Bab 20

Ginran terus mengamati ruangan itu. Apartemen ini tidak begitu besar tapi cukup mewah dan sangat rapi. Hanya saja terkesan dingin. Setelah berkeliling, Ginran mendapati ternyata hanya ada satu kamar tidur. Ia pikir tiga atau empat. Mengingat masih ada orangtua dan kakak dari gadis itu.

Jadi Kaiya sebenarnya hanya tinggal sendiri? Bukankah terakhir kali gadis itu bilang dia tinggal dengan tantenya? Apa mungkin Kaiya berbohong? Tapi untuk apa?

Prang!

Suara barang pecah dari arah dapur sontak membuat Ginran kaget dan berlari ke sana. Pasti Kaiya memecahkan sesuatu. Benar saja, ketika Ginran sampai di depan pintu, gadis itu sedang menunduk untuk meraih benda yang sudah hancur berkeping-keping tersebut di lantai dengan tangan telanjangnya.

"Berhenti!"

suara Ginran berhasil menghentikan Kaiya. Gadis itu refleks berhenti. Ia menoleh ke samping dan mendapati Ginran tengah berjalan mendekatinya. Tanpa aba-aba pria tersebut meraih pinggangnya dan dengan entengnya mengangkat tubuh mungil Kaiya lalu mendudukkan gadis itu di atas meja.

Lelaki itu tidak mau melihat Kaiya terluka akibat kecerobohannya lagi. Dari berbagai aspek gadis itu mungkin berubah, tapi sifat cerobohnya tidak. Buktinya, sudah tahu barang pecah dia sengaja mau mengambilnya tanpa berpikir dulu.

"Tunggu di sini," ucap Ginran. Kaiya yang baru selesai dari rasa terkejutnya karena pria itu tiba-tiba mengangkatnya, mengatur nafas. Ia pikir ia terbang sendiri tadi.

"Ada sapu dan pengky?" Ginran berbalik menatap Kaiya karena tak menemukan sapu yang ia cari. 

"Di dalam sana." sahut Kaiya menunjuk lemari kecil dekat kulkas yang berada tak jauh di belakangnya. Ginran melangkah melewatinya untuk mencapai lemari kecil itu. Ketika membuka lemari, ia melihat berbagai alat pembersih sampai pel ada di dalam sana. Lalu pria itu mengeluarkan alat yang dia butuhkan untuk membersihkan barang pecah.

Ginran kembali melangkah melewati Kaiya dan dengan cekatan mengangkat benda yang dipecahkan oleh gadis itu tadi. Pria itu tampak serius melakukan pekerjaannya sampai-sampai tidak menyadari Kaiya terus mengamatinya dari belakang bahkan tersenyum. Ketika pria itu selesai, wajah Kaiya kembali datar. Ia malu kalau sampai Ginran mendapati dirinya sedang tersenyum.

Ginran memasukkan kembali barang-barang pembersih yang ia pakai ke dalam lemari, dan menatap lantai lagi untuk memastikan masih ada barang pecah atau tidak. Setelah dipastikan lantai tersebut benar-benar sudah bersih, ia lalu menurunkan Kaiya yang masih setia duduk di atas meja bundar.

Kaiya gugup. Jelaslah. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu dan berinteraksi. Jadi ia merasa canggung berada dengan jarak sedekat ini. Perempuan mana yang tidak akan malu coba. Apalagi Ginran yang sekarang telah berubah menjadi seorang pria dewasa yang makin tampan dan jauh lebih berkharisma dibandingkan dulu. Wanita manapun pasti akan klepek-klepek kalau diperlakukan dengan manis seperti ini.

Bahkan ketika Ginran menurunkannya dengan amat hati-hati, Kaiya merasa sangat tersentuh. Belum ada laki-laki yang memperlakukannya semanis ini selain pria itu. Namun Kaiya sadar ia tidak berhak bahagia. Tidak mau berharap lebih. Ginran pantas mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik darinya.

Gadis itu mendorong halus tangan Ginran yang masih berada dipinggangnya. Kemudian berbalik ke rak perlengkapan makan, mengambil gelas, mengisinya dengan segelas air dan menyodorkannya ke Ginran. Pria itu mengambilnya namun matanya terus menatap Kaiya lurus-lurus.

Ginran sempat membuka kulkas tadi dan melihat-lihat dapur. Tak ada apa-apa dalam kulkas. Hanya ada beberapa mie instan dan air. Rak bahan makan juga kosong. Pria itu ingin membuktikan kebohongan Kaiya tadi, tapi rupanya gadis itu tidak berbohong. Memang tidak ada kopi dan teh. Bukan hanya itu saja, dapur gadis itu tak ada bahan makanan sedikitpun.

"Kau bilang tinggal dengan tantemu?" ucap Ginran terus menatap Kaiya. Melihat dapur yang kosong begini dan hanya ada satu kamar tidur, ia jadi ragu.

