Tubuhmu

Ibu mertua merupakan sesuatu yang menakutkan baginya. Dulu sebelum waktu terulang Elisa (ibu Hazel) begitu membencinya, walaupun hanya berstatus tunangan Hazel. Begitu juga dengan ibu tiri Neil, yang merupakan dalang dibalik kematian suaminya.

Benar! Ada tiga orang yang bertanggung jawab atas kematian Neil sebelum waktu terulang. Bianca, istri kedua Albert, dan satu orang wanita lagi yang entah siapa.

Karena itu ibu mertua merupakan hal terburuk baginya. Tapi apa benar demikian?

Wajah Yulia yang pucat, tubuhnya begitu kurus. Tapi wanita ini tetap terlihat elegan, kala perlahan meminum teh hijau.

"Kamu menyukai Neil?" Tanya Yulia, dijawab dengan anggukan penuh keseriusan oleh Cheisia.

Yulia menghela napas kasar, terdiam sejenak. Perlahan dirinya tersenyum."Aku sempat khawatir Neil tidak akan memiliki tujuan hidup jika suatu saat aku meninggal. Tapi melihat keberadaanmu, aku lega..."

"Tante...maaf! Aku akan memanggilmu ibu, karena kamu akan menjadi ibu mertuaku." Ucap Cheisia penuh ketegasan, dijawab dengan anggukan serius dari Yulia, yang sejatinya benar-benar menahan tawanya.

"Begini, ini tidak masuk akal." Lanjut Cheisia menggelengkan kepalanya heran.

"Tidak masuk akal?" Yulia mengernyitkan keningnya.

"Benar! Ibu tidak selingkuh. Tapi suamimu yang selingkuh. Dan pada akhirnya ibu yang menderita? Seharusnya mereka yang menderita. Gila saja! Betapa jahatnya melukai ibu mertua seorang Cheisia." Komat-kamit mulut gadis itu membuat Yulia tertawa kecil.

"Mudah mengatakannya, karena kamu belum pernah kehilangan tujuan hidup." Yulia menatap ke arah hujan di luar sana. Dalam rumah kaca tempat mereka berada saat ini.

Cheisia berusaha tersenyum, benar-benar berusaha. Tapi, air matanya tetap menetes juga."Aku pernah, rasanya menyakitkan, ketika mencintai sepihak. Sementara orang yang kita cintai mencintai orang lain. Rasanya... seperti kematian lebih indah."

Sebuah kalimat yang membuat Yulia tertegun. Raut wajah dan dari ekspresinya bagaikan Cheisia pernah mengalaminya.

Pernah? Sejatinya pernah, sebelum waktu terulang, Hazel, Sela (ibu Cheisia) dan Dirgantara (ayah Cheisia) membenci dirinya karena hasutan Bianca. Hanya Neil yang mempercayai dan menerimanya saat itu. Sebuah luka mendalam yang tidak akan mudah diobati.

"Apa Neil memperlakukanmu dengan buruk? Setelah pulang aku akan memberi hukuman pada anak itu!" Anggapan yang salah dari Yulia.

Sedangkan kali ini Cheisia yang tertawa."Bukan Neil, Neil begitu baik padaku. Tapi, intinya aku hanya ingin mengatakan, jangan lukai orang yang mencintai ibu (Yulia) dengan tulus. Mereka tidak pantas mendapatkannya, balaslah orang-orang yang mencintaimu dengan kasih sayang. Jangan pernah pedulikan atau melihat orang yang tidak mencintaimu. Buat apa ibu mencintai pria yang benihnya tersebar dimana-mana."

"Hah..." Yulia menghela napas."Aku tidak dapat berkata-kata karenamu."

"Mulai sekarang aku akan datang kemari setiap hari. Memastikan ibu makan tiga kali sehari, turun dari kursi roda belajar berjalan bahkan berlari. Meminum obat dan suplemen, agar kita bisa berbelanja dan ke salon bersama. Tentunya Neil yang bayar..." Kalimat terakhir yang membuat Yulia tertawa lepas.

Anak ini seperti seorang teman yang memberinya motivasi dan suasana hati yang lebih baik.

"Makan yang banyak! Ibu terlalu kurus, nanti tidak ada baju di mall yang cocok dengan ukuran ibu." Cheisia menyuapi Yulia dengan cheese cake.

Perlahan wanita itu bersedia makan. Dalam hatinya menantikan kejutan apa lagi yang akan didapatkannya saat dengan Cheisia.

"Om Enric juga ayo ikut makan!" Teriak Cheisia memanggil pria yang duduk di kursi taman memanjang."Jangan malu-malu kucing. Ikan asin sudah tersedia disini."

"Anak ini..." Enric menghela napas kasar, berjalan mendekati mereka. Rasanya kehabisan kata-kata dengan adanya gadis ajaib ini.

Tapi perlahan dirinya tersenyum, menatap ke arah Yulia yang terlihat lebih hidup. Tertawa mendengarkan semua cerita Cheisia tentang Neil.

Hingga kala dirinya menikmati teh.

"Kalau ibu tidak mencintai ayah mertua lagi. Lebih baik bercerai, kemudian PDKT (pendekatan) dengan om Enric." Kalimat ceplas-ceplos dari Cheisia.

