Sedikit

Mengapa sinar matahari harus menghapus embun, jika aku lebih nyaman dengan embun?

Derai hujan masih mengguyur di luar sana. Seragam sekolah berlabel SMU ternama basah kuyup. Menebarkan hawa dingin yang menusuk kulit.

Embun terasa begitu lembut, kala lapisan airnya membasahi kaca. Samar terlihat bagaimana kedua remaja itu menikmati segalanya.

Neil ingin menghentikan Cheisia sejatinya. Tapi bagaikan tidak bisa, darahnya mengalir lebih cepat, bagaikan sensasi ini dikenali olehnya.

"Aku mencintaimu..." Lengkaplah sudah dua kata dari mulut gadis ini, di sela ciuman pertama mereka, menbuat Neil melanjutkan segalanya.

Lidah yang terbelit, bagaikan rasa serakah menyebar. Bagaimana gelisah Neil saat ini.

"Ups! Maaf!" Yulia menutup matanya menggunakan kedua tangannya. Tapi tetap mengintip dari selah jemarinya.

Neil dengan cepat mendorong Cheisia."I...ini tidak seperti yang ibu fikirkan!" Ucap sang anak gelagapan.

Sedangkan Cheisia menghela napas, tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aktingnya, sebagai penerima gelar artis terbaik dimulai."Neil sudah melecehkanku..."

Suara tangisan memilukan seperti korban pelecehan. Yang seketika membuat Yulia tertawa, seorang wanita dengan wajah pucat, masih duduk di atas kursi rodanya.

Kakinya terlalu lemah untuk melangkah. Bagaikan seseorang yang benar-benar menyerah dengan hidupnya.

"Dasar wanita ular! Bukannya tadi kamu yang menciumku!?" Bentak Neil.

"Itu kan ciuman season pertama. Tapi season kedua kan kamu yang menciumku duluan. Itu artinya season pertama kita sama-sama suka, season kedua merupakan tindakan pelecehan." Cheisia tidak mau kalah, untuk berdebat melawan remaja nakal ini.

Sedangkan gelak tawa kembali terdengar lebih kencang dari Yulia. Bagaimana ciuman bisa ada seasonnya? Bahkan season kedua Neil yang memulai lebih dulu?

"Lagipula jika dihitung-hitung tadi season ketiga bukan kedua..." Cheisia bergumam dengan suara kecil. Mengingat kecupan di sekolah.

Membuat Neil mencubit bibir gadis itu, gemas."Dasar bebek cerewet! Jangan bicara lagi di depan ibuku."

Seketika wajah Cheisia pucat pasi."I... ibu?" gumamnya, menelan ludah kasar.

Sebelum waktu terulang, dirinya tidak pernah mengetahui tentang keberadaan ibu kandung Neil. Yang dirinya kenal hanya istri kedua Albert (ayah Neil), seseorang yang ikut serta merencanakan pembunuhan dirinya dan Neil.

Tapi ibu mertua? Orang ini adalah ibu mertuanya? Tubuh wanita yang terlihat kurus, bahkan tidak dapat berdiri hanya duduk di kursi roda. Apa mungkin sebelum waktu terulang orang ini sudah meninggal?

Tidak! Dirinya harus mendapatkan perhatian ibu mertua, agar dapat menaklukkan suaminya yang begitu liar.

"Minggir;" Cheisia mendorong Neil kali ini, agar tidak menghalangi jalannya. Mendekati Yulia, menggenggam jemari tangannya."Tan... perkenalkan aku Cheisia, bersekolah di SMU yang sama dengan Neil. Boleh aku berteman dengan Tante? Nanti kita bisa ke salon bersama, join bisnis, cari supplier ke Singapore dan Bangkok liburan semester ini."

"Neil, ini pacarmu?" Tanya Yulia, berusaha keras untuk tidak tersenyum.

"Iya!" Jawab Cheisia.

"Tidak!" Bantah Neil.

"Neil, suruh pelayan menyiapkan pakaian. Bagaimana bisa kamu membawa masuk anak perempuan dalam keadaan basah kuyup." Sang ibu menatap tajam pada putranya, mengangkat salah satu alisnya."Apa kamu bermaksud menghamilinya dengan memanfaatkan cuaca dingin?"

"Mana mungkin!" Dengan cepat remaja itu berlari memasuki salah satu ruangan.

Sementara Yulia tersenyum."Neil, dia memang pembangkang dan egois. Tapi percayalah dia yang memiliki hati paling tulus."

Cheisia mengangguk."Memang hanya dia yang tulus padaku."

*

Pertama kali bertemu ibu mertua tidak begitu buruk bagi Cheisia. Kini dirinya tengah membersihkan diri, mengenakan pakaian ganti. Apa mungkin pakaian Yulia? Selera berpakaian yang benar-benar berkelas.

Mencoba mengingat-ingat segalanya sebelum waktu terulang. Neil tidak pernah menemui atau bicara sedikit pun tentang ibu kandungnya. Apa dirinya melewatkan sesuatu?

Hingga Cheisia tertegun, terdiam sejenak. Kala keluar dari kamar dirinya mengingat satu hal. Neil pernah pergi membeli bunga Krisan putih, untuk mengunjungi makam seseorang. Apa itu Yulia? Apa Yulia meninggal karena sakit?

"Aku akan mengantarmu pulang." Neil menghela napas kasar, telah menunggu Cheisia di lorong rumahnya. Tangannya memegang kunci mobil.

"Aku belum ingin pulang." Cheisia mengangkat salah satu alisnya.

