Dalam Kotak Nasi

Kendaraan mewah yang mengantarkannya, berhenti di tempat parkir sekolah elite. Mungkin jika di sekolah biasa, dirinya akan menjadi pusat perhatian. Di sekolah ini tidak, disusul beberapa mobil yang mengantarkan tuan mereka.

Hingga mobil berwarna pink yang disetir sendiri oleh Tantra tiba. Pemuda yang turun, kemudian mengeluarkan cermin genggam guna merapikan rambutnya. Memastikan betapa pentingnya kecantikan.

Barulah bergabung dengan ketiga temannya, Risa, Jessi dan Cheisia. Mereka memang anak orang yang dapat dikatakan kaya. Tapi bukan merupakan siswa populer di sekolah ini. Sekali lagi, mereka hanya berada di tengah-tengah piramida. Masih ada banyak tingkatan atas yang lebih tinggi dari mereka.

"Bagaimana ini, kulitku makin mulus." Tantra meraba pipinya sendiri.

"Benarkan? Perawatan spa kemarin memberikan efek bagus. Cheisia kamu jadi join bisnis cafe kan? Nanti siang kita ke notaris. Satu lagi, tentang pakaian branded juga jadi kan?" Tanya Risa mencari penanam modal lebih banyak lagi. Terlebih Cheisia kini merupakan bagian dari mereka.

"Tentu saja, untuk mendapatkan kakanda. Adinda harus menjadi orang yang hebat." Semangat membara dari Cheisia, yang mungkin akan membuat Neil bertambah merinding.

"Ka...kakanda? Dan Adinda?" Tantra tidak bisa menahan tawanya. Sebuah istilah yang begitu konyol baginya.

"Benar! Itu panggilan kesayanganku dan Neil---" Kalimat dari Cheisia membuat Tantra kembali menutup mulut teman barunya itu.

"Jangan sembarangan berucap tentang Willy. Ingat! Dia berada di kasta tertinggi sekolah ini. Bagaimana jika dia membuatmu menyesal sekolah di tempat ini? Bagaimana jika dia menghancurkan bisnis keluargamu? Bagaimana jika dia membuat semua orang melakukan pembullyan padamu?" Tanya Tantra begitu terlihat cemas.

Cheisia melepaskan tangan Tantra yang menutupi mulutnya."Bagaimana jika dia mengikatku di tempat tidur? Mengunciku dalam apartemen. Lalu melecehkanku, menjadikan aku sebagai miliknya seorang..."

"Nah! Kamu mengerti!" Ucap Jessi.

"Maka, aku akan pasrah..." Lanjut Cheisia, membuat teman-temannya tidak dapat berkata-kata. Bahkan ingin rasanya membenturkan kepala sahabatnya ke tembok, agar sadar diri.

Tapi, suasana di tempat ini terlalu tenang. Benar-benar tenang, mata Cheisia melirik ke kelas lain yang terletak di lantai 3.

Neil terlihat di sana, tepatnya jendela lantai 3, mengawasinya, menatap tajam bagaikan naga yang akan menelannya.

"Neil sayang! Kakanda!" Cheisia berteriak dari bawah sana. Membuat Neil yang pada awalnya menatap tajam, melihat ke arah lain salah tingkah, pura-pura tidak memperhatikan.

"Cheisia hentikan!" Pinta Jessi, tapi sayangnya temannya ini benar-benar tidak mendengarkan.

Membuat perhatian semua orang tertuju pada Cheisia. Seakan mereka menantikan bagaimana Cheisia akan mengalami pembullyan setelah ini.

"Neil...aku mencintaimu..." gumam Cheisia dengan ekspresi yang berubah sedih. Menatap punggung Neil dari jauh. Masih terbayang di benaknya bagaimana Neil bersedia menerima tiga tembakan, agar dirinya (Cheisia) dibiarkan hidup. Pesan terakhir dari sang suami, yang menyatakan agar Cheisia dapat melanjutkan hidup dan mencari pria yang dapat membahagiakannya.

Tidak! Waktu kini berputar ulang. Hanya akan ada Neil dalam hidupnya. Tidak akan ada yang dapat menghalanginya lagi.

*

Kala jam istirahat tiba, dirinya mengendap-endap mendekati kelas dimana Neil berada. Walaupun ada cafetaria, tapi entah kenapa dirinya ingin membawakan bekal penuh cinta.

Perlahan dirinya mengintip. Menatap ke arah Neil yang hanya melihat ke arah jendela.

"Willy (panggilan Neil), aku membawakan oleh-oleh untukmu dari France. Ini parfum edisi terbatas." Seorang wanita yang lebih cantik dari Cheisia mendekati Neil. Membuat Cheisia kesal setengah mati.

Neil hanya melirik kotak berisikan parfum pria di dalamnya."Mau tidur di ranjangku?" tanya Neil membuat wanita itu gugup.

