Lin Fan Yang Malang

Hingga beberapa saat kemudian, ketepatan serangan Li Haoran melalui sebuah tendangan mengenai dada Xiao Shuxiang dan membuatnya terbang melayang dan jatuh ke tanah dengan cukup keras.

"Cukup guru, aku menyerah.." ucap Xiao Shuxiang sambil mengangkat tangan kanannya.

Napasnya tersengal-sengal, meski ia tidak terluka namun ia menyadari jika jarak kekuatan diantara keduanya memang masih sangat jauh, ditambah gurunya juga belum mengeluarkan kekuatan penuhnya.

"Bisa bertahan hingga sejauh ini, aku sangat mengagumi perkembangan dirimu" ucap Li Haoran penuh kebanggaan.

"Terimakasih karena guru juga sudah menahan kekuatan guru, selain itu aku juga sangat senang karena kali ini dapat menerima pelajaran secara langsung" ucap Xiao Shuxiang sambil bangkit dan merapikan pakaiannya.

Apa yang gurunya terapkan sebenarnya merupakan teknik-teknik beladiri umum milik Sekte Naga Hitam, Xiao Shuxiang sudah membacanya di perpustakaan gerakan-gerakan dasarnya. Sehingga dengan pengalaman nyata bertanding dengan gurunya dapat menambah pemahaman Xiao Shuxiang tentang cara bertarung, terutama teknik pertahanan yang diperagakan oleh gurunya dengan baik.

"Maaf tadi aku terlalu keras memberimu pelajaran.." ucap Li Haoran sambil menghela napas pelan.

"Tidak apa-apa guru, jika guru terlalu berbelas kasih justru itu yang akan membahayakan masa depanku" jawab Xiao Shuxiang memahami perkataan gurunya.

Li Haoran mengangguk pelan, untuk menjadi seorang kultivator tangguh dibutuhkan darah dan airmata. Jalan kultivator itu sangat panjang, hanya orang-orang yang memiliki tekad yang kuat serta berkepribadian yang akan bisa melaluinya.

Di sisi lain, Xiao Shuxiang juga sangat senang dengan latih tanding seperti ini. Ia menyadari jika kekuatannya masih perlu diasah menjadi lebih baik dan keterampilan beladirinya pun harus lebih sering dilatih lagi.

"Xiang'er, sekarang beristirahat lah. Pulihkan tenagamu.." Li Haoran memandang sekelilingnya, kekacauan yang luar biasa telah banyak merusak halaman belakangnya.

"Baik guru..." jawab Xiao Shuxiang dengan patuh.

Setelah itu, Xiao Shuxiang pun berteduh di salah satu pohon besar yang berada tidak jauh darinya. Angin yang bertiup lembut membuatnya merasa nyaman untuk menghilangkan rasa lelah akibat latihan keras yang baru saja ia lalui.

"Aku harus segera memasuki dunia jiwa untuk melatih kekuatanku" gumam Xiao Shuxiang di dalam hatinya.

Namun untuk menjalankan rencananya tersebut, Xiao Shuxiang harus memiliki jalan lain untuk berkultivasi dengan tenang. Meski ia bisa lakukan hal tersebut di dalam kamarnya, namun untuk jangka waktu tertentu itu akan menjadi masalah. Lain halnya ketika tidak ada gurunya, maka ia bisa berkultivasi tertutup selama berhari-hari.

Sayangnya sebagai murid luar ia belum bisa menjalankan misi sendiri, kecuali misi berkelompok yang di dalamnya harus menyertakan murid dalam. Pertimbangan keamanan menjadi sangat penting karena wilayah pegunungan Lima Jari masih dipenuhi dengan hewan buas yang memiliki tingkat kekuatan di atas para murid dalam.

Hari menjelang siang ketika guru dan murid itu menyudahi latihan bersama, mereka berdua kembali ke kediaman untuk melakukan aktivitas masing-masing. Sedangkan Xiao Shuxiang sendiri berencana kembali ke perpustakaan untuk mengembalikan dua buah kitab beladiri yang sudah ia kuasai.

