Berkelas

Citra yang terkesan dingin membuat tiga orang itu merinding. Benar-benar pembuat masalah anak baru ini. Itulah yang ada dalam benak Jessi, Tantra dan Risa.

Tapi ada yang aneh, diantara anak-anak kalangan teratas yang baru masuk, Neil mendekat diikuti oleh Akira. Dua orang diantara anggota 7 strata sosial paling berpengaruh di sekolah ini.

"Willy, maaf...teman baru kami---" Tantra menunduk ketakutan, masih memegang mulut Cheisia. Tidak ingin wanita itu mengoceh lagi.

"Lepaskan tanganmu. Aku ingin mendengar apa yang dia katakan." Kalimat mematikan tanpa senyuman, dari siswa yang paling ditakuti.

Perlahan Tantra menurut, bersamaan dengan tangan Tantra yang turun. Cheisia kembali mengoceh."Neil! Sudah aku katakan, aku merindukanmu. Ayo duduk, kita makan siang disini. Adinda selalu merindukan kakanda."

Mulut itu mengoceh, tanpa kenal gentar dan takut. Begitu cerewet seperti...anak bebek? Anehnya itulah yang ada dalam fikiran Neil saat ini. Fikiran yang tersembunyi di balik wajah dinginnya.

Jujur saja semua orang begitu tegang saat ini. Terutama kala Neil mendekatkan wajahnya mengamati Cheisia."Kamu menjual tubuhmu? Berharap dapat memasuki strata sosial kelas atas, dengan mendekatiku?"

"Aku menjual tubuhku gratis, hanya untukmu. Tidak perlu rumah mewah, hanya apartemen kecil. Kita berangkat kerja setiap hari bersama. Malamnya pun tidur, paginya sarapan bersama, setelah bercinta tentunya. Masalah anak, terserah padamu saja. Asalkan bersamamu tahi kucing rasa coklat." Kalimat demi kalimat yang membuat beberapa orang tidak kuat. Hampir saja tertawa jika tidak menutup mulut mereka.

Tapi tidak ada reaksi, Neil masih menatap dingin pada stalker aneh."Tentang informasi yang kemarin, kamu dapat darimana? Aku akan mengampunimu jika kamu mengatakannya."

"Yang kemarin..." Cheisia berfikir sejenak."Oh! Tentang tahi lalat besar di bawah perutmu?"

Informasi yang membuat Risa terdiam, apa Willy (panggilan Neil) dan Cheisia pernah tidur bersama?

Neil berusaha keras menahan rasa kesalnya. Tersenyum mengerikan, memberikan nuansa mematikan."Iya, kamu tau darimana?" tanyanya dengan nada berat, penuh tekanan.

"Itu karena kita pasangan sehidup semati. Tidak ada yang tidak aku tahu tentangmu, bahkan di bagian pahamu ada luka goresan kecil. Ditambah dengan kebiasaanmu yang buang air besar selalu menekan flash lima kali. Bahkan bentuk dari---"

"Diam." Ancaman dari Neil, benar-benar tidak ingin wanita ini semakin mempermalukannya di depan umum.

"Baik... apapun yang kakanda minta, adinda akan laksanakan. Kecuali untuk meninggalkan kakanda." Cheisia meraih tangan Neil, mengusapkan telapak tangan pemuda itu pada pipinya.

Srak!

Dengan cepat Neil menarik tangannya. Tidak mengatakan apapun kecuali."Aku sendiri yang akan pelan-pelan menyiksamu." Itulah yang diucapkannya tersenyum meninggalkan Cheisia.

Bagaikan ancaman pembunuhan. Semua orang bungkam sembari saling melirik.

"Neil! Aku siap disiksa! Tapi di tempat tidur..." Kalimat yang membuat semua orang bertambah ingin tepuk jidat.

Tidak terkecuali Neil yang telah melangkah pergi dengan keren. Pemuda itu merinding seketika mendengar kalimat dari Cheisia. Untuk pertama kalinya mendapatkan stalker (penguntit) yang.... begitu gila.

Tidur bersama? Bahkan Neil tidak pernah berciuman sekalipun. Tidak ada wanita yang dapat menarik perhatiannya.

"Cheisia! Kamu mau mati!?" Risa menariknya untuk kembali duduk, setelah kepergian Neil yang duduk di kursi lain.

"Tidak, tempat teraman di dunia adalah di sisi Neil. Omong-ngomong apa kalian punya alamatnya?" Tanya Cheisia membuat mereka tidak bisa berkata-kata.

