Tujuan Baru

Willem Alexander Niel Andreas, itulah namanya. Menghela napas kasar usai menghubungi orang-orang yang bertanggung jawab mengelola usaha ibunya.

Masih memakai seragam sekolah. Ragu? Itulah perasaannya yang hendak memasuki kamar sang ibu. Begitu canggung, baru setahun yang lalu dirinya keluar dari akademi dan pindah ke sekolah umum. Tidak pernah bertemu dengan ibunya selama itu.

Tapi.

Menghela napas kasar, terkadang dirinya merindukan sang ibu. Benar-benar ragu, terasa ragu, tapi tidak ada yang dipercayai untuk bercerita.

Wajah sang ibu terlihat pucat. Penyakit? Entah sakit apa, perlahan dirinya masuk. Menelan ludahnya sendiri.

"Neil..." Sang ibu tersenyum, tapi hanya sejenak perlahan senyuman itu pudar.

Kamar yang begitu besar, dengan piano klasik di dalamnya. Terdapat rak besar yang dipenuhi dengan buku. Entah sejak kapan ibunya yang ceria menjadi seperti ini.

Sakit-sakitan, tinggal di rumah peristirahatan seorang diri. Apa ini karena ayahnya membawa istri simpanannya? Bahkan membawakan adik tiri yang selama ini disembunyikan?

Entahlah, dirinya mendekati sang ibu.

"Aku menjenguk ibu..." ucapnya mengambil buah apel, kemudian mengupasnya untuk Yulia (ibu Neil).

Tidak ada pembicaraan diantara mereka. Lebih tepatnya tidak ada bahan pembicaraan sama sekali. 10 tahun sudah tinggal dengan sang kakek, membuat Neil tidak tahu harus membicarakan apa ketika bertemu dengan ibunya.

Menatap sang ibu yang menoleh ke arah jendela. Seakan telah kehilangan tujuan hidup, setelah mengetahui suaminya memiliki istri simpanan yang bahkan disembunyikan selama belasan tahun.

"Bagaimana harimu di sekolah yang baru?" Tanya sang ibu memulai pembicaraan. Biasanya Neil akan menjawab tidak ada yang menarik.

Tapi saat ini berbeda.

"Ibu tau, ada wanita yang benar-benar aneh. Pertama kali bertemu denganku dia melamar ku di hadapan umum." Cerita dari putranya, menbuat Yulia (ibu Neil) menipiskan bibir menahan tawanya.

"Apa kamu menerimanya? Jika iya, ibu harus segera mempersiapkan pernikahanmu." Yulia mengangkat salah satu alisnya.

"Te... tentu saja tidak! Dia memang cantik. Kalau berucap seperti anak bebek. Tapi dia aneh, aku tidak menyukainya." Jawab Neil gugup.

"Benar kamu tidak menyukainya?" Sang ibu meyakinkan.

"Aku tidak mengerti. Kenapa dia mengikutiku hingga ke sekolah. Dia wanita aneh yang bahkan bisa tau ada luka gores di pahaku. Ibu...dia aneh! Aku membencinya..." Neil menghela napas berkali-kali, membuat Yulia semakin menahan tawa melihat tingkah aneh putranya.

"Kalau begitu boleh ibu bertemu dengannya?" Tanya Yulia, membuat Neil membulatkan matanya.

"Tidak! Sudah aku bilang dia pengganggu. Dia stalker (penguntit) yang bahkan tau ada tahilalat di bawah perutku. Gila! Setiap kata-katanya memuakkan. Katanya dia ingin tidur denganku. Benar-benar wanita yang membuat merinding. Aku tidak menyukainya sama sekali, tidak akan pernah!" Tegas Neil tidak pernah semarah ini.

"Apa dia cantik?" Tanya Yulia menyadari ada yang aneh dengan putranya. Tidak pernah membicarakan wanita sampai seperti ini.

"Ca... cantik itu relatif." Jawab Neil membuat alasan untuk menghindar dari pertanyaan.

"Relatif? Yang benar? Apa sesuai dengan tipemu?" Sang ibu memandang sinis.

Neil tertawa kecil, kemudian menyuapi ibunya dengan potongan apel."Mana mungkin aku menyukai seorang stalker (penguntit). Jika aku menyukainya, bahkan bertekuk lutut mengemis cintanya. Itu artinya aku sudah tidak waras! Ibu harus segera mengikatku dan membawaku ke rumah sakit jiwa."

"Benarkah?" Tanya sang ibu yang kali ini kembali bersedia menerima suapan buah apel dari putranya.

Dalam dua tahun ini, untuk pertama kalinya dirinya tersenyum. Untuk pertama kalinya Niel begitu lepas bercerita tentang seseorang. Putranya yang dingin, kini bercerita bagaikan remaja yang tengah... jatuh cinta?

"Benar! Aku akan memberikannya pelajaran." Tegas Neil.

"Bagaimana caranya?" Tanya sang ibu tertarik. Ingin mengetahui kisah cinta putranya hingga akhir.

"Mengirim orang untuk melukainya... tidak! Itu terlalu kejam untuk anak perempuan. Apa sebaiknya aku membuatnya keluar dari sekolah?" Tanya Neil meminta pendapat sang ibu.