Xiao Shuxiang pun membersihkan diri kembali, peluh yang menjadi butiran kristal garam ditubuhnya membuat tidak nyaman. Setelah berganti pakaian, Xiao Shuxiang pun melangkah pergi menuju perpustakaan membawa kedua kitab beladiri yang hendak ia kembalikan.

Tiba di perpustakaan, Xiao Shuxiang tidak menemukan Tetua Keempat dan hanya seorang murid senior yang bertugas menggantikan dirinya. Xiao Shuxiang pun mengembalikan kitab beladiri tersebut dan melakukan pencatatan pengembalian.

"Terimakasih senior.." ucap Xiao Shuxiang sebelum meninggalkan perpustakaan.

Murid senior yang melihat Xiao Shuxiang pun sedikit heran dengan sikap seorang murid yang mengembalikan peminjaman kitab beladiri dengan waktu singkat. Menurut catatan, baru sehari saja ia meminjamnya dan sudah mengembalikan kitab beladiri tersebut. Hal seperti ini bisa terjadi jika murid yang bersangkutan memiliki kesulitan pemahaman atau memiliki kendala lainnya.

Sementara itu, kabar kedatangan Xiao Shuxiang ke perpustakaan dengan cepat terdengar ke telinga Lin Fan. Ia yang memang sengaja mencari kabar tentang Xiao Shuxiang pun akhirnya bisa tersenyum senang karena bisa bertemu dengannya, kali ini Tetua Ketiga bahkan mendukung aksi murid lainnya setelah salah satu muridnya dibuat celaka oleh Xiao Shuxiang.

Pada saat Xiao Shuxiang meninggalkan perpustakaan, beberapa orang murid tampak mengikutinya. Mereka sedang menantikan pertunjukan seru setelah mendengar adanya perselisihan Xiao Shuxiang dengan para murid di paviliun Tetua ketiga, apalagi saat ini seorang murid dari tempat tersebut juga sudah menunggu kesempatan untuk memberikan pelajaran kepada Xiao Shuxiang.

Di persimpangan jalan terlihat seorang remaja berdiri dengan angkuh memandang ke arah Xiao Shuxiang dengan tatapan permusuhan.

"Hei sampah tidak berguna, tidak kusangka kamu masih bisa berkeliaran bebas di Sekte" ucap Lin Fan dengan suara yang lantang menunjuk ke arah muka Xiao Shuxiang.

Xiao Shuxiang tentu tidak asing dengan orang yang berkata seperti itu kepadanya, ia belum sempat memikirkan balas dendam atas perbuatan remaja yang bernama Lin Fan itu, namun kali ini ia datang sendiri menjemput kemalangannya.

Xiao Shuxiang mengusap hidungnya saat mendengar perkataan dari orang yang sudah masuk daftar pencarian orang di dalam hatinya.

"Apa maumu sekarang?" tanya Xiao Shuxiang dengan tatapan datar.

Lin Fan memelototi Xiao Shuxiang dengan penuh kebencian, dalam hatinya ia sedikit menyesal tidak memastikan kematiannya sesaat akan meninggalkan pemandian umum air panas.

"Sekarang kamu memiliki dua pilihan, pertama berlutut dan bersujud di depanku dengan memanggilku ayah. Kedua, kamu bisa melumpuhkan kultivasimu sendiri atau dengan cara kasar yang akan kulakukan" ucap Lin Fan dengan senyum jahat.

"Aku akan memilih pilihan ketiga" jawab Xiao Shuxiang dengan nada angkuh.

"Dasar bodoh, tidak ada yang ketiga" ucap Lin Fan sambil mencemooh.

"Tentu saja ada, dasar kamu pecundang" ucap Xiao Shuxiang sambil tersenyum menghina.

"Cari mati.." ucap Lin Fan meraung penuh kemarahan, lalu bergerak dengan cepat mengarahkan tinjunya ke tubuh Xiao Shuxiang.

Melihat adegan ini, beberapa orang murid lainnya menggelengkan kepala. Di pandangan mereka seseorang yang berada di ranah Pemurnian Qi tahap akhir berhadapan dengan kultivator di tahap Inti Qi tingkat menengah adalah sesuatu hal yang konyol.

