Manja

Willem Alexander Niel Andreas, pemuda berusia 18 tahun. Rupawan? Benar-benar rupawan, tapi kelakuannya bisa dikatakan sudah seperti setan.

Brak!

Salah satu orang siswa dari sekolah lain baru saja roboh setelah terkena satu pukulan. Ini menyenangkan, usai mendapatkan pendidikan militer oleh sang kakek, bukannya berubah lebih baik. Pemuda ini semakin sadis.

"Neil... tanganku kotor. Menjijikkan melihat mereka memar. Kita kembali saja ya?" Pinta keluh Akira yang berkelahi dengan tangan kosong.

"Ini menyenangkan!" Dwika tertawa, sama seperti Neil, membawa balok kayu, menghajar lebih banyak orang.

"Pulang sana! Kembali ke kelas yang membosankan." Neil mengernyitkan keningnya.

Srak!

Brak!

Dengan dua gerakan pemuda yang hendak menyerangnya dibanting olehnya. Berkelahi untuk kesenangan? Sejatinya dirinya tidak mengetahui alasan tawuran. Yang jelas mendengar anak-anak kelas satu yang ingin berangkat, dirinya bergabung tanpa alasan.

Akira, Dwika, Jenard, Triton, Sean, Hilton, dan pemimpin kelompok mereka Willem Alexander Niel Andreas. 7 orang dari keluarga terpandang, yang selanjutnya akan mendapatkan julukan 7 tuan muda yang paling termasyur di masa depan.

Tapi siapa sangka 3 diantaranya benar-benar nakal, di masa remaja mereka. Mengikuti tawuran semacam ini.

"Aku tetap disini, tapi kurangi tenaga kalian. Jangan sampai membunuh orang." Nasehat Akira, menghela napas kasar.

"Baik!" Jawab Dwika.

"Cerewet!" Neil tetap menyerang membabi-buta.

Tapi, terkadang ada penyusup dalam tawuran. Seseorang yang tidak diduga akan menyerangnya. Menganggap wanita ini hanya sekedar lewat tapi.

Gadis berseragam sekolah lawan, tiba-tiba memeluknya dari belakang."Kakanda... Neil sayang..."

Seketika Neil mencoba mendorongnya. Tapi gadis itu malah kembali memeluknya semakin menempel.

"Neil, dia siapa? Pacarmu?" Tanya Akira, melindunginya dari serangan.

"Lepas!" Neil berusaha mendorong Cheisia.

"Tidak mau! Ih Neil jahat, aku tuh cinta berat. Sini dong dekat-dekat, ku pegang erat-erat." Tapi gadis aneh ini kembali menempel.

"Cheisia!" Hazel muncul diantara kerumunan. Berusaha keras menarik Cheisia agar tidak memeluk pria yang bahkan tidak dikenalnya.

"Cheisia! Jangan Begini!" Hazel menarik Cheisia.

"Bawa pergi pacar gilamu!" Tegas Neil, melepaskan diri dari Cheisia.

"Gila?" Cheisia mengernyitkan keningnya."Willem Alexander Niel Andreas! Aku tidak gila! Karena kamu yang gila! Ikat aku, kurung aku di kamar! Ayo kita menikah..." Ucap Cheisia berlutut melamar suaminya sebelum waktu terulang.

Seketika tawuran terhenti, gadis paling cantik di sekolah mereka (Cheisia) melamar anak dari sekolah elite yang tengah terlibat tawuran? Segalanya terpaku diam, termasuk Neil.

"Kamu mau mati!?" Neil menodongkan balok kayunya tepat pada leher Cheisia yang berlutut.

"Aku mati karena lemas oleh cintamu." Sebuah jawaban yang bahkan membuat Hazel tidak dapat berkata-kata.

"Hah?" Neil masih terdiam sesaat, menghela napas kasar terlihat begitu dingin."Kamu lumayan cantik...tapi sayangnya terlalu membosankan." Sebuah penolakan terus terang dari Neil. Pemuda yang berbalik hendak melangkah pergi.

Tidak! Tidak boleh seperti ini, Neil tidak boleh menolaknya. Dirinya harus mencari perhatian satu-satunya orang yang paling dicintainya. Tapi bagaimana? Hingga ide gila tercetus, mengingat bagaimana panas hubungan mereka di ranjang sebelum waktu terulang.

"Setan! Aku tau di bagian bawah perutmu, tepat sebelum benda pusakamu, ada tahilalat yang besar!" Teriakan dari Cheisia membuat langkah Neil terhenti. Pemuda yang bahkan merinding mendengarnya.

"Cheisia?" Hazel menarik Cheisia, agar segera meninggalkan tempat ini. Sekaligus meminta penjelasan.

"Sebentar!" Cheisia menepis tangan Hazel."Willem Alexander Niel Andreas, aku bahkan tau, dimana saja titik kelemahanmu. Kamu tidak akan tahan untuk bercinta, jika aku menjilat bagian dada, telinga, perut, dan---"

Neil bergerak cepat, membungkam mulut Cheisia menggunakan tangannya."Tutup mulutmu! Atau aku akan membunuhmu." Bisiknya, benar-benar geram dengan kalimat erotis wanita ini.