"Jika dia keluar dari sekolah, kamu tidak dapat bertemu lagi dengannya. Bagaimana jika kamu rindu padanya?" Tanya sang ibu membuat Neil kembali membulatkan matanya.

"Mana mungkin aku rindu. Ibu, dia itu stalker (penguntit), aku membencinya. Ibu harus ingat itu!" Neil kembali menyuapi ibunya dengan buah apel.

"Maksud ibu, rindu untuk memberinya pelajaran. Bukan rindu jatuh cinta. Apa jangan-jangan kamu menyukainya?" Tanya sang ibu. Dijawab dengan gelengan kepala oleh Neil.

Putranya yang tertarik pada seorang wanita, membuat dirinya perlahan melupakan masa depan suram. Menghela napas kasar, bagaimana jika Neil memiliki anak nanti? Apa akan lucu? Seperti apa wanita yang disukai oleh putranya?

Masa depan yang selama ini abu-abu dalam bayangannya bagaikan terlihat sebuah bayangan. Dimana melihat kebahagiaan putranya yang selama ini bahkan jarang bicara.

Untuk dapat melihat segalanya dirinya harus kembali kuat untuk melangkah dari kamar ini.

"Siapa namanya?" Tanya sang ibu.

"Cheisia Muller, ibu harus ingat! Aku mencari informasi tentangnya bukan karena menyukainya. Tapi hanya karena aku ingin tau, bagaimana dia mencari informasi tentang tahilalat dan bekas luka di pahaku." Tegas Neil, masih terlihat kesal.

"Lalu hasilnya?" Tanya Yulia.

Tidak ada jawaban, putranya hanya menghela napas. Sedangkan gelak tawa terdengar dari sang ibu. Menyenangkan melihat putranya yang dingin dan kejam, resah gelisah seperti saat ini.

*

Hazel, pemuda yang telah merencanakan pertunangannya dengan Cheisia. Itupun atas permintaan Cheisia yang menyukai, sepihak?

Tidak, Hazel juga menaruh perasaan pada Cheisia. Namun, begitu terikat hutang budinya pada Bianca, yang mengaku telah mendonorkan hatinya pada Hazel. Tapi apa benar? Bukankah Hazel hanya berpaku pada pernyataan sepihak dari Bianca? Sedangkan sang pendonor asli merahasiakan identitasnya.

Mengernyitkan keningnya kala membaca pesan dari Bianca.

"Dari Bianca lagi?" Tanya Reza (teman Hazel), yang kini berada satu fakultas dengannya.

"Iya..." Hazel menghela napas kasar."Cheisia benar-benar sudah keterlaluan. Dia membawa beberapa temannya dari sekolah baru, untuk menghina Bianca."

"Bianca memang pantas dihina. Ingat dulu bagaimana hubunganmu dengan Cheisia, sebelum Bianca hadir diantara kalian, bagaikan kuntilanak penunggu pohon jambu biji, di tengah romansa Romeo dan Juliet?" Reza meminum es tehnya, mengingat bagaimana cerita cinta pertama seorang Hazel.

"Itu sebelum Cheisia berubah. Kamu tau kan bagaimana dia memperlakukan Bianca. Musuh Bianca adalah musuhku, aku berhutang padanya." Hazel menghela napas berkali-kali, berusaha bersabar. Mungkin setelah ini dirinya akan menemui Cheisia secara pribadi.

"Hutang berapa? Apa sepadan dengan hutang nyawa?" Tanya Reza tersenyum penuh hina.

"Kurang lebih..." Hazel tetap konsentrasi pada handphonenya.

"Andai saja kamu tau Cheisia yang mendonorkan hatinya, hingga kamu lepas dari kanker hati." Geram Reza hanya dapat menyimpan segalanya tanpa mengucapkannya. Sesuai permintaan Cheisia, hanya agar Hazel tetap sehat, gadis itu mempertaruhkan hidupnya.

Siapa sebenarnya yang memiliki cinta sejati? Bianca atau Cheisia? Tapi masa bodoh! Jika semuanya terbongkar maka hanya ada satu kata untuk sahabatnya. Sebuah kata keramat, mampus!

"Kamu akan menyesalinya saat Cheisia jatuh cinta pada pria lain." Sebuah nasehat dari Reza.

"Tidak akan ada kata menyesal. Karena aku hanya akan meminta Cheisia mengubah sikapnya pada Bianca. Saat semuanya baik-baik saja, Cheisia bersikap ramah pada Bianca. Aku dapat menyatakan perasaanku pada Cheisia tanpa beban." Itulah anggapan enteng seorang Hazel.

"Kamu akan menangis darah..." suara tawa terdengar dari mulut Reza, membuat Hazel tidak mengerti sama sekali.

Terpopuler

Comments

vj'z tri

vj'z tri

disaat kamu bilang menyesal aku akan tertawa paling keras ingat ingat Ting 🤣🤣

2025-01-11

0

ummah intan

ummah intan

ya betul ibu hrs sehat dan kuat kembali demi Niel jgn mau kalah ma pelakor

2024-09-08

1

zylla

zylla

betul 🤬

2024-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!