Sementara Xiao Shuxiang hanya tersenyum dingin, menghadapi serangan dari Lin Fan tidak membuatnya menghindar tetapi dengan santainya ia menerima pukulan tepat di dadanya. Tetapi hal itu bukan tanpa persiapan, energi tipis menyelimuti tubuh Xiao Shuxiang yang hanya dirinya yang dapat merasakan.

Senyum Lin Fan dipenuhi cibiran saat pukulannya hendak mendarat, sama seperti sebelumnya Xiao Shuxiang adalah seorang sampah yang tidak pernah berubah di matanya. Namun pada detik berikutnya, ia merasakan keanehan saat tinjunya tepat menghantam dada Xiao Shuxiang.

"Kraakk"

Suara kulit kacang diremas terdengar renyah, kekuatan yang sangat ganas menyerbu lengan tangan Lin Fan dan membuatnya retak dari jari hingga ke bahunya. Lengan tangan Lin Fan bergetar merasakan robekan yang menyayat daging.

"Plaakk..!"

Namun belum hilang keterkejutan Lin Fan, sebuah tamparan keras mendarat di pipinya dan membuat tubuhnya terbang melayang seperti layangan putus.

"Braaakkk.."

Tubuh Lin Fan jatuh ke tanah, wajahnya membengkak dan beberapa giginya tanggal bersamaan dengan cairan kental berwarna merah.

Adegan ini praktis membuat para murid lainnya tercengang karena Lin Fan lah yang terbang melayang, bukan Xiao Shuxiang seperti yang ada di benak mereka semua.

Xiao Shuxiang tidak menghentikan aksinya, ia berjalan santai ke arah Lin Fan yang tak berdaya. Tiba di depannya, Xiao Shuxiang pun mengulurkan tangan kirinya lalu menggapai kerah baju Lin Fan. Detik berikutnya, sebuah tamparan kembali dilesakkan Xiao Shuxiang dengan cukup keras.

"Plaakk.."

Terdengar kembali suara renyah yang diiringi dengan derak, membuat para murid luar yang melihatnya menjadi ngilu.

"Hentikan..." ucap Lin Fan dengan tubuh gemetar, ekspresi wajahnya berubah jadi ketakutan.

Ia tidak mengerti mengapa Xiao Shuxiang yang baru kemarin ia pecundangi kini berubah menjadi monster yang mengerikan dalam beberapa hari.

"Kamu selalu menindas dan menyebutku sampah, bahkan sebelumnya kamu juga bertindak kejam dengan ingin membunuhku. Sekarang seharusnya kamu tahu bagaimana harus bersikap" ucap Xiao Shuxiang dengan dingin.

Suara Xiao Shuxiang terdengar menakutkan di telinga Lin Fan, membuat tubuhnya menggigil membayangkan pembalasan Xiao Shuxiang terhadap dirinya. Lin Fan menahan rasa sakit yang mendera tangan dan sekitar wajahnya, ia buru-buru bersujud tiga kali dan memanggil Xiao Shuxiang dengan sebutan "Ayah" pada setiap kali ia bersujud.

"Ayah.."

"Ayah.."

"Ayah.."

"Baangg..!!"

Saat kata "Ayah" keluar terakhir kalinya dari mulut Lin Fan, sebuah tendangan keras menyapu perutnya dan membuatnya kembali terbang lalu jatuh ke tanah.

"Tidak berguna, aku tidak memiliki anak bodoh seperti dirimu" ucap Xiao Shuxiang sambil berlalu pergi, mengabaikan Lin Fan dan orang-orang yang menyaksikan peristiwa ini.