Kaiya mengangguk. Ia tidak sepenuhnya berbohong. Tantenya memang sering ke sini tapi karena terlalu sibuk bolak-balik luar negeri, mereka jarang bertemu. Ginran menyipitkan mata menatap Kaiya.

"Kenapa kamarnya hanya ada satu? Kemana keluarga kandungmu, kenapa harus tinggal terpisah dengan mereka?" pria itu memulai interogasinya.

Yang ada dalam pikirannya sekarang adalah, mungkin saja gadis itu ada masalah keluarga dan kabur dari rumah. Dulu kan ia pernah ngambek pada orangtuanya dan kabur dari rumah. Tapi waktu itu Kaiya tinggal sementara di rumah Ginran. Kadang juga pindah-pindah dari rumah Naomi sampai Darrel.

"T ... Tante aku sedang ke luar negeri. Kami tidur di kamar yang sama. Kalau papa, mama dan kakak aku..." gadis itu menggantung kalimatnya. Ia berusaha santai menyebut keluarganya di depan Ginran. Meski rasanya begitu berat.

"Mereka tinggal di luar negeri sekarang. Kami sudah pindah lama. Aku baru balik ke sini lagi dengan tante beberapa bulan lalu." lanjutnya berbohong. Ia tidak tahu kenapa kalimat itu meluncur dengan lancar dari mulutnya. Tapi dengan kalimat tersebut, ia bisa melihat perubahan di raut wajah Ginran. Pria itu tampak kesal. Ginran mendengus keras.

"Jadi selama ini kau ke luar negeri? Pindah tanpa mengatakan sepatah katapun? Kau anggap aku dan yang lain apa?" kata Ginran merasa marah. Sekarang ia tahu jawabannya kenapa gadis itu dan keluarganya tiba-tiba menghilang seperti di telan bumi. Rupanya mereka pindah ke negara lain. Tapi yang membuatnya marah adalah, gadis itu menghilang ditengah-tengah masalah mereka, membuatnya hampir gila karena penasaran dan rasa rindu.

Kaiya tertunduk. Ia merasa bersalah. Semua yang keluar dari mulutnya adalah kebohongan. Tapi ia terlalu takut untuk berkata jujur. Apa yang terjadi pada keluarganya terlalu tragis. Jadi untuk apa cerita.

"Katakan dengan jujur. Waktu pindah, apa kau sedang hamil?" itu adalah satu-satunya yang muncul dalam pikiran Ginran saat ini. Kaiya sudah mengaku memang terjadi kejadian seperti itu dengan sih pria brengsek itu. Jika dikaitkan dengan kepergiannya yang tiba-tiba, itu masuk akal. Mungkin saja keluarganya ingin menutupi aib anak mereka dengan pindah ke tempat orang-orang yang tidak mengenal mereka.

Sementara itu mata Kaiya melotot lebar mendapatkan pertanyaan seperti itu. Refleks ia menggeleng kuat.

"Bagaimana dengan pria brengsek itu, kalian masih sering bertemu?" Ginran berharap akan mendengar jawaban tidak dari mulut Kaiya. Orang-orang mungkin akan menganggapnya gila karena masih berharap pada perempuan yang sudah menyakitinya.

Kaiya berpikir sebentar, lalu menggelengkan kepala. Ia agak ragu-ragu, karena dia memang masih berhubungan dengan laki-laki yang Ginran maksud itu. Tapi bukan hubungan seperti yang pria itu pikirkan, tidak sama sekali.

Melihat gadis itu menggelengkan kepalanya, hati Ginran langsung merasa lega. Dia ingin bicara lagi namun ponselnya tiba-tiba bergetar. Ia mengangkat telpon sebentar.

"Halo." suaranya datar. "Di mana? Sekarang? Baiklah, aku segera ke sana." pria itu mengakhiri pembicaraannya entah dengan siapa itu dan menatap Kaiya lagi.

Terpopuler

Comments

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

Nah ... jarang2 nih ... cowo ganteng dan tajir ngerti sapu dan pengki ...
good Ginran ... emang cowo idaman Neng Gemoy deh ....
*eeeehh 🙈🤭

2024-12-27

0

Lilianti Mokodongan

Lilianti Mokodongan

ginran akan tahu semuanya PD akhirnya

2024-11-19

0

Sumini Ningsih

Sumini Ningsih

orang suruhannya x

2024-09-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Karya baru I Love you bos
101 S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102 S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103 S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104 S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105 S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106 S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107 S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108 S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109 S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110 S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111 S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112 S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113 S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114 S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115 S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116 S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117 S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118 S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119 S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120 S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121 S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122 S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123 S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124 S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125 S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126 S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Karya baru I Love you bos
101
S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102
S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103
S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104
S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105
S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106
S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107
S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108
S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109
S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110
S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111
S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112
S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113
S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114
S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115
S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116
S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117
S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118
S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119
S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120
S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121
S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122
S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123
S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124
S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125
S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126
S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!