Pyur!

Sukses membuat Enric menyemburkan tehnya. Bagaikan Mbah dukun yang tengah menjampi-jampi.

"Anak ini benar-benar tidak dapat menjaga mulut!" Geram Enric, bersamaan dengan Cheisia yang kabur. Dengan cepat pula Enric mengejar, membawa sepotong cheese cake yang hendak dilemparkannya pada Cheisia..

Sedangkan Yulia hanya kembali tertawa melihat tingkah mereka. Enric dari dulu memang kekanak-kanakan, tapi selalu membuatnya terhibur.

*

Hari sudah sedikit larut saat itu. Matanya menatap ke arah beranda dimana hujan telah reda. Sedangkan Neil, memasuki mobil bersama Cheisia. Bersiap mengantar gadis itu pulang.

"Bantu aku..." pinta Yulia pada sang perawat. Ingin duduk di kursi piano dekat balkon.

Untuk pertama kalinya setelah dua tahun, Yulia kembali menekan tuts-tuts, memilih lagu di partitur yang sesuai dengan suasana hatinya.

Orange, judul lagu yang menjadi pilihannya. Bukan lagu yang populer, tapi bagaikan dirinya yang mulai ingin tetap hidup, menyaksikan kisah cinta putranya.

Sedangkan Neil yang belum menyalakan mesin mobil diam tertegun. Wajahnya tersenyum, pada akhirnya suara piano itu terdengar lagi.

"Wah...ibu pintar main piano ya?" Tanya Cheisia yang mendengarkannya samar.

"Ibuku pintar melakukan apa saja." Neil pada akhirnya menyalakan mesin mobilnya. Matanya melirik ke arah Cheisia, entah sihir apa yang dilakukan gadis ini. Hingga Yulia bersedia makan dan tertawa. Bahkan hari ini memainkan lagu dengan nada ceria.

Kala mobil meninggalkan kediaman, suasana begitu hening sejenak. Bukan mobil sport, mobil ini lebih terlihat bertipe mobil keluarga.

"Apa kamu sering mengantar ibumu ke rumah sakit menggunakan mobil ini?" Tanya Cheisia ragu, pasalnya semua anak yang memiliki status sosial setara dengan Neil menggunakan mobil sport.

"Iya, kamu minta berapa, aku akan membayar tubuhmu." Kalimat ganjil dari Neil membuat Cheisia berdebar tidak karuan, salah tingkah untuk menjawab.

"Bagaimana ini? Jika aku bilang gratis, aku akan terlihat murahan. Jika menolak, ini kesempatan bagus untuk terus bersama kakanda. Hingga suatu saat nanti menikah dan punya selusin anak..." Batinnya dengan wajah memerah.

"Ka...kamu menginginkan tubuhku?" Tanya Cheisia ragu.

"Benar, aku akan membayarmu berapapun, asalkan kamu bersedia menemui ibuku setiap hari." Jelas Neil, membuat Cheisia kecewa setengah mati.

Bagaikan sudah diterbangkan ke awan, tapi dijatuhkan ke dasar jurang. Bagaikan sudah hampir sampai kamar mandi, tapi endingnya pipis di celana.

"Ja... jadi bukan ajakan membuat anak?" Tanya Cheisia kembali berharap.

"Aku tidak menyukaimu, kamu juga tidak boleh menyukaiku. Mengerti!?" Tegas Neil, membuat Cheisia memutar otaknya kembali.

"A...aku akan menemui ibumu setiap hari. Tapi aku tidak ingin bayaran uang. Aku ingin sesuatu yang lebih bagus dari uang." Ucap Cheisia, tersenyum secerah mentari.

"Kerjasama perusahaan, deposit, perhiasan langka. Aku akan mencarinya bahkan hingga pasar pelelangan." Jawab pemuda itu, jika ada sedikit saja harapan agar ibunya kembali sehat, apapun akan dilakukan olehnya.

"Aku ingin tubuhmu..." Jawab Cheisia penuh keseriusan. Dengan cepat Neil menepikan mobilnya di pinggir jalan raya.

"Tu... tubuhku!? Kamu gila ya!? Kita masih SMU!?" Neil terdiam sejenak memijit pelipisnya sendiri. Menghela napas mengingat ciuman tadi siang."Tapi jika---"

Kalimat sang pemuda yang sempat berfikir untuk setuju, disela.

"Aku ingin jadi pacarmu! Aku janji tidak akan ada kontak fisik!" Cheisia berucap penuh kesungguhan.

Yang penting pacar, tidak bersentuhan pun tidak apa-apa. Dengan status pacar dirinya dapat mengikat leher suami liarnya.

Terpopuler

Comments

Retno Isma

Retno Isma

ini sebenernya konfliknya agak berat ya. tp dibawa santai JD ngakak Mulu bacanya .. 🤣🤣🤣
hebat thorr.... 🌹🌹🌹🌹

2025-01-18

0

Kusii Yaati

Kusii Yaati

aq suka karakter cheisia konyol,ceria dan tidak menye2 !!!

2024-11-30

2

ummah intan

ummah intan

hahaha..cheisia karaktermu unik sekali

2024-09-08

1

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!