Mengikuti

Ada yang namanya sifat kedewasaan, itulah yang disadari olehnya. Bianca bukan merupakan saudara kandungnya. Tapi merupakan anak adopsi, sebagai rasa terima kasih, mendiang ayah Bianca telah bersedia mendonorkan jantungnya pada Dirgantara (ayah Cheisia).

Pada kehidupan sebelumnya, sebelum waktu terulang, dirinya berpura-pura tegar, berpura-pura bersifat dewasa. Tapi Bianca selalu melemparkan tuduhan bahwa Cheisia menganiaya Bianca.

Tapi, sekarang tidak lagi, waktu akan berputar terbalik.

Manipulatif... itulah yang dipelajari oleh Cheisia. Untuk apa sok tegar?

"Ibu..." pinta Cheisia lagi memelas.

"Tidak!" Tegas Sela."Lihatlah Bianca, apa dia pernah meminta macam-macam pada ibu!?"

"Ibu ... tolong aku janji tidak akan minta macam-macam lagi. Tolong ya?" Cheisia memijat bahu ibunya, berpura-pura menjadi anak yang manis dan manja.

"Kakak, tidak seharusnya kamu begitu pada ibu. Merengek hanya karena seorang pria. Dia bukan pria baik, kak Hazel---" Kalimat Bianca disela.

"Hazel? Hazel menjemputmu tadi siang! Hazel menyukaimu, kamu fikir aku tidak tau. I...ibu, aku patah hati..." Cheisia kembali merengek mengadu bagaikan anak kecil."Jika ibu tidak mengijinkan aku pindah sekolah. Aku akan bunuh diri!" Tegasnya menaiki tangga dengan cepat.

"Cheisia! Cheisia! Cheisia! Cheisia!" Teriak Sela mengejar putrinya, tidak ingin sang putri bertindak gegabah.

"Kakak sedang emosi, biar aku yang bicara pada kakak." Bianca tersenyum menghela napas kasar.

"Baik, ibu mengandalkan mu. Cheisia memang sering membuat masalah." Gerutu Sela.

Tapi apa benar Cheisia tidak menyadarinya? Gadis itu mendengar segalanya dari lantai dua, segera masuk ke dalam kamar setelah memastikan Bianca naik ke lantai dua.

Senyuman menyungging di wajahnya. Inilah saatnya untuk memutar balik keadaan.

Sedangkan Bianca, membuka pintu kamar Cheisia dengan kasar beberapa saat kemudian."Mati saja sana! Lagipula tidak akan ada yang peduli padamu."

"Ada! Ibu peduli!" Cheisia tertunduk sembari merengek, padahal sejatinya merekam semua yang dikatakan Bianca menggunakan handphonenya.

"Peduli? Ayah dan ibumu lebih menyayangiku yang sudah jelas-jelas berprestasi. Bukan sepertimu yang tidak punya otak. Bahkan Hazel sekalipun lebih menyukaiku bukan? Walaupun kamu yang mendonorkan hati untuknya, tapi Hazel lebih mencintaiku." Bianca tersenyum mendekat menjambak rambut Cheisia.

Sedangkan Cheisia hanya dapat tertawa dalam hati. Hazel mencintai Bianca? Tidak! Dirinya menyadari dalam kehidupan sebelumnya, Hazel menyukai Bianca hanya karena kebohongannya saja. Bianca yang mengaku-ngaku mendonorkan hatinya untuk Hazel.

Gila! Bahkan luka pasca operasi di perut Cheisia masih terkadang perih hingga kini. Tapi Bianca malah memanfaatkan situasi.

Namun, sekarang bukan saat yang tepat mengungkapkan segalanya."Ibu! Bianca menjambak rambutku!" Teriak Cheisia, menangis lebih keras.

Bianca membulatkan matanya, kemudian berpura-pura jatuh tersungkur di lantai. Berpura-pura menunduk sembari menangis.

Dengan cepat Sela naik ke lantai dua. Menatap kedua orang remaja yang menangis bersamaan.

"A...apa yang terjadi?" Tanya Sela. Biasanya Bianca yang dianiaya dan dikucilkan oleh Cheisia, setidaknya begitulah yang ada di mata Sela. Tapi sekarang mengapa putri kandungnya ikut menangis?

"I...ibu, kakak tidak sengaja mendo---" Belum sempat Bianca menyempurnakan dramanya.

