Hot News

Menghela napas kasar, menatap ke arah Cheisia yang telah lengkap mengenakan seragam sekolah. Putrinya membantu pelayan meletakkan makanan di meja.

"Cheisia..." panggil sang ibu.

"Sarapan sudah ada di meja, aku berangkat lebih awal..." Sang anak tersenyum, melangkah pergi tanpa menyantap sarapan, membuat hati sang ibu semakin sakit. Menyempurnakan aksi mogok makannya.

"Tu... tunggu." Panggil sang ibu.

Cheisia hanya menghela napas kasar."Ibu, aku sudah cukup mengerti mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Kemarin hujan lebat, aku hanya mengobrol dan menemani ibu Neil yang sakit. Jika ibu tidak percaya, ibu bisa menghubungi orang tua Neil. Aku memiliki nomor teleponnya."

"Bu...bukan seperti itu, ibu...kamu makan ya..." Pinta sang ibu, bingung harus berkata apa.

"Aku hari ini piket. Jadi berangkat terburu-buru." Cheisia tersenyum, tidak terlihat marah sama sekali.

Tapi itu malah menambah rasa bersalah dalam hati sang ibu. Bagaimana harus mengucapkannya, sedangkan dirinya tidak mengenal sosok Neil sama sekali. Menyetujui hubungan Cheisia, maka putrinya akan berhenti merajuk. Tapi, menyetujui tanpa sepengetahuan Dirgantara...

Suara motor sport memasuki gerbang terdengar. Dengan cepat putrinya berlari keluar. Sela menatap ke arah Neil dan Cheisia yang sempat bicara berdua, entah apa yang mereka bicarakan.

*

"Aku menjemputmu sesuai kesepakatan." Sang pemuda menghela napas menyodorkan helm.

"Kewajiban sebagai pacar, kamu harus terlihat baik di depan ibuku." Tegas Cheisia.

"Kenapa harus? Ibumu saja terlihat tidak menyayangimu." Neil mengangkat salah satu alisnya.

"Karena, nanti siang aku akan membuat kue bersama ibumu. Jika kamu bersedia melakukannya." Jawaban penuh senyuman dari Cheisia, membuat Neil luluh seketika.

Jika ada harapan untuk tujuan hidup ibunya. Maka, apapun akan dilakukan olehnya. Karena itu, dalam tiga detik, raut wajah malas, keji, dingin bagaikan iblis itu berubah, menjadi malaikat yang tersenyum cerah.

Pemuda yang melangkah mendekati Sela."Pagi bibi, aku kemari untuk menjemput Cheisia. Jika bibi mengijinkannya. Aku berjanji Cheisia akan sampai dengan selamat ke sekolah."

Gila! Begitu baik dan penuh sopan santun bocah ini. Membuat Cheisia tidak dapat berkata-kata, pantas saja, sosok suaminya sebelum waktu terulang bagaikan memiliki dua sisi. Manis, begitu perhatian, tapi obsessive dan protektif, mengerikan.

"Sebenarnya bibi---" Kalimat Sela disela.

"Sayang, ibumu tidak mengijinkan aku mengantarmu. Lebih baik kamu naik mobil diantar supir. Biar aku mengikuti mobilmu. Jadi anak yang penurut ya? Orang tuamu, lebih penting dibandingkan denganku. Mereka yang membuatmu berada di dunia ini." Begitu baik bagaikan malaikat kalimat yang keluar dari mulut Neil.

Padahal aslinya, pemuda itu memang menginginkan ini."Ayo! Naik mobil saja! Jika kamu memelukku terlalu erat, dan berbisik di telingaku, maka kita bisa kecelakaan! Dasar stalker gila!" Batinnya.

"Kakanda, tapi Kakanda sudah datang jauh-jauh kemari." Cheisia menatap bagaikan iba, padahal aslinya memang ingin berboncengan dengan sang pujaan hati.

"Aku tidak apa-apa. Jika itu membuat ibumu merasa lebih nyaman. Ini juga salahku, karena membuatmu pulang terlalu larut kemarin. Karena itu naik mobil ya? Biar aku yang mengiringi." Benar-benar lembut kalimat demi kalimat pemuda ini, bagaikan iblis yang tengah menyembunyikan tanduknya, berganti dengan sayap putih malaikat yang benar-benar lebar.

"Kakanda..." Cheisia memandang penuh rasa iba. Ingin sang pujaan hati membonceng nya.

"Tapi jangan katakan pada ayahmu. Kalian boleh naik motor, jangan kemana-mana langsung ke sekolah. Selama pacaran tidak boleh pelukan atau ciuman, apalagi membuat anak. Mengerti?" Tegas sang ibu.

"Hore!" Teriak Cheisia, memeluk ibunya.

"Sial!" Batin Neil, masih tersenyum secerah malaikat.