Terpopuler

Comments

SHANG EN

SHANG EN

apa di pusing pendukung di balik layar patriak tetua Ke 2 & 4

2025-01-23

1

Riki Irawan

Riki Irawan

Horree, si sombong lin fan bonyookk

2025-01-01

1

kodo itu indah

kodo itu indah

lanjutkan dong bukan hentikan 😄

2024-12-25

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Peristiwa Aneh
3 Mendapatkan Teknik Kultivasi Aura Naga
4 Tingkatan Kultivasi
5 Menyembunyikan Rahasianya Sendiri
6 Roti Kukus Yang Istimewa
7 Diketahui Oleh Gurunya
8 Memasuki Perpustakaan Sekte
9 Mencari Teknik Beladiri
10 Pukulan Halilintar
11 Membereskan Kekacauan
12 Belum Sesuai Harapan
13 Kemunculan Ketua Sekte Naga Hitam
14 Masalah Keluarga Xiao Shuxiang
15 Kelalaian Tetua Keempat
16 Dunia Jiwa, Heilong
17 Berlatih Tanding
18 Lin Fan Yang Malang
19 Klan Lin Kota Shandian
20 Memasuki Hutan Larangan
21 Mulai Berlatih Di Dunia Jiwa
22 Menempa Kekuatan Fisik
23 Tekad Guru dan Murid
24 Tiba Di Ibukota Wilayah Selatan
25 Kegembiraan Tetua Bai
26 Kelompok Bertopeng
27 Teknik Pedang Yang Terlupakan
28 Mengunjungi Tetua Bai Lang
29 Bertemu Orang-orang Klan Lin
30 Menunjukkan Dominasinya
31 Kembali Ke Sekte
32 Kepergian Xie Yuwei
33 Identitas Xie Yuwei
34 Akademi Kekaisaran
35 Menggertak Murid Luar
36 Turnamen Murid Luar
37 Keanehan Tingkah Ketua Sekte
38 Menjadi Pusat Perhatian
39 Turnamen Yang Sebenarnya
40 Menghadapi Murid Dalam
41 Kemarahan Zhang Fei
42 Harimau Melawan Naga
43 Kemunculan Guan Lei
44 Mendapatkan Pengajaran
45 Kekalahan Murid Utama
46 Menguji Kemampuan Xiao Shuxiang
47 Kekuatan Tersembunyi Xiao Shuxiang
48 Pendekar Naga Hitam
49 Bertemu Dengan Masalah
50 Kekejaman Tetua Ketiga
51 Pertarungan Sengit
52 Terus Berlari
53 Bertemu Anggota Keluarga Lin Lagi
54 Gadis Yang Penasaran
55 Ular Sanca Bertanduk
56 Meminta Saran Heilong
57 Kolam Darah Sanca Bertanduk
58 Mencari Keberadaan Xiao Shuxiang
59 Berburu Binatang Iblis
60 Anggota Kelompok Topeng Serigala
61 Mengorek Informasi
62 Menyambangi Markas Topeng Serigala
63 Teknik Pedang Merobek Langit
64 Menghabisi Pemimpin Kelompok
65 Perasaan Seorang Wanita
66 Paviliun Harta Langit
67 Kelompok Penghadang
68 Orang Yang Menyebalkan
69 Pesona Seorang Gadis
70 Terkekang Perasaan Rumit
71 Menuju Ibukota Kekaisaran Zhao
72 Bertemu Teman Baru
73 Wanita Yang Tidak Percaya Diri
