"Yang tadi itu siapa, Bang?" Tanya Dindra.
"Yang mana??" Jawab Bang Farial pura-pura tidak tau dengan siapa yang membuat Dindra penasaran.
"Yang menyapa Abang pakai motor tadi."
"Arbath. Dia baru pindah kesini kemarin. Dapat mutasi dari pusat. Memangnya kenapa?" Bang Farial balik bertanya sebab Dindra terlihat begitu penasaran dengan sosok Arbath.
"Nggak apa-apa. Hanya ingin tau saja..!!" Jawab Dindra kemudian meneguk obat yang baru saja di sodorkan Bang Farial.
"Abang ingin berpesan padamu. Tolong kau jaga diri, jaga pandangan dari yang tidak pantas. Jaga wibawa suamimu..!!" Kata Bang Farial dengan mata nanar menatap Dindra.
"Apakah Dindra seburuk itu di mata Abang? Memangnya ada apa??"
Bang Farial tersenyum tipis mendengarnya. Tangannya hanya mengusap puncak kepala Dindra kemudian meninggalkan kamar.
"Iihh.. ada apa sih?"
...
"Ini tempat barumu, lupakan kisah lama mu dengan dia." Bang Farial mendekap lengan Bang Arbath sahabatnya.
"Bagaimana bisa lupa? Mataku jelas melihatnya." Jawab Bang Arbath.
"Surat ceraimu sudah keluar??"
"Sudah." Bang Arbath menghisap rokoknya dalam-dalam lalu menghembuskannya mengiringi perasaan hatinya yang tak karuan. "Ternyata menyandang status duda begitu menyakitkan. Wanita itu hanya pembawa siap dalam hidupku."
"Huusshh.. istighfar Ar..!! Semua yang terjadi padamu adalah sebuah ujian Tuhan." Kata Bang Farial.
"Aku melihatnya bercumbu mesra dengan Danyon di kamarku. Di kamar yang aku pakai sholat setiap hari. Kenapa harus ada wanita di dunia ini?? Kenapa harus ada hukum yang melindungi wanita???? Kau tau.. jika bukan karena wanita, mungkin Adam tidak pernah turun ke dunia. Wanita memang selalu membawa sial..!!!!!!!"
Bang Farial menepuk bahu Bang Arbath dan berusaha menenangkannya. Kasus yang di alami sahabatnya itu memang sudah kencang terdengar di kalangan perwira.
Sahabatnya itu sempat nyaris 'gila' karena masalahnya. Namun Bang Farial harus mengakui mental sahabatnya itu memang luar biasa.
"Aku tau kau sangat kecewa, tapi kau juga tak bisa memukul rata soal wanita. Tidak semua wanita seperti itu. Jangan pernah sesumbar, kau akan termakan ucapanmu sendiri. Cinta itu tidak bisa kau tebak. Dia akan datang tanpa kau undang dan dia akan kembali menguji mentalmu. Itulah mengapa ada kata jatuh cinta. Hati akan terasa sakit sekaligus bahagia merasakannya." Jawab Bang Farial.
"Bul**hit.. apa itu perempuan. Aku tidak butuh."
Bang Farial menggeleng namun membiarkan sahabatnya untuk tenang sejenak. Tidak ada gunanya juga berbicara dengan orang yang penuh luka. Jika sudah kesakitan, mati pun tidak akan terasa menakutkan.
***
Saat Bang Farial kembali ke kamar mess transit, Dindra sudah tidur dengan nyenyak. Agaknya obat pereda nyeri itu memang sangat membantu.
Perlahan Bang Farial duduk di atas ranjang. Lalu mengusap dan mencium kening Dindra. "Jadilah istri yang sholehah dan setia. Jaga kepercayaan Abang..!!"
Jujur di dalam hati Bang Farial mengakui, sejak pertama kali menyentuh tubuh sang istri segalanya terasa berubah. Ada rasa takut kehilangan dan waspada yang tidak bisa ia jabarkan sekaligus rasa tidak rela jika tubuh itu terlihat atau bahkan sampai terjamah pria lain.
-_-_-_-_-_-
Dindra cemberut saat keluar dari ruang 'sidang'. Sungguh dirinya sangat kesal karena merasa di kerjai para istri anggota pengurus cabang.
"Dindra nggak betah mengikuti semua acara ini. Begini salah, begitu salah, harus bisa menghafal lagu. Daripada sekedar menghafal lagu, kenapa kita tidak menerapkan arti PANCASILA saja. Banyak orang yang belum bisa menerapkan arti PANCASILA." Kata Dindra.
"Iya, dengar Abang dulu..!!"
"Soal hymne dan mars, setiap tidak semua orang mengerti jika mereka bukan bagian dari kita. Tolong lah beri sedikit waktu untuk menghafal sekaligus makna dari lagu tersebut. Apa batalyon ini ingin istri tentara hanya menghafal tanpa paham akan maknanya????" Omel Dindra padahal mungkin tidak sepenuhnya Bang Farial mengerti walau pada akhirnya dirinya memahami maksud dari Dindra.
"Nanti akan Abang bantu sampaikan keluhan dan kritikanmu..!!" Bang Farial membelai rambut Dindra. "Kau boleh katakan pada mereka. Pastinya mereka akan tau kalau Nyonya Farial juga memiliki ketegasan dan kepekaan dalam menilai." Jawab Bang Farial.
Dindra kembali berjalan menjauh. Langkahnya yang lumayan cepat membuatnya tidak begitu fokus ke arah sekeliling sampai akhirnya Dindra tidak sengaja menabrak Bang Arbath.
"Aawwhh..!!" Dindra nyaris terpelanting padahal dirinya yang menabrak Bang Arbath.
"Aduuhh.. maaf..!!" Bang Arbath refleks hendak menggapai tangannya tapi saat melihat Bang Farial sudah menahan tubuh Dindra, ia pun mengurungkan niatnya.
Sekilas pandang mata mereka berdua saling bertemu tapi Dindra dan Bang Arbath segera mengalihkan pandangan.
"Kau bagaimana sih dek. Hati-hati kalau jalan..!!" Tegur Bang Farial merasa tidak enak dengan sahabatnya. "Sorry Ar..!!"
"It's oke." Bang Arbath segera menjauh namun ekor mata mereka berdua sempat saling 'menyapa'.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Fitria Syafei
waduh deh ada sinyal nih antara mereka 🙄 semoga Farial dan Dinda selalu bersama dan bersatu 🤲 KK kereeen 😍
2024-06-25
1
Mika Saja
orang klo sdng kecewa dan marah kadang lupa semua ya🤭🤭 bang arbath klo tdk ada perempuan kau tak ada di dunia ini
2024-06-25
0
Yayuk Bunda Idza
lah bang Arbath lupa ya...terlahir dari mana? apa iya dia lahir dari batu
2024-06-25
0