Cheisia menangis semakin kencang, berlari ke pelukan Sela."Bianca menjambak rambutku. Lihat! Beberapa helai bahkan ada di tangannya. Aku tidak mau tau, ibu aku ingin ke salon. Bagaimana jika aku jadi botak?"

Kata demi kata bagaikan seorang remaja lugu. Tapi menusuk tepat sasaran. Membuat Bianca bungkam sesaat berusaha membuat alasan."Cheisia mendorong---"

"Aku kan sudah janji akan damai denganmu jika ibu mengijinkan aku pindah sekolah. Tapi kamu malah menarik rambutku. Ibu..." Cheisia memelas bertambah terlihat manis dan manja dari waktu ke waktu.

"I...ibu kakak..." Kalimat Bianca terhenti kala Sela menghela napas kasar.

"Bianca, ada rambut Cheisia di jari tanganmu. Lebih baik kamu instrospeksi diri. Dan Cheisia, kamu tidak serius akan mencoba bunuh diri kan?" Sela menggenggam jemari tangan putrinya.

"Aku tidak serius, hidup masih panjang. Lagipula aku ingin pindah bukan karena pria yang baru pertama kali aku temui. Aku ingin pindah karena di sana ada ekstrakurikuler teater dan piano. Ibu tau kan aku suka main piano. Nanti aku buatkan lagu khusus untuk ibu, jika ibu mengijinkanku pindah." Jika sudah seperti ini bagaimana Sela tidak akan luluh? Sang putri yang memeluk ibunya erat.

"Seharusnya kamu konsentrasi belajar seperti Bianca. Jika kamu bercita-cita menjadi artis, siapa yang akan meneruskan perusahaan?" keluh sang ibu.

"Masih ada Bianca..." Kalimat Cheisia membuat Bianca diam-diam tersenyum.

Tapi.

"Oh! Aku salah bicara! Aku tidak pintar dalam akademis, mungkin aku akan mencari suami yang pintar, diktator dan kompeten untuk menangani perusahaan. Lalu mewariskan semuanya pada cucu-cucu ibu. Agar perusahaan tidak diambil oleh orang yang tidak memiliki hubungan darah." Lanjut Cheisia. Kata demi kata yang membuat Bianca mengepalkan tangannya.

Perusahaan, keluarga, dan Hazel semuanya adalah miliknya. Cheisia yang bodoh tidak pantas untuk segalanya.

"Dasar!" Tidak ada bantahan dari sang ibu."Sini biar ibu sisir rambutmu..."

Cheisia hanya mengangguk sembari tersenyum. Manja? Berpura-pura tidak mengetahui tentang dunia? Itulah cara terbaik mengendalikan hati orang tuanya.

Meninggalkan Bianca yang menunduk. Biasanya dapat dengan mudah mengendalikan situasi. Dirinya hanya tinggal menangis dan menunjuk ke arah Cheisia. Tapi sekarang Cheisia ikut menangis?

*

Tidak seperti di kehidupannya yang lalu, sebelum waktu terulang. Ibu yang membencinya, selalu berprasangka padanya. Bahkan ibunya lah yang membuat dirinya dan Neil berpisah.

Rasa kasih? Bagaikan berkurang dan membeku. Tapi ibu memang satu-satunya tempat untuknya berlindung.

"Coba kamu ceritakan Neil seperti apa? Orang yang membuatmu ingin pindah sekolah?" Tanya sang ibu, menyisir rambut putrinya.

"Dia...aku tidak tau. Yang jelas saat bertemu ibu tidak akan menyukainya. Omong-ngomong nanti kita membuat brownies untuk ayah dan Bianca ya?" Ucap Cheisia tersenyum.

"Kamu boleh pindah..." Keputusan sang ibu, mungkin dengan ini, putri kandung dan adopsinya akan akur.

"Aku sayang ibu!" Sang putri yang memeluk ibunya erat.

Di kehidupannya yang lalu sebelum waktu terulang. Cheisia akan mengurung diri, kecewa pada orang tuanya yang lebih membela akting Bianca. Tapi tidak sekarang, hati ayah dan ibunya adalah miliknya.

Walaupun samar, saat kebakaran terjadi. Dirinya mendengar suara sang ibu yang menangis dari bagian luar bangunan yang terbakar. Cheisia dapat keluar dari kebakaran saat itu melalui jalur yang ditunjukkan Neil sebelum kematiannya, tapi dirinya lebih memilih mati bersama Neil. Sebuah tangisan dan pernyataan rasa kasih serta penyesalan dari sang ibu.