74 Patriark Klan Xiao
75 Pagoda Langit
76 Menambah Wawasan
77 Menjadi 20 Murid Teratas
78 Memasuki Ruang Pelatihan
79 Kecemasan Huang Yin
80 Aura Permusuhan
81 Keangkuhan Yang Tidak Diperlukan
82 Menunjukkan Dominasi
83 Tidak Tahu Malu
84 Rasa Ketidakadilan
85 Kemunculan Ketua Pelataran Murid Luar
86 Kepergian Leng Jun
87 Masalah Besar Kaisar Zhao
88 Pembuluh Darah Spiritual
89 Tindakan Huang Yin, Gadis Lugu
90 Kemunculan Xiao Shuxiang Di Lapangan Beladiri
91 Liu Beihong Vs Xiao Shuxiang
92 Pemikiran Huang Ziyu
93 Peringkat Sepuluh Murid Teratas
94 Dua Kecantikan Di Panggung Beladiri
95 Memuaskanmu Nanti Saja
96 Menjalankan Misi
97 Kota Kecil Huoshan
98 Bertemu Murid Dalam
99 Memaksa Potensi Diri Dengan Maksimal
100 Penilaian Zhao Jian
101 Informasi Tentang Ayah Xiao Shuxiang
102 Sikap Sombong Yang Tidak Perlu
103 Mengunjungi Paviliun Harta Langit
104 Bertemu Bangsa Siluman
105 Wu Chengguan Gadis Angkuh
106 Membangkitkan Jiwa Pedang
107 Melumpuhkan Wu Chengguan, Dendam Tak Bertepi
108 Melawan Murid Dalam
109 Keterkejutan Orang-orang
110 Melawan Tiga Pendekar Alam Suci
111 Munculnya Pertolongan
112 Kemarahan Matriark Klan Wu
113 Kisruh Keluarga Wu
114 Situasi Tenang Kota Kaifeng
115 Pria Asing
116 Kelompok Pembunuh
117 Bangkit Dan Berdiri Kembali
118 Pertarungan Yang Mendebarkan
119 Memasuki Pemahaman Baru
120 Pemahaman Dao Pedang
121 Aku Akan Menunggumu
122 Memasuki Dunia Siluman
123 Berjumpa Dengan Lelaki Aneh
124 Kemunculan Heilong
125 Danau Tianyi
126 Petunjuk Simbol Rahasia
127 Mempelajari Kitab Dewa Dan Siluman
128 Masa Pelatihan Yang Lama
129 Berita Tidak Sedap
130 Menyentuh Ranah Pendekar Dewa
131 Kembali Meningkatkan Kekuatan
132 Kelompok Serigala Ungu
133 Bunga Abadi Di Akademi Kekaisaran
134 Merindukan Pulang
135 Kristal Teratai Biru
136 Menatap Kosong
137 Kembali Pulang
138 Pemuda Pengecut
139 Kemunculan Kelompok Serigala Hitam
140 Keterkejutan Shen Chyou
141 Undangan Tuan Muda Shen
142 Keluarga Shen
143 Rencana Perjodohan
144 Kemarahan Xiao Shuxiang
145 Kembalinya Heilong
146 Menuju Kota Chang'an
147 Mengerti Formasi
148 Tiba Di Klan Wu
149 Membuat Perhitungan
150 Membantai Dengan Satu Perintah
151 Pengumuman
152 Kematian Matriark Klan Wu
153 Pedang Kekacauan
154 Sikap Terbuka Shen Chyou
155 Menemani Shen Chyou