Gadis yang mengangguk, melepaskan tangan Neil yang menutupi bibirnya."Aku akan diam, tapi kita janji bertemu besok di tempat ini ya? Aku akan dandan yang cantik." Ucap Cheisia centil, mengecup telapak tangan Neil. Membuat sang pemuda dengan cepat menarik tangannya.

"Da...da! Sayang!" Barulah Cheisia melangkah pergi, membuat tawuran yang awalnya seru terhenti. Semua orang dari sekolah swasta elite, mulai diam-diam membicarakan Neil. Sementara orang-orang dari sekolah negeri tempat Cheisia bersekolah, membicarakan gadis tercantik itu.

"Neil! Dia pacarmu?" Tanya Dwika, yang melihat tadi Neil terang-terangan menolak. Tapi sang gadis malah mengatakan rahasia yang tidak seharusnya diketahui.

Tapi tidak ada jawaban dari Neil. Pemuda itu hanya terdiam menatap tajam. Hingga semua orang yang mencibirnya menunduk.

Tak! Tak!

Neil menjatuhkan kayu yang dipegang olehnya, kemudian meninggalkan tempat tersebut. Pertanda tawuran bubar, orang-orang dari sekolah swasta elite itu meninggalkan lokasi.

Sementara siswa dari sekolah negeri yang sudah terdesak sebelumnya hanya dapat bernapas lega. Apa sebenarnya cikal bakal tawuran ini? Saling ejek via media sosial antara anak kelas 10 sekolah negeri dengan sekolah swasta tersebut. Hanya saja Neil yang memang ingin menyulitkan ayahnya, mengikuti tawuran.

*

Berbaring di gazebo rumahnya."Kalian tidak akan percaya, berani-beraninya ada stalker (penguntit ) yang melamar ku terang-terangan." Ucap Neil lagi.

Sementara Dwika dan Akira saling melirik, menghela napas berkali-kali. Bukankah tadi Neil begitu dingin? Tapi kenapa sekarang malah bagaikan remaja tersipu-sipu?

Hilton yang tengah bermain catur dengan Sean menghela napas kasar."Perlu aku memberi pelajaran pada penguntit itu. Bukankah dia bahkan tau letak tahilalatmu? Dia mungkin memasang kamera tersembunyi di tempat yang tidak seharusnya."

"Jangan! Justru aku penasaran bagaimana dia bisa tahu. Dia mungkin begitu menyukaiku hingga diam-diam mengikutiku kemana-mana. Tentang pelajaran! Biar aku yang memberikan pelajaran padanya." Ucap Neil bangkit dari sofa panjang tempatnya berbaring.

Sementara Jenard yang tengah bermain biliar menggeleng sembari tersenyum-senyum sendiri.

"Neil kenapa? Tidak biasanya raut wajahnya tidak karuan seperti itu..." bisik Triton yang juga tengah memegang tongkat biliar.

"Neil mengatakan akan memberi pelajaran pada seorang gadis kecil yang berani melamarnya di depan umum." Jenard menghela napas, kembali berhasil memasukkan bola pada lubang.

"Pelajaran!? Apa Neil akan menghancurkan hidupnya?" Tanya Triton mengetahui sifat temannya.

"Mungkin..." Jenard tertawa kecil, untuk pertama kalinya Neil tertarik pada seorang wanita. Menghancurkan hidupnya? Tentu saja mungkin. Jika selaput dara itu robek. Benar-benar fikiran kotor yang membuat Jenard kali ini gagal memasukkan bola biliar.

"Giliranku." Triton terkekeh.

Sementara Neil menghela napas kasar, mengepalkan tangannya mengingat remaja yang memeluknya dari belakang. Kemudian melamarnya di hadapan umum, ditambah mengatakan terang-terangan tentang tahilalat. Itu sudah pasti wanita itu merupakan penguntit.

Tapi... mengapa begitu cantik? Dengan cepat Neil kembali menggeleng. Dirinya tidak akan pernah bertemu wanita aneh itu lagi.

*

"Aku mau pindah sekolah!" Teriak Cheisia merengek pada kedua orang tuanya. Menangis di lantai bagaikan anak kecil.

Satu hal yang disadarinya dari kehidupan lalu, dulu dirinya berpura-pura dewasa dan tegar. Ingin mandiri agar kedua orang tuanya memperhatikan dan bangga padanya. Tapi karena itu dengan mudah Bianca melakukan berbagai tuduhan palsu dan bertingkah manja pada kedua orang tuanya.

Tapi kali ini tidak! Dirinya akan berpura-pura bodoh, tidak memiliki ambisi dan tidak bersalah.

"Cheisia tidak bisakah kamu lebih dewasa seperti Bianca!?" Tanya Sela (ibu Cheisia) memijit pelipisnya sendiri.

"Tidak..." Jawab Cheisia polos, tangisannya terhenti sejenak. Namun, sesaat kemudian kembali merengek."Pokoknya aku mau pindah sekolah! Ingin bertemu dengan Neil, dialah cinta sejati ku!"

