Bab 14

Rapat akhirnya selesai. Isi rapat tadi membahas tentang festival kampus yang akan diadakan bulan depan. Dan semua anggota club tersebut telah mendapatkan bagiannya masing-masing. Lory, Kaiya dan satu teman mereka lagi yang biasa dipanggil Tita dapat tugas cari pemain musik yang akan tampil di festival nanti.

Lory dan Tita terlihat sangat antusias. Berbanding terbalik dengan Kaiya. Gadis itu tak ada gairah sama sekali. Apalagi baginya tugas itu berat. Ia tidak pandai bergaul sekarang. Berada di banyak orang saja dia risih, apalagi mengerjakan tugas seperti itu. Alhasil, Kaiya memutuskan melarikan diri ketika Lory dan Tita asyik berbincang.

Kaiya lebih memilih menyendiri di belakang kampus. Tentu saja karena dirinya lebih menyukai ketenangan. Gadis itu duduk di bawah pohon besar sambil bersandar di dinding pohon tersebut. Ia merenung, memikirkan kenangan lamanya bersama para sahabatnya. Sesekali gadis itu tersenyum. Lalu senyum itu akan berubah menjadi sebuah senyuman sedih. Karena Kaiya tidak berani lagi berharap persahabatan mereka akan kembali seperti dulu.

Dia sendiri yang membuatnya. Jadi dia sendiri yang harus menerima resikonya. Kaiya mendesah berat. Tampaknya Jiro yang paling membencinya sekarang. Seperti tadi, pria itu memperlakukannya dengan ketus dan cukup kasar. Kalau Darrel belum terbaca. Tapi Kaiya bisa merasakan lelaki itu tidak membencinya. Ia selalu tersenyum saat tidak sengaja tatapannya berpapasan dengan Kaiya.

Naomi sendiri, Kaiya tahu sahabatnya yang satu itu adalah gadis yang baik dan dewasa, tidak membencinya sama sekali. Hanya saja, posisinya sekarang berada di situasi yang serba salah. Sama seperti Darrel. Kaiya bisa memahaminya.

Terakhir Ginran, Kaiya tidak tahu bagaimana dengan pria itu. Yang jelas tadi, Ginran sangat cuek dan tidak meliriknya sedikitpun. Apa Ginran benar-benar sudah melupakannya sekarang? Gadis itu tersenyum pahit. Apa yang kamu pikirkan Kaiya. Kamu  jelas-jelas sudah menyakiti dan menyia-nyiakan seorang laki-laki baik seperti Ginran, dan sekarang masih berani berharap lebih?

"Ginran, tunggu!"

suara itu menghentikan lamunan Kaiya. Ia berbalik dan menatap dari balik pohon ke arah datangnya suara tadi. Ia pikir dirinya salah dengar, ternyata tidak.

Ginran berjalan cepat tidak menghiraukan gadis yang mengikutinya dari belakang tersebut. Gadis itu tidak asing di mata Kaiya. Kaiya terus mengamatinya dengan saksama. Mengingat di mana pernah bertemu dengan gadis itu. Ah, ya! Perempuan itu adalah salah satu senior yang tidak sengaja di tabrak olehnya beberapa waktu lalu. Kaiya tidak tahu namanya tapi wajahnya ia ingat dengan jelas. Cewek itu terus memandangi mereka diam-diam dari balik pohon.

Kali ini Ginran menghentikan langkahnya dan berbalik menatap senior yang mengikutinya tersebut. Tangan pria itu ia letakkan di saku celananya sambil menatap cewek yang entah siapa namanya itu dengan wajah datar khasnya. Wajah Ginran itu memancarkan keangkuhan yang sempurna.

"Katakan sekarang." suaranya tak kalah datar dari wajahnya. Kaiya bisa mendengar jelas karena jaraknya dari mereka tidak terlalu jauh.

"Gb... Gue pengen ngajak lo dinner bareng malam ini. Mau nggak?" Sandra menatap Ginran penuh harap. Meski merasa malu, tapi ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Sudah berkali-kali ia menunjukkan rasa sukanya terang-terangan ke Ginran dengan bahasa tubuhnya, tapi sama sekali tidak ada respon. Makanya hari ini setelah melihat ada kesempatan, ia langsung memakai kesempatan tersebut. Buat Sandra sendiri, laki-laki idaman banyak perempuan seperti Ginran ini harus secepat mungkin dikejar. Kalau tidak orang lain akan mengambilnya.

Dalam hati Sandra sudah berbunga-bunga. Ia begitu percaya diri kalau Ginran akan mengiyakan permintaannya tadi.

