Mabuk Cinta

Dirgantara Muller (ayah Cheisia) memiliki perusahaan kelas menengah. Jujur saja, tidak sulit untuk memiliki teman di tempat ini dibandingkan dengan sekolahnya yang sebelumnya.

Mengapa? Karena sistem strata sosial yang berlaku. Sedangkan di sekolahnya yang lama, nama baiknya dengan mudah dicemarkan oleh Bianca. Tapi di tempat ini... sedikit...

"Kamu Cheisia Muller? Kebetulan dalam proyek baru orang tua kita bekerja sama. Dengar! Memasuki sekolah ini, bukan hanya untuk sekedar bersekolah tapi juga untuk membangun koneksi masa depan." Ucap Tantra, remaja yang sedikit kemayu.

"Iya! Tidak mengerti kenapa orang tuamu menyekolahkan di sekolah biasa." Risa, putri tunggal pemilik rumah sakit heran.

"I...itu permintaanku. Karena adik angkatku bersekolah di sekolah biasa. Jadi agar orang tuaku menganggap sebagai anak baik, aku dulu menolak..." Cheisia tertunduk, menghentikan kalimatnya. Itu benar! Dulu sebelum waktu terulang dirinya begitu polos, mengira dengan mengikuti gaya hidup anak baik yang sederhana orang tuanya akan bangga. Akan lebih menganggap keberadaannya daripada Bianca.

Tapi, bukankah cara itu tidak berhasil.

"Bodoh!"

"Bodoh!"

"Bodoh!"

Cibir Jessie, Risa dan Tantra bersamaan. Mereka menggeleng heran.

"Baik boleh! Bodoh jangan!" Jessie kembali fokus pada smartphonenya.

"Begini, kamu tidak perlu pintar dalam akademis hanya untuk menjadi pemimpin perusahaan. Yang terpenting adalah relasi, bahkan ada beberapa perusahaan yang mengandalkan pernikahan bisnis untuk memperluas jaringan usaha mereka. Mengikuti anak angkat sedangkan kamu anak kandung. Melek lah! Buka mata!" Tantra menggeleng, benar-benar geregetan dengan teman barunya.

"Karena mataku sudah terbuka, aku pindah. Tapi di sekolah lama aku juga memiliki beberapa teman, sebagian besar kakak kelas yang sudah lulus. Aku tidak berkomunikasi dengan mereka lagi, jadi tidak ada teman di sekolah lama." Cheisia terkekeh.

Membuat ketiga orang itu kompak menatap ke arahnya.

"Kamu itu kalangan atas!"

"Kamu itu kalangan atas!"

Bentak Risa dan Jessie bersamaan.

"Kita seperti darah biru (bangsawan) walaupun darah masih merah! Tapi status sosial dan isi dompet tidak dapat berbohong. Seharusnya kamu yang menindas, kenapa kamu jadi yang tertindas?" Tantra memijit pelipisnya sendiri.

"Dengar! Mulai sekarang kamu adalah bagian dari kami. Masyakarat kapitalis, jangan biarkan kalangan bawah menindas kita, dengar!?" Ucap Risa serius.

Hingga.

Byur!

Seorang pria terkena guyuran air, pria yang hanya tertunduk merutuki pakaiannya yang basah.

"Mata empat! Mau menangis! Dasar cengeng!" Salah seorang siswa tertawa diikuti oleh siswa lainnya.

"Ke... kenapa kalian membully-nya?" tanya Cheisia tidak mengerti. Wanita yang mendekati dan membantu sang pemuda.

"Cheisia! Jangan membantunya!" Tantra menarik Cheisia agar bangkit.

"Dia hanya anak dari seorang dokter yang kebetulan sok tau. Dan mengusulkan untuk diadakan sidak, parfumku yang aku beli dari Paris disita guru karena si mata empat." Geram Risa, menghela napas berkali-kali.

Tempat dimana ada sisi baik dan buruk. Cheisia menghela napas kasar, membantu sang pemuda bangkit."Dia hanya perlu meminta maaf pada kalian kan? Aku akan mewakilinya meminta maaf."

Kalimat yang membuat sang pemuda membulatkan matanya. Tiga tahun menahan diri, untuk pertama kalinya ada seseorang yang membelanya.

"Cheisia---" Kalimat Tantra disela.

"Satu teman bertambah lebih baik daripada satu musuh bertambah. Mungkin dia suatu hari nanti akan menjadi jaksa atau hacker yang membatu atau akan menjerumuskan kalian. Jadi selama dia memiliki kemapuan tolong maafkan dia ya?" Permintaan Cheisia yang menunduk pada satu kelas.

Beberapa siswa menghela napas. Mereka membenci ini, tapi juga kalimat Cheisia masuk akal. Alan (nama siswa yang dibully) merupakan peringkat 10 besar di sekolah ini.

Bisa saja akan merepotkan jika bermusuhan dengan orang berbakat di masa depan.

"Kali ini kami memaafkanmu. Tapi kamu harus tau balas budi, tidak boleh menyerang satupun dari kami, atau meminta sidak tanpa pemberitahuan lagi." Tegas salah seorang siswa.

"Baik! Terimakasih! Terimakasih!" Alan menangis sesenggukan, setelah dua hari mengalami pembullyan tidak tau bagaimana harus meminta maaf pada anak-anak kalangan atas yang memiliki ego yang tinggi.