156 Kemunculan Anggota Klan Xiao
157 Bertemu Tuan An
158 Memperbaiki Pedang Langit
159 Sikap Sombong Xiao Nan
160 Kembali Membunuh
161 Aku Bodoh, Ada Kamu Selalu Mengajarkanku
162 Terlihat Senang
163 Menemukan Markas Serigala Hitam
164 Membutuhkan Pedang Pengganti
165 Kedatangan Walikota Kaifeng
166 Tekad Wu Chengguan
167 Tiba Di Akademi Kekaisaran
168 Di Sini Menanti Di Sana Menunggu
169 Kecemasan Keluarga Liu
170 Kedatangan Zhao Zhuangji
171 Tamu Penting Kaisar Zhao Wushin
172 Rencana Perjodohan
173 Sejarah Mungkin Berulang
174 Informasi Yang Tidak Terduga
175 Pikiran Melayang
176 Tatapan Sinis Senyum Tipis
177 Sikap Yang Cepat Sekali Berubah
178 Menolak Surat Putri Zhao Beihe
179 Membatalkan Pernikahan
180 Rencana Sesungguhnya Klan Xiao
181 Tantangan Wu Chengguan
182 Kecemburuan Luo Zhongli
183 Pengumuman Kaisar Zhao Wushin
184 Penyesalan Huang Ziyu
185 Perselisihan Dua Orang Gadis
186 Tetua Liu Mingxuan Vs Xiao Shuxiang
187 Semua Terdiam
188 Kemunculan Liau Qiming
189 Dewa Langit Yang Baik Hati
190 Durian Runtuh Zhao Beiye
191 Tugas Baru Xiao Shuxiang
192 Kisah Klasik Untuk Masa Depan
193 Panggil Aku Ibu
194 Ciuman Pertama
195 Meninggalkan Momen Indah
196 Kembali Ke Kota Shandian
197 Hiruk Pikuk Kota Shandian
198 Jepit Rambut Ini Masih Ada Padaku
199 Tidak Perlu Berpura-pura
200 Perubahan Sikap Tuan Kota
201 Menghadapi Tetua Ketiga
202 Dukungan Keluarga Zhang
203 Menantang Keluarga Luo
204 Kamu Mengenaliku?
205 Kabar Xie Yuwei
206 Diakui Klan Lin
207 Bertemu Xie Yuwei
208 Pengertian Lin Ying
209 Membuat Pil Obat
210 Rencana Klan Liu
211 Sikap Terbuka
212 Rahasia Desa Pelangi
213 Reruntuhan Makam Kuno
214 Lorong Rahasia
215 Keluar Dari Makam Kuno
216 Sikap Nyonya Tua
217 Klan Liu Yang Sombong
218 Perisai Cahaya Pelindung
219 Menghancurkan Formasi Pelindung
220 Melawan Pendekar Surgawi
221 Ketakutan Tak Berujung
222 Tawaran Bekerjasama
223 Tahap Pemulihan
224 Loyalis Klan Xiao
225 Biarkan Semua Seperti Seharusnya
226 Membentuk Kekuatan Sendiri
227 Melepaskan Jabatan
228 Hari Pernikahan
229 Kewaspadaan
230 Proses Penguatan Tubuh Dan Jiwa
231 Mata Yang Penuh Tekad
232 Kesalahpahaman Ibu Mertua
233 Membungkam Jenderal Agung
234 Potensi Yang Sangat Besar
235 Mutiara Hitam Akar Roh
236 Kemunculan Hewan Suci
237 Mengendalikan Hawa Dingin (++)
Episodes