"Jangan bermimpi terlalu tinggi." Tantra menghela napas kasar, menyodorkan handphonenya yang berisikan catatan alamat Neil.

"Benar! Willem Alexander Niel Andreas, dia pindah ke sekolah ini satu tahun lalu. Usai menerima pendidikan militer sejak dini. Jujur saja aku merupakan salah satu penggemarnya. Tapi untuk mendekat, siapa yang berani? Sebelumnya ada yang mencoba peruntungannya. Tapi tidak ada hasil sama sekali. Malah satu sekolah membully-nya. Entah wanita seperti apa yang bisa menaklukkan hatinya." Jessie menggeleng menyayangkan.

Usai mencatat alamat Neil dirinya melirik ke arah siswa-siswi di sekolah ini. Benar kata ketiga teman barunya, kelas sosial benar-benar dibedakan.

Untuk anak konglomerat di sekolah ini, terdapat 22 orang dari semua tingkatan usia. Mereka memiliki kelompok sosial masing-masing. Kelas 12 sendiri memiliki 10 orang siswa dari keluarga konglomerat. 7 diantaranya merupakan kelompok sosial yang dibentuk oleh Neil.

7 tuan muda paling berpengaruh, tidak ada satupun wanita yang berani sembarangan mendekati mereka. Cheisia menghela napas kasar, ini akan menjadi perjalanan yang panjang untuk menaklukkan Neil.

*

Empat mobil memasuki gerbang rumah. Termasuk mobil yang menjemput Cheisia berada diantaranya.

Terdiri dari keluarga kalangan atas. Seakan mereka memiliki lapisan pelindung tidak ingin bergaul dengan kalangan bawah.

"Ini rumahmu?" Tanya Jessie, dijawab dengan anggukan kepala oleh Cheisia yang baru saja keluar dari mobil.

"Sebaiknya buat kolam koi, seperti si rumahku dengan jembatan kecil. Jika mengadakan garden party akan terlihat lebih estetik. Tidak perlu menyewa gedung di hotel." Tantra mengamati situasi.

"Gerbang depan juga, lebih baik gunakan yang otomatis saja. Tidak perlu menggunakan dua security." Saran dari Risa.

Menyebalkan? Tentu saja, tapi dibalik mulut pahit mereka tidak tersimpan rasa iri dan dengki. Itulah yang disadari Cheisia, menghela napas kasar. Dulu dirinya membawa teman-teman sekelasnya untuk kerja kelompok. Semuanya memandang kagum penuh pujian. Tapi di bagian akhir? Dirinya dicibir karena membiarkan Bianca menyajikan minuman.

Kembali menghela napas, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan. Tiga teman barunya memang terlihat sombong dan angkuh. Tapi mereka begitu peduli padanya dari awal.

"Maaf, tidak begitu mewah." Cheisia terkekeh.

"Sebagai tuan rumah kamu seharusnya mengangkat kepala. Rumahmu memiliki design minimalis, tonjolkan kelebihannya. Agar orang-orang rendahan tidak diam-diam mencemoohmu." Jessie berdecak, tapi dengan cepat Cheisia memegang tangannya.

"Ayo masuk!" Ucap Cheisia tersenyum.

Rumah yang benar-benar mewah bagi kalangan bawah. Tapi biasa-biasa saja bagi kalangan menengah ke atas. Anak-anak dari sekolah elite ini terlihat duduk dengan anggun.

Risa membuka media sosial, memantau para idola sekolahnya. Sedangkan Jessie mengajarkan beberapa hal pada Cheisia. Terakhir Tantra, tanpa malu sama sekali mengeluarkan cermin kecil menyemprotkan serum pada wajahnya yang mulus terawat.

Kala itulah Bianca turun dari lantai dua. Wajahnya tersenyum, seperti biasanya dirinya akan merebut semua hal yang menjadi milik Cheisia.

Teman, Hazel, bahkan kasih sayang orang tua.

"Aduh!" Bianca berpura-pura terjatuh. Tapi anehnya tidak ada yang peduli atau membantunya.

"Kak, aku tau kakak membenciku. Tapi tidak seharusnya kakak sengaja meletakkan kelereng di lantai." Bianca tertunduk, menunjukkan kelereng yang dibawanya untuk menjebak Cheisia.

"Makanya jalan pakai mata." Tantra terlihat acuh.

"Astaga! Aku jadi salah ketik kan!? Cheisia, didik anak pembantumu itu. Kalau majikan datang jangan buat keributan." Risa menghela napas berkali-kali, kembali sibuk pada smartphonenya.