"Pulang, atau aku akan melecehkanmu." Ancaman dari Neil, dengan aura membunuh yang tidak main-main.

"Ayo!" Cheisia malah menantang.

"Kalian masih di bawah umur." Tiba-tiba Yulia datang lagi. Kali ini dengan kursi roda yang didorong oleh seorang perawat."Jika ingin melakukannya, minimal tunggu dua tahun lagi. Agar cukup umur untuk melahirkan."

"Ibu! Sudah aku bilang, dia itu stalker! Ibu tau penguntit yang obsesi? Tidak mungkin aku akan menyukainya!" Tegas Neil.

"Tidak suka tapi bibirnya dikunyah juga." Sindiran telak dari sang ibu membuat putranya tidak dapat berkata-kata.

"Cheisia, hubungi orang tuamu. Katakan kamu akan pulang malam. Hujan masih deras di luar, bagaimana jika kita minum teh bersama?" Ucap Yulia pelan, penuh senyuman pada gadis ini. Sejenak pandangan matanya beralih pada Neil."Dan kamu! Pergi sana!" ucapnya mengusir putranya.

"Tante tidak boleh mengusir Neil. Aku tidak dilecehkan, ciuman tadi suka sama suka." Ucap Cheisia cepat tidak ingin situasi menjadi sulit.

"Neil memang akan sibuk sampai malam. Dia yang mewakili Tante mengurus usaha sampingan. Karena ini temani Tante sampai malam ya? Nanti setelah urusannya selesai Neil akan mengantarmu pulang." Wanita yang begitu kurus, tersenyum padanya.

Sejenak Cheisia menatap ke arah Neil, yang melihat penuh kasih pada sang ibu. Hanya bagian luarnya saja yang terlihat begitu dingin. Itulah, Willem Alexander Niel Andreas, suaminya sebelum waktu terulang.

"Pergi sana!" Cheisia ikut-ikutan mengusir Neil.

Menghela napas melihat kelakuan kedua wanita ini. Pemuda yang kini mengenakan pakaian cassual itu melangkah pergi, namun sedikit melirik ke belakang."Jangan mengatakan hal buruk pada ibuku." Pesan Neil pada Cheisia, sebelum melangkah pergi menuju beberapa restauran dan hotel milik ibunya. Mengingat kondisi psikologis Yulia yang bahkan kesulitan untuk makan.

"Baik kakanda! Adinda akan menjaga ibu mertua dengan baik." Kalimat dari Cheisia seketika membuat Yulia dan Neil merinding.

*

Uueek!

Sempat muntah, Cheisia membantu seorang perawat dan dokter untuk mengurus Yulia. Hingga Yulia kembali dibersihkan seorang perawat wanita.

"Tante sakit apa?" tanya Cheisia pada sang dokter, kala mereka tengah menunggu suster yang tengah membersihkan tubuh Yulia.

"Lebih ke penyakit psikologis dibandingkan penyakit fisik." Enric (sang dokter) menghela napas kasar.

"Penyakit psikologis?" Cheisia terlihat tidak mengerti sama sekali.

"Aku berteman dengannya dari kecil. Jadi sedikit tidaknya aku mengerti bagaimana kondisi Yulia saat ini. Dulu dia berkata saat baru saja pulang kuliah di luar negeri, sudah jatuh cinta pada seseorang. Dua tahun kemudian mereka menikah, Yulia menikah dengan Albert." Enric menghela napas, menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup.

"Setiap bertemu denganku dia selalu mengatakan betapa sempurnanya Albert sebagai seorang suami. Hingga dua tahun lalu, Albert datang bersama istri muda simpanannya dan anak mereka yang hanya berselisih usia satu tahun dengan Willy." Lanjutnya.

"17 tahun berselingkuh, bahkan diam-diam menikahi selingkuhannya? Gila!" Cheisia kini mengerti mengapa Neil tidak begitu dekat dengan keluarganya.

"Benar! Albert keterlaluan. Yulia begitu mencintainya, hingga 2 tahun ini kondisi fisiknya menurun. Hanya sedikit makanan yang dikonsumsi Yulia per harinya. Aku sudah mengusahakan berbagai cara, tapi---" Kalimat Enric disela.

"Pasti sulit menjalani cinta bertepuk sebelah tangan ya paman? Aku mengerti perasaan paman." Ucap Cheisia berurai air mata.

"Aku tidak menyukai Yulia!" Tegas Enric.

"Oh ya? Apa paman sudah menikah sekarang?" Tanya Cheisia usil.

"Tidak menikah itu pilihan. Bukan karena aku menyukai---" Kalimat Enric terhenti, kala menatap pintu yang terbuka.

Yulia berada di sana dengan senyuman secerah mentari.

"Maaf, Tante membuatmu menunggu lama." Ucapnya pada Cheisia.

"Om yakin tidak menyukainya?" Tanya Cheisia dengan suara kecil.

"Sedikit..." Jawab Enric.

Terpopuler

Comments

Anna

Anna

suka bgt sama alurnya...
ngakak gw.. hahaha
awalnya di tahan ga mau d tgl.. eh pas mama mertua bilang kerja biar dpt cuan auto diusir.. pergi sana!! 😂😂🤣🤣🤣🤣🤣

neil mulai jadi paksu takut sama istri nih.. haha

2025-01-12

0

vj'z tri

vj'z tri

ehm tidak ada yang bisa kelewat mata sakti 🤭🤭🤭🤭

2025-01-11

0

Mom Dee 🥰 IG : devinton_01

Mom Dee 🥰 IG : devinton_01

/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-11-25

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!