Updated 237 Episodes

1
Prolog
2
Peristiwa Aneh
3
Mendapatkan Teknik Kultivasi Aura Naga
4
Tingkatan Kultivasi
5
Menyembunyikan Rahasianya Sendiri
6
Roti Kukus Yang Istimewa
7
Diketahui Oleh Gurunya
8
Memasuki Perpustakaan Sekte
9
Mencari Teknik Beladiri
10
Pukulan Halilintar
11
Membereskan Kekacauan
12
Belum Sesuai Harapan
13
Kemunculan Ketua Sekte Naga Hitam
14
Masalah Keluarga Xiao Shuxiang
15
Kelalaian Tetua Keempat
16
Dunia Jiwa, Heilong
17
Berlatih Tanding
18
Lin Fan Yang Malang
19
Klan Lin Kota Shandian
20
Memasuki Hutan Larangan
21
Mulai Berlatih Di Dunia Jiwa
22
Menempa Kekuatan Fisik
23
Tekad Guru dan Murid
24
Tiba Di Ibukota Wilayah Selatan
25
Kegembiraan Tetua Bai
26
Kelompok Bertopeng
27
Teknik Pedang Yang Terlupakan
28
Mengunjungi Tetua Bai Lang
29
Bertemu Orang-orang Klan Lin
30
Menunjukkan Dominasinya
31
Kembali Ke Sekte
32
Kepergian Xie Yuwei
33
Identitas Xie Yuwei
34
Akademi Kekaisaran
35
Menggertak Murid Luar
36
Turnamen Murid Luar
37
Keanehan Tingkah Ketua Sekte
38
Menjadi Pusat Perhatian
39
Turnamen Yang Sebenarnya
40
Menghadapi Murid Dalam
41
Kemarahan Zhang Fei
42
Harimau Melawan Naga
43
Kemunculan Guan Lei
44
Mendapatkan Pengajaran
45
Kekalahan Murid Utama
46
Menguji Kemampuan Xiao Shuxiang
47
Kekuatan Tersembunyi Xiao Shuxiang
48
Pendekar Naga Hitam
49
Bertemu Dengan Masalah
50
Kekejaman Tetua Ketiga
51
Pertarungan Sengit
52
Terus Berlari
53
Bertemu Anggota Keluarga Lin Lagi
54
Gadis Yang Penasaran
55
Ular Sanca Bertanduk
56
Meminta Saran Heilong
57
Kolam Darah Sanca Bertanduk
58
Mencari Keberadaan Xiao Shuxiang
59
Berburu Binatang Iblis
60
Anggota Kelompok Topeng Serigala
61
Mengorek Informasi
62
Menyambangi Markas Topeng Serigala
63
Teknik Pedang Merobek Langit
64
Menghabisi Pemimpin Kelompok
65
Perasaan Seorang Wanita
66
Paviliun Harta Langit
67
Kelompok Penghadang
68
Orang Yang Menyebalkan
69
Pesona Seorang Gadis
70
Terkekang Perasaan Rumit
71
Menuju Ibukota Kekaisaran Zhao
72
Bertemu Teman Baru
73
Wanita Yang Tidak Percaya Diri
74
Patriark Klan Xiao
75
Pagoda Langit
76
Menambah Wawasan
77
Menjadi 20 Murid Teratas
78
Memasuki Ruang Pelatihan
79
Kecemasan Huang Yin
80
Aura Permusuhan
81
Keangkuhan Yang Tidak Diperlukan
82
Menunjukkan Dominasi
83
Tidak Tahu Malu
84
Rasa Ketidakadilan
85
Kemunculan Ketua Pelataran Murid Luar
86
Kepergian Leng Jun
87
Masalah Besar Kaisar Zhao
88
Pembuluh Darah Spiritual
89
Tindakan Huang Yin, Gadis Lugu
90
Kemunculan Xiao Shuxiang Di Lapangan Beladiri
91
Liu Beihong Vs Xiao Shuxiang
92
Pemikiran Huang Ziyu
93
Peringkat Sepuluh Murid Teratas
94
Dua Kecantikan Di Panggung Beladiri
95
Memuaskanmu Nanti Saja
96
Menjalankan Misi
97
Kota Kecil Huoshan
98
Bertemu Murid Dalam
99
Memaksa Potensi Diri Dengan Maksimal
100
Penilaian Zhao Jian
101
Informasi Tentang Ayah Xiao Shuxiang
102
Sikap Sombong Yang Tidak Perlu
103
Mengunjungi Paviliun Harta Langit
104
Bertemu Bangsa Siluman
105
Wu Chengguan Gadis Angkuh
106
Membangkitkan Jiwa Pedang
107
Melumpuhkan Wu Chengguan, Dendam Tak Bertepi
108
Melawan Murid Dalam
109
Keterkejutan Orang-orang
110
Melawan Tiga Pendekar Alam Suci
111
Munculnya Pertolongan
112
Kemarahan Matriark Klan Wu
113
Kisruh Keluarga Wu
114
Situasi Tenang Kota Kaifeng
115
Pria Asing
116
Kelompok Pembunuh
117
Bangkit Dan Berdiri Kembali
118
Pertarungan Yang Mendebarkan
119