Sedangkan Cheisia yang mengintip menelan ludahnya. Bagaimana jika wanita itu menjawab bersedia? Apa Neil memang tidur dengan berbagai wanita di masa mudanya?

"Ji...jika menghabiskan malam bersama. Aku bersedia menginap." Tidak melewatkan kesempatan siswi itu menunduk gugup.

Srak!

Prang!

Neil melempar botol parfum hingga pecah berkeping-keping."Kamu merendahkan ku, dengan mengatakan aku gigolo yang dapat dibeli dengan parfum seharga 250 euro (sekitar 4,4 juta rupiah)?"

"A...aku salah! Maaf! Maaf!" Dengan cepat gadis itu melangkah pergi, membuat Cheisia yang masih mengintip menghela napas lega.

Dirinya benar-benar bertaruh kali ini. Berbeda dengan Neil dewasa sebelum waktu terulang, dimana begitu lembut membelai dan melilit tubuhnya. Neil saat ini, seperti harimau menyeramkan, memiliki cakar dan taring yang tajam.

"Aku harus berani. Dia Neil yang selalu membuatkan makanan setiap pagi untukku. Dia Neil yang paling memahami dan mempercayaiku..." Batin Cheisia, mencemaskan keselamatan hidupnya.

Jantungnya berdegup cepat, remaja rupawan dengan tatapan dingin. Orang-orang di kelas ini juga menatap sinis padanya.

Dengan kekuatan bulan dan segala keberanian, Cheisia mengulurkan tangannya, memejamkan matanya sembari menyodorkan kotak bekal."Kakanda! Adinda membuatnya dengan susah payah untukmu!"

Neil hanya diam sejenak, tatapan matanya masih dingin. Benar-benar tsundere sejati pemuda ini. Perlahan mengangkat tangannya, hendak meraih kotak bekal.

Namun.

Srak!

Brak!

Siswa lain merebutnya dari tangan Cheisia, sebelum Neil menggapainya. Melemparkannya ke lantai.

"Berani-beraninya kamu mengganggu Willy (Neil) lagi! Willy hanya makan makanan yang disiapkan koki khusus! Dasar tidak tau status." Kalimat dari seorang siswa, menertawakan Cheisia.

Mengaggap dirinya akan meraih simpati Neil, mungkin sebagai orang kepercayaan atau anak buah?

"Aku membuatnya dari pagi." Cheisia menatap ke arah bekal buatannya yang hancur. Nasi berbentuk hati, ditambah dengan berbagai hiasan yang lucu. Untuk pertama kalinya dirinya membuat kotak bekal tapi berakhir seperti ini.

"Dengar! Sekali lagi kamu mengganggu Willy, kami akan membuat perhitungan denganmu." Ucap sang siswa, bersamaan dengan siswa lainnya yang tersenyum, bagaikan bersiap untuk membully Cheisia.

Padahal Neil tidak mengatakan apapun. Bahkan belum sempat mengatakan apapun.

"A...aku maaf!" Cheisia pada akhirnya pergi dari kelas tersebut, meninggalkan kotak bekalnya di lantai.

Samar Neil melihatnya. Wanita itu menangis? Mengapa ada yang mengganjal di dadanya saat melihat Cheisia pergi? Ada rasa kesal tersendiri melihat Cheisia diganggu orang lain.

"Willy, aku sudah melindungimu dari stalker tidak tau diri. Tenang saja, jika dia mengganggumu lagi, kami akan merobek pakaian---" Kalimat sang siswa terhenti kala Neil berdiri dari tempat duduknya.

"Memangnya kamu siapa, ingin mencampuri urusan pribadiku?" Tanyanya dengan raut wajah tanpa ekspresi.

Brak!

Bagian perut pemuda itu ditendang dengan kekuatan yang tepat. Menyebabkan rasa sakit tapi tidak mengakibatkan cidera fatal.

Tidak ada reaksi apapun dari Neil, yang melangkah pergi. Matanya sedikit melirik ke arah nasi berbentuk hati, entah kenapa tangannya bergerak mengambil kotak nasi kosong akibat isinya yang berhamburan.

Tidak ada satupun siswa yang berani bertanya, mengingat fikiran pemuda itu tidak dapat ditebak sama sekali.

Wajahnya tersenyum bagaikan iblis."Aku akan mengembalikan kotak bekal ini..."

Membuat semua siswa di kelas itu meyakini Neil benar-benar membenci Cheisia.

Tapi apa benar? Ada rasa bahagia tersendiri, bagi sang pemuda, menemukan alasan untuk kembali bertemu dengan... stalker? Atau ayang? Entahlah...

Terpopuler

Comments

Kusii Yaati

Kusii Yaati

memang kamu putri serenity dgn kekuatan bulan akan menaklukkan pangeran takxido bertopeng, sailor moon kali ah 🤭

2024-11-30

2

vj'z tri

vj'z tri

enak dapat pukulan maut dari kakanda 🤭🤭

2025-01-11

0

glade🌊

glade🌊

kewren👍

2025-02-10

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!