"Tapi ibu... ciuman boleh ya? Kalau boleh aku janji tidak akan membuat anak. Janji! Lagipula aku akan selalu jujur dan meminta ijin ibu." Kembali Cheisia mengeluarkan ekspresi manjanya. Matanya berkaca-kaca penuh harap."Aku akan belajar tentang bisnis kecil-kecilan. Janji menjadi anak yang baik. Tidak terjerat pergaulan bebas. Akan menyayangi Bianca sepenuh hati. Boleh ya?"

"I... ibu...." Sela terdengar ragu.

"Terimakasih ibu!" Belum juga menjawab, Cheisia mengeratkan pelukannya.

Menghela napas kasar, bingung harus bagaimana. Apa dirinya dapat mempercayai pemuda ini? Atau lebih mempercayai kata-kata Hazel.

"Aku tidak akan melakukan hal yang terlewat batas dengan Cheisia. Karena dia begitu berharga bagiku." Lagi-lagi kalimat yang meluluhkan hati Sela, keluar dari mulut sang pemuda yang bagikan berlapiskan madu.

"Dia pembawa sial! Makhluk yang paling aneh dan absurb, membuatku begitu kesal dan tidak tau harus bagaimana. Bahkan semalaman aku kesulitan tidur karena terbayang wajahnya yang seperti bebek. Jadi tidak mungkin aku jatuh cinta dan menyentuhnya." Batin Neil, masih dengan senyuman palsu menyungging di wajahnya.

"Hati-hati di jalan. Sampai sekolah langsung hubungi ibu." Sang ibu menghela napas, benar-benar harus berhati-hati dan mengawasi pergaulan putrinya kali ini. Putri kecilnya yang begitu manis.

*

Mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Ingin segera sampai di sekolah, sebelum wanita ini berbisik lagi di lehernya.

"Kakanda..."

"Diam! Selama perjalanan dilarang bicara!" Tegas Neil.

"Jangan galak-galak begitu. Semalam saja merayuku dengan mengatakan cintamu sekeras batu."

"Kapan?" Tanya Neil tidak mengerti.

"Kemarin itu... gambar baru, itu artinya cintamu sekeras batu karang bukan?"

"Halumu (imajinasimu)!" Neil menghela napas, merasakan gadis ini mulai diam. Memeluk tubuhnya dari belakang dengan kepala menyandar pada bagian punggungnya.

"Neil, taukah kamu, kenapa aku memilih mati bersamamu? Karena aku merasa dunia ini begitu gelap, saat kematianmu. Jika aku diminta mengulangi hal yang sama lagi, maka aku akan tetap memilih untuk mati. Karena hanya kamu yang percaya dan mengasihiku tanpa imbalan..." Ucap Cheisia pelan.

"Kamu bilang apa?" Tanya Neil tidak mendengar dengan jelas.

"Aku bilang, kemampuan ranjangmu pasti luar biasa." Teriak Cheisia di telinga Neil.

Neil segera menghentikan laju motornya."Turun!" Bentaknya merasakan telinganya benar-benar sakit.

"Tidak mau! Antar jemput adalah kewajiban pacar." Cheisia merungut.

"Kalau begitu diam." Neil berusaha keras tersenyum.

"Baik! Tapi bilang dulu Adinda tersayang..."

Benar-benar kesal rasanya. Tapi ini demi ibunya."A....A... Adinda tersayang."

Cheisia tersenyum, tapi ada yang aneh kali ini bagi Neil."Kamu adalah pria yang membuatku bahagia..."

Satu kalimat yang membuat hati Neil merasakan hal yang aneh. Kembali melajukan motornya, sembari sesekali melirik ke arah spion. Kenapa dirinya tidak dapat mengalihkan pandangannya dari Cheisia? Kenapa semalam dirinya tidak bisa tidur?

Wanita ini adalah pengaruh buruk untuknya. Saat ibunya sembuh nanti, dirinya akan mengakhiri semuanya. Tidak ada status kekasih lagi, tidak akan pernah mau bertemu wanita ini lagi, selamanya.

*

Kala motor terhenti, seisi sekolah gaduh. Cheisia Muller, siswi baru, tiba-tiba datang dengan Willem Alexander Niel Andreas?

"Apa aku bermimpi?" Tanya Risa.

Plak!

Jessi memukul pipi sahabatnya."Apa sakit?" tanya Jessi.

"Sakit! Setan!" Geram Risa.

"Berarti kita tidak sedang bermimpi." Kalimat tidak tahu malu dari Jessi.

"Ada apa? Ada apa? Ada gosip terbaru ya?" Tanya Tantra yang bergerak bagaikan bunga Peony kebanyakan air.

Terpopuler

Comments

Hira Lee

Hira Lee

sing eling Cheisia

2024-12-29

0

Kusii Yaati

Kusii Yaati

benar2 somplak /Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-11-30

1

aryuu

aryuu

bunga Peony kebanyakan air/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-11-23

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!