"Cheisia! Cheisia! Ibu mencintaimu! Lepaskan aku! Putriku terbakar di dalam sana! Biarkan aku menyelamatkannya. Cheisia! Ibu tidak akan menghalangi kebahagiaanmu lagi! Cheisia jangan mati! Cheisia!" Kurang lebih itulah yang diteriakkan ibunya dari luar sana, di kehidupan lalu. Sebelum waktu terulang.

Kalimat demi kalimat yang membuatnya yakin betapa besar cinta sang ibu sejatinya. Tapi sayangnya berselimut dusta dan tuduhan Bianca padanya.

Cheisia mengepalkan tangannya, akan merebut segalanya dari Bianca kali ini.

*

Pindah secepatnya! Dirinya ingin pindah keesokan harinya. Ingin cepat-cepat keluar dari sekolah sebelumnya, dimana lingkungannya telah dikuasai Bianca. Sekolah lama dimana dirinya selalu tersisihkan, sebab tuduhan tidak berdasar Bianca.

Kini dirinya menghirup napas panjang. Kala mobil mengantarnya berhenti di tempat parkir sekolah.

Sekolah yang cukup elite, dimana penghuninya terdiri dari putra dan putri pengusaha, pejabat, serta seniman ternama. Ada dua jalur untuk memasuki tempat ini, kamu terlalu kaya, atau terlalu pintar.

Jalur beasiswa prestasi terbuka, maupun jalur umum. Kala itu Cheisia masih merupakan murid baru, matanya menelisik melihat ada beberapa orang yang mengamati tempat parkir khusus yang aneh.

"Maaf, aku siswa baru disini." Cheisia menyapa salah seorang siswi.

"Orang tuamu bekerja sebagai apa?" Tanya siswi yang disapanya. Mungkin ingin mengukur status sosial, berhati-hati dalam berteman.

"Ayahku Dirgantara Muller." Jawaban dari Cheisia membuat sang siswi bersedia berkenalan.

"Oh! Rupanya pemilik perusahaan kelas menengah. Jika begitu kamu aman, perkenalkan aku Jessie ayahku memiliki jabatan yang cukup tinggi di BUMN." Jessie memperkenalkan diri.

"Biar aku perkenalkan tentang sekolah ini terlebih dahulu. Ada sistem kasta yang harus kamu ketahui. Kasta pertama anak konglomerat yang kekayaannya di luar nalar. Kasta kedua, putra-putri pengusaha dan pejabat seperti kita. Dan kasta terendah anak dokter, jaksa, pengacara dan penerima beasiswa." Jelas Jessie membuat Cheisia hanya mengangguk.

Bukankah ini juga mirip dengan di luar sana, dimana sistem kasta berdasarkan kekuasaan? Entahlah, yang penting bertemu dengan Kakanda...

Kriet...

7 kendaraan masuk beriringan. Mobil dengan supir pribadi, ada pula yang mengendarai mobil sport. Benar-benar pamer kemewahan.

Tapi salah satu diantara 7 kendaraan yang baru masuk tersebut terdapat motor sport berwarna merah. Kala sang pemilik membuka helmnya, wajah rupawan itu terlihat.

Tidak ada wanita yang berani mendekat padahal mereka tertarik setengah mati.

"Kakanda! Adinda kangen!" Teriak Cheisia melambaikan tangannya.

Neil melirik dari jauh dengan wajah pucat pasi. Kemudian berjalan cepat agar tidak bertemu dengan wanita ekstrim yang terlalu mendebarkan.

"Orang gila itu lagi! Stalker!" Geram Neil dalam hati, tapi masih dengan raut wajah dingin. Bagaikan tidak peduli.

Terpopuler

Comments

Inah Ilham

Inah Ilham

sesion 1 penuh drama dan airmata, sesion 2 kayaknya bakal dibayar impas penuh dengan tawa

2024-12-23

0

Kusii Yaati

Kusii Yaati

ceritanya seru ada tingkah konyol cheisia yg bikin ngakak 🤣

2024-11-30

1

Ntoonreaderlover

Ntoonreaderlover

Lah ibunya apa ga ngeh ato curiga kok tiba² sifat anaknya brubah??

2025-02-02

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!