Pilihan

Menghapus air matanya yang keluar karena kelilipan."Sial!" Geram Cheisia menghentakan kakinya beberapa kali. Selalu saja ada penghalang dirinya dan Neil untuk bersama.

Tapi dirinya harus bersabar, harus tetap tegar. Tidak boleh gentar dengan segala ancaman, untuk bersama dengan kakanda.

Berjalan menuju kelas, mengikuti pelajaran sebagaimana mestinya. Juga belajar menerapkan prinsip kapitalis dari tiga orang teman barunya.

*

Menghela napas kasar, kala hujan menyapa. Dirinya baru saja keluar dari kelas, sementara Tantra dan Jessi ada urusan administrasi di ruang guru. Risa telah pulang lebih awal.

Menunggu sang supir yang terlambat datang. Hingga sebuah mobil yang dikenalnya berhenti di area parkir. Pemuda yang turun setelah membuka payungnya, berjalan cepat menemui Cheisia.

"Kita perlu bicara." Ucap Hazel usai menutup payungnya.

"Bicara tentang apa lagi? Kamu boleh bersama dengan siapa saja...aku tidak peduli, karena itu jangan campuri hidupku." Cheisia menghela napas menatap jenuh.

Dulu...dulu sekali sebelum waktu terulang, dirinya begitu mencintai Hazel. Begitu berharap padanya, tapi orang ini berkali-kali mengkhianati dan menyakitinya. Hanya karena hasutan Bianca. Tidak ada yang dapat diharapkannya lagi dari Hazel. Perasaannya telah menghilang bahkan sebelum waktu terulang.

"Ini tentang Bianca." Hazel menghela napas kasar, ingin sikap gadis yang dicintainya ini berubah.

"What ever (terserahlah)..." Gumamnya memutar bola mata malas.

"Cheisia kamu banyak berubah setelah sekolah di tempat ini. Lebih baik kembali ke sekolah lamamu, dulu kamu tidak seperti ini. Aku akan menyetujui perjodohan kita, jika kamu kembali seperti dulu. Jangan menggangu atau membully Bianca. Dia penyelamat hidupku." Pinta Hazel tulus, menggenggam jemari tangan wanita di hadapannya.

Tapi, kali ini Cheisia menepisnya."Aku sudah mengatakannya, tidak akan menyetujui perjodohan kita. Aku yang memulai, maka aku juga yang akan membatalkannya."

"Ke... kenapa?" Tanya Hazel tidak mengerti.

"Karena aku tidak ingin menjalani hubungan berdasarkan keterpaksaan. Kamu tidak menerimaku apa adanya, dari pada saling menyakiti, lebih baik kamu cari wanita lain yang dapat berprilaku baik pada Bianca. Sedangkan aku mencari pria lain, yang mengijinkan aku membenci Bianca." Jawaban penuh arogansi dari Cheisia.

Pemuda rupawan bukan berasal dari sekolah mereka? Tentunya menarik perhatian beberapa siswa untuk melihat. Ada beberapa orang yang membicarakan, orang ini (Hazel) kemungkinan besar merupakan kekasih Cheisia.

"Cheisia! Jangan begini! Bianca tidak pernah mengganggumu. Kenapa kamu bersikap kasar padanya. Dia hanya ingin menjadi adikmu." Hazel kembali meyakinkan.

"Jalan fikiran kita sudah tidak cocok. Lagipula dari awal kita bukan sepasang kekasih. Kita dekat karena aku yang ingin dijodohkan denganmu. Ibumu juga lebih menyukai Bianca dibandingkan denganku. Bianca menginginkanmu, karena itu berhentilah menjadi naif. Aku tidak akan menghalangi lagi, kamu boleh pacaran dengan Bianca." Jelas Cheisia panjang lebar, ingin Hazel berhenti menganggu hidupnya.

Karena inilah juga dirinya selalu merasa bersalah pada Neil. Kenapa di akhir hidupnya, sebelum waktu terulang, dirinya malah meninggalkan apartemen. Kembali ke rumah orang tuanya, bahkan sempat bertemu dengan Hazel? Mungkin Neil mengetahui segalanya, hingga permintaan terakhir dari suaminya, ingin Cheisia melanjutkan hidup dan menemukan pria yang dapat membahagiakannya.

Tapi tidak, dirinya memilih mati bersama Neil. Kala waktu terulang juga akan sama. Neil... satu-satunya orang yang mempercayai dan menerimanya apa adanya.

"Cheisia! Aku tidak pernah mencintai Bianca! Semuanya hanya karena rasa terimakasih. Yang aku cintai adalah---" Kalimat Hazel yang memegang kedua bahu Cheisia terhenti.

Kala seseorang menarik tangan Cheisia, membawa sang remaja ke dalam dekapannya.

"Apa ini? Kamu membuatkan bekal untukku, tapi diam-diam bertemu mantan pacarmu?" Tanya Neil dengan raut wajah dingin, menatap penuh hina pada Hazel.