"Aku bukan anak pembantu. Aku adik angkat Cheisia. Perkenalkan namaku Bianca." Bianca bangkit, dengan kaki sok pincang, mengulurkan tangannya pada Jessie hendak berkenalan.

"Jadi ini adik angkatmu? Gila ya? Anak angkat tapi caper (cari perhatian)nya keterlaluan." Jessie terkekeh, kemudian membalas uluran tangan Bianca."Aku putri tunggal dari Sanjaya Triana, ibuku pemilik beberapa cabang restauran. Sedangkan ayahku petinggi di BUMN. Kamu tau perbedaan kasta bukan? Jadi jangan harap aku berbelas kasih pada kalangan bawah yang mengigit tangan majikannya."

Bianca terdiam sejenak, ada apa ini? Mengapa mereka terlihat berbeda dengan orang-orang di sekolahnya, yang selalu bersimpati dan mudah terprovokasi?

"Buatkan aku mix juice, low sugar. Kasus diabetes mengikat soalnya." Perintah Tantra pada Bianca.

Tantra? Pemuda itu begitu rupawan, dapat dikatakan menyaingi Hazel. Sayang sekali begitu kemayu, pemuda yang pindah duduk di samping Cheisia. Apa itu pacar barunya Cheisia?

"Cheisia, lihat! Kulitku berminyak, kamu punya saran tidak?" Tanya Tantra.

"Ada, nanti kita pakai masker bersama." Cheisia tersenyum, ternyata benar lingkungan baru lebih cocok untuknya.

Tapi.

Kala pintu terbuka segalanya berubah."Cheisia, teman-temanmu datang? Ajak mereka makan bersama." Suara Sela yang baru saja keluar.

Dengan cepat Bianca kembali menunduk, mendekati Sela."Ibu, aku hanya ingin berteman, apa itu salah. Kakak dan teman-temannya, mereka---"

"Tante perkenalkan aku Tantra. Perusahaan tante dan ayahku sedang bekerja sama dalam proyek terbaru. Aku harap tante mengerti, karena pertemanan kalangan atas bukan hanya untuk bersenang-senang. Tapi untuk relasi kedepannya. Jujur saja, aku tidak bersedia jika terpaksa harus bersikap baik pada orang yang bukan pewaris sah. Ingat ya tan... sebaik apapun anak angkat, bukan Tante yang lahirkan." Sindir Tantra bagaikan ibu-ibu komplek gemar bergosip. Sekaligus penyaluran rasa geramnya, bagaimana bisa ada anak angkat yang berani-beraninya menginjak-injak anak kandung.

"Kami berhutang nyawa pada ayah Bianca. Jadi---" Kalimat Sela disela.

"Pewaris ya pewaris, anak angkat ya anak angkat." Jessie kali ini ikut bicara.

"Sudah! Jangan tegang-tegang! Mereka memang galak, tapi semuanya baik dan ingin tulus berteman dengan Cheisia kedepannya. Karena itu, untuk memperkenalkan spa mamaku yang baru buka seminggu lalu. Bagaimana kalau Tante ikut kami perawatan." Risa mendorong Bianca kemudian memegang lengan Sela.

Tiga remaja manja yang kalau sudah begini terlihat begitu imut. Sulit untuk lepas dari pesona mereka.

Sedangkan Cheisia hanya dapat menggeleng melihat kelakuan, teman-teman barunya. Persahabatan bukan hanya kesederhanaan, seperti sebuah fikiran naif. Tapi bagaimana bertemu dalam circle pergaulan yang sesuai dan saling menghargai.

"Aku boleh ikut?" Tanya Bianca mendekat, mencari kesempatan menarik perhatian teman-teman baru Cheisia. Kemudian membuat mereka membenci Cheisia.

"Bianca, bukannya kakimu sakit ya? Karena jatuh tadi?" Cheisia tersenyum. Bersamaan dengan tawa dari Jessi, Tantra dan Risa terdengar.

"Dasar caper!" Sindir Risa.

"Caper?" Tanya Sela tidak mengerti.

"Cari perhatian!" Teriak mereka bersamaan, menertawakan Bianca. Benar-benar pembullyan kalangan atas bukan?

Terpopuler

Comments

Kusii Yaati

Kusii Yaati

Bianca kamu kali ini salah sasaran,teman cheisia kali nggak mudah terprovokasi sama kamu yg ada kamu malah di hujat habis2san 😏

2024-11-30

1

vj'z tri

vj'z tri

skak mat ...kena kau benalu 🤣🤣🤣🤣🤣

2025-01-11

0

aryuu

aryuu

astogeee... mabok kecubung nih cewe/Facepalm/

2024-11-23

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!