Memasuki Pemahaman Baru
120
Pemahaman Dao Pedang
121
Aku Akan Menunggumu
122
Memasuki Dunia Siluman
123
Berjumpa Dengan Lelaki Aneh
124
Kemunculan Heilong
125
Danau Tianyi
126
Petunjuk Simbol Rahasia
127
Mempelajari Kitab Dewa Dan Siluman
128
Masa Pelatihan Yang Lama
129
Berita Tidak Sedap
130
Menyentuh Ranah Pendekar Dewa
131
Kembali Meningkatkan Kekuatan
132
Kelompok Serigala Ungu
133
Bunga Abadi Di Akademi Kekaisaran
134
Merindukan Pulang
135
Kristal Teratai Biru
136
Menatap Kosong
137
Kembali Pulang
138
Pemuda Pengecut
139
Kemunculan Kelompok Serigala Hitam
140
Keterkejutan Shen Chyou
141
Undangan Tuan Muda Shen
142
Keluarga Shen
143
Rencana Perjodohan
144
Kemarahan Xiao Shuxiang
145
Kembalinya Heilong
146
Menuju Kota Chang'an
147
Mengerti Formasi
148
Tiba Di Klan Wu
149
Membuat Perhitungan
150
Membantai Dengan Satu Perintah
151
Pengumuman
152
Kematian Matriark Klan Wu
153
Pedang Kekacauan
154
Sikap Terbuka Shen Chyou
155
Menemani Shen Chyou
156
Kemunculan Anggota Klan Xiao
157
Bertemu Tuan An
158
Memperbaiki Pedang Langit
159
Sikap Sombong Xiao Nan
160
Kembali Membunuh
161
Aku Bodoh, Ada Kamu Selalu Mengajarkanku
162
Terlihat Senang
163
Menemukan Markas Serigala Hitam
164
Membutuhkan Pedang Pengganti
165
Kedatangan Walikota Kaifeng
166
Tekad Wu Chengguan
167
Tiba Di Akademi Kekaisaran
168
Di Sini Menanti Di Sana Menunggu
169
Kecemasan Keluarga Liu
170
Kedatangan Zhao Zhuangji
171
Tamu Penting Kaisar Zhao Wushin
172
Rencana Perjodohan
173
Sejarah Mungkin Berulang
174
Informasi Yang Tidak Terduga
175
Pikiran Melayang
176
Tatapan Sinis Senyum Tipis
177
Sikap Yang Cepat Sekali Berubah
178
Menolak Surat Putri Zhao Beihe
179
Membatalkan Pernikahan
180
Rencana Sesungguhnya Klan Xiao
181
Tantangan Wu Chengguan
182
Kecemburuan Luo Zhongli
183
Pengumuman Kaisar Zhao Wushin
184
Penyesalan Huang Ziyu
185
Perselisihan Dua Orang Gadis
186
Tetua Liu Mingxuan Vs Xiao Shuxiang
187
Semua Terdiam
188
Kemunculan Liau Qiming
189
Dewa Langit Yang Baik Hati
190
Durian Runtuh Zhao Beiye
191
Tugas Baru Xiao Shuxiang
192
Kisah Klasik Untuk Masa Depan
193
Panggil Aku Ibu
194
Ciuman Pertama
195
Meninggalkan Momen Indah
196
Kembali Ke Kota Shandian
197
Hiruk Pikuk Kota Shandian
198
Jepit Rambut Ini Masih Ada Padaku
199
Tidak Perlu Berpura-pura
200
Perubahan Sikap Tuan Kota
201
Menghadapi Tetua Ketiga
202
Dukungan Keluarga Zhang
203
Menantang Keluarga Luo
204
Kamu Mengenaliku?
205
Kabar Xie Yuwei
206
Diakui Klan Lin
207
Bertemu Xie Yuwei
208
Pengertian Lin Ying
209
Membuat Pil Obat
210
Rencana Klan Liu
211
Sikap Terbuka
212
Rahasia Desa Pelangi
213
Reruntuhan Makam Kuno
214
Lorong Rahasia
215
Keluar Dari Makam Kuno
216
Sikap Nyonya Tua
217
Klan Liu Yang Sombong
218
Perisai Cahaya Pelindung
219
Menghancurkan Formasi Pelindung
220
Melawan Pendekar Surgawi
221
Ketakutan Tak Berujung
222
Tawaran Bekerjasama
223
Tahap Pemulihan
224
Loyalis Klan Xiao
225
Biarkan Semua Seperti Seharusnya
226
Membentuk Kekuatan Sendiri
227
Melepaskan Jabatan
228
Hari Pernikahan
229
Kewaspadaan
230
Proses Penguatan Tubuh Dan Jiwa
231
Mata Yang Penuh Tekad
232
Kesalahpahaman Ibu Mertua
233
Membungkam Jenderal Agung
234
Potensi Yang Sangat Besar
235
Mutiara Hitam Akar Roh
236
Kemunculan Hewan Suci
237
Mengendalikan Hawa Dingin (++)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!