheisia saat ini, bukan sekolah biasa. Kalangan bawah yang dapat masuk minimal anak dokter atau pengacara, selebihnya jika terlalu pintar baru dapat memiliki beasiswa. Jujur saja, Cheisia hanya kalangan menengah di sana. Kamu ingat Tantra? Pewaris tunggal RV Corporation? Dia teman putri kita. Jadi, Neil sudah pasti memenuhi syarat, dari segi status sosial. Tidak ada alasan melibatkan Hazel yang dari awal menolak pertunangan."

Sela meminum tehnya pelan. Matanya berusaha mencerna bagaimana ekspresi Bianca saat ini. 4 tahun sudah dari hari dirinya mengadopsi Bianca ke rumah ini. Selama itu pula, Sela selalu mencerca Cheisia untuk menjadi seperti Bianca yang berprestasi.

Bahkan tidak mempedulikan Cheisia, hanya karena Bianca mengaku kerap menerima kekerasan verbal dan non verbal dari Cheisia. Tapi apa benar? Itulah yang ingin diketahuinya saat ini.

Bianca terdiam sejenak mulai berfikir. Jika status keluarga Hazel yang setara dengan Dirgantara hanya kalangan menengah di sekolah tersebut. Lalu kalangan atas seperti apa?

"Tidak! Cheisia tidak boleh lebih baik dariku. Jika aku sekolah di tempat itu, mungkin aku akan memiliki banyak teman kalangan atas. Atau mungkin mendapatkan seseorang dengan status sosial lebih tinggi daripada Hazel." Batinnya, memutar otak agar dapat berada di sekolah tersebut.

"Ibu, ayah, untuk mengawasi kak Cheisia, aku bersedia pindah sekolah. Agar jika Cheisia terlibat pergaulan bebas, aku dapat menghentikannya." Kalimat lugu penuh senyuman. Tapi tersembunyi ambisi di dalamnya.

Sedangkan senyuman pudar dari wajah Sela. Bianca tidak sepolos yang diduga olehnya. Apa seperti ini sebenarnya wajah seorang Bianca? Memanfaatkan situasi untuk segalanya? Tidak! Dirinya tidak boleh mengambil kesimpulan terlalu cepat.

"Baik! Jika begitu kamu boleh pindah ke sekolah yang sama dengan Cheisia." Kali ini Sela akan mengalah, dirinya ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.

Senyuman cerah menyungging di wajahnya. Tantra, Jessi dan Risa, dirinya dapat meminta informasi dari ketiga anak itu.

Ada rasa bersalah tersendiri jika memang benar sifat Bianca manipulatif. Sekali? Tidak! Berkali-kali dirinya menyalahkan Cheisia, karena dianggap menyakiti Bianca. Selain itu, Bianca kerap tidak sadarkan diri tanpa sebab. Namun, ketika diperiksa oleh dokter spesialis sekalipun, tidak ada penyakit yang diidap putri angkatnya. Apa itu semua cuma akting untuk mendapatkan perhatian?

Tantra, Jessi dan Risa sedikit membuka matanya. Tentang pada siapa dirinya harus berpihak, bukankah tugas anak angkat membantu anak kandung mengelola perusahaan suatu hari nanti? Tapi bagaimana jika anak angkat mengigit tangan sang anak kandung?

Segalanya masih penuh tanda tanya. Dirinya meminum air mineral, sembari berfikir sejenak. Willem Alexander Niel Andreas? Dari keluarga mana pemuda itu? Haruskah dirinya juga menemui orang tua sang pemuda?

Benar! Dirinya akan mengikuti Cheisia sore ini.

*

Sementara itu di tempat lain.

Ada siswa yang bahkan menjatuhkan bukunya. Bahkan ada yang terjatuh karena membentur tiang kala berjalan.

Perhatian dan konsentrasi mereka teralih ke arah Willem Alexander Niel Andreas, yang untuk pertama kalinya datang dengan anak baru?

"Kakanda romantis..." Cheisia tersenyum kala Neil melepaskan helmnya.

"Mulutmu!" Geram Neil menatap dingin, bukankah ini tugas pacar? Menjaga dan berpihak pada anak bebek (Cheisia) ini?

"Kenapa? Mulutku begitu basah ya? Membuatmu tidak tahan menciumku?" Tanya Cheisia membuat Neil terdiam sejenak menelan ludahnya.

Pemuda yang menghela napas, berusaha untuk melupakan ciuman tiga season kemarin."Mulai sekarang kamu boleh menggunakan namaku. Tapi, ingat satu hal! Pulang sekolah harus langsung menemui ibuku. Jika kamu sedikit saja membuat perasaan ibuku memburuk. Kamu akan tau akibatnya."

Aura mematikan penuh ancaman dari sang naga. Tapi sialnya sang anak bebek memberi hormat, tidak terlihat takut sama sekali."Baik! Aku akan menemui ibu mertua! Sekaligus menemuimu...aku merindukanmu."

"Aku tidak! Ini makananmu!" Neil memberikan tiga kotak makanan yang dikemas dalam satu paper bag.

"Bekal penuh cinta?" Tanya Cheisia.

"Bukan!" Tegas Neil.

"Oh! Bekal penuh napsu. Astaga! Setelah lulus kita harus membuat anak. Kamu diatas atau aku diatas." Kalimat Cheisia yang sukses membuat Neil meninggalkannya.

Pemuda yang menghela napas berkali-kali. Raut wajahnya masih terkesan datar dan dingin. Tapi perasaannya gelisah, terasa aneh tidak menentu."Sial! Wanita itu benar-benar pengaruh buruk!" Batinnya merasa kehidupan tenangnya terusik. Tapi di sisi lain, dirinya tidak dapat berhenti memikirkan Cheisia.

Apa rasa benci yang mendarah daging? Itulah yang ada di benak Neil.

"Kakanda! Nanti pulang sekolah kita, bersama lagi!" Teriak Cheisia menatap ke punggung Neil.

Sejenak senyuman menghilang dari wajahnya. Benar-benar berubah menjadi pandangan penuh kerinduan. Suami yang begitu mencintainya, Neil yang selalu tersenyum sebelum kehidupan terulang. Neil yang selalu memeluknya setiap malam.

"Tidak ada cinta seperti cintamu..." gumamnya dengan suara kecil.

Hingga Risa, Jessi dan Tantra datang menghampirinya.

"Ka...kalian? Jangan bilang kalian pacaran?" Tanya Tantra mencubit kedua pipi Cheisia, terlihat gemas.

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

Bianca mau pindah, pasti aja berusaha cari perhatian lagi biar semua orang membenci Cheisia

2024-09-25

1

ummah intan

ummah intan

ada ya cewek se frontal cheisia?

2024-09-08

0

M.az

M.az

akhirnya si emak dapat pencerahan jg. gak melulu hanya bisa diam liat klakuan anak angkatnya..ayo mak trus selidikin biar anak kandungmu gak celaka dikemudian hari ya ☺️☺️🤗🤗🤗

2024-08-26

1

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!