"Cari yang lain aja. Gue nggak pernah makan sama cewek yang nggak dekat sama gue. Terutama gue nggak tertarik sama lo." balas Ginran to the point, suaranya tetap datar dan terkesan dingin. Perkataan tersebut jelas langsung mematahkan semangat Sandra. Senyum lebar diwajahnya seketika berubah menjadi raut wajah kecewa. Kalimat terakhir Ginran makin membuat Sandra kecewa

Ginran tidak tertarik padanya? Kenapa? Padahal dia termasuk salah satu perempuan terpopuler di kampus ini setelah Naomi. Wajahnya cantik, bahkan banyak pria yang mengejarnya.

"Ginran, gue sebenarnya ..." Sandra menggantung ucapannya. Tapi ia sudah tahu ucapan selanjutnya yang akan ia katakan. Ia tidak akan menyerah hanya karena Ginran bilang tidak menyukainya. Ia yakin kalau dia gigih, pria itu pasti akan membalas cinta sepihaknya. Seperti yang sering terjadi di film-film.

"Gue udah suka lo sejak lama. Gue pengen kita pacaran. Lo mau nggak?" kata Sandra lagi menghilangkan semua rasa malunya. Lagipula tidak ada orang di sini, hanya mereka berdua. Ia tidak melihat ada seseorang yang tengah mengamati mereka dari balik pohon.

Sementara Ginran yang mendengar ucapan Sandra tak ada respon apa-apa. Ia tidak menyukai gadis itu, sedikitpun tidak. Hatinya sudah ditempati oleh gadis lain, dan itu tidak akan pernah berubah. Meski hubungan mereka sekarang ini tidak baik, bukan berarti ia sudah melupakan gadis itu begitu saja. Kalau segampang itu melupakan seseorang yang dia cintai dengan tulus, tidak mungkin seorang Ginran yang dulunya selalu lembut dan ramah pada semua orang berubah menjadi sedingin ini pada semua perempuan.

Sepenting itulah Kaiya di hati Ginran. Ia tidak bisa berbuat apa-apa dengan perasaannya. Bahkan meski Kaiya menyiksanya seperti ini, hatinya tetap dipenuhi oleh gadis itu. Sekeras apapun ia ingin melupakan, tetap saja tidak bisa.

"Kalo lo mau pacaran, cari saja pria lain. Gue sama sekali nggak tertarik sama lo." tolak Ginran langsung lalu berbalik hendak pergi dari situ.

"Lo suka cewek lain?" tanya Sandra dengan suara bergetar. Hatinya sakit karena Ginran langsung menolaknya tanpa berpikir dua kali.

Lalu di antara keheningan itu, suara dering ponsel tiba-tiba berbunyi. Ginran menghentikan langkahnya dan menoleh ke asal suara dari balik pohon. Sandra ikut menatap ke sana tapi tidak tertarik dengan si pemilik hape yang berdering itu. Ia lebih perlu mendengar jawaban Ginran.

Sementara itu dari balik pohon, Kaiya mengutuk dirinya dalam hati. Kenapa ponselnya harus berbunyi di situasi begini sih? Bagaimana kalau ia ketahuan menguping? Gadis itu cepat-cepat mematikan ponselnya sambil tangannya saling meremas. Tiba-tiba ia merasa gugup. Ia takut ketahuan oleh Ginran.

Dari tempatnya berdiri, Ginran memang tidak bisa melihat siapa orang yang sedang bersembunyi di balik pohon besar itu. Tapi ia bisa lihat sepatunya. Ia kenal siapa pemilik sepatu itu. Sudut bibir pria terangkat, ia tersenyum tipis terlihat seperti menyeringai.

"Ginran, jawab gue." ujar Sandra lagi. Ia tidak suka melihat Ginran yang lebih tertarik pada seseorang yang sembunyi dibalik pohon, entah cowok atau cewek. Ketika Ginran kembali menatapnya, ekspresi pria itu kembali datar.

"Gue emang suka seseorang. Tapi lo nggak berhak tahu. Pergilah, jangan uji kesabaran gue." katanya tegas. Sandra tidak rela mendengarnya tapi gadis itu tetap berbalik pergi. Ia akan mencari kesempatan lain membuat Ginran tergila-gila padanya.

Setelah Sandra benar-benar menghilang dari tempat itu, Ginran menoleh lagi ke pohon besar tempat Kaiya bersembunyi. Cowok itu berjalan cepat ke sana ketika melihat Kaiya siap-siap melarikan diri.

"Mau kemana, udah puas ngupingnya?" 