"Siapa Neil?" Tanya Sela pada Bianca.

"Tidak tau, tapi sepertinya anak berandalan yang mendekati kakak." Bianca tertunduk bagaikan anak baik-baik.

"Cheisia..." Kalimat sang ibu yang ingin putri kandungnya berhenti merengek disela.

"Apa? Apa ibu tidak sayang aku lagi? Aku janji akan menyayangi Bianca seperti adik kandungku. Aku mohon..." Sang anak kembali memasang raut wajah manis dengan mata berkaca-kaca. Membuat sang ibu tidak kebal dengan pesonanya.

Terpopuler

Comments

vj'z tri

vj'z tri

😱😱🤣🤣🤣 jatuh harga diri puta mahkota di lamar gadis kecil gak romantis pula. 🤣🤣🤣🤣

2025-01-11

0

Keisya Haqqa

Keisya Haqqa

ini crita mimpi cheisia ya thor......

2025-01-09

0

✨Announcement✨

✨Announcement✨

HAHAHA PLS😭

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Kehidupan Kedua
2 Manja
3 Mengikuti
4 Mabuk Cinta
5 Berkelas
6 Benci
7 Tujuan Baru
8 Dalam Kotak Nasi
9 Pilihan
10 Sedikit
11 Tubuhmu
12 Batu
13 Hot News
14 Play
15 Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16 Silent
17 Galau
18 Promise
19 Save
20 Forever
21 Predator
22 Mampir
23 Ambigu
24 Yes Or No
25 Pacar Rahasia
26 Laki-laki Atau Perempuan
27 Real Duel
28 Hamil
29 Restu
30 Gone
31 Piranha
32 Teori
33 Never
34 Perbedaan
35 Tentu Bisa
36 Romantis
37 Karena Aku Mencintainya
38 Akrab
39 Andai
40 Lewat Saja
41 Ugal-ugalan
42 Original Duck
43 Petani
44 Stay With Me
45 Bukan Ayah
46 Martabak
47 Meet
48 Pujian
49 Ragu
50 Tidak Marah
51 Ditinggalkan
52 Kepercayaan
53 Konyol
54 Red Flag Or Green Flag?
55 Galau
56 It's War
57 Nadi
58 Blood
59 Cobaan Untuk Persahabatan
60 Rusuh
61 Melepaskan
62 Pay
63 Save
64 Perbuatanmu
65 Bermain
66 Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67 Usia
68 Pelajaran Biologi
69 Inginku
70 Dunia Hewan
71 Amnesia
72 Jealous
73 Insiden
74 Jungle
75 Kurang Beruntung
76 Bukan Habitat
77 Rahasia
78 How
79 Hide
80 Bukan Update
81 Trap
82 Bukan Anakku
83 Kecewa
84 Bagaimana Jika
85 Meremehkan
86 Penanda
87 Perangkap
88 Hoax
89 Memakan Atau Dimakan
90 Death
91 Melupakan
92 Bukan Update
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Kehidupan Kedua
2
Manja
3
Mengikuti
4
Mabuk Cinta
5
Berkelas
6
Benci
7
Tujuan Baru
8
Dalam Kotak Nasi
9
Pilihan
10
Sedikit
11
Tubuhmu
12
Batu
13
Hot News
14
Play
15
Tingkat Teratas, Diantara Yang Terbawah
16
Silent
17
Galau
18
Promise
19
Save
20
Forever
21
Predator
22
Mampir
23
Ambigu
24
Yes Or No
25
Pacar Rahasia
26
Laki-laki Atau Perempuan
27
Real Duel
28
Hamil
29
Restu
30
Gone
31
Piranha
32
Teori
33
Never
34
Perbedaan
35
Tentu Bisa
36
Romantis
37
Karena Aku Mencintainya
38
Akrab
39
Andai
40
Lewat Saja
41
Ugal-ugalan
42
Original Duck
43
Petani
44
Stay With Me
45
Bukan Ayah
46
Martabak
47
Meet
48
Pujian
49
Ragu
50
Tidak Marah
51
Ditinggalkan
52
Kepercayaan
53
Konyol
54
Red Flag Or Green Flag?
55
Galau
56
It's War
57
Nadi
58
Blood
59
Cobaan Untuk Persahabatan
60
Rusuh
61
Melepaskan
62
Pay
63
Save
64
Perbuatanmu
65
Bermain
66
Kondisi Kesehatan Yulia Memburuk
67
Usia
68
Pelajaran Biologi
69
Inginku
70
Dunia Hewan
71
Amnesia
72
Jealous
73
Insiden
74
Jungle
75
Kurang Beruntung
76
Bukan Habitat
77
Rahasia
78
How
79
Hide
80
Bukan Update
81
Trap
82
Bukan Anakku
83
Kecewa
84
Bagaimana Jika
85
Meremehkan
86
Penanda
87
Perangkap
88
Hoax
89
Memakan Atau Dimakan
90
Death
91
Melupakan
92
Bukan Update

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!