Ada rasa terimakasih tersendiri dalam benak Alan. Bagaimana siswi pindahan ini mengatasi masalah dan membelanya.

"Cheisia ayo! Kita bicarakan tentang pakaian di butik yang ibuku rancang." Risa menarik tangannya.

Memang begitu, selalu ada pembatas dalam setiap sekat lapisan sosial. Bahkan dalam lapisan sosial teratas tempat ini.

Tapi setidaknya dirinya mendapatkan sahabat yang... baginya aneh. Mereka benar-benar baik, tapi sekaligus keji, mungkin karena harus menjaga status sosial keluarga mereka di masa depan.

*

Kembali duduk kala jam makan siang. Tidak seperti di SMU biasa, dimana terdapat kantin dengan berbagai Chiki, mie instan, bahkan jajanan sosis.

Di tempat ini terdapat cafetaria yang menerapkan layanan makan. Tempat yang begitu luas dan berkelas dengan ahli gizi, serta petugas cafetaria yang mengenakan seragam koki.

Menghela napas kasar, pantas saja biaya sekolah di tempat ini benar-benar mahal. Desain bagaikan restauran, hanya makhluk kalangan atas yang berada di tempat ini.

Mata Cheisia melirik mencari sasaran. Siapa? Tentu saja Willem Alexander Niel Andreas.

"Cheisia ada beberapa orang yang ingin berkenalan denganmu. Mereka mengirim pesan padaku. Taipan dari perusahaan JR lumayan juga. Apa kamu ingin Gerald yang memiliki darah Arab, lumayan! Anak sultan." Entah apa yang dibicarakan Jessie, menunjukkan smartphonenya yang dikirimi beberapa pesan, oleh beberapa orang siswa sederajat, yang ingin berkenalan dengan Cheisia.

"Kalian mengenal Neil? Em maksudku... Willem Alexander Niel Andreas?" Tanya Cheisia ragu.

Ketiga temannya saling melirik."Tutup mulutmu..." bisik Tantra.

"Kenapa?" Tanya Cheisia mengernyitkan keningnya.

"Kami biasa memanggilnya Willy. Tidak ada yang berani membicarakan terang-terangan tentangnya. Dia pemimpin kelompok dengan kasta tertinggi di tempat ini. Kelompok anak dari golongan konglomerat yang bisa dikatakan semua anggotanya, kekayaannya tidak akan habis 7 tanjakan 8 tikungan. Jangan pernah mengganggu mereka atau berurusan dengan mereka, jika tidak ingin dibully oleh satu sekolah. Mengerti!?" Ucap Tantra serius.

Cheisia mengangguk, pertanda mengerti, jika dirinya ingin selamat di sekolah ini harus segera bersembunyi di ketiak Neil.

"Satu lagi, aku ingat kamu berteriak memanggil Willy (Neil). Apa kamu penggemarnya!? Jangan coba-coba mendekatinya, karena wanita terakhir yang mendekatinya sudah dikeluarkan dari sekolah ini karena mengalami pembullyan serius." Jessie berucap penuh kesungguhan. Mengingat beberapa wanita yang tidak tahu status.

"Aku mengerti." Cheisia kembali mengangguk. Itu artinya Neil begitu dingin dan tidak tersentuh di masa remajanya. Dirinya harus berusaha keras untuk menaklukkan hati suami liarnya. Harus lebih agresif lagi.

"Kamu baru di sekolah ini, jadi tidak tau. Ada kelas sosial yang tidak boleh disentuh sama sekali. Terdiri dari 22 orang siswa. 7 diantaranya memiliki kelompok eksklusif. Jika mereka lewat kamu harus menunduk." Tegas Risa pada Cheisia.

"Siap!" Jawabnya cepat. Dirinya akan lebih mudah menonjol di bandingkan dengan yang lainnya, jika yang lainnya menunduk.

Kala itulah pintu cafetaria terbuka. Bagaikan model, beberapa orang pemuda melangkah masuk. Semua siswa yang mereka lewati menunduk. Gila! Benar-benar kelas strata sosial.

Tapi anehnya Neil berada di paling belakang. Pemuda itu mengamati dari jauh. Berbisik pada Akira."Kamu lihat!? Stalker gila itu mengikutiku hingga ke sekolah ini."

Akira yang berada di samping Neil mengernyitkan keningnya."Kenapa tidak habisi saja?"

"Jangan! Aku ingin tau alasannya mengikutiku." Bisik Neil lagi pada Akira. Membuat Akira mengernyitkan keningnya, apa Neil salah minum obat? Biasanya langsung eksekusi saja.

Tapi.

"Neil sayang! Ayo duduk di sini! Adinda merindukanmu---" Teriakan Cheisia terhenti. Dengan cepat Tantra menutup mulut teman barunya.

"Maaf! Dia sedikit mabuk..." Risa menunduk meminta maaf atas nama Cheisia, berusaha keras untuk tersenyum.

Terpopuler

Comments

Keisya Haqqa

Keisya Haqqa

thor bukan nya neil udah meninggal

2025-01-09

0

vj'z tri

vj'z tri

baru di bilang udah amnesia ajj 🫣🫣🫣🫣🤣🤣🤣🤣🤣

2025-01-11

0

✨Announcement✨

✨Announcement✨

benar-benar agak konslet ni otaknya😭

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!