Terpopuler

Comments

Lilianti Mokodongan

Lilianti Mokodongan

ketahuan deh kaiya nguping Tampa sengaja

2024-11-19

0

Lina ciello

Lina ciello

nguping gundulmu kui

2024-11-12

0

Fadilah

Fadilah

kalo emang keempat sahabatnya pengen tau apa yang sebenarnya terjadi dalam hidup Kaiya selam 3thn ini dekati dia secara baik" jangan asal menuduh dan menuntut seperti itu,, kalian juga gak pernah tau kan trauma apa yang d alami oleh Kaiya,, kasihan tau Kaiyanya

2024-09-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 Bab 4
5 Bab 5
6 Bab 6
7 Bab 7
8 Bab 8
9 Bab 9
10 Bab 10
11 Bab 11
12 Bab 12
13 Bab 13
14 Bab 14
15 Bab 15
16 Bab 16
17 Bab 17
18 Bab 18
19 Bab 19
20 Bab 20
21 Bab 21
22 Bab 22
23 Bab 23
24 Bab 24
25 Bab 25
26 Bab 26
27 Bab 27
28 Bab 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Bab 31
32 Bab 32
33 Bab 33
34 Bab 34
35 Bab 35
36 Bab 36
37 Bab 37
38 Bab 38
39 Bab 39
40 Bab 40
41 Bab 41
42 Bab 42
43 Bab 43
44 Bab 44
45 Bab 45
46 Bab 46
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49
50 Bab 50
51 Bab 51
52 Bab 52
53 Bab 53
54 Bab 54
55 Bab 55
56 Bab 56
57 Bab 57
58 Bab 58
59 Bab 59
60 Bab 60
61 Bab 61
62 Bab 62
63 Bab 63
64 Bab 64
65 Bab 65
66 Bab 66
67 Bab 67
68 Bab 68
69 Bab 69
70 Bab 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 Bab 76
77 Bab 77
78 Bab 78
79 Bab 79
80 Bab 80
81 Bab 81
82 Bab 82
83 Bab 83
84 Bab 84
85 Bab 85
86 Bab 86
87 Bab 87
88 Bab 88
89 Bab 89
90 Bab 90
91 Bab 91
92 Bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Karya baru I Love you bos
101 S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102 S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103 S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104 S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105 S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106 S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107 S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108 S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109 S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110 S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111 S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112 S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113 S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114 S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115 S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116 S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117 S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118 S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119 S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120 S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121 S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122 S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123 S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124 S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125 S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126 S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat
Episodes

Updated 126 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
Bab 4
5
Bab 5
6
Bab 6
7
Bab 7
8
Bab 8
9
Bab 9
10
Bab 10
11
Bab 11
12
Bab 12
13
Bab 13
14
Bab 14
15
Bab 15
16
Bab 16
17
Bab 17
18
Bab 18
19
Bab 19
20
Bab 20
21
Bab 21
22
Bab 22
23
Bab 23
24
Bab 24
25
Bab 25
26
Bab 26
27
Bab 27
28
Bab 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Bab 31
32
Bab 32
33
Bab 33
34
Bab 34
35
Bab 35
36
Bab 36
37
Bab 37
38
Bab 38
39
Bab 39
40
Bab 40
41
Bab 41
42
Bab 42
43
Bab 43
44
Bab 44
45
Bab 45
46
Bab 46
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49
50
Bab 50
51
Bab 51
52
Bab 52
53
Bab 53
54
Bab 54
55
Bab 55
56
Bab 56
57
Bab 57
58
Bab 58
59
Bab 59
60
Bab 60
61
Bab 61
62
Bab 62
63
Bab 63
64
Bab 64
65
Bab 65
66
Bab 66
67
Bab 67
68
Bab 68
69
Bab 69
70
Bab 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
Bab 76
77
Bab 77
78
Bab 78
79
Bab 79
80
Bab 80
81
Bab 81
82
Bab 82
83
Bab 83
84
Bab 84
85
Bab 85
86
Bab 86
87
Bab 87
88
Bab 88
89
Bab 89
90
Bab 90
91
Bab 91
92
Bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Karya baru I Love you bos
101
S2 I LOVE YOU BOS - bab 1
102
S2 I LOVE YOU BOS - bab 2
103
S2 I LOVE YOU BOS - bab 3
104
S2 I LOVE YOU BOS - bab 4
105
S2 I LOVE YOU BOS - bab 5
106
S2 I LOVE YOU BOS - bab 6
107
S2 I LOVE YOU BOS - bab 7
108
S2 I LOVE YOU BOS - bab 8
109
S2 I LOVE YOU BOS - bab 9
110
S2 I LOVE YOU BOS - bab 10
111
S2 I LOVE YOU BOS - bab 11
112
S2 I LOVE YOU BOS - bab 12
113
S2 I LOVE YOU BOS - bab 13
114
S2 I LOVE YOU BOS - bab 14
115
S2 I LOVE YOU BOS - bab 15
116
S2 I LOVE YOU BOS - bab 16
117
S2 I LOVE YOU BOS - BAB 17
118
S2 I LOVE YOU BOS - bab 18
119
S2 I LOVE YOU BOS - bab 19
120
S2 I LOVE YOU BOS - bab 20
121
S2 I LOVE YOU BOS - bab 21
122
S2 I LOVE YOU BOS - bab 22
123
S2 I LOVE YOU BOS - Bab 23
124
S2 I LOVE YOU BOS - bab 24
125
S2 I LOVE YOU BOS -bab 25
126
S2 I LOVE YOU BOS - bab 26 Tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!