Benci

Mengepalkan tangannya, terasa benar-benar kesal. Namun, Bianca berusaha keras tetap tersenyum. Ingin terlihat baik di hadapan Sela.

"A...apa aku boleh ikut?" Tanyanya.

Cheisia menghela napas kasar."Sebenarnya aku ingin mengajakmu. Tapi sayangnya kamu harus mengikuti les privat."

"I...ibu aku ingin---" Kalimat Bianca terhenti menyadari Sela yang tengah bicara dengan Risa dan Jessie.

Memutar otak, berfikir bagaimana caranya agar Sela tidak pergi. Hingga pada akhirnya Bianca memegangi kepalanya dan...

Brak!

Dirinya berpura-pura tidak sadarkan diri. Membuat Sela berada dalam kepanikan.

"Hubungi dokter keluarga." Perintah Sela pada pelayan. Sementara ada pelayan lainnya yang membawa Bianca ke tempat tidur lantai satu.

"Wah! Sekarang aku mengerti kenapa kamu begitu tidak menyukainya." Tantra tersenyum, menggeleng heran melihat anak angkat yang tidak mengerti status.

"Aku akan menyingkirkannya, cepat atau lambat." Cheisia tersenyum lembut. Membuat ke-tiga teman barunya tertegun.

"Itu baru teman kami!" Jessie menarik pipinya gemas.

"Benar! Hari ini ibumu tidak ikut. Tapi lain kali bawa ibumu, kita bersenang-senang bersama. Benalu itu tidak bisa pura-pura pingsan setiap ibumu akan pergi bukan?" Risa kembali meraih smart phonenya."Sudah! Ayo berangkat, kita akan memanjakan diri di spa hari ini."

"Let's go!" Teriak Tantra.

*

Tidak ada yang salah sejatinya. Pada awalnya Cheisia mengaggap makhluk-makhluk ini benar-benar sombong. Tapi, sejatinya tidak, mereka hanya harus menjaga circle pertemanan mereka.

Dirinya perlahan mengerti, miskin atau kaya. Segalanya memiliki hal positif dan negatif.

Dari sana juga Cheisia mulai belajar. Kala mereka melakukan treatment, hal yang mereka bicarakan bukan hanya gosip tapi juga menambah penghasilan.

"Kamu ingin join?" Tanya Jessie yang tengah dipijit.

"Menguntungkan! Serius! Daripada bisnis ponzi. Ini bentuk nyata, ada sertifikatnya. Kami sudah berencana, tapi untuk membuat yang berkelas kekurangan modal." Risa menghela napas kasar.

"Jadi tanah untuk mendirikan cafe, tanah pribadi?" Tanya Cheisia mempertimbangkan segalanya. Dijawab dengan anggukan oleh kedua temannya.

"Kalau kamu mau gabung, kita buat surat perjanjian hitam diatas putih. Keuntungan cafe nanti kita bagi empat." Ucap Risa antusias.

Cheisia kembali berfikir sejenak. Uang tabungannya memang lumayan. Bisnis yang menguntungkan, juga termasuk usaha legal. Perlahan dirinya mengangguk."Aku ikut!"

"Itu baru teman kami." Jessie tersenyum.

"Omong-ngomong apa semua dari kalian seperti ini?" Cheisia tidak mengerti, pasalnya dirinya hanya tahu kehidupan hedon anak-anak kalangan atas. Tidak mengetahui sisi lainnya.

"Tidak semua, ada yang memang kaya tapi didik seperti kami. Bersenang-senang boleh, tapi penghasilan juga harus masuk. Tantra yang punya paling banyak penghasilan dibandingkan kami. Dia jual beli saham, ditambah investasi di hotel dan club'malam ternama. Kalau ada rejeki lebih, dia juga yang paling dermawan. Bagi-bagi bahan makanan ke panti." Ucap Risa sembari bersendawa.

Cheisia mulai memikirkan segalanya. Tidak semua anak kalangan atas berprilaku buruk. Ada yang sombong dan boros seperti ketiga teman barunya. Tapi siapa yang tau mereka diam-diam menghasilkan lebih banyak, bahkan berbagi pada sesama.

"Tolong foto kami!" Perintah Risa pada seorang karyawati di spa milik ibunya. Foto yang diambil? Tentu saja untuk promosi di media sosial, tentang spa yang baru dibuka ibu Risa.

Cheisia mulai mengutak-atik handphonenya. Membuka beranda akun media sosial Risa. Ada berbagai foto promosi pakaian branded. Ternyata temannya ini pamer kemewahan untuk promosi produk dagangannya.

Jessie sudah pasti juga memiliki penghasilan sampingan. Hanya dirinya yang tidak, benar apa yang mereka katakan. Dulu di kehidupan yang lalu, sebelum waktu terulang dirinya terlalu naif.

Bersekolah di sekolah yang sama dengan Bianca agar dianggap anak baik oleh kedua orang tuanya. Berusaha mengejar prestasi Bianca di bidang akademis. Walaupun dirinya sadar, itu tidak mungkin. Mengingat betapa cerdasnya Bianca.

Menghela napas berkali-kali, mengingat kehidupan sebelum waktu terulang.