"Bu...bukan begitu." Cheisia benar-benar gugup saat ini. Begitu hangat dekapan Neil, Neil remaja yang begitu dingin. Tapi tetap saja ini ... Neil -nya.

"Cheisia! Dia siapa? Bukannya dia orang yang ikut tawuran? Kamu pindah ke sekolah ini karenanya?" Tanya Hazel mengepalkan tangannya. Apa Cheisia mulai mencintai pria lain? Tidak! Tidak boleh.

"Iya, dia stalker (penguntit) yang bahkan tau ada dua luka gores di pahaku. Menurutmu hubungan seperti apa yang kami jalani? Sedekat apa hingga---" Kalimat Neil disela.

"Cheisia! Pria ini tidak baik untukmu. Dia hanya menginginkan tubuhmu!" Hazel hendak menarik pergelangan tangan Cheisia. Namun Neil mencegahnya.

"Tau strata sosial? Kamu hanya berada di tengah piramida, setara dengan Cheisia. Jadi jangan menggangguku, jika tidak ingin aku injak." Sebuah aura penuh tekanan tidak main-main. Bagaimana naga yang tengah berhadapan dengan beruang kutub.

Cheisia menonggakkan kepalanya, betapa keji suaminya. Tapi anehnya dirinya suka. Satu kecupan didaratkannya pada bibir Neil. Membuat sang pemuda membulatkan matanya.

"Ciuman pertamaku!" Batin Neil, berusaha keras menahan raut wajahnya datar. Padahal dalam hati antara marah dan bahagia.

Tapi Hazel tidak dapat menahan rasa cemburunya lagi. Menarik pergelangan tangan Cheisia dengan lebih kencang kali ini.

Neil menghela napas kasar. Melepaskan tangan Hazel dari pergelangan tangan Cheisia.

"Kita pulang bersama." Ucap Neil, menarik tangan Cheisia di tengah hujan lebat. Dengan senang gadis itu mengikuti.

Sedangkan Hazel terpaku diam, bagaikan ada lubang kosong dalam dirinya menatap Cheisia bersama dengan pria lain. Menghela napas berkali-kali, andai saja Bianca tidak mendonorkan hati padanya...

Tidak! andai saja, Cheisia dapat bersikap lebih baik pada saudara angkatnya.

*

Naik setelah Neil menyodorkan helmnya. Sebuah motor sport berwarna merah, melaju meninggalkan area sekolah di tengah hujan. Sekujur tubuh mereka basah kuyup, untuk pertama kalinya Cheisia berboncengan dalam keadaan seperti ini.

"Kamu menyukainya?" Tanya Neil yang tengah memacu kendaraannya dalam kecepatan sedang.

"Tidak! Aku menyukaimu..." Tiga kalimat yang entah kenapa membuat pemuda dingin itu bahagia. Tapi, siapa yang tau apa yang ada di dalam hatinya, jika tidak diucapkan.

"Aku membencimu." Ucap Neil, berusaha untuk tidak bahagia.

Cheisia mengeratkan pelukannya pada perut Neil."Aku tau, benci lah aku..."

"Sekali lagi aku tanya, kamu tau darimana tentang tahilalat dan luka gores?" Tanya Neil lagi, mengalihkan fikirannya.

"Menurutmu?" Tanya Cheisia menjilat telinga Neil, membuat pemuda itu gugup seketika. Hingga menghentikan laju motornya, di pinggir jalan raya.

Titik sensitif yang hanya diketahui Cheisia sebelum waktu terulang. Menggoda suaminya berhubungan di ranjang? Itu sudah biasa dilakukan olehnya.

"Berhenti bersikap aneh!" Bentak Neil.

"Aku tidak aneh, kamulah yang aneh." Cheisia mengangkat sebelah alisnya.

Neil menghela napas kasar. Kesal setengah mati rasanya menghadapi wanita aneh ini. Kembali melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.

Tidak ada kata yang terucap dari mulut Cheisia. Hanya satu yang ada di benaknya. Neil tidak akan melukainya.

Hingga motor tersebut memasuki gerbang rumah yang tidak begitu besar. Neil kembali menarik tangan Cheisia guna masuk ke dalam rumah.

Brak!

Kala pintu ruang tamu tertutup. Tubuhnya dipojokkan, tepat di balik pintu."Sekarang katakan, bagaimana kamu bisa tau," bisik Neil dengan nada suara berat.

Tapi hal yang tidak terduga terjadi, Cheisia berjinjit, mengalungkan tangannya pada leher Neil."Aku tau semuanya..."

Gadis aneh yang membuka mulutnya, mencium sang pemuda. Kali ini bukan kecupan singkat seperti sebelumnya.

Terpopuler

Comments

Kusii Yaati

Kusii Yaati

aq jadi malu sendiri dgn tingkah cheisia 🙈🙈🙈

2024-11-30

1

Retno Isma

Retno Isma

inget umur neng ... masih bocil 🤦🤦🤦

2025-01-18

0

lady rose

lady rose

dasar cegil....go go go cheisia

2025-01-01

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!