Hingga kalimat dari salah satu temannya menjadi motivasi.

"Cheisia, tidak perlu IQ tinggi untuk menjadi masyarakat kalangan atas. Yang diperlukan prinsip kapitalis. Begini, dengan uang kita dapat memperkerjakan orang-orang dengan IQ tinggi. Dengan uang juga kita dapat menyewa buruh. Dengan uang kita bisa merekrut barista terbaik. Itu tergantung relasi dan ketekunan. Jadi jangan terlalu terpaku pada nilai sekolah. Banyak orang-orang pintar yang hanya berakhir menjadi buruh. Tapi tidak sedikit pula yang hanya lulusan SMU, menjadi bos besar. Itulah prinsip kapitalis, pemegang modal yang berkuasa." Ajaran Jessie yang akan selalu diingat olehnya.

Di kehidupan lalu, bertahun-tahun berkarir hanya menjadi pemeran figuran. Bahkan kala mendapatkan penghargaan sebagai artis terbaik, dirinya tetap hanya hidup dalam kesederhanaan. Tapi kali ini tidak...

Tujuan hidupnya adalah melindungi Neil. Karena itu, jika dapat mengimbangi status sosial Neil suatu hari nanti, apa takdir akan berubah?

"Risa, aku boleh join usaha barang brandedmu? Nanti aku promosikan dengan kecantikanku..." Cheisia bercanda mengedipkan sebelah matanya.

"Tapi tidak boleh mundur di tengah jalan. Ini soal cuan! Liburan yang akan datang, kita ke Bangkok, cari stok produk." Risa ikut mengedipkan sebelah matanya.

Gila! Cheisia benar-benar menemukan kegilaan. Ketiga temannya yang hedon (boros) dan sombong. Ternyata sejatinya setia kawan, menyenangkan, juga mandiri.

Citra anak orang kaya yang manja? Itu selalu ada. Tapi entah kenapa, Cheisia merasa nyaman berada di dekat mereka.

"Omong-ngomong menurut kalian Tantra itu suka laki-laki atau perempuan?" Tanya Risa penasaran, mengingat teman mereka yang begitu kemayu. Kini berada di ruangan yang berbeda.

Jessie dan Cheisia mengerutkan keningnya berfikir. Mereka juga sejatinya curiga dengan Tantra, yang kemungkinan besar kaum pelangi.

Tapi apa benar?

*

Di ruangan spa yang berbeda, mengingat dirinya adalah pria.

Tantra tengah menikmati treatment. Wajah rupawan yang bahkan menyaingi Hazel, bentuk tubuh? Jangan ditanya, walaupun kemayu Tantra sering berolahraga.

Dari tadi tangannya sibuk mengirimkan pesan pada seseorang. Setelahnya menghela napas menatap ke arah galeri fotonya yang menampakkan gambar dirinya dengan seseorang.

"Cantik... pacarnya ya?" Tanya pegawai spa, yang notabene seorang pria, ingin mencairkan suasana.

Tapi suara kemayu Tantra berubah. Dirinya menatap sinis."Tutup mulutmu, jika tidak ingin mati..."

Satu kalimat yang membuat sang pegawai spa menunduk. Pada awalnya dirinya kira Tantra seorang pria kemayu yang... mungkin tidak normal. Karena sang pegawai spa tidak berani berbicara satu patah katapun.

Tapi apa itu tadi? Tiba-tiba Tantra mengeluarkan nada suara berbeda? Penuh tekanan dan terkesan. Menakutkan... seperti pria yang cemburu.

Hingga pada akhirnya treatment spa berakhir. Pemuda yang melangkah keluar setelah membersihkan dirinya.

Bertemu dengan ketiga orang wanita lainnya.

"Sudah selesai?" Tanya Jessie.

"Sudah..." Nada suara Tantra kembali kemayu. Berjalan pergi bersama ketiga orang teman wanitanya.

"Tadi kami berfikiran aneh. Tantra kamu suka pria atau wanita?" Tanya Risa penasaran.

Tiga orang wanita yang menelan ludahnya benar-benar ingin tau. Sahabat mereka kaum pelangi atau tidak.

"Aku hanya menyukai sesuatu yang indah..." Sebuah jawaban ambigu.

Tapi itulah persahabatan, ada privasi dan rahasia kecil yang menggugah rasa ingin tau.

*

Sementara di tempat lain.

"Aku tidak mengerti. Kenapa dia mengikutiku hingga ke sekolah. Dia wanita aneh yang bahkan bisa tau ada luka gores di pahaku. Ibu...dia aneh! Aku membencinya..."

Terpopuler

Comments

Miss Typo

Miss Typo

benar benar cinta ya Neil 😁
siapa foto wanita di hp Tantra, apa salah satu sahabatnya atau siapa ya? mungkin akan mengejutkan nantinya

2024-09-25

1

ummah intan

ummah intan

benci dan cinta itu beda tipis Niel..bs jd kau dah jatuh cinta ma cheisia tanpa sadar Krn kau kepikiran dia terus

2024-09-08

0

ummah intan

ummah intan

kek Tantra menyimpa rahasia

2024-09-08

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!